Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGGUNAAN MOBILENET UNTUK INTELLIGENT CHARACTER RECOGNITION (ICR) PENILAIAN OTOMATIS OPERASI MATEMATIKA DASAR Winardi, Sunaryo; Gunawan; Mikael Sinaga, Frans; Rio Fa, Farrell; Sintiya, Cindy; Jikky
Jurnal TIMES Vol 12 No 2 (2023): Jurnal TIMES
Publisher : STMIK TIME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51351/jtm.12.2.2023707

Abstract

Matematika sering dikenal sebagai mata pelajaran yang sulit dan rumit, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu siswa. Pembelajaran matematika yang terkesan membosankan dan kurang variasi dapat mengurangi daya tarik bagi siswa untuk belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan purwarupa awal berbasis ponsel dengan sistem operasi Android yang dapat mengenali ekspresi matematika dalam tulisan tangan dan dapat secara otomatis memberikan nilai (grading) terhadap ekspresi matematika yang dihasilkan dengan memanfaatkan intelligent character recognition (ICR). ICR adalah teknologi pengenalan karsakter yang dapat digunakan untuk mengonversi tulisan tangan atau tulisan digital menjadi teks digital yang dapat diproses oleh komputer dan dapat memperbaiki kesalahan pengenalan secara otomatis. Sistem Android dibangun menggunakan Teachable Machine yang disediakan oleh Google untuk pembuatan model dan pendukung pembelajaran mesin TensorFlow sebagai pendeteksi tulisan tangan pada perangkat mobile. Proses pengenalan tulisan akan menggunakan MobileNet yang merupakan arsitektur jaringan saraf tiruan yang disediakan oleh flutter_tflite. Hasil deteksi kemudian akan dilakukan kalkulasi untuk menentukan penulisan arikmatika yang dideteksi benar atau salah. Dari hasil pengujian terhadap 100 tulisasn tangan siswa SD kelas 3 didapatkan hasil pengujian penilaian otomatis dengan akurasi sebesar 46%. Rendahnya hasil akurasi ini dikarenakan tulisan tangan siswa yang memiliki variasi tinggi dan tidak ada dua karakter tulisan tangan yang identik. Pada Penelitian ini ditemukan masih banyak simbol sama dengan (=) diklasifikasikan sistem sebagai tanda kurang (-) dan angka 8 yang diklasifikasi sebagai angka 3.
Rancang Bangun Platform Kolaborasi Creative Hub dan Client Berbasis Web dengan Agile dan Scrum Sugiharto, Sugiharto; Holanda, Stevanny; William, William; Fortino, Edbert; Lim, Jeksen; Gunawan, Gunawan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 12 (2024): JPTI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.488

Abstract

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produktivitas 17 juta pelaku industri kreatif dengan potensi ekonomi senilai 1.100 triliun rupiah melalui pendirian Creative Hub di berbagai wilayah. Namun, Creative Hub sebagai penggerak utama sektor ini menghadapi tantangan besar, seperti pendanaan, edukasi pasar, dan koneksi mitra. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan platform berbasis web bernama Kolab Aja, yang memfasilitasi kolaborasi digital antara Creative Hub dan client dengan dukungan controller/project manager. Platform ini dirancang menggunakan metodologi Agile dan Scrum dengan integrasi framework Laravel dan Vuetify untuk memastikan fleksibilitas dan pembaruan berdasarkan masukan pengguna. Evaluasi dilakukan melalui System Usability Scale (SUS) dengan skor 85,12 (kategori “Excellent”), dan Black Box Testing yang memastikan bahwa fungsi platform sesuai dengan spesifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolab Aja secara efektif mengatasi hambatan utama, seperti inkonsistensi proyek dan ekspektasi client, serta memperkuat peran manajerial dalam ekosistem Creative Hub. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada skala uji coba yang masih terbatas di Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan pengujian, mengeksplorasi integrasi teknologi yang lebih canggih, serta mengembangkan model bisnis berbasis membership atau komisi untuk mendukung keberlanjutan Creative Hub.
PENERAPAN LIVENESS DETECTION DENGAN METODE NONLINEAR DIFFUSION DAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Ardiansyah, Alvin Christ; Yulian, Hendric; Simon; Gunawan; Winardi, Sunaryo
METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the advancement of increasingly affordable camera technology and the ease of image capture processes, facial recognition has become the biometric authentication method most vulnerable to spoofing attacks. This vulnerability significantly undermines the data integrity and reliability of facial recognition-based attendance systems. Therefore, a liveness detection method is required to help mitigate these spoofing attacks. This study aims to enhance the reliability of existing attendance systems in the teacher and staff attendance application developed for Universitas Mikroskil. In this research, the reliability of the liveness detection system will be tested using a nonlinear diffusion algorithm and Convolutional Neural Network (CNN) against spoofing attacks, employing a confusion matrix method. Based on the conducted tests, the designed liveness detection system achieved an accuracy rate of 87.76%.
Innovarte Learning: Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas Lestari, Wulan Sri; Ulina, Mustika; Gunawan, Gunawan; Gaol, Manto Lumban
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2426

