Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Kartu Huruf Terhadap Kempuan Literasi Awal Anak Usia 5-6 Tahun di Kelompok B Vindy Fatika; Amrullah Amrullah; Sita Awalunisah; Andi Agusniatih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan literasi awal anak usia 5–6 tahun, penelitian ini tentang Efektivitas Kartu Huruf Terhadap Kemampuan Literasi Awal Anak Usia 5-6 Tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen. Dengan melibatkan 15 orang anak yang terdiri 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan, terdaftar pada tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui (1) lembar observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Berdasarkan hasil rekapitulasi perkembangan bahasa anak sebelum diberikan perlakuan penggunaan media kartu huruf terhadap kemampuan literasi awal anak, ada 0% dalam kategori berkembang sangat baik, ada 17,7% dalam kategori berkembang sesuai harapan, ada 31,1%, dalam kategori mulai berkembang, ada 51,1% dalam kategori belum berkembang. Sesudah diberikan perlakuan ada 31,1% dalam kategori berkembang sangat baik, ada 51,1% dalam kategori berkembang sesuai harapan, ada 11.1% dalam kategori mulai berkembang, ada 6,67% dalam kategori belum berkembang. Selanjutnya Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase uji t (paired sampel t-tes).berdasarkan hasil data perhitungan uji t, diperoleh nilai thitung  > ttabel (9,644 > 1,753) maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian terdapat efektifitas media kartu huruf terhadap kemampuan literasi awal anak usia 5 -6 tahun.
Pengaruh Finger painting terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Lian Safitri; Durrotunnisa Durrotunnisa; Amrullah Amrullah; Andi Agusniatih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1509

Abstract

Penelitian ini akan meneliti kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang seperti yang diharapkan, seperti yang ditunjukkan oleh observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kegiatan finger paiting terhadap peningkatan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif yang menggabungkan penelitian eksperimen. Penelitian ini melibatkan 14 anak, yang terdiri dari 9 laki-laki dan 5 perempuan. Metodologi pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Nilai t hitung adalah -13,128 tabel uji-t table, yang menandakan hasil negatif karena aktivitas rata-rata sebelum perlakuan lebih rendah daripada aktivitas sesudah perlakuan. Oleh karena itu, karena hasil negatif menghasilkan hasil positif, nilai t yang dihitung sebesar 13,128 > nilai t-tabel sebesar 1,73046, yang mengakibatkan penolakan H0 dan penerimaan H1. Tabel perbandingan menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,001 < 0,05. Uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa kegiatan finger painting secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK Negeri 4 Siniu.
Pengaruh Permainan Tradisional Bakiak terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Amrullah Amrullah; Sita Awalunisah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1528

Abstract

Motorik kasar bagi anak usia dini sangat penting untuk distimulasi karena sangat mendukung kehidupan anak dimasa depannya. Perkembangan kemampuan motorik kasar anak yaitu gerakan yang memanfaatkan otot-otot besar yang dimiliki oleh anak untuk aktifitasnya, salah satu permainan untuk memngembangkan otot-otot besar anak yaitu dengan menggunakan permainan bakiak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh permainan bakiak terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan menerapkan pendekatan one-grup-pretest-posttest design. Sampel penelitiannya sejumlah 14 anak. Data terkumpul melalui teknik observasi beserta dokumentasi. Berdasarkan hasil obervasi awal dan observasi akhir ditemukan adanya peningkatan yang signifikan pada motorik kasar anak dengan aspek kekuatan, keseimbangan dan kelincahan anak usia dini. Artinya permainan tradisional bakiak berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak. Kesimpulannya, permainan tradisional bakiak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak. Kebaruan penelitian ini yaitu dari pembuatan alat permainan bakiak dari papan dan karet ban bekas  yang peneliti sendiri yang membuatnya dengan menyesuaikan ukuran dan berapa orang yang bisa bermain dalam satu waktu.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Kolase Rosma Usman; Besse Nirmala; Amrullah Amrullah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1684

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak menjadi latar belakang penelitian ini. Hal tersebut disebabkan kurangnya stimulasi yang tepat dalam pembelajaran, sehingga anak kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi otot kecil, seperti menulis dan mengancing baju. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kegiatan kolase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TK AS NUR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing satu pertemuan, dengan subjek sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, aktivitas guru masih tergolong cukup dan sebagian besar anak berada pada kategori “Cukup” hingga “Kurang”, dengan sedikit yang mencapai ketuntasan. Setelah perbaikan pada siklus II, seperti penggunaan media kolase lebih bervariasi dan keterlibatan aktif guru, terjadi peningkatan signifikan. Beberapa anak mencapai kategori “Sangat Baik” dan tidak ada lagi yang berada dalam kategori “Kurang”. Anak mulai mampu melakukan kolase dengan lebih percaya diri, tepat, dan terarah. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan kolase efektif menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kolase Bahan Alam Nurasia Nurasia; Amrullah Amrullah; Armina Muchtar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B TK Singgani Lero Tatari, Kecamatan Sindue, melalui kegiatan kolase berbahan alam. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak, yakni 13 anak perempuan dan 7 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024. Seluruh anak dijadikan subjek karena motorik halus mereka belum berkembang secara optimal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh rata-rata skor 2,67 (kategori Baik), namun masih ada dua aspek yang perlu diperbaiki, yaitu dalam membimbing anak dan menutup pembelajaran. Dari sisi siswa, kemampuan motorik halus menunjukkan bahwa 30% anak berada pada kategori Sangat Baik, 35% Baik, dan 35% Cukup. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai skor maksimal 4,00 (kategori Sangat Baik) di semua aspek. Sementara itu, kemampuan anak meningkat menjadi 30% kategori Sangat Baik, 55% Baik, dan hanya 15% Cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase berbahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Pelatihan Pembuatan Buku Cerita Menggunakan Artificial Intelligence Bagi Guru PAUD Nurhayati Nurhayati; Amrullah Amrullah; Armina M; Hamzia Marie; Zakiyyatul Imamah
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5685

Abstract

A teacher's essential competency is the ability to teach skillfully. In this day and age, many media can be utilized to make the learning process engaging and less monotonous, including leveraging technological developments. Many early childhood education (PAUD) teachers still have limited understanding of technology, including the use of Artificial Intelligence (AI), specifically in storybook creation. This community service program aims to improve the competence of PAUD teachers in creating storybooks using AI. By being able to create their own storybooks, teachers are no longer entirely dependent on books available on the market. They can adapt stories to suit students' needs and develop more personalized and innovative learning resources. Therefore, PAUD teachers in Palu City must be trained in creating storybooks using AI. The method used to address the problems experienced by partners is a training method using experiential learning techniques. The learning method consists of a pretest-posttest design with 15 participants. The results of the community service were analyzed using a descriptive quantitative approach. The results of the community service program found a significant increase in AI conceptual knowledge by 69.2%, technical skills by 93.2%, and perception and application by 68.6%. This activity successfully improved teachers' competence in using artificial intelligence to create learning media.