Abdurrahman Abdurrahman
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SAWI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA, KECAMATAN LIANG ANGGANG, KOTA BANJARBARU Muhammad Fajar Wibawa; Yudi Ferrianta; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2644

Abstract

Salah satu potensi besar dari sektor pertanian yaitu sektor hortikultura, yang memiliki peran penting dalam mensuplai kecukupan gizi bagi masyarakat. Salah satu komoditas hortikultura yang berperan dalam mensuplai kecukupan gizi adalah sayuran. Sawi adalah salah satu sayuran yang berperan akan protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sawi dan mengidentifikasi permasalahan yang di hadapi petani dalam usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecmatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden dipilih melalui tiga tahap yakni dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk memilih kecamatan dan kelurahan, sedangkan untuk responden yang terpilih sebanyak 70 petani dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Berdasarkan hasil penelitin ini produksi usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liangg Anggang Kota Banjarbaru dipengaruhi secara signifikan pada taraf nyata 1% oleh tenaga kerja, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan pada taraf nyata 5% oleh luas lahan dan bibit sawi. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani sawi yaitu permodalan, kemarau panjang, hama penyakit, dan harga jual murah.Kata kunci: hortikultura, sayuran, produksiĀ 
Analisis Usahatani Kacang Tanah di Desa Belangian Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Ermawati Ermawati; Kamiliah Wilda; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5992

Abstract

Komoditas kacang tanah merupakan tanaman pangan yang memiliki permintaan yang cukup tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa kacang tanah sangat diminati konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan usaha tani dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi selama ini serta alternatif yang bisa diberikan untuk memecahkan masalah pada usaha tani kacang tanah di Desa Belangian. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kacang tanah sebanyak 30 petani. Metode analisis data menggunakan pendekatan perhitungan besar biaya, pendapatan, keuntungan, RCR dan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata luas tanam kacang tanah seluas 0,25 ha dengan biaya total satu kali musim tanam Rp 5.151.188,-/usahatani atau Rp 20.495.445,-/ha, dengan rata-rata penerimaan Rp 11.840.000,-/usahatani atau Rp 47.108.753,-/ha, sehingga pendapatan petani peroleh Rp 9.531.667,-/usahatani atau Rp 37.924.403,-/ha dan keuntungan petani Rp 6.688.812,-/usahatani atau Rp 26.613.309,-/ha. Nilai RCR usaha tani kacang tanah sebesar 2,30. Artinya usaha tani kacang tanah di Desa Belangian layak diusahakan. Permasalahan utama yang dijumpai dalam usahatani kacang tanah yaitu serangan hama walang sangit (L. oratorius L.).
Analisis Usahatani Caisim di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Husna Norhidayati; Abdurrahman Abdurrahman; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani caisim dengan menganalisis besar biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diperoleh petani caisim, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi, lahan, benih, pupuk anorganik, pupuk organik, obat-obatan dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi caisim dan mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi petani caisim di Kecamatan Labuan Amas Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2020. Data yang dikumpulkan adalah satu kali periode per musim tanam dalam kisaran waktu satu bulan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 30 orang petani dijadikan sebagai responden dengan pertimbangan bahwa kondisi populasi mayoritas homogen pada luasan lahan usahatani caisim. Hasil penelitian menunjukan penyelenggaraan usahatani caisim yang dilakukan mencakup pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan panen. Besarnya rata-rata biaya eksplisit yang dikeluarkan adalah Rp 884.322/usahatani atau Rp 8.503.093/ha dan rata-rata biaya implisit adalah Rp 597.065/usahatani atau Rp 5.741.012/ha sehingga biaya total dalam usahatani caisim rata-rata sebesar Rp 1.481.387/usahatani atau sebesar Rp 14.244.105/ha. Penerimaan yang diperoleh dari usahatani caisim rata-rata Rp 2.287.500/usahatani atau Rp 21.995.192/ha, dengan rata-rata produksi sebesar 458 kg/usahatani atau 4.399 kg/ha. Pendapatan yang diperoleh rata-rata sebesar Rp 1.403.178/usahatani atau Rp 13.492.099/ha, dan keuntungan petani caisim dalam 1 kali periode per musim tanam dalam kisaran waktu satu bulan sebesar Rp 806.113/usahatani atau rata-rata Rp 7.751.087/ha. Berdasarkan analisis faktor produksi Cobb-Douglas, diketahui bahwa faktor produksi luas lahan, benih, pupuk anorganik, obat-obatan dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi caisim, sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh terhadap produksi caisim yaitu pupuk organik. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh petani caisim di Kecamatan Labuan Amas Selatan yaitu hama penyakit dan harga jual yang berfluktuasi.
Analisis Finansial Usahatani Padi Varietas Siam Cantik di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Khairunnisa Khairunnisa; Abdurrahman Abdurrahman; Yusuf Aziz
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5946

