Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Jamur Patogen Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Perkebunan Sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Sakinah Sakinah; Hafsan Hafsan; Eka Sukmawaty; Devi Armita
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.449

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) adalah salah satu sumber minyak nabati yang digunakan di berbagai macam industri, baik pangan maupun non pangan akan tetapi produksi kelapa sawit sering menurun diakibatkan oleh berbagai serangan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit dan jenis jamur patogen yang menginfeksi tanaman sawit di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling kemudian dilakukan isolasi jamur dari tanaman yang menunjukkan gejala serta dilanjutkan dengan identifikasi jenis jamur dengan buku identifikasi Illustrated Genera of Imperfect Fungi dan Description of Medical Fungi Second Edition serta dilakukan uji Postulat Koch. Hasil yang diperoleh yaitu gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju yaitu bercak kuning pada daun yang disebabkan oleh genus Curvularia, bercak cokelat pada daun disebabkan oleh Sarocladium, busuk kecokelatan pada buah dari genus Penicillium, dan busuk kehitaman pada buah dari genus Aspergillus. Berdasarkan uji Postulat Koch yang dilakukan didapatkan bahwasanya keempat isolat yang didapatkan merupakan penyebab penyakit dan sesuai dengan beberapa gejala yang ditemukan pada awal pengambilan sampel. Informasi jenis patogen yang menginfeksi tanaman kelapa sawit dapat digunakan sebagai dasar untuk penanganan penyakit tanaman sawit yang tepat sesuai dengan jenis patogen yang menginfeksi.
Bioactivity and Metabolites Compounds of Medicinal Plants Endophytic Fungi in Indonesia Sukmawaty, Eka; Karim, Abdul; dwyana, Zarsawaty; Natsir, Hasnah; Karim, Harningsih; Ahmad, Ahyar
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.79070

Abstract

Indonesia is rich in diversity of medicinal plants, vital in traditional medicine and the pharmaceutical industry. However, overharvesting, along with population growth, land use changes, deforestation, and climate change, endanger these plants. This review investigates the potential of endophytic endosymbiont as an alternative. These endosymbionts can synthesise bioactive compounds similar to those found in medicinal plants.  This study compiled data from various sources on endophytic fungi and their bioactivity. The review aims to categorise Indonesian medicinal plants, to identify their associated endophytic fungi from different plant parts, and to assess their bioactivity. The results revealed numerous medicinal plant families and a variety of endophytic fungi isolated from fruits, leaves, twigs, bark, roots, and rhizomes. These fungi exhibited bioactivities, including antioxidant, anticancer, antidiabetic, and antimicrobial effects, with metabolites such as alkaloids, flavonoids, peptides, phenols, polyketides, quinones, steroids, and terpenoids. Fusarium and Colletotrichum were the most common endophytic fungi found. Notably, the biological activity was consistent among endophytic fungi from various host organs, but variations were observed according to the host's geographical origin. This suggests that Indonesia's diverse geography influences metabolite production and activity. However, the same host plant may harbour different species in distinct organs. These findings indicate that endophytic fungi within medicinal plants represent a promising source of bioactive compounds for future Indonesian medicine production. Future research should explore metabolite compounds and bioactivity across different geographical regions. 
Pengaruh spektrum cahaya dan giberelin terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) Isbatullah, Muhammad; Sukmawaty, Eka; Masriany, Masriany; Meriem, Selis
Teknosains Vol 18 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i3.45735

Abstract

Germination is an important initial process for seed-bearing plants. Several special treatments are carried out to break dormancy and stimulate seed germination. The aim of this study is to determine the effect of visible light spectrum and gibberellin hormone (GA3) on initiating the germination of mung beans. This research uses an experimental method with a completely randomized design (CRD) on mung bean plants (Vigna radiata L.). The results of the study showed that the single factor of red light influenced the growth of radicles and plumules of seedlings, while the single factor of GA3 at a concentration of 75 ppm affected the length of radicles. The combination of red light treatment and 75 ppm GA3 showed the best results for radicle elongation at the 12-hour observation time. The results obtained in this study can be used as a reference to improve the efficiency of mung bean germination.
Prediksi komputasi potensi tanaman obat tradisisonal Sulawesi Selatan dari Famili Cucurbitaceae dengan platform Way2drug Rani, Awalia Ramadani; Annisa, Andi Bunga Sari; Musdalifah, Musdalifah; Sukmawaty, Eka
Teknosains Vol 18 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i2.46747

Abstract

Tanaman obat telah lama digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Sulawesi Selatan yaitu dari Familia Cucurbitaceae seperti gambas, timun, labu kuning dan pare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi farmakologis tanaman Familia Cucurbitaceae yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah prediksi komputasi dengan situs http://kanaya.naist.jp/knapsack_jsp/top.html dan http://www.way2drug.com/. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa tanaman gambas berpotensi sebagai hypolipemic, antiulcerative, immunostimulant, phosphorylase inhibitor, cholestrol antagonist, antithrombotic, apoptosis agonist, alpha glucosidase inhibitor, anticarcinogenic, antineoplastic. Tanaman Labu kuning berpotensi sebagai glucan 1,6-alpha-glucosidase inhibitor, antiprotozoal, immunostimulant, cholestrol antagonist, fructan beta-fructosidase inhibitor, antitussive, anticarcinogenic, dan hepatoprotectant. Tanaman Mentimun berpotensi sebagai immunostimulant, acetate-coa ligase inhibitor, phosphofructokinase-1, dan metabolic disease treatment. Potensi tanaman pare yaitu FAD diphosphate inhibitor, ATP citrate synthase inhibitor, CDP-glycerol glycerophosphotransferase inhibitor, immunostimulant, malate dehydrogenase inhibitor, s-acetyltransferase inhibitor, nitric oxide antagonist, antibacterial, dan antiinflammatory.
IDENTIFIKASI GEJALA PENYAKIT DAN CENDAWAN PATOGEN PADA DAUN PISANG KEPOK (Musa acuminata x Musa balbisiana) DI KELURAHAN SAMATA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Isbatullah, Muhammad; Sukmawaty, Eka; A. Latif, Ulfa Triyani
Teknosains Vol 17 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i1.31880

Abstract

Pisang kepok (Musa acuminata x Musa balbisiana) merupakan jenis pisang yang paling populer di masyarakat Sulawesi Selatan. Namun, produksi pisang kepok dapat menurun disebabkan oleh infeksi cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala pada daun pisang yang terserang cendawan patogen dan mengidentifikasi genus cendawan patogen yang terdapat pada daun pisang di Kelurahan Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode observasi yakni pengamatan gejala pada daun pisang di lapangan dan identifikasi jenis cendawan patogen hingga tingkat genus berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga gejala pada daun pisang yang terserang cendawan patogen yaitu gejala pertama berupa daun menguning dari tepi kemudian menjadi coklat dan mengering dengan tepi gejala berwarna merah bata hingga kecoklatan dan terbentuk halo kuning di sekitar gejala. Gejala kedua memperlihatkan terbentuknya bercak nekrosis berbentuk oval dengan halo berwarna kuning cerah. Gejala ketiga memperlihatkan terbentuknya nekrosis mulai dari tepi daun dan terbentuk halo kuning diikuti dengan bercak memanjang berwarna coklat hingga hitam pada helaian daun mengikuti jari-jari daun. Adapun genus cendawan yang menginfeksi daun pisang (Musa acuminata x Musa balbisiana) di Kelurahan Samata Gowa yang telah diidentifikasi yaitu Fusarium spp., Cordana sp., dan Cladosporium sp.
Efek antagonis jamur rhizosfer terhadap jamur patogen tanaman kentang Rusli, Jumriani; Hafsan, Hafsan; Sukmawaty, Eka
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.012 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i1.20546

Abstract

Kentang merupakan tanaman pertanian penting karena merupakan sumber karbohidrat yang menjadi bahan makanan pokok di Indonesia. Namun produktivitasnya terancam oleh cendawan patogen oleh karena itu diperlukan usaha pengendalian hayati menggunakan cendawan antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antagonis cendawan Rhizosfer terhadap cendawan patogen pada tanaman kentang. Cendawan Rhizosfer kentang diisolasi dan diuji daya antagonisnya menggunakan biakan ganda. Sebanyak 22 isolat cendawan berhasil diisolasi dari Rhizosfer tanaman kentang, dan 3 isolat berpotensi menghambat pertumbuhan F. oxysporum dan 5 isolat berpotensi menghambat pertumbuhan Culvularia sp. Aktivitas penghambatan ditunjukkan oleh 8 isolat cendawan yaitu Aspergillus sp. (3 isolat), Nigrospora sp. (1 isolat), Gliocladium sp. (1 isolat) Penicillum (1 isolat) dan Rizopus sp. (3 isolat) menunjukkan kemampuan kompetisi.
Deteksi titik kritis kehalalan produk UMKM es dawet di Kota Makassar Fuadi, Ni'ma Ainul; Wahab, Andi Rizki Berliana Zahra; Wamaulana, Farlinda; Sukmawaty, Eka; Masriany, Masriany; Muthiadin, Cut
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.876 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.23477

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, sehingga produk halal menjadi syarat produk makanan atau minuman yang dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi dibanding dengan produk yang belum memiliki sertifikasi halal. Sementara keamanan pangan di Indonesia khususnya di daerah Makassar masih tergolong rendah salah satu usaha UMKM yaitu es dawet. Es dawet merupakan salah satu minuman yang banyak diminati di Makassar. Jenis produk olahan tersebut berbahan dasar air dan tepung beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kontaminasi dan penentuan titik kritis kehalalan pada proses produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa bahan baku pembuatan es dawet di Makassar tidak memiliki titik kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa bahan baku es dawet telah terjamin kehalalannya.
Analisis vegetasi pohon di Ekoregion Kalimantan Kawasan Ecology Park Kebun Raya Bogor Ahsan, Andi Widya Aulia; Sukmawaty, Eka; Pratama, Bayu Arief
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.755 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.26236

Abstract

Analisis vegetasi merupakan salah satu cara yang digunakan besarnya sebaran dari berbagai macam spesies yang ada di dalam suatu area kegiatan ini dilakukan dengan pengamatan langsung dan dilakukan dengan membuat petak ukur serta mengamati morfologi dan identifikasi vegetasi yang ada. Jutuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji seberapa besar sebaran jenis, kenekaragaman jenis, kemerataan jenis, kekayaan jenis, pola sebaran dan factor lingkungan yang mempengaruhi komunitas organisme. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga maret pada Ekoregion Kalimantan Kawasan Ecology Park Kebun Raya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis spesies dengan, Indeks morisita menunjukkan Ip > 0. Hal ini mengindikasi bahwa sifat yang ada pada lahan tersebut bersifat mengelompok. Dengan batas kepercayaan 95% pada -0.5 dan 0.5.   Nilai H’ sedang, indeks kemerataan jenis yang tinggi serta kekayaan jenis yang rendah Selain itu, sebaran pada petak pengamatan umumnya memiliki nilai INP 300 dengan Suku terpenting adalah Araceae (NP 66,7619).
Prediksi komputasi potensi bioaktivitas Sauropus androgynus dengan platform Way2drug Annisa, Andi Bunga Sari; Sukmawaty, Eka; Masriany, Masriany
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.45385

Abstract

Sauropus androgynus atau tanaman katuk merupakan salah satu tanaman obat yang dapat ditemukan dengan mudah di Sulawesi Selatan. Tanaman ini telah banyak digunakan oleh masyarakat terutama bagi kesehatan karena memiliki kandungan senyawa yang potensinya sangat besar dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bioktivitas berbagai jenis senyawa yang terkandung pada tanaman katuk (S. androgynus) menggunakan pendekatan database melalui platform Way2drug. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Tahapan penelitian meliputi penentuan dan penggolongan jenis senyawa melalui situs website Kanaya serta Classyfire and Genome kemudian dilanjutkan dengan penyaringan potensi senyawa dengan menggunakan platform Way2drug. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 3 senyawa yang terkandung di dalam tanaman daun katuk yaitu Liriodendrin, Kaempferol 3-gentiobioside-7-rhamnoside dan Corchoionoside C yang termasuk dalam golongan senyawa flavonoid. Berdasarkan penyaringan potensi senyawa bioktivitas tanaman tersebut, ditemukan 22 potensi yang meliputi agen terapeutik, anafilatoksin, antikanker, antikolestrol, antiinflamasi, antitumor, pelindung hati, antioksidan, antidiabetes, antivirus, detoksifikasi, antiinfeksi, antianemia, pelindung jantung, antiallergen, detoksifikasi racun, pencahar sembelit, antifungal, pemutih, antiradiasi, immunostimulan dan antidepresan. Oleh karena itu tanaman S. andrynus memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di bidang kesehatan berbasis kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan.