Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Persepsi Pedagang Pasar terhadap COVID-19 dan Pencegahannya di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang Arman Rifat Lette
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.929

Abstract

Infeksi coronavirus masih terus terjadi hingga saat ini. Semua lapisan masyarakat perlu secara disiplin mematuhi protokol Kesehatan, tidak terkecuali pedagang di pasar. Pedagang di pasar sangat rentan tertular COVID-19. Berdasarkan hasil observasi, pedagang di pasar tradisional kurang mematuhi Protokol Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali persepsi pedagang terhadap COVID-19 dan pencegahannya. Metode penelitian adalah kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah pedagang pasar. Informan pendukung adalah Perwakilan perusahaan daerah pasar Kota Kupang, dan perwakilan Pengelola pasar. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis fenomenologi. Penelitian dilakukan dari bulan April-Mei 2020. Penelitian dilakukan di pasar tradisional Kasih, Naikoten 1-Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan persepsi terhadap penyakit COVID-19 yaitu tidak takut karena Tuhan ada, tidak pikir dan pasrah saja, takut juga, dan kebutuhan ekonomi/hidup lebih mendesak. Persepsi terhadap pencegahan penyakit COVID-19 antara lain biasa cuci tangan, pakai masker buat sesak nafas dan kesulitan berkomunikasi, pakai masker saat ada petugas dan saat keluar jalan, Work From Home tidak dapat dilakukan, dan penutupan pasar tidak mungkin dilakukan. Para pedagang tetap memilih berjualan karena berkaitan dengan kesalahan persepsi/pandangan serta desakan kebutuhan/ekonomi. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) secara berkelanjutan perlu dilakukan agar pedagang disiplin mematuhi protokol kesehatan.
GAMBARAN DAMPAK MINUM SOPI PADA REMAJA DI KECAMATAN MAULAFA, KOTA KUPANG arman rifat lette
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 1 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.742 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i1.257

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Alkohol, seperti obat-obat terlarang lainnya menimbulkan banyak dampak negatif pada tubuh, mental dan kehidupan sosial manusia. Laporan WHO mengenai alkohol dan kesehatan menyebutkan sebanyak 320.000 orang usia 15-29 tahun meninggal di seluruh dunia setiap tahun karena berbagai penyebab terkait dengan alkohol. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sejenis minuman fermentasi lokal beralkohol, yaitu: sopi. Karakteristik psikologis yang khas pada remaja merupakan faktor yang memudahkan terjadinya tindakan penyalahgunaan alkohol. Namun, untuk terjadinya hal tersebut masih ada faktor lain yang memainkan peranan penting yaitu faktor lingkungan. Berdasarkan hasil pengamatan di Kota Kupang, khususnya di Kecamatan Maulafa diketahui banyak remaja yang sudah mulai mencoba-coba untuk mengonsumsi minuman keras, khususnya minuman sopi dari usia 11 tahun.Tujuan: 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak minum sopi pada remaja di Kecamatan Maulafa Kota Kupang. 2. Menggali secara mendalam dampak yang dialami oleh remaja karena mengonsumsi sopiMetode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah remaja yang minum sopi dan informan pendukung adalah tokoh agama atau tokoh masyarakat, orangtua remaja yang minum sopi, penjual sopi, petugas kesehatan dan remaja yang tidak minum sopi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. Observasi; 2. Wawancara mendalam; 3. Diskusi Kelompok terarah. Cara pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan strategi convenience sampling. Untuk keabsahan data dilakukan : 1. Triangulasi sumber; 2. Triangulasi metode; dan 3. Member checking.Hasil penelitian: Dampak minum sopi pada remaja adalah : 1. Remaja menjadi acuh tak acuh kepada orangtua, 2. Menyebabkan tingkat kriminal, khususnya perkelahian dan kecelakaan di kalangan remaja semakin meningkat, 3. Remaja menjadi ketagihan minum sopi, 4. Mengalami gangguan kesehatan (dada terasa sakit dan muntah bercampur darah), 5. Membolos sekolah untuk minum sopi bersama teman-temanKesimpulan: Sopi terbukti memberikan dampak yang tidak bagus untuk para remaja. Remaja harus berupaya menghentikan konsumsi sopi, supaya tidak berakibat buruk bagi kesehatan tubuh karena dampak negatif sopi yang sudah terbukti di masyarakat. Perlu adanya kerjasama lintas sektor untuk mencegah perilaku minum sopi di kalangan remaja. Kata Kunci: minum sopi, remaja, dampak minum sopi 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSTU BURAEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SONRAEN KABUPATEN KUPANG Ardi oematan; Yohanes Dion; Arman Rifat Lette
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2021): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v5i1.953