Abstract

Kesenjangan akses pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas masih menjadi tantangan serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas modul pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang selanjutnya disebut dengan InnovARte Learning untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa penyandang disabilitas. Proses analisis dilakukan melalui serangkaian tahapan, dimulai dengan analisis kebutuhan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) Bersama psikolog, yang memberikan wawasan untuk desain modul. Modul yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi AR, video pembelajaran, dan kuis berbasis permainan. Selanjutnya, implementasi modul dilakukan, disertai evaluasi melalui metode pra-eksperimen, yang melibatkan pengukuran dengan pretest, posttest, ujian, dan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mikroskil dengan melibatkan mahasiswa reguler serta mahasiswa penyandang disabilitas, termasuk Autism Spectrum Disorder, Disabilitas Intelektual, dan Kesulitan Belajar. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai posttest dibandingkan pretest, meskipun mahasiswa dengan Disabilitas Intelektual memerlukan pendekatan tambahan untuk memahami materi. Data kuesioner menunjukkan 64,87% responden merasa modul ini efektif, mudah digunakan, dan mendukung pembelajaran fleksibel, sementara 35,12% bersikap netral. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa modul InnovARte Learning merupakan inovasi yang relevan dalam mendukung pendidikan inklusif, menyediakan akses pembelajaran yang lebih mudah dan menyenangkan bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Menerapkan computational thinking dengan python pada SMA Maitreyawira Kirasan Kurniawan, Heru; Gunawan, Gunawan; Kelvin, Kelvin; Riche, Riche; Pipin, Sio Jurnalis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29070

Abstract

AbstrakComputational thinking adalah proses berpikir yang melibatkan penyelesaian masalah yang digambarkan ke dalam konsep dasar ilmu komputer. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis serta meningkatkan kemampuan problem solving siswa dalam menyelesaikan contoh-contoh kasus selama proses pelatihan dengan cara Computational thinking. Dengan penerapan Computational Thinking, siswa dapat memahami konsep dasar kerja komputer dan menyelesaikan permasalahan berdasarkan data yang ada. SMA Swasta Maitreyawira Kisaran adalah sekolah menengah atas swasta yang berlokasi di Jalan Pramuka No.19 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan terhadap 18 orang siswa dan 2 orang guru dalam menguasai keterampilan baru tentang berpikir secara komputasional serta pengetahuan baru tentang penerapan pemrograman dalam menyelesaikan permasalahan sederhana selama 2 hari pelatihan. Hasil pelatihan ini diukur menggunakan desain pretest-posttest yang dilakukan pada awal pelatihan dan juga diakhir pelatihan untuk melihat sejauh mana peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sederhana. Perbandingan antara hasil pra-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman peserta didik terhadap cara berpikir komputasional (Computational Thinking) yakni dari yang sebelumnya hanya rata-rata 42% menjadi  76%. Adapun indikator yang perlu ditingkatkan seperti pehamaman terhadap konsep abstraksi dan penyelesaian masalah dalam bentuk koding python, hal ini terlihat selama proses pelatihan dimana sejumlah siswa terlihat masih bingung dalam membuat abstraksi dari masalah yang ada dan juga bagaimana menuangkannya kedalam kode program sehingga perlu dilakukan upaya lebih lanjut untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif. Kata kunci: pelatihan; pemikiran; komputasional; python. AbstractComputational thinking is a thought process that involves problem-solving described within the basic concepts of computer science. This PKM activity aims to enhance students' critical and logical thinking skills, as well as improve their problem-solving abilities in addressing case examples during the training process through computational thinking. By applying Computational Thinking, students can understand the fundamental concepts of how computers work and solve problems based on available data. SMA Swasta Maitreyawira Kisaran is a private high school located at Jalan Pramuka No.19 Kisaran, Asahan Regency, North Sumatra. This activity was conducted using a training method involving 18 students and 2 teachers to master new skills in computational thinking and acquire new knowledge on the application of programming in solving simple problems over a 2-day training period. The outcomes of this training were measured using a pretest-posttest design, conducted at the beginning and end of the training, to determine the extent of the improvement in students' abilities to solve simple problems. The comparison between the pre-test and post-test results showed an improvement in the participants' understanding of computational thinking, which increased from an average of only 42% to 76%. However, certain indicators still need improvement, such as understanding the concept of abstraction and solving problems in the form of Python coding. This was evident during the training process, where some students still appeared confused about creating abstractions of existing problems and how to translate them into program code. Therefore, further efforts are needed to achieve a more comprehensive understanding. Keywords: training; thinking; computational; python.
Analisis Sentimen untuk Ulasan Produk E-Commerce Shopee Menggunakan BERT Sikana, Nadya; Winardi, Sunaryo; -, Gunawan; Situmorang, Gilbert Fernando; Lubis, Rivaldi
Jurnal Sifo Mikroskil Vol. 26 No. 2 (2025): JSM VOLUME 26 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55601/jsm.v26i2.1796

Abstract

Analisis sentimen sangat penting untuk memahami opini konsumen dan menyempurnakan strategi e-commerce. Analisis ini menghadapi tantangan seperti bahasa informal, ambiguitas semantik, dan inkonsistensi antara sentimen tekstual dan peringkat bintang, yang memengaruhi akurasi klasifikasi. Penelitian ini menerapkan model BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformersi) untuk mengklasifikasikan sentimen dalam ulasan pengguna Shopee. Data dikumpulkan dari penelitian sebelumnya dan menjalani praproses, termasuk tokenisasi, penghapusan stopword, dan normalisasi teks. Pendekatan analisis sentimen berbasis leksikon digunakan sebagai dasar perbandingan. Model BERT disempurnakan menggunakan optimasi hiperparameter, mencapai akurasi 83,08%, presisi 82,91%, recall 83,08%, dan F1-score 82,87%. Dibandingkan dengan studi sebelumnya yang menggunakan Naïve Bayes dengan N-Gram dan Information Gain, yang mencapai akurasi 92% tetapi presisi lebih rendah (56%), recall (65%), dan F1-score (60%), BERT mengungguli dengan metrik evaluasi yang lebih seimbang dan keandalan prediktif yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan kemampuan BERT untuk menangkap konteks semantik dua arah, melampaui metode tradisional dalam menangani tugas analisis sentimen yang kompleks.
Peningkatan Penjualan Usaha Ekonomi Kreatif Akrilik Melalui Website Gunawan, Gunawan; Winardi, Sunaryo; Sinaga, Frans Mikael; Purba, Rizki Azzura Saifani; Tanidi, Davin; Filbert, Filbert
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.18438

Abstract

Usaha kerajinan akrilik “Sekuntoem”, yang dipimpin oleh Saudari Santi di Medan, didirikan pada tahun 2021 dan dijalankan oleh satu orang. Meskipun rata-rata melayani 20 transaksi per bulan, Sekuntoem menghadapi tantangan persaingan yang mengharuskannya untuk meningkatkan brand awareness. Solusi yang disediakan adalah pengembangan website yang akan menawarkan fitur custom design bagi pelanggan. Fitur unik ini memungkinkan pelanggan untuk mendesain produk akrilik mereka sendiri. Dengan pendekatan rekayasa perangkat lunak dan paradigma prototyping, aktivitas yang terlibat meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan wireframe, pembangunan prototipe, pengujian, dan implementasi, juga memberikan pelatihan kepada admin untuk menggunakan modul-modul website. Pemeliharaan website akan terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pengembangan di masa depan.
Pelatihan Pemanfaatan Mentimeter untuk Mendukung Pembelajaran Aktif pada Guru SMK Methodist Tanjung Morawa Manurung, Juliana Damayanti; Gunawan; Simamora, Fandi Presly; Hita; Ivan Dika Lesmana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17324

Abstract

Transformasi pembelajaran menuju pembelajaran aktif menjadi tuntutan penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif oleh guru sekolah menengah kejuruan masih relatif terbatas, sehingga partisipasi siswa dalam pembelajaran belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMK Methodist Tanjung Morawa dalam menerapkan pembelajaran aktif melalui integrasi platform Mentimeter. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik dengan pendekatan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Komputer Universitas Mikroskil dan melibatkan sembilan orang guru dari berbagai mata pelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pembelajaran aktif dan pemanfaatan Mentimeter. Selain itu, hasil observasi dan umpan balik peserta menunjukkan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, serta kesiapan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran interaktif di kelas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam jangka pendek berupa peningkatan literasi digital dan pedagogik guru, serta berpotensi mendukung perubahan praktik pembelajaran yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa di lingkungan sekolah mitra.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN PRESENSI PADA SMA PANGLIMA POLEM RANTAUPRAPAT Andri Andri; Caroline Caroline; Gunawan Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38533

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan sebuah sekolah menengah atas swasta yang mengalami kendala operasional setelah proses upgrade server menyebabkan sistem presensi lama tidak lagi kompatibel. Kondisi ini memaksa sekolah kembali menggunakan metode presensi manual yang meningkatkan beban administrasi dan risiko kesalahan data. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kembali sistem presensi yang kompatibel dengan infrastruktur server terbaru. Mitra kegiatan melibatkan lima orang pengguna utama, yaitu kepala laboratorium, guru, dan staf administrasi yang berperan dalam pengelolaan presensi. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pengujian, implementasi, pelatihan pengguna, serta evaluasi pascaimplementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem presensi yang dikembangkan mampu berjalan stabil dan menghasilkan data yang lebih akurat. Berdasarkan survei kepuasan pengguna menggunakan metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), diperoleh skor rata-rata 3,8 dari skala 4,0 dengan kategori Sangat Baik. Sistem ini membantu mengurangi beban administrasi dan mempercepat rekapitulasi kehadiran.Abstract: This community service activity was carried out in collaboration with a private senior high school that experienced operational issues after a server upgrade caused the existing attendance system to become incompatible. This situation forced the school to revert to manual attendance recording, which increased administrative workload and the risk of data errors. The activity aimed to redevelop an attendance system compatible with the updated server infrastructure. The partner participants involved five primary users, including the laboratory head, teachers, and administrative staff responsible for managing attendance records. The implementation methods included needs analysis, system design, development, testing, implementation, user training, and post-implementation evaluation. The results indicate that the developed attendance system operates stably and produces more accurate data. Based on a user satisfaction survey using the End-User Computing Satisfaction (EUCS) method, an average score of 3.8 out of 4.0 was obtained, categorized as Very Good. The system helps reduce administrative workload and accelerates the attendance recapitulation process.
Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Akademik pada Sekolah Wiyata Dharma Sunario Megawan; Gunawan Gunawan; Sunaryo Winardi; Victoria Beatrice; Reza Hermawan; Lukman Hakim
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1295

Abstract

Pengelolaan administrasi akademik sekolah yang masih dilakukan secara konvensional dapat menimbulkan kendala dalam pencatatan data, pengolahan informasi, dan penyampaian informasi akademik kepada siswa maupun orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi administrasi akademik di Sekolah Wiyata Dharma melalui pengembangan sistem informasi administrasi akademik berbasis web dan mobile. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan sistem, simulasi implementasi, evaluasi kepuasan mitra, dan penyusunan manual book. Luaran kegiatan terdiri dari web dashboard untuk operator sekolah, guru, dan wali kelas, aplikasi mobile untuk siswa dan orang tua, serta manual book sebagai panduan penggunaan sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa alur utama sistem dapat digunakan sesuai peran pengguna, terutama dalam pengelolaan data akademik, presensi, nilai, dan akses informasi akademik. Evaluasi kepuasan mitra memperoleh skor 19 dari 25 atau 76%, tanpa adanya respons negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung administrasi akademik sekolah yang lebih tertata, mudah diakses, dan terdokumentasi.