Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Senam Yoga terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus rista, rista; Sani, Fakhrudin Nasrul; Probowati, Rovica
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan September 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i2.1518

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Pengelolaan diabetes tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi non-farmakologis seperti aktivitas fisik salah satunya adalah senam yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Prolanis Puskesmas Grogol, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy experimental design dan pendekatan pretest-posttest one group design pada 30 responden dengan usia 35 tahun keatas yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan juga kriteria eksklusi. Intervensi yang diberikan berupa senam yoga dan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 30-60 menit pada setiap sesi. Hasil kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah senam yoga menggunakan alat glucometer. Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan yang signifikan antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam yoga dengan hasil P-Value 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa senam yoga berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Senam yoga dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis untuk membantu pengelolaan diabetes melitus di komunitas khususnya untuk menurunkan kadar gula darah.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Anita Putri Rahmawati; Rovica Probowati; Muzaroah Ermawati U
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah rendahnya kadar hemglobin atau jumlah sel darah merah yang tidak memenuhi kebutuhan fiisologis seseorang. Upaya mengatasi permasalahan anemia pada ibu hamil, tablet zat besi oral setiap hari disarankan sebagai rutinitas dari perawatan prenatal dengan tujuan untuk meningkatkan  kadar hemoglobin dan zat besi pada ibu hamil. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Grogol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sebanyak 47 responden dipilih dengan Teknik purposive sampling. Uji Chi Square pada variabel kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe menunjukan hasil signifikan dengan nilai p value sebesar 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan terdapat hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PSIKOLOGIS PASIEN CA MAMMAE YANG MENJALANI KEMOTERAPI widiastuti, Yesi; Probowati, Rovica; Mursudarinah, Mursudarinah
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/52sxm547

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi pada perempuan di dunia. Berdasarkan data dari Global Baurden Of Cancer (Globocan) sekitar 19,3 juta kasus baru kanker dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2020 dan hampir 10 juta korban jiwa akibat penyakit ini. Proses kemoterapi sering menimbulkan dampak psikologis seperti stress, kecemasan, depresi, serta penurunan konsep diri. Terapi musik klasik adalah pendekatan nonfarmakologis yang dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi musik klasik terhadap kondisi psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Desain quasi-eksperimental one group pretest-posttest diterapkan pada 35 pasien di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dipilih melalui purposive sampling. Instrumen meliputi Chemotherapy-Symptom Assessment Scale (C-SAS) untuk distres psikologis, Kuesioner Konsep Diri, dan Cancer Coping Questionnaire (21-item versio). Intervensi berupa terapi musik klasik (komposisi Mozart, 60-80 bpm) selama 15 menit menggunakan headset. Hasil menunjukkan penurunan signifikan psikologis (skor C-SAS: 12,06 ? 7,51; p<0,000), peningkatan konsep diri (52,17 ? 56,46; p<0,000), dan penguatan kemampuan koping (40,37 ? 45,63; p<0,000). Simpulan: terapi musik klasik berpengaruh signifikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kondisi psikologis pasien selama kemoterapi dan direkomendasikan untuk integrasi dalam asuhan keperawatan onkologi
THE ROLE OF MOBILE APPLICATIONS IN ENHANCHING POSTPARTUM MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT POSTNATAL CARE: A SCOPING REVIEW Sari, Fitriana Yuni Permana; Probowati, Rovica; Carvalho, Paulina Fonseca de; Reis, Viana Remiciadas Dores dos
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/w29sfn13

Abstract

The high rate of postpartum maternal mortality due to health complications is a serious problem that requires innovative solutions. This research aims to explore the role of mobile applications in increasing the knowledge of postpartum mothers and identify the characteristics of effective educational applications. The method used was a Scoping Review with a population of postpartum mothers, using primary research articles in Indonesian and English from 2015-2025 in the Google Scholar and PubMed databases. Results show that apps such as Aponjon, BIDANKU, and Breast Milk Mother significantly improve mothers' knowledge, practices, and self-efficacy through voice messages, texts, and content tailored to the postpartum stage. Characteristics of effective apps include regular communication, personalization of content, focus on maternal and neonatal care, and high interactivity. In conclusion, mobile applications are a potential educational medium to significantly increase the knowledge of postpartum mothers and must be part of the national maternal health strategy to reduce maternal mortality.
The Effect of Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) for Optimizing Efficacy Self-Care in Cancer Patients Undergoing Treatment Probowati, Rovica; Witriyani, Witriyani; Astuti, Andriani Mei; Nabila, Veren Pinka
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.3775

