Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi, Kepuasan Kerja, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Aparatur Desa dengan Pengalaman Kerja sebagai Moderasi Muhibuddin Muhibuddin; Aiyub Aiyub; Em Yusuf Iis; Azhar Azhar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, kepuasan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja aparatur desa, serta menguji peran pengalaman kerja sebagai variabel moderasi, pada aparatur desa di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh aparatur desa (Keuchik, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kaur Umum, Kasi Pemerintahan, dan Kasi Pembangunan) di 21 desa, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sensus sehingga diperoleh 126 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi (β = 0,246; p = 0,003), kepuasan kerja (β = 0,219; p = 0,003), budaya organisasi (β = 0,409; p = 0,000), dan pengalaman kerja (β = 0,234; p = 0,001) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa, dengan budaya organisasi sebagai variabel paling dominan. Pengalaman kerja terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh kompetensi terhadap kinerja (β = 0,203; p = 0,021), namun tidak memoderasi pengaruh kepuasan kerja (p = 0,211) maupun budaya organisasi (p = 0,874) terhadap kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja aparatur desa perlu didukung melalui penguatan budaya organisasi, peningkatan kompetensi yang disertai pengalaman kerja memadai, serta perhatian terhadap kepuasan kerja aparatur.
Pengaruh Pengalaman Magang dan Internal Locus of Control Terhadap Kesiapan Kerja dengan Self-Efficacy sebagai Variabel Mediasi Pada Mahasiswa Manajemen Angkatan 2022 Universitas Malikussaleh Zahratuz Akmalia; A Hadi Arifin; Faisal Matriadi; Azhar Azhar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengalaman Magang dan Internal Locus of Control terhadap Kesiapan Kerja, baik secara langsung maupun melalui Self-efficacy sebagai variabel mediasi, pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022 Universitas Malikussaleh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena job mismatch yang menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga tenaga kerja muda di Indonesia bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya, serta belum optimalnya kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 98 responden yang merupakan mahasiswa aktif Manajemen angkatan 2022 yang telah atau sedang mengikuti kegiatan magang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengalaman Magang dan Internal Locus of Control masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja maupun terhadap Self-efficacy. Selain itu, Self-efficacy juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja, serta berperan sebagai mediator parsial (partial mediation) dalam hubungan antara Pengalaman Magang dan Internal Locus of Control terhadap Kesiapan Kerja. Dengan demikian, seluruh hipotesis dalam penelitian ini (H1-H7) dinyatakan diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas pengalaman magang dan semakin tinggi kontrol internal yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula keyakinan diri (self-efficacy) dan kesiapan kerja mereka dalam memasuki dunia kerja.