Organic waste management in Villa Ijen Gold Housing Estate, Bakungan Village, Banyuwangi is still a challenge, especially in sorting and utilisation. Housewives in this area have the potential to develop environment-based businesses, but the lack of knowledge and skills is a major obstacle. This programme aims to improve housewives' understanding and skills in processing organic waste into eco-enzyme, as well as opening up business opportunities based on green innovation to support family economic resilience. The methods used include socialisation, hands-on training, interactive discussions, and evaluation. The training consisted of three main sessions: (1) theory session on the benefits and business opportunities of eco-enzyme, (2) practical session on making eco-enzyme and (3) entrepreneurship session on business development strategies. The results showed that participants had increased understanding and skills in processing organic waste. Some participants started to implement eco-enzyme production at home. Supporting factors for success were the participants' enthusiasm and community support, while the constraints were limited raw materials and the need for further assistance. Therefore, this programme needs to be continued with further training and the establishment of an eco-enzyme-based business community. AbstrakPengelolaan sampah organik di Perumahan Villa Ijen Gold, Kelurahan Bakungan, Banyuwangi masih menjadi tantangan, terutama dalam pemilahan dan pemanfaatannya. Ibu rumah tangga di wilayah ini memiliki potensi untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan menjadi kendala utama. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme, sekaligus membuka peluang usaha berbasis inovasi hijau guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, diskusi interaktif serta evaluasi. Pelatihan ini terdiri dari tiga sesi utama: (1) sesi teori mengenai manfaat dan peluang usaha eco-enzyme, (2) sesi praktik pembuatan eco-enzyme dan (3) sesi kewirausahaan yang membahas tentang strategi pengembangan usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah sampah organik. Beberapa peserta mulai melaksanakan pembuatan eco-enzyme di rumah. Faktor pendukung keberhasilan adalah antusiasme peserta dan dukungan komunitas, sementara kendalanya adalah keterbatasan bahan baku dan perlunya pendampingan lebih lanjut. Oleh karena itu, program ini perlu dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan dan pembentukan komunitas usaha berbasis eco-enzyme.