Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Umkm Pada Usaha Biji Kopi Spopi Nadia Anastasya Nathania; Luisa Cornelia Wijaya; Theo Andrianto; Agung Yohanes Karangan; Budi Setiawan
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/9gh60b68

Abstract

UMKM biji kopi Nusantara SPOPI di BSD yang direncanakan beroperasi pada akhir tahun 2026 memerlukan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) yang komprehensif mengingat tingginya persaingan industri kopi di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis kelayakan pendirian UMKM SPOPI sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada calon manajemen dan pihak terkait. Analisis dilakukan terhadap aspek legalitas, manajemen, pasar, perilaku konsumen, teknis, finansial, serta ekonomi, sosial, lingkungan, dan risiko. Hasil menunjukkan UMKM SPOPI layak dijalankan. Secara non-finansial, didukung legalitas lengkap, lokasi strategis di BSD, serta positioning unik sebagai “Encyclopedia of Indonesian Coffee Beans”. Secara finansial, proyeksi positif dengan NPV Rp8.603.536.000, IRR 22,71% di atas tingkat diskonto, dan Payback Period 5 tahun 5 bulan. Usaha ini berdampak positif pada pemberdayaan petani lokal dan keberlanjutan lingkungan, sehingga direkomendasikan untuk direalisasikan dengan memperhatikan inovasi dan mitigasi risiko secara berkelanjutan ke depan secara optimal dan konsisten.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS PEMBUKAAN CABANG UMKM MIE BRONEO DI CITRA RAYA, PANONGAN, BANTEN Kent Audrey; Elva Herlim; Kevin; Vincent Alfredo Nathaniel; Budi Setiawan
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2025): JEBI: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluates the feasibility of establishing a new branch of the Mie BroNeo MSME, a Kalimantan-style chicken noodle business, in the Citra Raya area of Panongan District, Tangerang Regency. Feasibility was assessed across ten aspects: legal, management and human resources, market and marketing, technical, consumer behavior, financial, economic–social–political, technology and environment, industry, and risk anticipation. Data were obtained through field observations, interviews, documentation, and literature review. The results highlight a highly promising market, supported by an estimated 104,000 potential consumers and a strong preference for fast-food products. The distinct Kalimantan flavor provides a competitive edge over similar culinary businesses in the region. Financial projections further reinforce business viability, demonstrated by an NPV of IDR 230,620,522, an IRR of 184.90%, a PI of 8.69, a Payback Period of 0.55 years, an ROI of 200.18%, and a BEP of 3,304 portions per year. Other aspects—including legality, technical production readiness, consumer acceptance, and socio-environmental considerations—also meet feasibility criteria. Overall, the findings confirm that opening a new Mie BroNeo branch is highly feasible and holds strong potential for sustainable development in the Citra Raya culinary market.
BANGUNAN MODULAR LOW-RISE UNTUK RUMAH TINGGAL DI KAWASAN KABUPATEN TANGERANG Budi Setiawan; Richardus Eko Indrajit; Erick Dazki
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.11.2.4563.147-156

Abstract

Population development must be balanced with the fulfillment of housing needs. It is increasingly difficult for people to reach house prices in an area suitable for many family members in big cities. A successful construction project is measured by three factors: the correct cost, excellent quality, and the right time. The project should be completed at a cost that is not more than the budget plan; at the time of handover, it must be checked whether the project is following the specified specifications and quality; in addition, the project must also be completed no later than the agreed time. Due to these three benchmarks, it is recommended that the fulfillment of residential needs using a modular system is recommended. This research will answer (1) How is the need for residential houses in the Big City by determining the sample in Tangerang Regency? (2) How is the effectiveness of using a modular system for residential houses if the coding process is carried out during the construction phase? The results showed (1) that the need for housing for two people and three people in the Tangerang Regency area is significant; therefore, a low-cost and efficient development process is needed. The modular system is deemed suitable for Tangerang by looking at these conditions. (2) The coding of the modular system makes the installation faster and with waste/material residue to be more cost-effective. In addition, the modular system for residential houses has been widely developed in the field.
Optimalisasi Legalitas Usaha untuk Meningkatkan Keberlanjutan UMKM Studi Pendampingan di Warung Teras Kuning, Gading Serpong Elyshia; Mutiara Novitasari; Kelly Virginia Putri; Rainer Collin Liu Muliawan; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.995

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai hambatan, khususnya dalam aspek hukum bisnis. Rendahnya literasi digital dan pemahaman prosedural menyebabkan banyak pelaku UMKM belum memiliki legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pendampingan legalitas pada UMKM Warung Teras Kuning di Gading Serpong serta menganalisis dampaknya terhadap kredibilitas usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pengurusan NIB berbasis OSS-RBA dan sertifikasi halal mampu meningkatkan kesadaran hukum pemilik usaha. Selain memberikan perlindungan hukum dan memperluas akses pasar, pendampingan ini juga mendorong peningkatan profesionalisme usaha melalui penguatan strategi branding dan digitalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legalitas usaha merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan dan daya saing UMKM yang memerlukan dukungan lintas sektor secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan UMKM Marbule Martabak & Drink Melalui Pendampingan Legalitas Usaha Talitha Ferina Aileen Fauzi; Valencia Martha; Gracia Nathania; Muhammad Thio Faza Saidina; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1005

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam stabilitas perekonomian nasional, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan fundamental, khususnya terkait aspek legalitas dan formalitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan UMKM Marbule Martabak & Drink melalui program pendampingan legalitas usaha sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan daya saing, perlindungan hukum, dan keberlanjutan bisnis di pasar yang kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada pemilik usaha, observasi lapangan secara langsung, serta studi dokumentasi yang komprehensif. Proses pendampingan dilakukan secara terstruktur dan integratif, meliputi aktivasi akun pada sistem Online Single Submission (OSS), optimalisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk perlindungan merek dagang dan logo, pengurusan sertifikasi halal guna menjamin standar kualitas produk, serta penguatan aspek pemasaran melalui strategi rebranding dan pemanfaatan media sosial secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan legalitas mampu meningkatkan pemahaman pemilik UMKM secara signifikan terhadap pentingnya formalisasi usaha, memperkuat kepastian hukum, serta meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu, kepemilikan legalitas yang lengkap membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dalam mengakses sumber pembiayaan formal perbankan serta berbagai program pemberdayaan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan legalitas yang terintegrasi dengan strategi pengembangan pemasaran merupakan fondasi strategis dalam mentransformasi UMKM dari usaha informal menjadi entitas bisnis yang profesional, legal, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Analisis Peran Pendampingan UMKM Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi Lianny Pangesa; Rachel Natasya; Daniel Gerrits; Derick Tayindra; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendampingan dalam proses legalisasi usaha pada UMKM Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi, khususnya dalam membantu pelaku usaha memahami prosedur perizinan dan mengurus dokumen legalitas secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus berbasis Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini melibatkan peneliti secara langsung dalam proses pendampingan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha selama pengurusan legalitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, serta telaah dokumen sekunder seperti pedoman OSS dan peraturan perizinan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan memiliki peran signifikan dalam mempercepat proses administrasi legalitas dan meningkatkan pemahaman pemilik usaha terhadap aspek hukum yang berlaku. Melalui pendampingan, Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi berhasil menyelesaikan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), pengajuan sertifikat halal, serta pemenuhan dokumen lingkungan berupa Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Keempat instrumen legalitas tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kredibilitas usaha, kepercayaan konsumen, dan peluang kerja sama dengan pihak eksternal. Hasil ini menegaskan bahwa pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan mampu memperkuat posisi hukum UMKM serta mendorong pengembangan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Pengembangan Model Pendampingan Legalitas Usaha bagi UMKM Jasa Laundry: Studi Kasus pada My Laundry Cipondoh Alvey Davelino; Tania Jayadiputri; Joseph Denny Radaza Ong; Chiquifla Thomas Regina; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendampingan legalitas usaha yang efektif dan aplikatif bagi UMKM jasa laundry melalui studi kasus pada My Laundry Cipondoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memahami proses pendampingan serta dampaknya terhadap pengelolaan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendampingan yang terdiri dari edukasi legalitas, asistensi administratif, dan monitoring berkelanjutan berhasil membantu UMKM memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Selain itu, pendampingan juga memperkuat identitas usaha melalui pengembangan visual branding serta meningkatkan pemasaran digital melalui media sosial dan pendaftaran Google Maps. Pendampingan ini berdampak pada peningkatan kepatuhan hukum, kredibilitas usaha, dan visibilitas pasar. Model pendampingan terintegrasi ini dinilai aplikatif dan dapat direplikasi pada UMKM sejenis yang masih beroperasi secara informal, khususnya di sektor jasa perkotaan.
Analisis Hukum dalam Peningkatan Kapasitas Bisnis UMKM: Tinjauan Akses Terhadap Izin Usaha dan Merek Pada Pecel Ayam Bakar Mbok Cipto 2 Chan Radithya; Nelsen Dwiputra; Muhamad Aziz; Joshua Imanuel; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendampingan hukum dalam meningkatkan legalitas usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan studi kasus pada UMKM Pecel Ayam Bakar Mbok Cipto 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka yang berkaitan dengan pendampingan hukum dan legalitas usaha UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan hukum berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap perizinan usaha dan perlindungan merek dagang, serta mendorong pemenuhan legalitas usaha secara lebih efektif. Kepemilikan legalitas usaha memberikan kepastian hukum, meningkatkan kredibilitas usaha, serta membuka akses terhadap pasar formal dan program pemberdayaan pemerintah. Dengan demikian, pendampingan hukum yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing UMKM.
Analisis Studi Kelayakan Usaha UMKM Tiba Coffee Ammar Rizki; Stev Amadeus; Cheryl Waisa; Manjou Odira; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Tiba Coffee berdasarkan aspek pasar, teknis, manajerial, finansial, dan risiko. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tiba Coffee sangat layak untuk dijalankan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Analisis finansial menunjukkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 5.500.000 dengan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 9.350.000, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 65% yang melebihi tingkat diskonto 10%, serta Payback Period selama 9 bulan. Dari aspek non finansial, usaha ini didukung oleh captive market di lingkungan perumahan dan efisiensi operasional yang tinggi karena tidak adanya biaya sewa lokasi. Namun demikian, penguatan aspek legalitas, khususnya pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perlu segera dilakukan untuk meminimalkan risiko hukum dan menjamin keberlanjutan usaha.
Model Strategi Pendampingan Terpadu untuk Percepatan Sertifikasi Legalitas UMKM Kuliner: Studi Kasus pada Nasi Mercon Cak Mansuro Desmonda Aresta; Sandra Mudita Tanumihardjo; Olivia Olivia; Stantio Rekino Yuki; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menerapkan model pendampingan terpadu dalam mempercepat pemenuhan legalitas dasar usaha pada UMKM kuliner, dengan studi kasus “Nasi Mercon Cak Mansuro”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendampingan dilakukan secara terstruktur melalui identifikasi kebutuhan legalitas, asistensi teknis penggunaan sistem Online Single Submission (OSS), penentuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), serta koordinasi dengan pemerintah desa dalam penerbitan Surat Keterangan Usaha (SKU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan terpadu mampu mempercepat penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SKU pada UMKM yang sebelumnya mengalami kendala pemahaman prosedur dan administratif. Legalitas yang diperoleh memperkuat posisi hukum usaha, meningkatkan kredibilitas, serta membuka akses terhadap pembiayaan dan program pemberdayaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan sebagai strategi efektif dalam mendukung legalitas UMKM.