Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PEMBELAJARAN LURING DI ERA NEW NORMAL MELALUI MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XII IPS Mochammad Soim Soim; Mahfud Mahfud; Sahru Romadloni Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v3i2.263

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar di era new normal di sekolah MA Darul Latief Ar Rosyid Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi tentunya akan mengalami proses adaptasi sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi yang dialami. Tujuan peelitian ini untuk Analisis pembelajaran luring di era new normal melalui motivasi siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XII IPS semester genap MA Darul Latief Ar Rosyid Kabupaten Banyuwangi. Pendekatan penelitian ini  kualitatif deskriptif. Pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, mengunakan teknik analisis data interaktif menurut Miles dan Hibberman. Hasil penelitian proses pembelajaran luring dibatasi hanya 50 % siswa yang hadir dan menerapkan protokol kesehatan serta durasi pembelajaran dipersingkat. Pembelajaran berlangsung maksimal karena siswa dapat bertanya secara langsung kepada      guru apabila ada materi yang tidak dimengerti dan dapat berinteraksi secara langsung dengan teman teman dan guru. Siswa sangat termotivasi dalam pembelajaran terlihat sangat serius, tekun mengikuti setiap jam pelajaran dan mengerjakan tugas dengan baik.
Pemberdayaan Budidaya Sayuran Hidroponik Menggunakan Metode Wick System Kaliselogiri Banyuwangi Romadloni, Sahru; Luvita Dewi, Putri
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.887

Abstract

Kegiatan ini merupakan program kerja jangka pendek yang dibentuk oleh UKM Pilar Bangsa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi pada tahun 2024 yang bernama sosialisasi budidaya sayuran hidroponik menggunakan metode wick system. Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman inovatif untuk diterapkan pada masyarakat masa sekarang. Proses penerapan hidroponik dilakukan dengan sangat sederhana, hidroponik menjadi pilihan karena merupakan metode tanam yang tergolong mudah, hemat ruang dan murah biayanya. Manfaat menggunakan metode hidroponik ini sangat terasa, terutama bagi masyarakat di afdeling Alas Gedang, kebun Kaliselogiri. Metode pengabdian dengan cara sosialisasi dan praktik menanam sayuran, melalui kegiatan ini masyarakat diberikan motivasi tentang pentingnya manfaat yang diperoleh dari bercocok tanam menggunakan hidroponik. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan beberapa masyarakat di afdeling Alas Gedang, kebun Kaliselogiri memiliki keterampilan membuat tanaman hidroponik, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi salah satu jalan keluar dan pemecahan masalah bagi masyarakat terkait kesadaran pemenuhan makanan sehat serta menjadikannya sebagai usaha tambahan.
Pendampingan Pemanfaatan Akuaponik untuk Kemandirian Ekonomi di Masyarakat Kampung Besaran Sahru Romadloni Romadloni; ST. Oik Koneksia Koneksia; Nur Azizah Azizah
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i1.246

Abstract

Program Pengabidan dilakukan untuk implementasi teknologi akuaponik sebagai solusi efisien untuk meningkatkan produksi sayuran dan ikan dalam lingkungan yang terbatas. Akuaponik mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem, menggunakan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman. Kegiatan ini dilakukan di Kampung Besaran, Dusun Kaliselogiri, dengan tujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya pangan. Hasil implementasi menunjukkan pertumbuhan yang baik pada ikan lele dan kangkung, serta potensi besar akuaponik dalam menghemat air hingga 90% dibandingkan metode pertanian konvensional. Teknologi ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat melalui konsumsi pangan yang lebih aman, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui pendekatan pertanian yang berkelanjutan dan hemat ruang.
Fenomena Maraknya Kembali Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Yoga Wisnu Abdilah; Sahru Romadloni; Demas Brian Wicaksono
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i1.303

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena maraknya kembali menyanyikan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza di masa kini, yang menggambarkan upaya revitalisasi nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi tiga aspek utama: sejarah dan makna lagu Indonesia Raya tiga stanza, proses transisi dari tiga stanza menjadi satu stanza, serta alasan di balik munculnya kembali fenomena tiga stanza. Data diperoleh melalui kajian dokumen sejarah, biografi Wage Rudolf Supratman, publikasi akademik, artikel berita, dan informasi media terkait respons masyarakat terhadap fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi ke satu stanza dipengaruhi oleh faktor kebijakan, efisiensi waktu, dan dinamika sosial-politik, sementara kebangkitan versi tiga stanza saat ini didorong oleh peran pemerintah, media sosial, dan kebutuhan memperkuat nasionalisme. Penelitian ini memberikan pandangan mendalam mengenai makna simbol kebangsaan dalam konteks historis dan modern.
Memaknai Nilai-Nilai Desa Patoman Sebagai Desa Kebangsaan di Kabupaten Banyuwangi Safira Afifah; Alisa Febiyanti; Sahru Romadloni
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i2.309

Abstract

Konsep desa kebangsaan telah menjadi sorotan dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menjadikan Desa Patoman sebagai salah satu desa kebangsaan di Indonesia. Dengan keragaman agama, etnis, dan budaya yang tinggi, Desa Patoman memiliki potensi besar sebagai model bagi desa-desa lain dalam mewujudkan keberagaman dalam bingkai persatuan. desa kebangsaan serta implikasi kebijakan yang diperlukan untuk mengembangkan desa-desa serupa. Adanya desa kebangsaan bukan sekedar suatu desa yang publikasikan, identifikasi munculnya desa patoman sebagai desa kebangsaan perlu dilakukan. Tentu hal ini menjadi penting sebagai referesi untuk mengatur desa yang memiliki ciri mengahargai keberagaman dan perbedaan untuk ditetapkan sebagai desa kebangsaan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik desa kebangsaan serta implikasi kebijakan yang diperlukan untuk mengembangkan desa-desa serupa.
Optimalisasi Penggunaan Internet Dan Media Pembelajaran Pada Guru Madrasah Di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Susintowati; Prasetiyo, Totok Hari; Mahfud; Dian Arief Pradana; St. Shabibatul Rohmah; Sahru Romadloni
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v3i2.3517

Abstract

There is no doubt that optimizing the internet and learning media has a positive impact on student performance and learning achievement. Learning in the post-pandemic transition period also requires optimizing the use of the internet and interactive learning media so that learning can run according to the desired targets and catch up during the pandemic. This technical guidance was carried out at Cawan View Resto which is located in Glagah District, Banyuwangi Regency and was attended by madrasa teachers in the district. The presentation of the material was carried out by FKIP lecturers at the University of 17 August 1945 Banyuwangi and the material was divided into material about PTK and its implementation, material about learning strategies and models, material about interactive learning media, and technical guidance for PTK and Learning Media as well as structured assignments. The training was carried out using lecture and discussion methods and from the results of the training it was concluded that this training provided participants with additional knowledge about the material mentioned above which could be applied in the classroom and produce PTKM reports which could be published and could increase the performance points of the participants.
SEGO CAWUK AS A SYMBOLIC RESISTANCE OF THE OSING BANYUWANGI COMMUNITY AGAINST THE INFLUENCE OF COLONIAL CULINARY CULTURE Romadloni, Sahru
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53717

