Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

From Crisis to Stability: How Macroeconomics Shapes Islamic Banking and MSME Futures? Nasution, Akmal Huda; Fakhri, Ulumuddin Nurul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.23049

Abstract

This study examines the impact of the COVID-19 pandemic on the nexus between macroeconomic conditions, Islamic banking performance, and MSME financing in Indonesia. Utilizing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and secondary data spanning January 2020 to June 2023, the research analyzes the direct effects of macroeconomic factors on both the financial performance of Islamic banks and the provision of financing to MSMEs.  The findings indicate a statistically significant positive relationship between macroeconomic stability and both Islamic banking financial performance and MSME financing. Conversely, the study reveals no statistically significant relationship between the financial performance of Islamic banks and the scale of MSME financing during the period. These results underscore the critical role of macroeconomic stability as a primary determinant of financial performance for both Islamic banks and MSMEs, particularly during periods of economic crisis.========================================================================================================ABSTRAK – Dari Krisis ke Stabilitas: Bagaimana Makroekonomi Membentuk Masa Depan Perbankan Syariah dan UMKM? Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap keterkaitan antara kondisi makroekonomi, kinerja perbankan syariah, dan pembiayaan UMKM di Indonesia. Menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan data sekunder yang mencakup periode Januari 2020 - Juni 2023, penelitian ini menganalisis pengaruh langsung faktor-faktor makroekonomi terhadap kinerja keuangan bank syariah dan penyediaan pembiayaan kepada UMKM. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara stabilitas makroekonomi dengan kinerja keuangan perbankan syariah dan pembiayaan UMKM. Sebaliknya, studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kinerja keuangan perbankan syariah dengan skala pembiayaan UMKM periode tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi sebagai penentu utama kinerja keuangan, baik bagi bank syariah maupun UMKM, terutama dalam masa-masa krisis.
Dinamika Pasar Kosmetik Halal Di Sumatera Utara: Analisis Perspektif Konsumen Dan Strategi Produsen Nasution, Akmal Huda; Munthe, Salman; Adhitya, Wisnu Rayhan; Khaira, Imamul; Rahman, Haikal
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 9 No 2 (2025): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/xapnwq68

Abstract

The halal cosmetics industry is experiencing rapid growth, driven by increasing consumer awareness, particularly among Millennial and Gen Z consumers. This study aims to present a holistic analysis of the factors driving consumer purchase intention towards halal cosmetics in North Sumatra and to formulate the strategies implemented by producers in response to market dynamics. Employing an explanatory sequential mixed-methods design, the research combines a quantitative survey of 400 Millennial and Gen Z respondents with qualitative in-depth interviews with seven industry stakeholders. The quantitative analysis utilized Partial Least Squares-based Structural Equation Modeling (PLS-SEM), while the qualitative analysis employed thematic analysis. The results from the structural model analysis demonstrate that consumer purchase intention is strongly and directly influenced by two core psychological pillars: attitude toward halal products and consumer trust, with the model's predictive power reaching 72.4%. Positive attitude is significantly shaped by the individual's level of religiosity and adequate halal knowledge. Trust, conversely, is cultivated by consumer perception of product quality, positive brand image, and the formal assurance of halal certification. A crucial finding confirms that the influence of product quality and brand image on purchase intention is fully mediated by the trust variable. Halal cosmetic producers in North Sumatra acknowledge the dual market demands, where halal certification is a basic prerequisite, while superior product quality is a competitive necessity. Furthermore, digital marketing via influencers and electronic word-of-mouth (e-WOM) is highly effective in building brand image, yet it does not directly foster deep trust, indicating the fragility of digital reputation if not supported by strong product substance. The most significant operational challenge lies in maintaining the integrity and traceability of the halal supply chain from upstream to downstream. The main conclusion of this study is that success in the modern halal cosmetics market demands an integrated strategy that moves beyond regulatory compliance, focusing consistently on enhancing product quality and supply chain transparency to build authentic and sustainable consumer trust.
Peran Ekonomi Makro dalam Perkembangan Ekonomi Digital dan Dampaknya terhadap Konsumsi Masyarakat Nur Syafira; Erwin Buulolo; Susi Silalahi; Akmal Huda Nasution; Chairunnisa Zakina Adibra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi makro terhadap perspektif dan respon konsumen di era digital. Perkembangan dunia ekonomi digital yang pesat tidak hanya menciptakan kesempatan baru bagi pertumbuhan ekonomi, namun juga memunculkan tantangan serta perubahan perilaku konsumen yang memengaruhi perumusan kebijakan ekonomi makro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber tertulis seperti jurnal, artikel, karya ilmiah orang terdahulu yang berkaitan dengan ekonomi makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi makro berperan terhadap perspektif dan respon konsumen di era digital melalui variabel inflasi dan suku bunga. Jika kedua variabel ini meningkat maka masyarakat akan menurunkan kegiatan konsumsinya sehingga berdampak dalam kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital membawa perubahan terhadap pola perilaku konsumen. Akibatnya konsumen cenderung berperilaku konsumtif, namun juga memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi misalnya meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing dan meningkatkan pemerataan ekonomi.
Analisis Faktor-Faktor Makro yang Memengaruhi Kenaikan Harga Barang (Inflasi) di Indonesia Ayla Azzura Rusfa; Elizabet Noviola; Virra Mufidah; Akmal Huda Nasution; Chairunnisa Zakina Adibra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi merupakan salah satu tolok ukur utama dalam mengevaluasi stabilitas ekonomi karena berhubungan langsung dengan kemampuan daya beli masyarakat serta kinerja aktivitas ekonomi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variabel-variabel makroekonomi terhadap inflasi di Indonesia. Dengan fokus pada suku bunga, jumlah uang beredar, dan nilai tukar rupiah. Pendekatan yang diaplikasikan adalah penelitian deskriptif melalui studi literatur dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan berbagai laporan resmi. Temuan kajian menunjukkan bahwa dinamika inflasi domestik dibentuk oleh kombinasi faktor moneter dan faktor eksternal yang saling berinteraksi. Suku bunga berperan sebagai alat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi melalui pengaruhnya terhadap permintaan agregat, sedangkan pertumbuhan jumlah uang beredar cenderung berkorelasi positif dengan inflasi karena peningkatan likuiditas dalam perekonomian. Di samping itu, pergerakan nilai tukar memengaruhi inflasi melalui perubahan harga barang impor dan biaya produksi berdasarkan input impor. Ketiga variabel tersebut berinteraksi secara dinamis sesuai dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan desain kebijakan yang diberlakukan. Dengan demikian, upaya pengendalian inflasi menuntut kebijakan yang terpadu dan responsif, meliputi penguatan stabilitas moneter, pengelolaan nilai tukar yang prudent, serta peningkatan kapasitas sisi produksi nasional.
Dampak Kebijakan Moneter terhadap Stabilitas Inflasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Domestik Mutiara Cicilia Sinaga; Muhammad Rafilza Rahma Pane; Alif Rizqy Aryaputra; Akmal Huda Nasution; Chairunnisa Zakina Adibra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan moneter memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi domestik seperti fluktuasi harga komoditas, gejolak nilai tukar rupiah, dan dampak pandemi. Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan moneter Bank Indonesia (BI Rate, operasi pasar terbuka, dan cadangan wajib) terhadap stabilitas inflasi di Indonesia periode 2015-2025. Menggunakan model regresi vector autoregression (VAR) dengan data time series dari Bank Indonesia, BPS, dan World Bank, studi menemukan bahwa pengetatan moneter melalui kenaikan BI Rate secara signifikan menekan inflasi (koefisien -0,45, p<0,01), meskipun efeknya melemah saat indeks ketidakpastian ekonomi (EPU) domestik melonjak di atas 150 poin. Ketidakpastian domestik, yang dipicu oleh subsidi BBM dan konflik geopolitik, memperlemah transmisi kebijakan moneter hingga 25%. Implikasi kebijakan menekankan perlunya forward guidance dan koordinasi fiskal-moneter untuk meningkatkan efektivitas. Penelitian ini berkontribusi pada literatur ekonomi moneter Indonesia dengan bukti empiris terkini.