Susiana Candrawati
Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Jl.dr.Gumbreg No 1 Purwokerto Jawa Tengan

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN FUNGSI PARU DENGAN TINGKAT KESANGGUPAN KARDIOVASKULER PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Fatchurohmah, Wiwiek; Muflikhah, Khusnul; Mustofa, Mustofa; Candrawati, Susiana; Madani, Arya Indra
Medical and Health Journal Vol 3 No 1 (2023): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.3.1.9196

Abstract

Kesanggupan kardiovaskuler merupakan salah satu indikator kebugaran seseorang dan prediktor penyakit kardiometabolik seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke. Salah satu organ yang berperan dalam kesanggupan kardiovaskuler adalah paru. Sehingga, fungsi paru berpotensi untuk menjadi prediktor tingkat kesanggupan kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi paru terhadap tingkat kesanggupan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. sebanyak 29 subyek laki-laki berusia 18-25 tahun menjadi subyek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Fungsi paru diukur dengan pemeriksaan spirometri untuk mengetahui nilai Forced Vital Capacity (FVC), Force Expiratory Volume in 1 second (FEV1), dan rasio FEV1/FVC. Didapatkan rerata nilai persen prediksi FVC, nilai persen prediksi FEV1, rasio FEV1/FVC, dan rerata indeks kesanggupan kardiovaskuler pada subjek berturut-turut adalah 80,82±2,72%; 87,17±2,71%; 94,87±0,63%; 65,88±3,575. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara FVC, FEV1, dan rasio FEV1/FVC terhadap kesanggupan kardiovaskuler, dengan nilai p berturut-turut adalah 0,324; 0,284; dan 0,231 (p>0,05). Sebagai kesimpulan, tidak terdapat hubungan antara fungsi paru dengan tingkat kesanggupan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Lansia Dalam Deteksi Dini Hiperkolesterolemia Untuk Mencegah Penyakit Jantung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang II Setiawati, Setiawati; Candrawati, Susiana; Sylviningrum, Thianti; Ati, Viva Ratih Bening; Wulandari, Leni; Ardinas, Shinta Prima; Bestari, Gita
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2025.2.2.13305

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit jantung pada lansia. Deteksi dini melalui skrining rutin sangat penting, namun seringkali terkendala oleh keterbatasan sumber daya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader posyandu lansia dalam deteksi dini hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Sumbang II. Kegiatan meliputi pelatihan penggunaan alat pengukur kolesterol digital dan edukasi tentang hiperkolesterolemia kepada 40 kader posyandu dari 8 desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 16,25% dan 95% peserta mampu melakukan pemeriksaan kolesterol secara mandiri. Skrining awal menemukan 52,6% peserta memiliki kadar kolesterol >200 mg/dl. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini hiperkolesterolemia, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit jantung pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sumbang II, Banyumas Kata kunci: Hiperkolesterolemia, Kader Posyandu, Lansia, Deteksi Dini, Penyakit Jantung
Implementasi Edukasi Gizi Interaktif sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Penyakit Kronis pada Lansia di Posyandu Mawar IV Desa Purwosari Wisesa, Sindhu; Sari, Octavia Permata; Candrawati, Susiana; Wicaksono, Madya Ardi; Ihtiaringtyas, Suci; Soraya, Aristi Intan
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2025.2.2.14367

Abstract

Hampir seluruh populasi lansia memiliki setidaknya satu penyakit kronis. Penyakit kronis dan komplikasinya menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas hidup, serta meningkatkan beban ekonomi. Asupan gizi seimbang terbukti mencegah komplikasi penyakit kronis. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran asupan gizi seimbang pada lansia melalui edukasi interaktif menggunakan model makanan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2024 di Desa Purwosari yang dihadiri oleh 40 lansia dan kader Posyandu. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan pada lansia yang mengikuti kegiatan PkM. Edukasi gizi berperan krusial dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat terkait asupan makanan. Penggunaan model makanan membantu peserta memahami porsi yang tepat, serta meningkatkan minat dan retensi informasi, sehingga diharapkan melalui program ini, lansia di Desa Purwosari dapat memperbaiki pola makan dan mencegah komplikasi penyakit kronis.
The Correlation Between Physical Activity Levels With Salivary Cortisol Levels on Medical Students, at Jenderal Soedirman University Nugraha, Raffy Ave; Mustofa, Mustofa; Candrawati, Susiana; Sinensis, Rizki Amelia; Wulansari, Rahmawati
Medical and Health Journal Vol 5 No 1 (2025): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.5.1.17175