Abstract

Toddler health is still a national problem which needs to be given top priority because it really determines the quality of human resources. The purpose of this study is to determine the factors associated with nutritional status in children under five in the Buraen Sub-district Work Area of ​​the Sonraen Health Center in Kupang Regency. This type of research was analytic descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The sample in this study amounted to 112 people who were obtained using purposive sampling techniques in accordance with specified inclusion criteria. The results showed that dietary factors were 57 (50.9%), socio-cultural 106 (94.6%), infectious diseases 83 (74.1%), health services 112 (100%), nutritional status 105 (93.8%). Chi square test results showed that there was a significant relationship between infectious diseases and nutritional status in infants in Pustu Buraen with p-value = 0.028 where р <α (α = 0.05), there is no relationship between eating patterns, social culture and health services with the nutritional status of children under five where р> α (α = 0.05). Advice for parents of toddlers to be able to preach their children so they avoid infectious diseases and health woerkes to continue to improve education efforts on prevention of infectious diseases. Health workers can also increase efforts to improve the nutritional status of children under five such as : home visits, monitoring and ensuring the provision of supplementary food. Keywords: Related Factors, Nutritional Status, Toddler
GAMBARAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA SMA DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA DI KOTA KUPANG Yules Dapa Merang; Yasinta Betan; Arman Rifat Lette
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2022): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v6i2.1079

Abstract

The background of the author doing this research is because of the problem of nutritional status in adolescents, namely how the description of diet, physical activity and nutritional status of teenagers at Citra Bangsa Christian High School in Kupang City. Then this study aims to analyze the description of diet, physical activity, and nutritional status in Citra Bangsa Christian High School Teenagers in Kupang City. The research method conducted by the author is survey research using descriptive research methods. This research was conducted at the Citra Bangsa Christian High School in Kupang City and the informants in this study were students or writers who conducted research in collecting the data needed. The authors conducted research using interview techniques by using questionnaires to obtain answers from students regarding information about diet, physical activity, and nutritional status in adolescents systematically. From the results of research conducted by the author on the description of eating patterns, physical activity, and nutritional status in adolescents, which shows that from 140 respondents, 31 respondents (22.1%) have a high eating pattern, 99 respondents (77.7%) have a high dietary pattern. eat enough by answering questions, and 10 respondents (7.1%) have a poor diet. While in the physical activity section of 140 respondents, 46 respondents (32.9%) had a high level of physical activity, 61 respondents (43.6%) had a moderate level of activity, and 33 respondents (23.6%) had a high level of physical activity. which is lacking. And on the nutritional nutritional status of 140 respondents, 36 respondents (25.7%) had a "thin" nutritional status, 92 respondents (65.7%) had a "Normal" nutritional status, and 12 respondents (8.6%) had a nutritional status. Nutrition "Fat", while the nutritional status of obesity was not obtained. Keywords: Diet, Physical Activity, Nutritional Status
Perilaku minum sopi pada remaja di Kupang Arman Rifat Lette; Atik Tri Ratnawati; Idei Khurnia Swasti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 7 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.38 KB) | DOI: 10.22146/bkm.26094

Abstract

Sopi drinking behavior among adolescents in KupangPurposeThis research aimed to identify sopi drinking behavior among adolescents in Maulfa.MethodsThis research was a qualitative study with an exploratory design and phenomenological approach. The main informants were adolescents who drink sopi and supporter informants were religious leaders or community leaders, parents, sopi sellers, health workers and adolescents who did not drink sopi. Data collection used observations, In-depth interviews, and focus group discussions. The informant sampling was obtained by purposive sampling through convenience sampling strategy.ResultResults showed that adolescents start to drink sopi since junior high school and senior high school. They have known sopi since the age of 13-17 years old. The number of sopi consumed is usually about two-six bottles and they drink it together with their friends. Some factors that encourage teenagers to consume sopi are: 1) to obtain many friends and build friendship; and 2) to know each other well and to make a good communication between them.ConclusionSocial factors such as a culture play an important role to build the sopi drinking behavior in adolescents. The adolescents consider that sopi drinking behavior is an easy thing to do because it is easy to obtain and cheap.
BULLYING SEBAGAI CARA UNTUK MENGAKRABKAN (STUDI FENOMENOLOGI DI KALANGAN SISWA SMA KOTA KUPANG) Arman Rifat Lette; Aysanti Yuliana Paulus
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 2 (2022): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i2.218

Abstract

Bullying behavior or violence in schools was still happening today. There have been many studies related quantitatively to describe bullying behavior but not many have studied it qualitatively from the perspective of students as perpetrators and victims, especially in Kupang City. This study aimeds to describe bullying behavior among high school students in Kupang City. The research method was qualitative research with an exploratory design and a phenomenological approach. The main informants were high school students in 2 different schools. Supporting informants were subject teachers, teachers in the student section and the principal. There was 12 informants. Data collection was carried out by means of Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews. The study was conducted from June-September 2020. The results showed that bullying was considered as joke and can make friends, bullying behavior also often occurs, namely: Joking and sarcastically ending up in a fight, calling by a pseudonym or animal name, Bullying as an outlet because lack of attention from parents, bully retaliating and fighting for strength in the classroom and bullying is taken casually/considered normal. It was necessary to do Communication, Information and Education to students so that they do not take bullying behavior as usual because of the real negative impact that occurs among school students. The role of family and school were also very important in preventing bullying among students.
Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, Pembagian Vitamin C dan Tablet Zat Besi (Fe) pada Siswa SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Arman Rifat Lette; Hironima Niyati Fitri; Mili Arthanedi Jumetan; Estiyani Wulandari; Yeri Delsia Nenogasu; Odilia Esem; Aysanti Yuliana Paulus; Sinta Inriani Olla; Theresia Mindarsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.746

Abstract

Remaja sering dipenuhi dengan berbagai persoalan seperti masalah Kesehatan reproduksi dan anemia. Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu para remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang kesehatan reproduksi sehingga mampu untuk menjaga diri dan terhindar dari masalah Kesehatan reproduksi. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk : 1) penyuluhan kesehatan tentang Kesehatan reproduksi menggunakan media video, power point dan LCD; 2) Pembagian Vitamin C dan tablet zat besi (Fe). Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 04 Maret 2023 pukul 11.00-12.30 WITA, bertempat di sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMA kelas X dan XI yang berumur 15-17 tahun. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 61 siswa. Hasil dari pengabdian ini adalah materi penyuluhan yang diberikan sudah cukup baik untuk menambah pengetahuan dan pemahaman siswa, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata pre dan Post-test. Vitamin C dan tablet Fe yang diberikan juga setidaknya dapat meningkatkan Kesehatan siswa. Perlu adanya penyuluhan yang serupa dan rutin dilaksanakan kepada siswa khususnya yang ada di pedesaan.
Pembentukan Satuan Tugas COVID-19 dalam Upaya Pencegahan Penularan dan Penanganan COVID-19 di Lingkungan Kampus Universitas Citra Bangsa Nusa Tenggara Timur Arman Rifat Lette; James Adam Seo; Arfie Pigan Solissa; Aysanti Yuliana Paulus; Hironima Niyati Fitri; Mili Arthanedi Jumetan; Fepy Thresna Feoh; Maryati Agustina Barimbing; Sebastianus Kurnia Tahu; Maria Philomena Erika Rengga; Yohana Filiberta Lumu Ladjar; Dina Melaniekha Sintikhe Henukh; Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 4 (2023): JAMSI - Juli 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.806

Abstract

COVID-19 adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi ancaman hingga saat ini. Masyarakat kampus perlu berperan secara aktif dalam melakukan upaya pencegahan penularan COVID-19. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk melakukan pencegahan dan penanganan penularan COVID-19 di dalam kampus UCB. Metode pengabdian yang dilakukan adalah pembentukan satgas COVID-19 dengan kegiatannya adalah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), Disinfektan, Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 dan penanganan laporan kasus COVID-19. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan kurang lebih selama 1 tahun, di tahun 2021. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berpusat di dalam kampus UCB. Sosialisasi dapat berjalan dengan baik. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik dan terbukti menekan angka penularan dan kejadian kasus COVID-19 di dalam lingkungan kampus UCB. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Seluruh Civitas Akademica UCB antusias dan merasa terbantu dengan kegiatan-kegiatan yang ada, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Mahasiswi penghuni asrama kampus juga merasa sangat terbantu dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tim satgas diantaranya KIE, disinfektan dan penanganan laporan kejadian kasus COVID-19 yang terjadi pada penghuni asrama.
Bullying As a Joke: A Mixed Method Study Among Senior High School Students in Kupang City Lette, Arman Rifat; Paulus, Aysanti Yuliana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.835 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.437

Abstract

Bullying cases still often occur in the world of education, from elementary school to university level. Compared to other levels of education, bullying is more common among high school students. This type of research is mixed-method research. This type of quantitative research uses a descriptive-analytical method with a cross-sectional design while the qualitative approach is with an exploratory design and a phenomenological approach. The research was conducted in six selected senior high schools (SMA) in July-September 2020. The total sample was 310 respondents. Meanwhile, for qualitative research, the number of informants was 12 informants. Quantitative analysis was carried out in 2 stages, namely: descriptive analysis and inferential analysis to prove the correlation between variables, using the Chi-Square test. Meanwhile, qualitative data analysis was carried out using phenomenological analysis. The results showed that there was a correlation between knowledge and bullying behavior (0.029 less than 0.05), attitudes with bullying behavior (0.028 less than 0.05) and the social environment with bullying behavior (0.001 less than 0.05). In addition, students also assess or think that bullying is common among them, and it is considered a joke and can familiarize one another. Lack of understanding and awareness of bullying and its effects causes bullying behavior to occur frequently. It is necessary to establish clear rules and sanctions in schools to prevent bullying among students.  Abstrak: Kasus Bullying masih sering terjadi di dunia pendidikan, baik itu dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang lain, kasus bullying lebih banyak terjadi di kalangan siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancang bangun cross sectional study sedangkan pendekatan kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terpilih pada bulan Juli-September 2020. Jumlah sampel sebanyak 310 responden. Sedangkan untuk penelitian kualitatif jumlah informan sebanyak 12 informan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan 2 tahap, yaitu : analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk membuktikan hubungan antar variabel, menggunakan uji Chi Square. Sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan menggunakan analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku bullying (0.029 kurang dari 0,05), sikap dengan perilaku bullying (0,028 kurang dari 0,05) dan lingkungan sosial dengan perilaku bullying (0,001 kurang dari 0,05). Selain itu, Siswa juga menilai atau beranggapan bahwa bullying merupakan hal biasa di kalangan mereka, dan dianggap merupakan candaan serta dapat mengakrabkan satu dengan lain. Kurangnya pemahaman dan kesadaran akan bullying dan dampaknya menyebabkan perilaku bullying masih sering terjadi. Pembuatan aturan dan sangsi yang jelas di dalam sekolah perlu dilakukan untuk mencegah perilaku bullying di kalangan siswa.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATAKTE Mili Arthanedi Jumetan; Arman Rifat Lette; Aysanti Yuliana Paulus
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL Vol 6 No 2 (2023): CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : STIKes CHMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the objectives of the Family Planning (KB) program is to space pregnancies by using contraceptive methods for pregnancy prevention and family planning. The success of family planning services can be achieved through support from community members by actively participating as family planning participants or family planning acceptors.Akseptor KB adalah anggota masyarakat yang mengikuti gerakan KB dengan melaksanakan penggunaan alat kontrasepsi (BPS, 2019). This type of research is a quantitative research using descriptive analytic method with a cross sectional study design. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The sample in this study was 100 people. The sampling technique in this study was random sampling, namely 100 active family planning acceptors in the villages of Lifuleo, Tesabela and Oenesu in 202. This data analysis uses the Chi-square test with an α value of 0.005. Results: age characteristics show that 51% of respondents are in the healthy age group, most of the respondents have a low level of education, namely 58%, the variable availability of alkon most of the respondents answered that it is always available, namely 60%, respondents who choose the distance to a health facility> 20 minutes namely 100% or all respondents, while according to the status of family planning participants most of the respondents were with Non-MKJP participant status, namely 63%. Conclusion: There is a significant relationship between education level and the behavior of using Long-Term Contraceptive Methods with p Value = 0.012 (<0.05) while for the variable availability of contraceptives there is no relationship with the behavior of using MKJP with p Value = 0.735 (> 0.05 ). Keywords: MKJP, Education, Availability of Contraceptives