Abdurrahman Abdurrahman
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Finansial Usahatani Padi Sawah Varietas Mekongga di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong Nor Misbah; Abdurrahman Abdurrahman; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1303

Abstract

Abstrak. Padi merupakan tanaman yang paling banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani padi memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman lain, baik dari harga panen maupun gangguan alam seperti kekeringan serta serangan hama dan penyakit. Lahan yang ada di Kabupaten Tabalong ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani padi sawah varietas mekongga, mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani padi varietas mekongga serta mengetahui tingkat kelayakan usahatani padi sawah varietas mekongga di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2019. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang petani padi, diambil dengan menggunakanmetode simple random sampling. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,81 hektar. Rata-rata total biaya usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 10.416.997,- per usahatani atau Rp 12.860.492,- per hektar. Rata-rata penerimaan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 16.620.450,- per usahatani atau  Rp 20.518.850,- per hektar. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 13.813.436,- per usahatani atau Rp 17.053.399,- per hektar. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 6.203.453,- per usahatani atau Rp 7.658.358,- per hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi varietas mekongga layak di usahakan, karena nilai rata-rata Revenue Cost Ratio adalah 1,56.Kata kunci: analisis finansial, biaya, keuntungan, kelayakan
Pendapatan Pedagang Pasar Terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Timbul Prayitno; Abdurrahman Abdurrahman; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.691

Abstract

Pasar Terapung Lokbaintan ini merupakan jenis wisata budaya yang terletak di pesisir sungai Martapura tepatnya di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk. Pasar Terapung Lokbaintan ini merupakan jenis wisata yang memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan. Hal ini karena, melalui pengembangan potensi pariwisata Pasar Terapung Lokbaintan ini sektor-sektor usaha lain masyarakat juga akan ikut berkambang, mulai dari pertanian hingga transportasi dan perdagangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pedagang pasar terapung dengan analisis secara deskriptif; dan untuk mengetahui pendapatan pedagang pasar terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk dengan menggunakan analisis I=P-C. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sampel sebanyak 10 orang pedagang pasar terapung yang menjual hasil pertanian dengan pengamatan selama 8 hari. Hasil penelitian diperoleh karakteristik pedagang pasar terapung di Desa Lokbaintan Kecamatan Sungai Tabuk, yaitu  rata-rata umur 41 tahun, sehingga pedagang responden sebagai sampel peneltian ini adalah termasuk usia produktif, rata-rata jumlah tanggungan keluarga sebesar 3 orang, mayoritas tingkat pendidikan SD/sederajat sebesar 60% dan pendidikan tertinggi pedagang responden adalah tamat SLTP/sederajat sebesar 10%, rata-rata lama menetap selama 41 tahun dan rata-rata status kepemilikan tempat tinggal adalah mayoritas milik sendiri. Usaha pedagang pasar terapung memerlukan biaya rata-rata per hari sebesar Rp 176.374,89 dan memperoleh penerimaan rata-rata per hari sebesar Rp 249.925,63, sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh pedagang pasar terapung adalah sebesar Rp 73.554,74/hari.Kata kunci: pendapatan pedagang, pasar terapung.
Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Jamilah Jamilah; Abdussamad Abdussamad; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1934

Abstract

Kecamatan Telaga Langsat merupakan salah satu Kecamatan penghasil sayuran di- Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam berusahatani keuntungan yang maksimun merupakan tujuan petani. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan yang tepat dari segi pengalokasian sumberdaya maupun dari jenis komoditi yang akan diusahakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungandan pola tanam usahatani yang dapat memberikan keuntungan maksimun bagi petani. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 sampai dengan April 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dengan menggunakan teknik sensus dengan jumlah responden 30 orang yang menaman tomat, mentimun dan kacang panjang secara bergiliran dalam waktu satu tahun. Data yang dikumpulkan dari petani responden yaitu pada musim tanam pertama Oktober 2017 sampai musim tanam ketiga pada bulan September 2018. Untuk menjawab tujuan pertama berdasarkan hasil penelitian mengenai rata-rata keuntungan musim tanam pertama usahatani tomat sebesar Rp 16.546.864, mentimun sebesar Rp 10.023.844 dan kacang panjang sebesar Rp 6.870.813.Musim tanam kedua keuntungan rata-rata usahatani tomat sebesar Rp 9.525.037, mentimun Rp 7.598.182 dan kacang panjang  Rp 4.567.176. Musim tanam ketiga keuntungan rata-rata usahatani tomat Rp 9.343.416, mentimun Rp 7.162.688 dan kacang panjang Rp 4.442.898. untuk menjawab tujuan kedua berdasarkan hasil penelitian dengan analisis linear programming menggunakan alat bantu aplikasi yaitu lindo didapatkan hasil  bahwa yang dapat memberikan keuntungan maksimum bagi petani pada musim tanam pertama adalah usahatani tomat, musim tanam kedua usahatani tomat dan mentimun dan pada musim tanam ketiga kembali usahatani tomat. Kata kunci: optimalisasi, keuntungan, pola tanam, linear programming
Analisis Finansial Usahatani Melon di Kota Banjarbaru Berty Khairun Nafisah; Abdurrahman Abdurrahman; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2117

Abstract

Abstrak. Wilayah Kota Banjarbaru adalah salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang juga berpotensi untuk mengembangkan usahatani salah satunya pada tanaman hortikultura. Hortikultura dibagi menjadi tiga golongan tanaman yakni tanaman sayuran, buah-buahan dan bunga atau tanaman hias. Salah satu komoditas hortikultura yang mulai banyak diusahakan di Kota Banjarbaru selama 6 tahun terakhir adalah buah melon. Secara umum buah melon adalah salah satu tanaman hortikultura yang prospeknya baik. Namun produksinya mengalami fluktuasi dan besarnya biaya dalam mengusahakannya menjadi masalah pada petani melon di Kota Banjarbaru. Tujuan dari Penelitian ini untuk dapat mengetahui penyelenggaraan usahatani melon, menganalisis besar biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang didapatkan oleh petani dalam mengusahatanikan melon dan menganalisis tingkat kelayakan usahatani melon di Kota Banjarbaru. Jenis data digunakan pada penelitian ini yakni data primer serta sekunder. Jumlah responden penelitian sebanyak 12 orang petani yang ditentukan dengan metode sensus. Berdasarkan pada hasil penelitian penyelenggaraan usahatani melon yang dilaksanakan dalam satu kali periode musim tanam selama 4 bulan adalah mencakup pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan tanaman dan panen. Rata-rata total biaya dikeluarkan oleh petani untuk usahatani melon ialah Rp 11.807.549/usahatani per musim tanam, penerimaan yang diterima petani ialah Rp 34.937.500/usahatani per musim tanam, pendapatan yang didapatkan petani ialah Rp 26.885.738/usahatani per musim tanam dan keuntungan yang didapatkan petani ialah sebesar Rp 23.129.951/usahatani per musim tanam. Tingkat kelayakan usahatani melon sebesar 2,96 yaitu RCR > 1. Maka dapat disimpulkan usahatani buah melon di Kota Banjarbaru pada periode musim tanam bulan Januari – April 2019 adalah menguntungkan untuk petani melon dan layak untuk dikembangkan di Kota Banjarbaru.Kata kunci: tanaman hortikultura, melon, pendapatan, tingkat keuntungan usahatani
Analisis Usahatani Melon (Cucumis Melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Abdurrahman Abdurrahman; Hamdani Hamdani; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8280

Abstract

Produktivitas tanaman melon Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun ada yang mengalami fluktuatif. Hal ini terjadi karena adanya cuaca yang tidak menentu seperti musim kemarau panjang yang membuat kesulitan air untuk penyiraman tanaman sehingga tanaman mengalami pembuahan yang kurang maksimal. Hal tersebut dapat mempengaruhi pada tingkat produksinya dan perkembangan produksi tanaman melon di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat kelayakan usaha dari usahatani melon (Cucumis melo L.) dan mendeskripsikan permasalahan apa saja yang terdapat dalam usahatani melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di usahatani melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata biaya total yang dikeluarkan selama tiga bulan masa tanam sebesar Rp 21.418.333,- dengan jumlah penerimaan rata-rata sebesar Rp 45.500.000,- pendapatan rata-rata sebesar Rp 25.661.667,- dan keuntungan yang diperoleh yaitu rata-rata sebesar Rp 24.081.667,-. Kelayakan usahatani pada tiga bulan masa tanam secara finansial diperoleh nilai RCR > 1 yaitu rata-rata sebesar 2,18. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi usahatani yaitu untuk masalah teknis terkendala dengan iklim mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman melon dan lambatnya datang pasokan obat-obatan karena tidak tersedianya obat-obatan lengkap.
Analisis Usaha Pembuatan Tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Julian Nur; Masyhudah Rosni; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6004

Abstract

Kecamatan Landasan Ulin merupakan kecamatan yang memiliki Industri Tahu terbanyak di Kota Banjarbaru dengan jumlah 29 produsen dan jumlah total produksi mencapai 3.107,563 Ton/Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas industri pembuatan tahu rumahan dan mengetahui kelayakan usaha industri pembuatan tahu di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor, dalam penelitian ini, sampel secara acak digunakan untuk menentukan ruang lingkup penelitian yang dimaksud (pengambilan sampel khusus) dengan memilih usaha tahu skala kecil sebanyak 4 contoh, usaha tahu skala menengah sebanyak 2 contoh dan usaha tahu skala besar sebanyak 2 contoh. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 dan data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diringkas rata-rata biaya tetap sebagai berikut: 21.147.935/bulan. Rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh pengusaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor adalah sebesar Rp 12.922.500//bulan. Rata-rata biaya total usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar Rp34,070,435/bulan. Rata-rata penerimaan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Rp55,714,286/bulan. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sangat besar, dari delapan usaha tahu diperoleh keuntungan rata-rata sebesar Rp21,643,850/bulan.Rata-rata kelayakan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar 2 yang dapat dikatakan layak, karena semua usaha tahu di Kelurahan tersebut memiliki nilai lebih dari satu.
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP ASPEK KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN BIDANG EKONOMI (STUDI KASUS PT JORONG BARUTAMA GRESTON KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT) Syahrudi Hermawan; Usamah Hanafie; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.638

Abstract

Tujuan penelitian ini: Untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat yang mencakup Analisis kesenjangan/kesesuaian, dan analisis kuadran terhadap aspek kualitas pelayanan program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Serta untuk mengetahui kebutuhan/harapan masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Penelitian dilaksankan di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Dimulai bulan Mei sampai Desember 2017. Menggunakan metode survei dengan populasinya masyarakat penerima bantuan CSR yaitu program pengolahan ikan, pupuk bokashi, budidaya perikanan, perkebunan pisang,dan peternakan ayam yang diambil masing-masing bidang diambil dengan teknik penarikan contoh acak berkelompok yaitu mengambil secara acak proporsional berdasarkan kelompok pada setiap program, sehingga jumlah keseluruhan masyarakat yang menjadi sampel adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan masyarakat menilai tingkat kepuasan terhadap kinerja 24 atribut, skor rata-ratanya sebesar 3,14 (Kategori cukup puas: 2,60-3,39). Sedangkan skor rata-rata tingkat kepentingannya, sebesar 4,20 (Kategori sangat penting: 4,20-5,00). Serta skor indeks kepuasan masyarakat (IKM) adalah 0,63 dengan kriteria “cukup puas” (kriteria cukup puas: 0,51-0,65). Harapan masyarakat pada program ini adalah pada program pengolahan hasil perikanan yaitu masyarakat berharap dibantu alat simpan Frezer yang cukup besar agar mampu menampung ikan lebih banyak saat musim ikan. Pada peternakan ayam, kesamaan perlakuan mendapatkan bantuan seperti peralatan sarana produksi kepada seluruh anggota kelompok. Budidaya perikanan, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan, karena terkendala pemasaran hasil perikanan terutama di Desa Karang Rejo. Masyarakat berharap perusahaan membantu pemasaran maupun menyerap sendiri hasil perikanan. Perkebunan pisang, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan karena masih minimnya pendapatan dari perkebuanan pisang. Pisang baru menghasilkan apabila usianya telah 1 tahun lebih. Untuk mengatasi kendala itu masyarakat menyarankan tumpang sari. Pembuatan pupuk bokashi, masyarakat ingin bisa mengetahui anggaran pembinaan. Dengan diketahuinya anggaran, masyarakat dapat melakukan perencanaan dan pengembangan yang lebih baik dangan mempertimbangkan alokasi anggaran.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, CSR pemberdayaan, analisis tingkat kinerja kepentingan, analisis tingkat kesesuaian, analisis kuadran.
ANALISIS USAHA DODOL KANDANGAN DI DESA TELAGA BIDADARI, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (STUDI KASUS : DODOL MAMA ALFI) Nurmahlina Nurmahlina; Abdurrahman Abdurrahman; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2629

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 266,91 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk tersebut makanan ringan akan banyak diperlukan dan menjadi produk yang potensial dipasaran. Makanan yang ada sangat beragam baik makanan ringan modern maupun tradisional, salah satunya dodol. Dodol ialah makanan khas Indonesia yang dijumpai di berbagai daerah dan merupakan cemilan semi basah. Kandangan merupakan tempat produksi dodol di Kalimantan Selatan salah satunya adalah dodol asli Kandangan produksi Mama Alfi. Usaha dodol kandangan ini berdiri sejak tahun 1988 pemiliknya adalah sepasang suami istri yaitu Bapak Suhaimi dan istri beliau bernama Ibu Hamdanah. Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari keluarga Bapak Suhaimi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan, serta pendistribusian dodol Kandangan produksi Mama Alfi. Metode yang digunakan adalah studi kasus, metode ini hanya menerapkan penelitian pada satu kasus saja. Perhitungan ini dilakukan pada periode satu bulan yaitu bulan September 2019 (01-30 September). Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 77.893.386, penerimaan sebesar Rp 90.020.000, keuntungan sebesar Rp 12.126.614, dan tingkat kelayakan dinyatakan bahwa RCR>1 yaitu 1,15 yang artinya bahwa usaha dodol Kandangan produksi Mama Alfi ini menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Sedangkan pendistribusian dilakukan ke pedagang pengecer di berbagai daerah dan ada juga konsumen yang langsung membeli ke tempat produksi dodol Mama Alfi. Kata kunci: revenue cost ratio (RCR), usaha, dodol kandangan, biaya
Kinerja Kelompok Tani dalam Fungsi Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Halim Hidayat; Abdurrahman Abdurrahman; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5958

Abstract

Tingkat kinerja suatu lembaga atau kelompok tani dapat diketahui dengan penilaian kinerjanya. Kemampuan kelompok tani atau gapoktan dalam pemberdayaan anggotanya dapat dilihat dari kinerja kelompok atau gapoktan. Tujuan penelitian mengetahui kinerja kelompok tani dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi kelompok tani dalam pelaksanaan fungsi kelompok tani dalam kelas belajar. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 41 petani dari total populasi 347 petani anggota kelompok tani di kelas belajar. Analisis dilakukan dengan analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja kelompok tani dalam fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar berada pada kategori tinggi dengan persentase 86%. Permasalahan yang dihadapi kelompok tani sebagai kelas belajar, yaitu tingkat kehadiran atau keaktifan dalam musyawarah kelompok tani.
Peran Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) terhadap Pendapatan Petani di Desa Hilir Banua Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Vina Ramadhanty; Kamiliah Wilda; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5931

Abstract

Program Peningkatan Ketahanan Pangan bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman produksi, ketersediaan dan konsumsi pangan serta produk-produk olahannya termasuk di dalamnya penganekaragaman pangan, mengembangkan kelembagaan pangan yang menjamin peningkatan produksi dan konsumsi pangan yang lebih beragam, mengembangkan usaha bisnis pangan, serta menjamin ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat. Permasalahan utama yang terjadi selama ini adalah tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha. Dalam mengatasi hal ini, pemerintah menyediakan fasilitas program Pengembanngan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan petani yang mengikuti program PUPM serta peran program PUPM terhadap pendapatan petani padi di Desa Hilir Banua. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Total sampel yang diambil adalah 60 orang dengan diambil masing-masing 30 petani ikut program PUPM dan 30 petani non program PUPM. Biaya petani padi ikut PUPM lebih besar dibandingkan non PUPM yakni petani ikut PUPM sebesar Rp.2.201.731,67/usahatani atau Rp.3.731.748,27/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp.2.145.628,88/usahatani atau Rp.4.186.208,92/ha. Penerimaan petani padi peserta PUPM lebih besar daripada petani non PUPM yakni sebesar Rp7.283.333,33/usahatani atau Rp12.344.632,77/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp6.028.000/usahatani atau Rp11.592.307/ha. Pendapatan petani padi peserta PUPM lebih besar dibandingkan dengan petani non PUPM yakni petani ikut PUPM Rp5.081.601,66/usahatani atau Rp8.612.884,50/ha, sedangkan non PUPM sebesarRp3.882.371,12/usahatani atau Rp7.406.098,08/ha.