Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Alat Permainan Lego Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini 4-5 Tahun di PAUD Arriyadatul Badi’ah Dewi Lestari; Mariyani Mariyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11280

Abstract

ABSTRACT According toWHO in 2021 reported that 5-25% of young children suffer from minor brain dysfunction, including impaired fine motor development (WHO, 2021). To determine the effect of educational game toolsLego on cognitive development in Early Childhood (4-5 Years) in Earlyyadul Badi'ah PAUD Kab. Karawang in 2023. Musequasi experimental with a planThe one group pretest-posttest design. The study population was 4-5 years old children who took part in learning activities at the Arriyadul Badi'ah PAUD, totaling 40 children. The sampling technique uses total sampling. Analyst bivariate use testWilcoxcone. The results of the Paired sample t test obtained a significance value of 0.000 0.05 so it can be concluded that there is an influence of lego games on the cognitive development of early childhood (4-5 years) in Earlyyadul Badi'ah PAUD Kab. Karawang. It can be concluded that lego games have an effect on the cognitive development of early childhood (4-5 years) at the Arriyadul Badi'ah PAUD, Kab. Karawang. DisThe recommendations in this study are for educational institutions, for research sites, for respondents and for future researchers. Keywords: Lego Games, Cognitive Development, Early Childhood. ABSTRAK Menuruut WHO tahun 2021 melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia dini menderita disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Untuk mengetahui pengaruh alat permainan edukatif Lego terhadap perkembangan kognitif pada Anak Usia Dini (4-5 Tahun) di PAUD Arriyadul Badi’ah Kab. Karawang Tahun 2023. Menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan The one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah anak usia 4-5 tahun yang mengikuti kegiatan belajar di PAUD Arriyadul Badi’ah berjumlah 40 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.  Analis bivariate menggunakan uji Wilcoxcone. Hasil Uji Paired sampel t test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0000,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 Tahun) Di PAUD Arriyadul Badi’ah Kab. Karawang. Simpulan di dapatkan permainan lego berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 Tahun) Di PAUD Arriyadul Badi’ah Kab. Karawang. Disaran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Permainan Lego, Perkembangan Kognitif, Anak  Usia Dini
Pengaruh Stunting Pada Balita dengan Jarak Kehamilan Pendidikan Orang Tua Pendapatan Keluarga di Desa Parakan Kabupaten Serang Neng Nani Unani; Mariyani Mariyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.11250

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Sosial ekonomi masyarakat merupakan faktor yang turut berperan dalam menentukan daya beli keluarga, keluarga dengan pendapatan yang tinggi akan lebih mudah memperoleh akses pendidikan dan kesehatan sehingga status gizi anak dapat lebih baik. untuk mengetahui apakah ada pengaruh Pengaruh stunting pada balita dengan jarak kehamilan pendidikan orang tua pendapatan keluarga di Desa Parakan kabupaten serang tahun 2023. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sample 132 balita, tekni data termasuk dalam Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan perhitungan statistic program SPSS. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara stunting pada balita dengan jarak kehamilan nilai P Value 0,397 alpha (0,05) pendapatan orang tua nilai P Value 0,462≥ alpha (0,05) Pendidikan ayah nilai P Value ≥0,308 alpha (0,05) Pendidikan ibu nilai P Value ≥0,628 alpha (0,05). Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara stunting pada balita stunting pada balita dengan jarak kehamilan pendidikan orang tua pendapatan keluarga di Desa Parakan. Diharapkan untuk mencari masalah lain terkait stunting, untuk mendapatkan generasi yang lebih baik lagi kedepannya. Kata Kunci: Stunting, Jarak Kehamilan,Pendapatan Keluarga,Pendidikan Orang Tua  ABSTRACT Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below the standard. The socio-economic community is a factor that plays a role in determining family purchasing power, families with high incomes will more easily get access to education and health so that children's nutritional status can be better.  Knowing the effect of giving Bangun- Bangun leaves on the smooth production of breast milk in post partum mothers at the Dr.Dedi Clinic, Gandoang Village, Cilengsi District, Bogor in 2023. To determine whether there is an effect of stunting on toddlers with pregnancy distance, parental education, family income in Parakan Village, Serang Regency in 2023. Observational analytical research with cross sectional approach with a sample of 132 toddlers, data techniques included in univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using statistical calculations of SPSS program. There is no significant effect between stunting in toddlers,  stunting in toddlers and distance between pregnancy, parental education, family income in Parakan Village. It is expected to look for other problems related to stunting, to get a better generation in the future. Keywords: Stunting, Pregnancy Spacing,Family Income,Parental Education
Stimulasi Ibu dengan Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun di Posyandu Kelurahan Palmeriam Mirajsul Mirajsul; Mariyani Mariyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.11247

Abstract

ABSTRACT It is recorded that 52.9 million children are less than 5 years old, it is estimated that 5-25% of preschool-aged children experience minor brain dysfunction including 85,779 (62.02%) fine motor development (WHO, 2018). The Indonesian Pediatricians Association (IDAI) revealed data that it is estimated that 5-10% of children experience developmental delays and 1-3% of toddlers experience global development delays (IDAI, 2013 in Setyaningsih Wahyuni, 2018) so to anticipate this, parents are expected to be stimulated and screened for growth and development as early as possible. To know the relationship Stimulation of mothers with the development of children aged 1-2 years at Posyandu in Palmeriam in 2023. Quantitative study using a cross-sectional method on children aged 1-2 years at posyandu in Palmeriam village. Samples were taken randomly using cluster sampling technique at 10 posyandu as many as 84 respondents. The results of the chi square test showed that the p-value of the relationship between stimulation given by the mother and child development was 0.019 (0.05). The stimulation given by the mother has been shown to have a significant relationship with the development of children aged 1-2 years at Posyandu in Palmeriam Village (H0 is rejected). For further research, it is expected to increase the number of samples so that they can be more representative of the population and health workers can play an active role in providing interventions related to stimulation of development according to the child's age. Keywords: Children, Development, Stimulation  ABSTRAK Tercatat 52,9 juta anak kurang dari 5 tahun, diperkirakan 5-25% anak usia prasekolah mengalami disfungsi otak minor termasuk perkembangan motorik halus sebanyak 85.779  (62,02%) (WHO,2018). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan data bahwa diperkirakan 5-10% anak mengalami keterlambatan perkembangan dan 1-3% balita mengalami keterlambatan perkembangan umum (global development delay) (IDAI, 2013 dalam Setyaningsih Wahyuni, 2018) sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, diharapkan oran tua  dapat stimulasi dan skrining pertumbuhan dan perkembangan sedini mungkin. Mengetahui hubungan Stimulasi Ibu dengan perkembangan Anak usia  1-2 tahun di posyandu Kelurahan Palmeriam tahun 2023. Penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional pada anak usia 1-2 tahun di di posyandu Kelurahan Palmeriam. Sampel diambil secara random dengan teknik cluster sampling pada 10 posyandu sebanyak  84 responden. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa  nilai p-value hubungan Stimulasi yang diberikan ibu dengan perkembangan anak yaitu 0,019(0,05).  Stimulasi yang diberikan ibu terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan perkembangan anak usia  1-2 tahun di posyandu Kelurahan Palmeriam  (H0 di tolak). Untuk penelitian selanjutkan diharapkan dapat menambahkan jumlah sampel agar dapat lebih mewakili populasi serta nakes dapat berperan aktif memberikan intervensi terkait Stimulasi perkembangan sesuai usia anak. Kata Kunci: Anak, Perkembangan, Stimulasi
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di PMB Heni Kampung Cipaeh Desa Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Nanda Pebiola; Mariyani Mariyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11266

Abstract

ABSTRACT Adverse Post-Immunization Events (AEFI) are caused by vaccines that are misused in administering vaccines. AEFI generally causes a negative response from the community towards basic immunization activities because of fear of the impacts. The negative response arose due to the ignorance of the community in dealing with AEFI. Therefore knowledge of KIPI can help carry out what is required by the Assessment and Treatment (PP) so that it can be accepted by the community, especially parents. Objectives: to find out the relationship between mother's knowledge and post-immunization pain management Midwife Heni Cipaeh Village, Gunung Kaler Village, Tangerang Regency in 2023. This study used a cross-sectional study with a total sample side of 30 people. Data techniques included in uivariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using SPSS program statistical calculations. From the results of the chi-square test obtained p value (0.004) α (0.05), this indicates that there is a significant relationship between knowledge and AEFI handling. It is hoped that more health programs will be prioritized in an effort to deal with AEFI. Keywords: knowledge, Handling, AEFI events  ABSTRAK Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) disebabkan oleh vaksin yang disalah gunakan dalam pemberian vaksin.KIPI pada umumnya menimbulkanrespon negatif masyarakat terhadap kegiatan imunisasi dasar karena ketakutan terhadap dampak yang ditimbulkan. Respon negatif itu muncul karena ketidaktahuan masyarakat dalam menangani KIPI. Oleh karena itu pengetahuan KIPI dapat membantu pelaksanaa yang diwajibkan oleh Pengkajian dan Penangulangan (PP) agar dapat diterima oleh masyarakat khususnya orang tua untuk mengetahui Mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan penanganan nyeri pasca imunisasi Bidan Heni Kampung Cipaeh Desa Gunung Kaler  Kabupaten Tangerang  Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan cross sectional  dengan total samping sample 30 orang. Teknik data termasuk dalam analisis uivariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Dari hasil uji chi-square diperoleh p value (0,004) α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa  ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan penanganan KIPI. Diharapkan lebih memprioritaskan program kesehatan dalam upaya bagaimana penanganan  terjadinya KIPI. Kata Kunci:  Pengetahuan, Penanganan, Kejadian KIPI