Claim Missing Document
Check
Articles

Film Tapak Tilas Jejak Atas Kelabu: Spiritual Pilgrimage Activities in the Perspective of Islam Farizki, Rendi Al; Supiarza, Hery; Tjahjodiningrat, Harry
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 12 No 01 (2024): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v12i01.8822

Abstract

Berasal dari penelitian yang dilakukan dalam film dokumenter berjudul Tapak Tilas: Jejak Di Atas Kelabu mengangkat tentang ziarah tapak tilas atau napak tilas yang adalah sebuah aktivitas spiritual yang tujuan utamanya adalah menziarahi petilasan tokoh. Ziarah ini akan dibahas dalam konteks dan sudut pandang dua organisasi islam yaitu Persatuan Islam (PERSIS) dan Nahdlatul Ulama (NU). Peneliti melakukan observasi dan berpartisipasi langsung berziarah mengikuti kelompok peziarah Silaturahmi Spiritualis Alami dan Amalan (SSADA). Data yang didapat selain melalui observasi langsung juga didapat dari wawancara-wawancara ekslusif yang dilakukan pada pihak terkait. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap ziarah napak tilas ini.
Interpretation of Jae Hee Choi: Cadenza "Clarinet Concerto No. 3 in Bb – Allegro Moderato" by Carl Philip Stamitz Supiarza, Hery; Annisa, Luli Angsal Lintang; Sarbeni, Irwan
Jurnal Seni Musik Vol 12 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v12i2.74434

Abstract

The research of Cadenza "Clarinet Concerto No. 3 in Bb – Allegro Moderato” by Carl Philipp Stamitz by Jae Hee Choi is motivated by the clarinet solo performance of a clarinetist performing the cadenza part of this concerto. The focus of this research is to find out the interpretation and technique of Jae Hee Choi's clarinet playing by analyzing the cadenza part through the interpretation and technique of playing the clarinet to be able to have a good impact in interpreting an interpretation of playing music, especially concertos in the baroque era. The method used in this research is a descriptive research method with three stages of analysis. The first stage is audio-visual analysis. The second stage rewrites the notation with the Sibelius application. The third step is to analyze the rewritten notes and make a comparison between the cadenza played by Jae Hee Choi and the original cadenza in this concerto. This research found two very important things namely; clarinet interpretation and technique. Interpretation includes interpretation of expression, rhythm, melody, and dynamics. The clarinet playing technique includes blowing techniques and fingering techniques.
Synchronization Functions of œMickey-Mousing in Animation Film Rhapsody Rabbit Fadly, Alvriza Mohammed; Supiarza, Hery; Pawitan, Zakiah
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i1.57435

Abstract

Synchronization between visual animation and music has been widely known as mickey-mousing. Notable old animation films have used this particular technique to reinforce action with a musical flourish and convey a certain meaning. Furthermore, animation music is commonly based on popular music, such as The Hungarian Rhapsody No.2 in Rhapsody Rabbit. The music is utilized not just as a scoring aspect but to dictate every Bugs Bunny's action when playing the piano. This research aims to study the implementation of the mickey-mousing technique in Rhapsody Rabbit film. It uses a qualitative content analysis approach to analyze visual and aural aspects”primary data is sourced from the Rhapsody Rabbit film and the Hungarian Rhapsody No. 2 music sheet. Secondary data is collected from literature studies related to the topic. Data collection is conducted through observation, interview, and documentation study. The data is analyzed using Klaus Krippendorf's content analysis technique which divided into six steps. The result of this study is that the mickey-mousing technique is implemented through a combination of a fast pace of visual and musical play altogether. Animation adapts to several parts of the musical composition so that articulation, illustration, and accentuation occur as a function of the mickey-mousing technique.
Perancangan Proses Kreatif Dalam Mendesain Kostum Dan Menata Make Up Pada Karakter Koboi-Alita Prabowo, Dayu Amandito; Nafsika, Salsa Solli; Supiarza, Hery
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 5 No 1 (2025): DIVAGATRA #09
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/divagatra.v5i1.13207

Abstract

One of the important elements in visuals is artistry, because artistry greatly affects the composition of the resulting image. The main elements of artistic design are costume character design and make-up arrangement. With the concept of costume design and character make-up, a character has its own characteristics in films, TV shows, and stage theatre. The process of making a character in costume and make up design is the main thing to support the deepening of the character, in the making process a case study is carried out and data collection techniques in the form of content analysis, from online media which is then processed in an intensive and detailed way, to explore the process of designing costume and make up characters. after obtaining character design reference data, the data is processed by deeply analysing the acquisition of data that has been obtained. The important impact of research on the process of costume design and styling cowboy character make-up to descriptively describe each process undertaken. 
Menggali Dialektika Estetika Budaya Tutur Nusantara pada Kelas Studio Dokumenter Universitas Pendidikan Indonesia Pauhrizi, Erik Muhammad; Supiarza, Hery; Undiana, Nala Nandana; Sukanta, Sukanta
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21609

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan menggali dialektika estetika budaya tutur Nusantara pada kelas studio documenter dalam pengembangan kurikulum prodi FTV UPI 2021. Kekayaan budaya tutur Nusantara merupakan khasanah kekayaan keilmuan yang berkaitan dengan visi dan misi program studi Film dan televise FPSD Universitas Pendidikan Indonesia. Dimana hal ini telah diimplementasikan ke dalam kurikulum yang terwujud dalam beberapa perkuliahan yang seharusnya saling mendukung terutama film dokumenter yang dapat mengakomodasi kekayaan ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah konsep budaya tutur nusantara secara efektif telah terwujud dalam karya studio film dokumenter, dan apakah diperlukan metode khusus bagi pengajar di prodi film dan televisi. Metode kualitatif digunakan untuk menggali keterkaitan matakuliah sehingga dapat ditemukan formulasi pengajaran yang efektif untuk mata kuliah yang akan dilakukan disemester selanjutnya. Penelitian ini menemukan 1) beberapa matakuliah yang dilaksanakan pada semester genap menjadi penompang utama sebagai landasan memperkuat penggalian budaya tutur nusantara di mata kuliah studio dokumenter. Hal ini dilihat dari karya-karya studio dokumenter telah merepresentasikan khasanah budaya nusantara, 2) adanya matakuliah metodologi penelitian yang disinergikan dengan kelas studio dokumenter menjadi pengetahuan untuk mengumpulkan seluruh data penelitian. Namun keadaan yang baik ini tetap harus dievaluasi untuk semester selanjutnya guna mewujudkan visi dan misi prodi FTV, terutama penguatan pada sumber daya manusia dengan cara pertukaran dosen. Implikasi penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi kesempurnaan kurikulum film dan televisi dan juga dapat menjadi role model pengajaran studi film documenter bagi program studi film di Indonesia.