Abstract

Cancer is a disease that can threaten a person's life which can occur in every cancer sufferer, apart from that cancer can also cause psychological problems such as low efficacy of patient self-care which will have an impact on treatment compliance in cancer patients.Objective: The aim of this study was to determine the effect of the MBCT intervention on whether it could increase self-care efficacy in cancer patients undergoing cancer treatment. Method: The method used in this research is an experiment with a pretest-posttest design with control group design. The research subjects were 20 people who were divided into experimental and control groups with inclusive. Data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The results showed an increase in self-care efficacy after administering the mindfulness-based cognitive therapy (MBCT) intervention with a self-care efficacy value of Z = -2.660 and p = 0.008. Conclusions: The research results show that mindfulness based cognitive behavior therapy (MBCT) can increase patient confidence in carrying out treatment regularly. Cancer patients who Applying MBCT in everyday life they can also feel the effects such as tense muscles becoming more comfortable, better conscious breathing begins to feel the impact on the subject's calmness, and increased ability to detect the body. Mindfulness-based cognitive therapy (MBCT) changes the behavior of each participant to be able to accept themselves in any situation, more easily adapt to changes that occur in their physical and life and establish social relationships with other people.
Pengaruh Pemberian Edukasi ASI Eksklusif terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Wahyuni, Dini Tri; Witriyani, Witriyani; Probowati, Rovica
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3785

Abstract

Pemberian ASI sejak dini dan secara eksklusif sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak, dalam hal ini pengetahuan ibu sangatlah penting khususnya mengenai pemberian ASI eksklusif sehingga pada prakteknya ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan baik dan benar. Desa Celep merupakan salah satu desa di kota Sragen dengan presentase keberhasilan pemberian ASI Eksklusif masih di bawah target WHO yaitu 24,75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi ASI Eksklusif terhadap tingkat pengetahuan Ibu di wilayah posyandu Desa Celep. Penelitian ini menggunakan metode desain true eksperiment dengan model rancangan one grup prestest posttest. Data didapatkan dari kuesioner yang telah diisi ibu sebelum dan sesudah dilakukan pemberian edukasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dari 67 responden mayoritas berusia 25-35 tahun (68,7%), mayoritas tingkat pendidikan responden adalah SD-SMP (64,4%), sebanyak 47 responden (70,1%) tidak bekerja, dan sebanyak 36 responden (57,7%) merupakan pemberian ASI Paritas ke 2. Tingkat pengetahuan ASI Eksklusif Ibu sebelum diberikan edukasi sebanyak 9 responden (13,4%) dalam kategori cukup dan 58 responden (86,6%) dalam kategori kurang, setelah diberikan edukasi mengenai ASI Eksklusif tingkat pengetahuan Ibu mengalami peningkatan yaitu 67 responden (100%) dalam kategori baik.
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Motivasi Menyusui Bayi Wulandari, Wulandari; Palupi, Dwi Lestari; Probowati, Rovica
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3796

Abstract

ASI eksklusif adalah asupan air susu ibu (ASI) sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan, kecuali sirup yang mengandung vitamin, mineral, suplemen atau obat-obatan. Upaya faktor pendorong ibu memberikan ASI eksklusif adalah pengetahuan yang baik tentang ASI sangat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ibu termotivasi untuk menyusui bayinya yaitu seperti faktor pengetahuan, faktor dukungan keluarga, faktor gaya hidup, faktor budaya dan faktor bekerja dalam pemberian dalam ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan motivasi menyusui bayi. Merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Deskriptif Corellational. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional teknik sampling Purposive Sampling. Pengetahuan yang baik pada ibu dapat memberikan dorongan yang besar atau tingginya motivasi menyusui pada bayi. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif dengan motivasi menyusui bayi dengan nilai p value 0,0009.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT TERHARAP SKALA NYERI DISMENORE PADA SISWISMK CITRA MEDIKA SRAGEN Indriastuti, Ayuk; witriyani, witriyani; Utomo, Endrat Kartiko; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30778

Abstract

Disminore dalam bahasa indonesia adalah nyeri menstruasi, sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dismenore dapat diatasi dengan penanganan farmakologi maupun non farmakologi. Pemberian kompres hangat merupakan salah satu tindakan mandiri dalam menangani dismenore. Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah yang dapat mengurangi rasa nyeri haid. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat terhadap tingkat nyeri dismenore pada siswi SMK Citra Medika Sragen. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode Quasy eksperiment (two group pre test-post test) dengan kelompok kontrol. Populasi ini sebanyak 180, dengan sampel sebanyak 36 dengan 18 responden pada masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol, penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Sidned Rank Test dan Uji Mann Whiyney, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar NRS. Hasil dari penelitian pada kelompok eksperiment sebelum dilakukan tindakan mememiliki rerata skala nyeri 4,56 dan sesudah dilakukan tindakan memiliki rata-rata skala nyeri 1,89 dan untuk kelompok kontrol ada perbedaan anta pretest posttest tetapi tidak signifikan dengan rata-rata nilai pretest 4,61 dan posttest 4,00. Dari Hasil uji Mann Whitney memiliki nilai p-value 0,008 (<0,05), dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rerata penurunan nilai skala nyeri antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata penurunan skala nyeri kelompok eksperimen sebesar 2,67 sedangkan kelompok kontrol 0,61. Kesimpulannya kompres hangat dapat digunakan siswi SMK Citra Medika Sragen sebagai alternatif penalaksanaan dismenore..
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TENTANG STATUS GIZI PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS NGUTER SUKOHARJO TAHUN 2024 Herdeaningsih, Aldya; Probowati, Rovica; Marni, Marni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30813

Abstract

Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  kuantitatif  dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design One Group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang aktif terdaftar melakukan kunjungan di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter, Kabupaten Sukoharjo yaitu sebanyak 174 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan Teknik Random Sampling dan menggunakan rumus slovin dengan hasil yang didapat sebanyak 121 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang status gizi. Analisis data statistik menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov karena jumlah data lebih dari 50 orang, sedangkan untuk menguji pengaruh edukasi antara variabel independen (status gizi) dengan variabel dependen (hipertensi) menggunakan Uji Wilcoxson Signed Rank. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan bermakna dari pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi gizi terhadap lensia dengan hipertensi Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi memberikan dampak positif dalam mengubah gaya hidup sehat dan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi. Adanya hubungan tentang usia yaitu lansia dengan usia > 60 dan tingkat pendidikan rendah yang mempengaruhi pengetahuan sehingga dapat terjadinya hipertensi pada lansia, tingkat pengetahuan pada responden saat setelah diberi perlakuan lebih besar nilainya, yaitu : baik sebanyak 98,3%, daripada sebelum diberikan edukasi tentang status gizi pada lansia yang memiliki hipertensi, yaitu : cukup sebanyak 76,0%. Maka, dari hasil pemberian edukasi terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 22,3%. Adanya pengaruh pengetahuan pada responden sesudah diberikan edukasi tentang status gizi yaitu responden lebih memahami apa yang harus dilakukan terhadap penyakit hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter Sukoharjo.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Savita Putri, Riska Lutfi; Wahyudi, Totok; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31015

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi berulang, dan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi balita yang terdaftar di Puskesmas Gatak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner variabel yang diteliti meliputi riwayat kehamilan ibu, asupan gizi, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,000), pola asuh ibu (p=0,000), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Sedangkan faktor pendidikan dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh, dan status ekonomi keluarga (pendapatan) merupakan faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan perbaikan pola asuh serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting.