Claim Missing Document
Check
Articles

Found 47 Documents
Search
Journal : Jurnal Fish Protech

KARAKTERISTIK POKEA (Batissa violacea celebensis Martens 1897) ASAP DENGAN BAHAN PENGASAP YANG BERBEDA Ardiansyah, Ardiansyah; Patadjai, Andi Besse; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6493

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bahan pengasap yang berbeda terhadap uji sensorik, proksimat, Polycylic Aromatic Hydrocarbon (PAH) pada pokea asap.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif yang terdiri dari Pokea asap dengan menggunakan bahan pengasap tempurung kelapa (A1), cangkang kelapa sawit (A2), tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit (A3). uji sensorik pada penelitian ini menunjukkan hasil pada pokea asap nilai aroma tertinggi yaitu 6,6 (A1), Warna tertinggi yaitu 7,3 (A1), Umami tertinggi yaitu 5,9 (A2), Saltiness tertinggi yaitu 5,6 (A1), Tekstur tertinggi yaitu 5,2 (A1) dan (A2).  Berdasarkan kandungan proksimat, kandungan kadar protein hasil tertinggi pada pokea asap dengan bahan pengasap cangkang kelapa sawit. Kandungan Polycyclic Aromatic Hidrocarbon kandungan (benzo(a phyrene) hasil terendah pada pokea asap dengan bahan pengasap            tempurung kelapa. Kata kunci: Pengasapan, Batissa violacea, tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit AbstractThe purpose of this study was to evaluated the sensory quality, proximate content and Polycylic Aromatic Hydrocarbon (PAH)profile onsmoked pokea.This study used a descriptive design consisting of Pokea smoke using coconut shell smoked (A1), oil palm shells (A2), coconut shells and palm shells (A3). Sensory test in this study showed that the highest pokea value of smoke was 6.6 (A1), the highest color was 7.3 (A1), the highest color was 5.9 (A2), the highest saltiness was 5.6 (A1), The highest texture is 5.2 (A1) and (A2).  Based on the proximate content, the highest content of protein content in pokea smoke using oil palm shell as smoke source. The content of Polycyclic Aromatic Hydrocarbon content (Benzo(a)phyrene)is the lowest result in smoke pokea with coconut shell smoked.Key words: Smoking, Batissa violacea, coconut shell, palm oil shell
PENGARUH PENAMBAHAN DAGING IKAN GABUS (Channa striata) DAN RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN NILAI ORGANOLEPTIK BROWNIS Mariana, Nining; Tamrin, Tamrin; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9228

Abstract

ABSTRACT          The Aim of this research was to determine the effect of addition of snakehead (Channa Striata) and seaweed (Sargassum sp.) meat on chemical and organoleptic composition with sensory analysis parameters (appearance, aroma, taste, color, texture) and chemical test (moisture, protein, carbohydrate, fat , and crude fiber content). This research  used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, namely P1 (milk fish and seaweed Sargassum sp. 20%), P2 (cork and seaweed Sargassum sp. 30%) and P3 (milk fish) and Sargassum sp. 40% seaweed) and repeat 3 times. The gathered were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at the 95% level, if there were significant differences (P> 0.05) then a further test was carried out by the DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 95% significant level. The results showed that the addition of milk fish  and seaweed fish from Sargassum sp. Brownies had no significant effect on sensory values which include appearance, color, taste, and texture, but sensory aroma had a significant effect. Based on the results of research on brownies with the addition of cork and seaweed Sargassum sp. The best treatment for sensory test in treatment P3 had 3.56 appearance value, 3.48 texture, 4.02 aroma, the best treatment for taste in P2 treatment is 3.08, and the best treatment for color in treatment P1 is 4, 44. The best treatment for chemical tests was found in treatment P3 with a moisture of 40.29%, carbohydrate 47.49%, protein 17.89%, fat 28.99%, and crude fiber content 27.73%. Keywords: brownish, chemical composition, sensory value, snakehead (Channa striata),ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan gabus (Channa Striata) dan rumput laut (Sargassum sp.) terhadap komposisi kimia dan organoleptik dengan parameter uji sensori (kenampakan, aroma, rasa, warna, tekstur) dan uji kimia (kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak, dan kadar serat kasar). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  tiga perlakuan yaitu P1 (daging ikan gabus dan rumput laut Sargassum sp. 20%), P2 (daging ikan gabus dan rumput laut Sargassum sp. 30%) dan P3 (daging ikan gabus dan rumput laut Sargassum sp. 40%) dan ulangan sebanyak 3 kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan daging ikan gabus dan rumput laut Sargassum sp. terhadap brownis memberikan pengaruh tidak nyata terhadap nilai sensori yang meliputi kenampakan, warna, rasa, dan tekstur tetapi pada sensori aroma memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian brownis dengan penambahan daging ikan gabus dan rumput laut Sargassum sp. diperoleh perlakuan terbaik uji sensori pada perlakuan P3 dimana memiliki nilai kenampakan 3,56, tekstur 3,48, aroma 4,02, sedagkan perlakuan terbaik untuk rasa pada perlakuan P2 yaitu 3,08, dan perlakuan terbaik untuk warna  pada perlakuan P1 yaitu 4,44. Perlakuan terbaik pada uji kimia terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai kadar air 40,29%, karbohidrat 47,49%, protein 17,89%, lemak 28,99%, dan serat kasar 27,73%.Kata kunci:  brownis, ikan gabus (Channa striata), komposisi kimia, nilai sensori.
PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK DENDENG IKAN TERI (Stolephorus sp.) Dariyani, Dariyani; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9346

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the effect of drying time on the chemical and organoleptic characteristics of anchovy (Stolephorus sp.). This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, with three-time replication  P1 (6 hours, 65oC), P2 ( 7 hours, 65oC), P3 and (8 hours, 65oC). The results showed that the drying time of the organoleptic value has a very significant effect on color with the highest value of 8.04, and a very significant effect on the aroma with a value of 8.05, and no significant effect on taste and texture with the highest values of 7.47 and 7.79. Chemical parameters observed on have a very significant effect on water content, ash, protein and fat with values of 12.6%, 9.1%, 43.6%, and 12.3%, respectively. Keywords: Anchovy, Organoleptic Test, Proximate analysis and drying time.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik dendeng ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari 3 perlakuan lama pengeringan yang berbeda yaitu P1 (6 jam, 65°C), P2 (7 jam, 65°C), P3 dan (8 jam, 65°C). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lama pengeringan terhadap nilai organoleptik yang diamati berpengaruh sangat nyata terhadap warna dengan nilai tertinggi 8,04, dan berpengaruh sangat nyata terhadap aroma dengan nilai 8,05, serta tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan tekstur dengan nilai tertinggi 7,47, dan 7,79. Lama pengeringan terhadap parameter kimia yang diamati terhadap nilai kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak berpengaruh sangat nyata dengan nilai tertinggi 12,6%, 9,1%, 43,6% dan 12,3%.Kata kunci: Ikan Teri, Uji organoleptik, Uji Proksimat dan Waktu Pengeringan.
PENGARUH TEKNIK DAN WAKTU PENGGORENGAN NON VAKUM DAN VAKUM TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, DAN KIMIA TUMPI-TUMPI TUNA (Thunnus sp.) Adrianti, Yulis; Tamrin, Tamrin; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9472

Abstract

The Effect of Comparison of Seaweed (Eucheuma cottonii) and Flying Fish (Decapterus spp.) In Production of crackers to Organoleptic, Physical and Chemistry AnalysisABSTRACT          This study aims to determine the effect of non-vacuum and vacuum frying techniques and time on the organoleptic and chemical characteristics of tumpi-tumpi tuna (Thunnus sp.). This study used a randomized block design (RBD) with two treatment factors namely the first factor is a frying technique consisting of two levels, namely non-vacuum frying techniques and vacuum frying techniques. The second factor is frying time consisting of three levels is (ten minutes), T2 (twenty minutes), dan T3 (thirty minutes). Organoleptic tests include color, scent, taste, and texture, while chemical testing uses the method BSN 01-2354.2-2006 include water content, ash content, fat content, and carbohydrate content. Based on the results of the research test, showed that the effect of the technique and the time of non-vacuum and vacuum frying on the organoleptic test is color with an average value of 6,46, aroma with an average value of 6,13, taste with an average value of 5,81, and texture with an average value of 5,45. While the proximate test results that the best water content is in the V1T3treatment with an average value of 3,05%, the best ash content is in the V0T3treatment with an average value of 5,27%, the best fat content is in the V0T3treatment with an average value of 14,18%, the best protein content was found in the V1T3treatment with an average value of 13,21%, and carbohydrate content was found in the V0T3treatment with an average value of 65,51%. The conclusion of this research is the effect of the technique and non-vacuum and vacuum frying time have a very significant effect, while the interaction has no significant effect on organoleptic values. While the best proximate test result was found in V0T3treatment with an average value of ash content of 5,27%, the fat content of 14,18%, carbohydrate 65,51%, and for water and protein content of the best treatment was found in V1T3with successive value according to 3,05% and 13,21%. Keywords: Tuna fish (Thunnus sp.), non-vacuum, vacuum, tumpi-tumpi, organoleptic, dan chemistry ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik dan waktu penggorengan non vakum dan vakum terhadap karakteristik organoleptik dan kimia tumpi-tumpi tuna (Thunnus sp.). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama teknik penggorengan yang terdiri dari 2 taraf yaitu teknik penggorengan non vakum (V0) dan teknik penggorengan vakum (V1). Faktor kedua adalah waktu penggorengan yang terdiri dari 3 taraf yaitu T1 (10 menit), T2 (20 menit), dan T3 (30 menit). Uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan uji kimia menggunakan metode BSN 01-2354.2-2006 meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pengaruh teknik dan waktu penggorengan non vakum dan vakum terhadap uji organoleptik yaitu warna dengan nilai rata-rata 6,46, aroma dengan nilai rata-rata 6,13, rasa dengan nilai rata-rata 5,81, dan tektur dengan nilai rata-rata 5,45. Sedangkan hasil uji proksimat yaitu kadar air terbaik terdapat pada perlakuan V1T3 dengan nilai rata-rata sebesar 3,05%, kandungan kadar abu terbaik terdapat pada perlakuan V0T3 dengan nilai rata-rata sebesar 5,27%, kandungan kadar lemak terbaik terdapat pada perlakuan V0T3  dengan nilai rata-rata sebesar 14,18%, kandungan kadar protein terbaik terdapat pada perlakuan V1T3 dengan nilai rata-rata sebesar 13,21%, dan kandungan kadar karbohidrat terbaik terdapat pada perlakuan V0T3  dengan nilai rata-rata sebesar 65,51%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pengaruh teknik dan waktu penggorengan non vakum dan vakum berpengaruh sangat nyata, sedangkan pada interaksi berpengaruh tidak nyata pada nilai organoleptik sedangkan hasil uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan V0T3 dengan nilai rata-rata kadar abu 5,27%,  kadar lemak 14,18%, karbohidrat 65,51% dan untuk kadar air, dan kadar protein perlakuan terbaik terdapat pada V1T3 dengan nilai berturut-turut 3,05%, dan 13,21%..Kata kunci: Ikan tuna (Thunnus sp.), non vakum, vakum, tumpi-tumpi, organoleptik, dan kimia 
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP NILAI SENSORI, KOMPOSISI PROKSIMAT, DAN TOTAL BAKTERI TERASI IKAN BETE-BETE (Leiognathus equulus) Hestiani, Hestiani; Asnani, Asnani; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9480

Abstract

ABSTRACT          The purpose of this study was to determine the effect of fermentation time on sensory values (appearance, odor, taste, and texture), proximate composition (water content and protein content) and total bacteria on fish paste. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with fermentation periods of succession: 5, 10, 15 and 20 days, each treatment was repeated three times. Data were analyzed using ANOVA and differences between treatments were tested using DMRT (Duncan Multiple Range Test). The results obtained showed that the influence of fermented fish paste length had a real effect on sensory values which included appearance, odor, taste, and texture. The highest sensory value obtained in shrimp paste with 20 days fermentation time includes the appearance value of 7.9 (reddish-brown, rather brilliant), the smell of 7.9 (slightly less fragrant, a little extra odor), 7.8 flavor (delicious, medium fish taste, less sweet, enough salty taste and savory) and 7.7 (soft, homogeneous, somewhat rough). Fermentation for 20 days produced shrimp paste with water and protein content respectively 51.54 and 25.54% and the total bacteria was 7.81 Log CFU/gr. Keywords: Leiognathus equulus, Proximate Composition, Sensory Tests, Shrimp Paste, and Total Bacteria.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh lama fermentasi  terhadap nilai sensori (kenampakan, bau, rasa dan tekstur), komposisi proksimat (kadar air dan kadar protein) dan total bakteri terhadap terasi ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  lama fermentasi berturut-turut: 5 , 10, 15 dan 20 hari, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisa menggunakan ANOVA dan perbedaan diantara perlakuan diuji dengan menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh lama fermentasi terasi ikan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai sensori yang meliputi kenampakan, bau, rasa dan tekstur. Nilai sensori tertinggi diperoleh pada terasi dengan lama fermentasi 20 hari meliputi nilai kenampakan 7,9 (coklat kemerahan, agak cemerlang), bau 7,9 (sedikit kurang harum,  sedikit bau tambahan), rasa 7,8 (enak, rasa ikan sedang, kurang manis, rasa asin cukup dan gurih) serta 7,7 (lembek, homogen, agak kasar). Fermentasi selama 20 hari menghasilkan terasi dengan kadar air dan protein berturut-turut 51,54 dan 25,54 % serta total bakteri adalah  7,81 Log CFU/gr.Kata kunci: Komposisi Proksimat, Leiognathus equulus, Terasi, Total Bakteri, dan  Uji Sensori.
KARAKTERISTIK IKAN GABUS (Channa striata) ASAP DARI PRODUSEN YANG BERBEDA DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Sarnia, Sarnia; Ibrahim, Mohammad Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i1.4406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi proksimat pada ikan gabus asap, untuk mengetahui kandungan asam lemak dan untuk mengetahui kandungan Polycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH) yang diambil dari produsen berbeda di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe dan  Laboratorium lingkup Universitas Halu Oleo serta Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gajah Mada. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis  deskriptif untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan  sebanyak 3 kali (n=3). Hasil yang disajikan merupakan nilai rata-rata ± standar deviasi (SD). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai protein paling tinggi adalah produsen A yaitu 61,532%. Nilai kadar air tertinggi adalah podusen A. Produsen yang memiliki nilai kadar lemak paling tinggi adalah produsen B. Produsen yang memiliki nilai serat kasar paling tinggi adalah produsen B. Produsen yang memiliki nilai kadar abu paling tinggi adalah produsen C. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan lima ikatan rangkap; methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) berturut-turut 5,96%;  3,63%; 2,93%. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan enam ikatan rangkap; cis-4-7-19-13-16-19-docosahexaenoate (DHA) berturut-turut 3,51%;6,35%; 3,02%. Hasil penelitian juga menunujukan bahwa jumlah senyawa benzo (a) phyrene setiap produsen telah melewati ambang batas yang ditetapkan SNI yaitu 0,005 ppm. Produsen B memilikii nilai benzo (a) phrene  194,8 ppm sedangkan untuk Produsen A dan C berturut-turut 176,4 ppm dan  97,2 ppm.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG GAPLEK DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU SILASE CAIR DARI KEPALA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Suriani, Suriani; Asnani, Asnani; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11614

Abstract

Effect of Acquisition of Cassava Flour With Differentcontributions to The Quality of Liquid Silage From The Heads of Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) ABSTRACT         Silage is a liquid product from the process of fermentation of grass, fish or waste that is used as a mixture of feed. Generally, silage is made from fish or fish waste. Fish silage is a liquid product made from the remnants of processed fishery products that are not utilized by humans without any other treatment except by acid or by bacterial inoculation. The purpose of this study was to determine the effect of the use of cassava flour on sensory values (color and aroma) and proximate composition (water content, ash content, protein content, and pH) on the liquid silage of shrimp head. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with a ratio of cassava flour and shrimp heads respectively: 10: 90% (P1), 20: 80% (P2), 30: 70% (P3) and 40: 60% (P4) and repeated three times. Data from observations were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and DMRT (Duncan Multiple Range Test) tests, each at a 95% confidence level. The results obtained indicate that the use of cassava flour has a significant influence on the sensory value which includes the color and aroma of liquid shrimp silage. The P1 treatment showed a brownish-orange color and a typical silage aroma/odor without additional odor. Proximate composition of silage includes: water content 74.2% -82.6%, ash content 1.9% -3.2%, protein content 7.4% -11.9% and pH ranges from 4.3-5.4. Keywords: Silage, Vaname shrimp head (Litopenaeus vannamei), cassava flour, Sensory Test, Proximate Composition. ABSTRAKSilase merupakan produk cair hasil proses fermentasi rerumputan, ikan ataupun limbahnya yang digunakan sebagai campuran pakan. Umumnya silase terbuat dari ikan atau limbah ikan. Silase ikan adalah suatu produk cair yang dibuat dari sisa-sisa olahan hasil perikanan yang tidak dimanfaatkan oleh manusia tanpa perlakuan lain kecuali dengan asam atau dengan inokulasi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh penggunaan tepung gaplek terhadap nilai sensori (warna dan aroma) dan komposisi proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein dan pH) pada silase cair kepala udang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan perbandingan tepung gaplek dan kepala udang berturut-turut: 10:90% (P1), 20:80% (P2), 30:70% (P3) dan 40:60% (P4) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) masing-masing pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan tepung gaplek memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai sensori yang meliputi warna dan aroma silase cair kepala udang. Perlakuan P1 menunjukkkan warna jingga kecoklatan dan aroma/bau asam khas silase tanpa bau tambahan. Komposisi proksimat silase meliputi: kadar air 74,2%-82,6%, kadar abu 1,9%-3,2%, kadar protein 7,4%-11,9% dan pH berkisar 4,3-5,4.Kata kunci: Silase, Kepala udang vaname (Litopenaeus vannamei), Tepung gaplek, Uji Sensori dan Komposisi Proksimat
ANALISIS SENSORI ABON IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DARI PROSES PENGAWETAN YANG BERBEDA Isamu, Kobajashi Togo; Ibrahim, Mohamad Nuh; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno; Sahara, Rita
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i2.4891

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan yang berbeda terhadap parameter yang diamati pada uji sensori dan untuk mengetahui uji mutu kimia abon ikan cakalang (Katsuwanus pelamis) pada proses pengawetan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan pengulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pemindangan, pengasapan, dan pengeringan. Parameter yang diamati yaitu uji sensori (rupa, bau, rasa, dan tekstur). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisis sidik ragam, perlakuan dengan proses pengawetan yang berbeda yaitu pemindangan, pengasapan, dan pengeringan tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap kualitas sensori abon ikan cakalang (Katsuwanus pelamis), namun memiliki rerata yang beragam pada masing-masing perlakuan. Perlakuan yang menunjukan kualitas abon ikan terbaik yaitu perlakuan dengan pemindangan dengan nilai rupa 4, bau 5,33, rasa 5,33, tekstur 4,55.Kata Kunci : abon, ikan cakalang, pemindangan, pengasapan, pengeringan
UJI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN SATE POKEA (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) YANG DI PASARKAN DI OBJEK WISATA PANTAI TORONIPA KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Arpin, Iin Caroline; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i2.15448

Abstract

ABSTRACT         Pokea is endemic animals originating from the Southeast Sulawesi region. Pokea meat processing is generally made into satay. This study aims to determine the chemical content and heavy metal of pokea satay which is sold in the Toronipa Beach Tourism Object, Southeast Sulawesi. The research method will be conducted in the form of representative sampling from satay pokea traders accompanied by interviews related to the processing of satay pokea, measurement of water content, protein, fat, ash, Fe, and Pb content. Based on the test results, it showed that the chemical content and heavy metal of satay pokea varied. The highest water content is 43.33%, the highest ash content is 19.17%, the highest fat content is 39.36%, The highest content of water, ash, fat, protein, Fe and Pb are  43.33%, 19.17%, 39.36%, 66.04%, 6.00 ppm and <0, 01 ppm respectively. Keywords: Fe, Heavy, Satay pokea, PbABSTRAKKerang pokea adalah hewan endemik yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Pengolahan kerang pokea umumnya dibuat menjadi sate kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dan kandungan logam berat sate kerang pokea yang dijual di daerah Objek Wisata Pantai Toronipa, Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang akan dilakukan berupa pengambilan sampel representatif dari pedagang sate pokea disertai wawancara terkait pengolahan sate pokea, pengukuran kadar air, protein, kadar lemak, kadar abu, kadar Fe dan Pb. Berdasarkan  hasil uji, menunjukkan bahwa kandungan kimia dan logam berat sate pokea bervariasi. Kadar air tertinggi yaitu sebesar 43,33%, kadar abu tertinggi yaitu 19,17%, kadar lemak tertinggi 39,36%, kadar protein tertinggi 66,04%, kadar Fe tertinggi 6,00 ppm dan kadar Pb untuk setiap sampel < 0,01 ppm.Kata kunci: logam berat, logam Fe, logam Pb, Pantai Toronipa, sate pokea
UJI KANDUNGAN KIMIA DAN CEMARAN LOGAM KERANG KIMA (Tridacna sp.) KERING YANG DIPERDAGANGKAN DI KABUPATEN KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA Alam, Samsul; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i2.16125

Abstract

The Test of Chemical Content and Metal Contamination of Dry Clam (Tridacna sp.) Traded in North Konawe Regency Southeast SulawesiABSTRACT         The aim of this study was to determine the characteristics of chemical composition (water, ash, protein, fat, and carbohydrate) and Metal Contamination of Dry Clam. The analysis of the data used in this study is to use descriptive analysis. The results of the analysis of the chemical content of the highest treatment of water content are found in P2 with a value of 25.84%. The highest ash content was found in the P2 treatment with a value of 13.84%. The highest level of protein treatment was at P3 with a value of 14.28%. The highest treatment fat content was in P3 with a value of 2.43% and the highest treatment carbohydrate content was in P2 with a value of 1.88% and. The results of the analysis of heavy metals were the highest Cd levels were at P3 with a value of 0.074 mg / Kg and the lowest was at P1 0.057 mg / Kg and the highest Pb metal at P3 0.026 mg / Kg the lowest was at P1 0.016 mg / Kg.Keywords: Clam (Tridacna sp.), Chemical content, Heavy metals ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik komposisi kimiawi (air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat) dan cemaran Logam berat pada Kerang kima Kering. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis kadar kimia perlakuan kadar air tertinggi terdapat pada P2 dengan nilai 25,84%. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai 13,84%. Perlakuan protein tertinggi terdapat pada P3 dengan nilai 14,28%. Kadar lemak perlakuan tertinggi terdapat pada P3 dengan nilai 2,43% dan kadar karbohidrat perlakuan tertinggi terdapat pada P2 dengan nilai 1,88% dan. Hasil analisis logam berat kadar Cd tertinggi pada P3 dengan nilai 0,074 mg / Kg dan terendah pada P1 0,057 mg / Kg dan logam Pb tertinggi pada P3 0,026 mg / Kg, terendah pada P1. 0,016 mg / Kg.Kata kunci Kerang kima (Tridacna sp.) kering, Kandungan Kimia, Logam berat
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Adrianti, Yulis Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Alam, Samsul Anita Komala Sari Ansharullah ansharullah Ari Sartinah Ari Sartinah, Ari Arpin, Iin Caroline Asman Asman Asnani Asnani Asnani Asnani Assidik, Fajrin Astika, Andilla Ayu Azzis, Muhammad Abdul Bramatya, Eko Daniningsih, Tri Dariyani, Dariyani Devi Natalia Dewi, Yosi Ananda Dhian Herdiansyah Endang, Wa Eni, Wa Erma Yunika Fahlani, Wd Wd Sitti Aisyah Nurul Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah, Fajriah Farida Farida Fatriana, Yuyun Habil Yatsin Haka, Yogi Hasnia Arami Hermanto Hermanto Herniawan, Herniawan Hestiani, Hestiani Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim, Moh Nuh Ibrahim, Mohamad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Idham, Nita Pratiwi Idrus Salam Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Kaudin, Ode Kiro, Muhammad Zul Sudrajat La Anadi La Karimuna La Ode Sahaba Laode Muhamad Hazairin Nadia Lolopayung, Selin Maharani Maharani, Maharani Mariana, Nining Marsuki Iswandi Mentang, Prilya Zhatrawati Mita Gebriella Inthe Muhammad Nur Muhammad Rais Muhammad Yunus Mujiati Mujiati Nabila, Leila Natalia, Tresia Nur Illiyin Akib, Nur Illiyin Nurfila, Nurfila Pangerang, Annisah Bulu Patadjai, Andi Besse Pataran, Immesky Rilla Rahmiatin, Titin Ramadhani, Dwirizqa Tiara RH. Fitri Faradilla Rusadi, Ririn Sahara, Rita Salam Salam Salman, Slamet Aprianto Salmatia, Siti Salmin, Nur Sampunur Sampunur Sari J, Yesti Sarnia Sarnia, Sarnia Setiani Setiani, Setiani Sri Rejeki Sri Wahyuni Sriyani, Wa Ode Sugiantari, Ni Wayan Sulistianti, Wa ODe Nova Sulsia, Sulsia Suriani Suriani Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno Tamrin Tamrin Taufik Taufik Virera, Julian Imelda Wulandari Wulandari Wulang Dari Yoni, Yoni