Abstract

Maksud dari pengkajian ini ialah untuk memahami pelaksanaan usahatani padi Varietas Siam Cantik yaitu menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan serta kelayakan usahatani padi Varietas Siam Cantik di Desa Samporna dan Jejangkit Pasar Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samporna maupun Jejangkit Pasar Kecamatan Jajangkit Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 31 orang petani padi lokal diambil sebagai responden menggunakan metode sensus. Hasil pencarian memperlihatkan maka rata-rata biaya eksplisit yang digunakan petani responden yakni sebesar Rp. 13.175.049/usahatani dan rata-rata biaya implisit yang dipakai petani respon denyaknisebesarRp. 8.820.969/usahatani yang kemudian diperoleh biaya total sebesar R22.000.718/usahatani.Rata-rata total perolehan yaitu sebesar Rp 30.338.710/usahatani. Rata-rata keuntungan yang didapat yaitu sebesarRp 8.342.692. Rata-rata nilai RCR usahatani padi varietas siam cantik di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala ialah 1,38. Maksudnya masing-masing 1 rupiah yang dikeluarkan bisa menghasilkan tambahan penerimaan sebesar Rp. 1,38. Hingga secara keseluruhan usahatani padi varietas siam cantik di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala layak untuk dikembangkan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI LABU KUNING DI DESA UJUNG BARU KECAMATAN BATI BATI KABUPATEN TANAH LAUT Mahrita Mahrita; Abdurrahman Abdurrahman; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2919

Abstract

Tanaman sayur-sayuran semusim berpeluang tinggi dalam meningkatkan keuntungan petani di Indonesia. Labu kuning adalah salah satu komoditas yang sangat cocok dan potensial sebagai bahan pangan. Desa Ujung Baru memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan usahatani labu kuning karena kondisi lahan dan alamnya yang sangat mendukung untuk berusahatani labu kuning. Namun, labu kuning belum mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dikarenakan tingkat konsumsi dan harga jual oleh petani yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani labu kuning di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan untuk membantu penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode yang dipakai pada pengambilan sampel adalah dengan cara penarikan contoh acak sederhana (simple random sampling) dengan memilih 30 responden dari 4 kelompok tani yang memiliki total populasi berjumlah 88 orang. Hasil penelitian menunjukkan biaya total untuk berusahatani labu kuning sebesar Rp 11.028.544/usahatani atau sebesar Rp 8.050.032/Ha. Petani memperoleh peneriamaan dari usahatani sebesar Rp 20.500.000/usahatani atau Rp 15.000.000 /Ha. Pendapatan petani labu kuning sebesar Rp 10.846.502/usahatani atau Rp 7.953.651/Ha. Keuntungan yang diperoleh pada usahatani ini sebesar Rp 9.471.456/usahatani atau Rp 6.949.968/Ha. Nilai RCR yang diperoleh sebesar 1,86. Dengan demikian usahatani labu kuning di daerah penelitian ini dinyatakan layak karena nilainya 1,86 > 1.
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Nanas di Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala Riantoni Riantoni; Abdurrahman Abdurrahman; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9482

Abstract

Komoditas nanas di Kecamatan Mekarsari berkembang cukup baik jenis nanas yang dibudidayakan di Kecamatan Mekarsari yaitu nanas tamban. Dari segi budidayanya dan segi permintaan nanas tamban sangat tepat dan dapat berkembang dengan baik. Menganalisis usahatani diperlukan sebagai alat pemeriksan usahatani yaitu agar mengetahui sampai dimana keberhasikan yang telah dicapai selama usaha bahwa pekerjaan berlangsung. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi penyelenggaraan usahatani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 2) Mengetahui Berapa biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 3) Mengetahui tingkat kelayakan usahatani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 4) Mengetahui gambaran umum pemasaran nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan data primer data sekunder. Data primer dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data sekunder diambil dari studi pustaka kelembagaan dan instansi terkait. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berdasarkan survey dan pengamatan yang dilakukan dan perhitungan biaya, pendapatan dan keuntungan usahatani nanas tamban di Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan rata - rata total biaya yang dikeluarkan dalam 1 periode tanam (33 bulan) adalah sebesar Rp 66.099.783,-. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 162.594.000,-. Pendapatan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp.203.753.118,- dan Keuntungan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp 96.496.317. Tingkat kelayakan Usahatani Nanas di Kecamatan Mekarsari dapat dilihat dari nilai Revenue Cost Ratio (RCR). Nilai RCR yang didapat adalah sebesar 2,45. Dengan nilai RCR >1 maka Usahatani Nanas di Kecamatan Mekarsari merupakan jenis usaha yang layak. Metode pemasaran yang dilakukan para petani responden adalah dengan cara melakukan pemanenan saat terdapat permintaan oleh para pengepul buah. Para pengepul buah kemudian membeli nanas perbijinya dengan harga dan kriteria yang sudah disepakati sebelumnya. Kemudian para pengepul akan memasarkan nanas ke Banjarmasin, Banjarbaru, dan kota sekitarnya.
Analisis Efesiensi Alokatif Usahatani Ubi Alabio (Dioscorea Alata, L) di Lahan Rawa Lebak Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tinah Tinah; Abdurrahman Abdurrahman; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7818

Abstract

Ubi alabio merupakan subsektor pertanian pangan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah i) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ubi alabio; ii) Menganalisis tingkat efesiensi alokatif (harga) pada usahatani ubi alabio. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Sumber data diperoleh dari responden dan instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, dan Balai Penyuluh Pertanian. Data dianalisis dengan fungsi produksi Cobb- Douglass analisis regresi linier berganda melalui program SPSS 25 dan linier programing pada software excel untuk menambahkan variabel manajemen TER yang mana berfungsi meminimalkan indeks bias manajemen. pengambilan sampel dilakukan dengan acak sebanyak 50 sampel dari 294 populasi. Hasil penelitian menunjukan variabel luas lahan, jumlah bibit, tenaga kerja dan obat-obatan berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi ubi alabio. Efisiensi alokatif (harga) pada penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit dan obat-obatan sudah mencapai tahap efisiensi secara harga sedangkan faktor produksi tenaga kerja tidak mencapai efesien dan perlu dikurangi penggunaan inputnya.
Analisis Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging Pola Mandiri di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Dedi Setiawan; Abdurrahman Abdurrahman; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7857

Abstract

Peternakan merupakan salah satu dari lima subsektor pertanian, dimana sektor tersebut bertindak untuk memelihara hewan ternak guna dibudidayakan, agar memperoleh suatu keuntungan. Usaha peternakan sekarang ini sudah menjadi usaha yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ataupun sebagai usaha yang dapat dikelola secara komersil. Berdasarkan Dinas Peternakan Kabupaten Banjar, populasi total peternak ayam ras pedaging berjumlah 21.000 ekor. Kecamatan Sungai Tabuk populasi ayam ras pedaging berjumlah 3000 ekor, Kecamatan Mataraman populasi ayam ras pedaging berjumlah 13.000 ekor, Kecamatan Gambut populasi ayam ras pedaging berjumlah 5000 ekor. Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Mataraman memiliki populasi ayam ras pedaging paling tinggi, oleh karena itu maka perlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah usaha ayam ras pedaging menguntungkan bagi peternak ayam ras pedaging. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Biaya total yang harus dikeluarkan dalam suatu usaha ternak rata-rata sebesar Rp 142.123.424. Pendapatan yang didapat dari usaha ternak ayam ras pedaging pola mandiri yang oleh para peternak di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar rata-rata sebesar Rp 164.283.333. Keuntungan bersih yang didapat dalam usaha ternak ayam ras pedaging pola mandiri di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar rata-rata sebesar Rp 23.623.040. Permasalahan yang dialami oleh para peternak ayam ras pola mandiri di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar berupa: Sulitnya mendapatkan bibit DOC, harga pakan yang terus naik, harga ayam ras pedaging tidak stabil, serangan penyakit dan kurang rajinnya para peternak ayam ras pedaging.
Analisis Usaha Pengolahan Jajanan Tradisional Kue Kelemben Kelurahan Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Akhmad Sarwani; Yudi Ferrianta; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7866

Abstract

Pilihan makanan atau minuman pada era sekarang sudah sangat beragam. Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak membuat produk pengolahan akan makanan menjadi lebih berkembang dan sangat beranekaragam bentuk dan jenisnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2018 diperoleh data jenis industri pengolahan yang paling banyak diusahakan di Kecamatan Martapura adalah industri pengolahan makanan, minuman dan tembakau dalam kategori industri rumah tangga yang berjumlah 816 unit usaha. Salah satu usaha industri pengolahan makanan yang ada di kecamatan Martapura Timur adalah usaha pengolahan jajanan tradisional kue kelemben tambak anyar. Analisis usaha kue kelemben di Desa Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar sangatlah penting bagi produsen atau pengusaha kue kelemben tambak anyar tersebut di dalam melakukan usahanya guna peningkatan keuntungan serta pengembangan usahaya tersebut dimasa yang akan dating. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha kue kelemben tambak anyar di Kelurahan Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Adapun yang menjadi sampel merupakan 12 orang yang berwirausaha kue kelemben tambak anyar. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan dalam usaha pembuatan kue kelemben di Kelurahan Karang Anyar sebesar Rp 21,161,128. Rata-rata penerimaan yang diperoleh dalam usaha pembuatan kue kelemben di Kelurahan Karang Anyar sebesar Rp 27,072,812. Rata-rata keuntungan yang diperoleh dalam usaha pembuatan kue kelemben di Kelurahan Karang Anyar sebesar Rp 5,911,684. Analisis Kelayakan Usaha kue kelemben di Kelurahan Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar dapat dikatakan layak dengan nilai kelayakan tertinggi yaitu sebesar 1,39 dan nilai kelayakan terrendah sebesar 1,19.
Analisis Usahatani dan Pemasaran Ubi Kayu di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Noor Baiti; Luthfi Fatah; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7819

Abstract

Ubi kayu di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru sebetul nya banyak di usahakan tapi tidak di jadikan sebagai tanaman utama melainkan tanaman sampingan saja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, cara pemasaran dan masalah yang dihadapi dalam usahatani Ubi kayu secara deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa daerah yang diteliti salah satu sentra penerapan yang cukup potensial di Kecamatan Liang Anggang. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus, dengan besar populasi 37 orang. Dengan rata-rata luas lahan per usahatani 0,0019 ha. Dari hasil penelitian di dapat rata-rata per usahatani biaya total Rp 73.094, penerimaan Rp 95.351, pendapatan Rp 83.267 dan keuntungan Rp 22.257. Dari hasil penelitian juga di dapat rata-rata per ha dengan biaya total Rp 38.470.526, penerimaan Rp 50.184.737, pendapatan Rp 43.824.737 dan keuntungan Rp 11.714.210. Pemasaran terbanyak dilakukan ditempat dengan persentase 41% dan umumnya yang membeli langsung ke lahan langganan dari tanaman utama, di pengumpul persentase 32% dan di pasar persentase 27% kedua nya ini petani responden sama-sama langsung menjual ke tempat tujuan. Dengan permasalahan terbanyak terjadinya banjir oleh hujan berlebih persentase 81% pengendalian nya dengan membenahi aliran air, harga jual rendah persentase 11% pengendalian nya dengan menanam lebih dari satu macam tanaman yang masa panen nya singkat dan bercak putih pada daun persentase 8% pengendalian nya hanya dengan membuang daun yang terpapar banyak bercak putih.