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya masyarakat Osing Banyuwangi terhadap hegemoni budaya kuliner kolonial. Latar belakang penelitian menunjukkan adanya kesenjangan kajian akademik terkait sejarah kuliner masyarakat Osing Banyuwangi, sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak membahas ritual budaya masyarakat Osing dan belum menyoroti sejarah kuliner lebih spesifik sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap budaya kuliner kolonial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus mendalam terhadap Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya dan pelestarian identitas lokal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah dan filosofi Sego Cawuk, menganalisis bentuk perlawanan terhadap pengaruh budaya kuliner kolonial, serta mengkaji transformasi Sego Cawuk menjadi wisata kuliner di Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotic reading dan triangulasi sumber melalui kajian pustaka dan wawancara mendalam pada tokoh, pemuda dan masyarakat Osing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sego Cawuk diperkirakan telah ada sejak pertengahan abad ke-19 ketika penggunaan lesung padi menjadi bagian penting kehidupan agraris masyarakat Osing Banyuwangi. Sego Cawuk bukan hanya kuliner tradisional, tetapi memiliki nilai sosial dan filosofi hidup masyarakat Osing Banyuwangi dengan kesederhanaan hidup, kebersamaan dan keharmonisan dengan alam. Praktik makan dengan tangan dan lesehan menjadi simbol perlawanan terhadap budaya makan kolonial yang menekankan pengguanan peralatan makan, kemewahan dan status sosial. Selain itu, transformasi Sego Cawuk menjadi objek wisata kuliner menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi kreatif. Rekomendasikan dalam penelitian ini perlunya dukungan kebijakan dan kolaborasi berbagai pihak untuk melangsungkan tradisi ini sebagai simbol ketahanan budaya sekaligus strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya di masa depan.
INOVASI HIJAU UNTUK KETAHANAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME BAGI IBU RUMAH TANGGA DI BANYUWANGI Rosyidah, Elok; Romadloni, Sahru
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic waste management in Villa Ijen Gold Housing Estate, Bakungan Village, Banyuwangi is still a challenge, especially in sorting and utilisation. Housewives in this area have the potential to develop environment-based businesses, but the lack of knowledge and skills is a major obstacle. This programme aims to improve housewives' understanding and skills in processing organic waste into eco-enzyme, as well as opening up business opportunities based on green innovation to support family economic resilience. The methods used include socialisation, hands-on training, interactive discussions, and evaluation. The training consisted of three main sessions: (1) theory session on the benefits and business opportunities of eco-enzyme, (2) practical session on making eco-enzyme and (3) entrepreneurship session on business development strategies. The results showed that participants had increased understanding and skills in processing organic waste. Some participants started to implement eco-enzyme production at home. Supporting factors for success were the participants' enthusiasm and community support, while the constraints were limited raw materials and the need for further assistance. Therefore, this programme needs to be continued with further training and the establishment of an eco-enzyme-based business community. AbstrakPengelolaan sampah organik di Perumahan Villa Ijen Gold, Kelurahan Bakungan, Banyuwangi masih menjadi tantangan, terutama dalam pemilahan dan pemanfaatannya. Ibu rumah tangga di wilayah ini memiliki potensi untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan menjadi kendala utama. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme, sekaligus membuka peluang usaha berbasis inovasi hijau guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, diskusi interaktif serta evaluasi. Pelatihan ini terdiri dari tiga sesi utama: (1) sesi teori mengenai manfaat dan peluang usaha eco-enzyme, (2) sesi praktik pembuatan eco-enzyme dan (3) sesi kewirausahaan yang membahas tentang strategi pengembangan usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah sampah organik. Beberapa peserta mulai melaksanakan pembuatan eco-enzyme di rumah. Faktor pendukung keberhasilan adalah antusiasme peserta dan dukungan komunitas, sementara kendalanya adalah keterbatasan bahan baku dan perlunya pendampingan lebih lanjut. Oleh karena itu, program ini perlu dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan dan pembentukan komunitas usaha berbasis eco-enzyme.
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN MOTIVASI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH Sahru Romadloni; Defi Anggraeni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 1 (2022): SANGKALA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran pada era saat ini guru dihadapkan dengan pembelajaran yang berbasis teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman, tidak hanya itu pembelajaran berbasis teknologi akan menarik perhatian siswa dan membuat siswa lebih aktif daripada menggunakan model pembelajaran yang konvensional. Penerapan pembelajaran dengan multimedia interaktif diharapkan siswa menjadi interaktif dan berdampak pada hasil pembelajaran yang meningkat. Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk implementasi multimedia interaktif Articulate Storyline untuk meningkatkan hasil dan motivasi pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan datanya sendiri yaitu dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Darussholah Singojuruh pada mata pelajaran sejarah, dengan target ketuntasan yang diinginkan dalam penelitian ini adalah 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I dan siklus II terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil ranah kognitif mencapai 78,78%, dan mengalami peningkatan pada observasi siklus II dengan mencapai 90,90%, dan hasil penilaian dalam ranah afektif mencapai 75,15% dan mengalami kenaikan juga dalam observasi siklus II hingga mencapai 88,48%, sedangkan hasil penilaian ranah psikomotorik pada siklus I mencapai 71,21% mengalami peningkatan juga pada observasi siklus II sehingga mencapai 85,60%. Keseluruhan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi multimedia interaktif Articulate Storyline dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah siswa kelas X di SMA Negeri Darussholah Singojuruh.
SENI TARI GANDRUNG SEBAGAI PEWARISAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MASYARAKAT BANYUWANGI I Wayan Mertha; Sahru Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandrung adalah seni tradisi mayarakat banyuwangi yang sampai sekarang dilaksanakan dan sekaligus sebagai tari penyambutan tamu. Gandrung sebagai tari pilihan banyak menanamkan nilai dan pendidikan karakter yang dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian gandrung adalah sebagai berikut: nilai perjuangan, nilai kritik sosial, ekonomi, seni, hiburan, keterampilan, kepercayaan, kekeluargaan, nilai cinta budaya daerah, nilai moral, nilai keindahan, dan nilai persatuan.