Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP PENCEGAHAN KOMPLIKASI PREEKLAMPSIA Antika, Tiara Fika; Probowati, Rovica; Marni, Marni
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/cbp49a06

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan komplikasi preeklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Kota Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group design. Sampel sebanyak 32 ibu hamil diperoleh dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur tingkat pengetahuan responden. Hasil: hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, sedangkan setelah intervensi mayoritas meningkat ke kategori baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan tindakan pencegahan komplikasi preeklampsia. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan kesehatan menggunakan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan komplikasi preeklampsia.
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGALAMI BABY BLUES SELAMA MASA POST PARTUM Probowati, Rovica; Sari, Fitriana Yuni Permana; Nurlaili, Taniza Devita Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/hhzbdz94

Abstract

Baby blues syndrome merupakan masa transisi bagi ibu pasca melahirkan. Setelah melahirkan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang diikuti perubahan mood serta gejala baby blues syndrome lainnya. Perubahan hormon disertai beratnya proses kehamilan dan persalinan membuat seorang ibu mengalami perasaan yang tidak menentu. Metode pada penelitian ini berfokus pada kesehatan mental ibu hamil dengan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasinal pendekatan cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini dilakukan pada ibu postpartum yang melakukan control setelah melahirkan di hari ke 5-14, jumlah populasi 75 responden. hasil identifikasi terjadinya post partum bluse pada ibu yang mengalami baby bluse mayoritas di usia ibu diantara 23-25 tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari total responden 75 responden yang terjadi babybluse dengan factor tanpa dukungan suami sebanyak 57 (76%) responden dan yang tidak terjadi baby bluse dengan adanya dukungan suami sebanyak 18 (24%) responden.Ibu postpartum yang kurang mendapatkan dukungan dari suami rata-rata mengalami postpartum blues. Faktor-faktor risiko mempunyai pengaruh terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum yaitu dukungan suami. Dukungan suami mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum
EFEKTIFITAS SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA YANG MENGALAMI DIMENSIA DI PANTI WREDHA DHARMA BHAKTI KASIH SURAKARTA Astuti, Andriani Mei; Probowati, Rovica; Firdaus, Insanul; Fadhilla, Fadhilla
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/986abq12

Abstract

Pengaruh proses menua menimbulkan berbagai masalah baik secara dari fisik, biologis maupun mental. Demensia merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan menurunnya daya ingat, intelektualitas, dan emosi sehingga mengakibatkan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Salah satu upaya untuk menghambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan dan sebagai bentuk stimulasi untuk meningkatkan kapasitas otak adalah melalui latihan senam otak yang merupakan serangkaian latihan kognitif yang dirancang khusus untuk menstimulasi otak, meningkatkan fungsi kognitif, dan menjaga kekuatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia penderita demensia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy experimental with one group pre-post test design. Subjek dalam studi kasus ini adalah lansia yang tinggal di di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta sebanyak 15 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Data dikumpulkan dengan lembar observasi MMSE, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik paired samples T test. Hasil uji statistik diperoleh nilai rerata pre-test 2,00 dan post-test 1,47, simpangan baku pre-test 0,535 dan post-test 0,743, serta jumlah responden pre-test dan post-test sebanyak 15 orang. Nilai P sebesar 0,001. Hasil uji t-test berpasangan diperoleh nilai p sebesar 0,005 (<? 0,000). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan senam otak dapat meningkatkan kemampuan kognitif, kegiatan akan menstimulasi faktor tropik dan neuronal growth yang kemungkinan menghambat penurunan fungsi kogntif pada lansia dengan demensia.
SKRINING PERUBAHAN FISIK, PERILAKU SEKSUAL, DAN PSIKOLOGIS PADA WANITA YANG MENGALAMI MENOPAUSE : Screening Physical, Sexual Behavior And Psychological Changes In Women Experienced Menopause Andriani Mei Astuti; Probowati, Rovica
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1 (2024): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v6i1.385

Abstract

Background Changes in women experiencing menopause often become a problem in their health. This aims of this research is to identify a picture of the changes that occur in women who have experienced menopause. The research design is descriptive. The research population was women aged 45-59 years who had experienced menopause in Cemani village, Surakarta with no nee a total of 50 subjects. Sampling uses cluster sampling. The variable is the changes that occur at menopause. The instrument uses structured interviews and is analyzed using descriptive analysis. The results of the study described severe physical changes (57.8%), moderate changes in sexual behavior (68.9%), and moderate psychological changes (55.6%). It was concluded that menopausal women will experience physical, sexual behavior and psychological changes with severe and moderate modifications.   Keywords:  Degeneratif; Wowen; Menoupouse; Skrining
UPAYA PEMBERIAN EDUKASI PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI Mei Astuti, Andriani; Probowati, Rovica
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/abdimasnu.v4i2.281

Abstract

Stunting is a health problem in Indonesia. The government in 2017 launched the program National Action Plan for handling stunting at the national, regional, especially village level. the program is wrong one of them is preventing stunting that occurs in the community. Because most people don't understand correctly regarding stunting, and assume that stunting or dwarfism is a term commonly used in society is a hereditary factor. The aim of this community service activity is to:increase knowledge and understanding as well as the role of pregnant women in prevention and detection programs It is hoped that early stunting in toddlers will directly motivate pregnant women to take part in ensuring this children receive good nutritional intake, especially during pregnancy up to 1000 days of age, as well as pay attention to the growth and development of their children so that their growth and development can be optimal. The method used is interactive lectures and questions and answers to pregnant women about prevention and how to assess/early detect stunting in toddlers using observation and data collection techniques pre-test with the aim of determining whether or not this educational activity is necessary. Analysis of pre-test and post data test to determine whether there is a change in understanding about prevention and how to assess/early detection stunting in toddlers. The results of educational activities for pregnant women in Selo Village, Boyolali Regency, have an effect on increasing pregnant women's understanding of prevention and how to assess/early detection of stunting in toddlers.
SOCIALIZATION OF MENTAL HEALTH FOR PREGNANT WOMEN THROUGH “HOLDING BY HUSBANDS” IN SUPPORTING A PROSPEROUS PREGNANCY PERIOD Buyu Prakoso, Adi; Probowati, Rovica
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/abdimasnu.v5i2.695

Abstract

Background: Mental health is an important component of overall well-being, especially for pregnant women and has an impact on the fetus. WHO reports that 1 in 5 women will experience mental health problems during pregnancy or one year after giving birth. The impact of mental health problems on mothers will have physical and psychological impacts on both the mother and her baby, such as maternal depression, postpartum depression, and can have an impact on the birth of low birth weight (LBW) babies. Objective: This community service is to socialize the importance of mental health for pregnant women by prioritizing the role of "HOLDING HUSBAND" in maintaining the Welfare of Pregnant Women. This community service is carried out with a descriptive approach using the role of "HOLDING HUSBAND" such as (Support system; Avoid negative things; Positive activities; Time for yourself; Adequate rest). The target of community service is 30 pregnant women in the first, second, and third trimesters who fill out a mental health questionnaire before and after the socialization takes place. Results: Community service shows that there is an increase in maternal mental health before and after socialization by 28%. Conclusion: Based on this, it can be concluded that by providing socialization that prioritizes the role of "HOLDING BY HUSBAND" pregnant women are expected to become prosperous mothers who can improve the mother's mental health by reducing maternal health problems ranging from anxiety to depression.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI CRAYON UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT INDRIATI sabil, vallisya sabrina; Wahyudi, Totok; Probowati, Rovica; Putri, Rosalia Dian Arsyta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47822

Abstract

Pada usia prasekolah, aktivitas fisik pada anak meningkat yang menyebabkan anak sering kelelahan dan menyebabkan rentan terserang penyakit akibat sistem imun belum stabil sehingga daya tahan tubuh melemah yang mengharuskan anak untuk menjalani hospitalisasi. Masalah utama hospitalisasi anak yaitu terjadinya kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan penerapan terapi bermain merwarnai dengan crayon Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil penerapan setelah dilakukan terapi bermain mewarnai crayon untuk tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di ruang sakura 11 rumah sakit indriati solobaru Metode penelitian ini studi kasus, dilakukan kepada 2 responden An.N dan An.B dengan permasalahan kecemasan, takut saat hospitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan yang diukur menggunakan alat ukur Preschool Anxiety Scale (PAS) pada anak usia prasekolah dengan intervensi selama 3 hari dan durasi penerapan 30 menit, An.N dan An.B sebelum dilakukan terapi bermain mewarnai crayon yaitu skor 46 dan 42 (kecemasan berat) dan sesudah dilakukan terapi bermain mewarnai crayon yaitu skor 17 dan 15 (kecemasan ringan). Kesimpulan terapi bermain mewarnai crayon berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Terapi bermain mewarnai crayon berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi.
PENERAPAN FOOT MESSAGE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Fitriani, Dea; Probowati, Rovica; Witriyani, Witriyani; Setyaningrum, Florentina Merdiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47924

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan pembedahan berupa insisi di perut dan uterus untuk mengeluarkan bayi. Masalah yang sering muncul setelah tindakan sectio caesarea adalah nyeri. Maka dari itu penatalaksanaan manajemen nyeri diperlukan untuk mengatasi nyeri. Foot massage  merupakan penanganan non farmakologi pada nyeri post operasi SC, karena di area kaki banyak sekali saraf saraf yang terhubung ke organ dalam. Untuk mengimplementasikan intervensi teknik foot massage untuk mengurangi skala nyeri pada ibu post op sectio caesarea di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Studi kasus dengan desain studi deskriptif dan dilakukan pendekatan studi pre-post test. Studi kasus ini berjumlah 2 responden pasien Post Sectio Caesarea yang dipilih sesuai kriteria inklusi yang sudah ditentukan dan menggunakan instrument NRS (Numeric Rating Scale) sebagai pengukuran skala nyeri pre dan post. Terapi Foot Massage diberikan 2 kali dengan waktu 20 menit selama 2 hari. Hasil penerapan terapi foot massage menunjukkan penurunan skala nyeri pada kedua responden. Ny. A menunjukkan perubahan nyeri menurun menjadi 5 (nyeri sedang) pada hari ke-1 dan menjadi 3 pada hari ke-2 (nyeri ringan). Sedangkan Ny. F menunjukkan perubahan nyeri, dengan penurunan dari skala 5 ke 4 pada hari ke 1 dan menjadi 2 (nyeri ringan) pada hari ke-2. Terapi foot massage dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
MASALAH KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL DENGAN UPAYA MELAKUKAN DUKUNGAN SOSIAL 3H (BAHAGIA IBU, SELAMAT KEHAMILAN DAN BAYI SEHAT) Probowati, Rovica; Astuti, Andriani Mei; Anasulfallah, Hakim; Pangestu, Januar Bagus
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3886

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan suatu proses dalam kehidupan seseorang wanita yang menimbulkan banyak perubahan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah psikologi, social, budaya dan ekonomi yang dimana dapat menyebabbkan perubahan kesehatan mental selama kehamilan. Dimana hal ini sangat berbahaya jiwa kesehatan mental ini terjadi pada ibu selama kehamilan, dikarenakan kesehatan mental pada ibu hamil memegang peran yang sangat krusial dalam perkembangan janin dan kesejahteraan keluarga. Kesehatan mental pada Ibu, hamil memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan ibu dan perkembangaan janin seperti kelahiran premature, berat badan lahir rendah dan gangguan perkembangaan pada janin dapat meningkat. Dengan memahami bahwa tekanan emosional dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin. Tujuan :untukmenginisiasi promosi kelompok khusus pada kesehatan mental ibu hamil. Metode : penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survai, pengumpulan data masalah melalui deteksi dini adanya masalah kesehatan jiwa ibu hamil dengan mengajuan pertanyaan terbuka dan tertutup. Hasil : pada penelitian ini ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan mental mayoritas ibu yang tidak direncanakan, kehamilan yang tidak di inginkan, masalah ekonomi social. Sehingga perlunya adanya dukungan dari pasangan, keluarga, rekan dan tenaga kesehatannya untuk membantu mereka dalam menghadapi permasalahan untuk mengatasi keluhan yang dirasakan. Sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya hingga melahirkan dan masa nifas dalam keadaan sehat dan bahagia
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI ERA DIGITAL Astuti, Andriani Mei; Probowati, Rovica; Wicaksono, Yoga Bima
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3903

Abstract

Masalah kesehatan mental secara global menjadi ancaman serius bagi para remaja yang masih mencari jati diri. Komunikasi antara orang tua dan remaja yang tidak baik dapat menyebabkan dampak negatif seperti perilaku penyimpang, depresi dan perilaku bunuh diri. Tujuan penelitian menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga terhadap permasalahan kesehatan mental pada remaja. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional design. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Surakarta dengan jumlah sampel 122 orang menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Revised Family Communication Pattern (RFCP) dan Children Depression Inventory (CDI). Analisis statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak responden berjenis kelamin perempuan (56,8%), usia terbanyak responden berusia 16 tahun (40,9%), pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah konsensual (61,0%) dan responden yang memiliki gejala depresi (50,6%). Hasil uji pearson chi-square diperoleh nilai p value = 0,003 (< 0,05) sehingga terdapat hubungan pola komunikasi keluarga terhadap kejadian depresi pada remaja. Pola komunikasi orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kesehatan mental sehingga perlu di implementasikan dan di integrasikan sedini mungkin. Urgensi kesehatan mental diperlukan sebgai strategi pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap permasalahan kesehatan mental terutama depresi dan bunuh diri. Adapun saran bagi orang tua dalam pola mengasuh dengan melakukan dan memperbanyak kegiatan yang positif serta melakukan pantauan penggunaan media sosial.