Abstract

Medical students generally have low levels of physical activity. Medical students also experience more severe stressors than students in other study programs. Salivary cortisol levels can reflect a person's stress level. This study aims to determine the correlation between physical activity levels and salivary cortisol levels in medical students at Jenderal Soedirman University. This study was conducted on 50 medical students at Jenderal Soedirman University aged 18–25 years. The study subjects were selected using purposive sampling. Physical activity levels were measured using the International Physical Activity Questionnaire-Long Form (IPAQ-LF), and saliva cortisol levels were measured using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. The correlation test used was Pearson's correlation test with a significance level of p<0.05. The results showed that the average physical activity level and saliva cortisol levels of the respondents were 1334.31±552.10 MET-minutes/week and 9.76±2.97 ng/mL. Bivariate analysis showed a p-value of 0.507, indicating that there was no correlation between physical activity levels and saliva cortisol levels among medical students at Jenderal Soedirman University.
The Effectiveness of Elevated-Intensity Interval Exercise compared to Moderate-Intensity Constant Exercise in Increasing Muscle Mass among Obese Women Candrawati, Susiana; Ilham, Khoerul; Fatchurohmah, Wiwiek
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 33 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2025.033.04.3

Abstract

Obesity is associated with muscle function impairments and can progress to functional domain disorders including strength, mobility, and postural balance deficits. Exercise helps with weight management and enhances mass of muscle. Two physical exercise programs available are Elevated-Intensity Interval Exercise and Moderate-Intensity Constant Exercise. Choosing the right type of physical exercise for increasing muscle mass is very important for people with obesity. This study aimed to determine muscle mass changes following physical exercise intervention and compare muscle mass increases in obese women between interval versus constant exercise. The research design was a Randomized Controlled Trial (RCT) with 30 subjects divided into two groups (15 per group) using purposive sampling. Each participant performed cycling-based physical activity using a cycle ergometer for 12 weeks, three times weekly. Muscle mass was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) before and after intervention. Data were analyzed using T-test. Paired T-test results showed significant muscle mass increases in both intervention models (p=0.000). Elevated-intensity interval exercise increased muscle mass by 1.2 ± 0.75, while moderate-intensity constant exercise increased it by 0.98 ± 0.54. Unpaired T-test revealed no significant difference between the two groups' mean muscle mass changes (p=0.341). Both moderate-intensity constant exercise and elevated-intensity interval exercise effectively increase muscle mass in obese women, with both training modalities having equal effectiveness in increasing muscle mass.
The Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation Therapy on Preoperative Anxiety: A Systematic Review Tika, Anisa Rohmah; Candrawati, Susiana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6272

Abstract

Preoperative anxiety is a common condition experienced by patients awaiting surgery. One non-pharmacological method to reduce this anxiety is Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy, which helps lower anxiety by systematically tensing and relaxing muscle groups.Objective: To evaluate the effectiveness of PMR therapy in reducing anxiety levels in preoperative patients. Method: This study used a systematic literature review with the PRISMA approach. Data were collected from Google Scholar, EBSCO, and Semantic Scholar using the keywords "Effect," "Progressive Muscle Relaxation," and "Preoperative Anxiety." A total of 1,342 articles were initially identified. Inclusion criteria included journals published between 2020 and 2024 that focused on the effects of PMR therapy on preoperative anxiety. After screening and reviewing the literature, seven relevant articles were selected and analyzed based on the inclusion criteria. Results: The reviewed studies showed that PMR therapy significantly reduced anxiety levels in preoperative patients. Patients with moderate to severe anxiety showed improvement to mild or moderate levels after the intervention. PMR also had positive effects on physiological parameters, such as reduced blood pressure and heart rate. 137 participants, pre-intervention anxiety levels were mild (8.75%), moderate (73%), and severe (18.25%). Post-intervention, 64.24% had mild anxiety and 35.76% had moderate anxiety.Conclusion: PMR therapy is effective in managing preoperative anxiety and improving physiological responses. It is recommended as a routine non-pharmacological intervention in clinical settings to support anxiety management without relying on sedatives.
Upaya Peningkatan Kesehatan Warga Lanjut Usia Melalui Edukasi dan Praktik Pengenalan Gejala dan Rehabilitasi Long Covid-19 di Desa Karang Pucung Fatchurohmah, Wiwiek; Rahmawati, Indah; Mustofa, Mustofa; Candrawati, Susiana
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.9958

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menghadirkan tantangan berat bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk warga lanjut usia. Long Covid-19 dapat memberikan dampak serius terhadap kualitas hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengenalan dan rehabilitasi long Covid-19. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di desa Karang Pucung Kecamatan Purwokerto Selatan.. Peserta terdiri atas kader posyandu lansia, pengurus RT, pengurus RW, dan anggota posyandu lansia RW 007 desa Karang Pucung. Materi pertama membahas mengenai mengenai gejala long covid, gejala penyakit pernafasan yang sering pada lansia, dan bagaimana mengatasinya. Materi kedua mengenai latihan fisik dan mendemokan beberapa gerakan yang dapat menguatkan sistem pernafasan. Edukasi tentang pengenalan gejala dan rehabilitasi Long Covid-19 telah meningkatkan pengetahuan secara signifikan bagi warga lanjut usia di Desa Karang Pucung. Dengan demikian, para lansia menjadi lebih siap menghadapi tantangan kesehatan yang mungkin terjadi dan meminimalkan dampak negatifnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya.