Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS ANGGOTA KELOMPOK PETANI PRODUSEN GARAM BAHARI MEUGAHNA Baihaqi Baihaqi; Syifa Saputra; Aidil Amar; Afkar Afkar; Faizin Faizin; Fina Meilinar
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i2.2413

Abstract

The main focus of implementing this community service activity is to increase the human resource capacity of Salt Farmers in Bluka Teubai Village which aimed to provide knowledge and skills in the form of training in business management, marketing, packaging and improving product quality. After the activities were carried out, it is hoped that the salt farmer group will be able to develop their business more effectively and efficiently, increase productivity and business competitiveness, and improve the economic welfare of the group and the surrounding community. Based on the results of the PKM activities that have been implemented, it can be seen that there has been an increase in the capacity and skills of the Meugahna Marine Salt Farmers Group's human resources in various aspects related to marine salt farming, such as business management, marketing and improving product quality. Apart from that, developing entrepreneurship in the salt farming sector can also help increase income, thereby encouraging local economic development and the welfare of the surrounding community.
Analisis Warna, TSS dan Kekerasan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tingkat Kematangan Berbeda Baihaqi Baihaqi; Dyah Fridayati
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kematangan terhadap karakteristik kualitas tomat, meliputi warna, kekerasan, dan kandungan total padatan terlarut (TPT). Penelitian dilakukan pada tiga tingkat kematangan tomat: matang hijau (M1), matang oranye (M2), dan matang merah (M3). Parameter yang diamati mencakup kekerasan, warna (koordinat L*, a*, b*), dan TPT (°Brix). Analisis data dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dan parameter warna (L*, a*), namun tidak memengaruhi nilai TPT dan parameter warna b*. Kekerasan tomat menurun seiring peningkatan kematangan, dengan M1 memiliki kekerasan tertinggi (2,80±0,21 kgf) dibandingkan M2 (1,92±0,20 kgf) dan M3 (1,81±0,08 kgf). Nilai L* menurun dari M1 (53,10±1,32) ke M3 (43,29±1,29), sedangkan nilai a* meningkat dari M1 (-9,87±0,66) ke M3 (20,36±6,13), mencerminkan pergeseran warna dari hijau ke merah. TPT tertinggi ditemukan pada M3 (4,73±0,32 °Brix), namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Penurunan kekerasan dan perubahan warna disebabkan oleh degradasi klorofil, sintesis pigmen likopen, dan aktivitas enzim seperti pektin esterase. Hasil ini mengindikasikan bahwa tingkat kematangan memengaruhi kualitas fisik dan penampilan tomat, dengan implikasi pada pemilihan tahap panen untuk kebutuhan pasar dan penyimpanan
Pemanfaatan Big Data Analytics dalam Proses Manajemen Teknologi untuk Prediksi Permintaan Pasar Asrul Asrul; Windayani Windayani; Ade Putra; Harmiaty Bahar; Baihaqi Baihaqi; Abdi Juryan Ladianto; Hera Pebrianti; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14516

Abstract

Pemanfaatan teknologi Big Data Analytics (BDA) telah menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, khususnya dalam memprediksi permintaan pasar yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BDA dalam proses manajemen teknologi untuk meningkatkan akurasi prediksi permintaan pasar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari perusahaan yang telah menerapkan BDA dalam operasionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BDA tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi tetapi juga membantu organisasi mengidentifikasi pola perilaku konsumen, tren pasar, dan peluang bisnis baru secara lebih efisien. Selain itu, penerapan BDA mendukung pengelolaan teknologi yang lebih adaptif melalui integrasi data real-time dengan sistem manajemen operasional perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat literatur terkait manajemen teknologi berbasis data, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi untuk perusahaan dalam mengoptimalkan implementasi BDA untuk pengambilan keputusan strategis. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi BDA merupakan langkah krusial dalam menciptakan keunggulan kompetitif, terutama di era disrupsi digital saat ini.
Bioteknologi Pangan Berbasis Mikroorganisme Rekayasa Genetika: Tren dan Tantangan Global Nurchalisah Rustan M; Sri Wahyuni; Baihaqi Baihaqi; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih; Febryansyah Febryansyah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14532

Abstract

Bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik telah menjadi inovasi kunci dalam meningkatkan efisiensi fermentasi, memperkaya kandungan nutrisi, meningkatkan kualitas pangan fungsional, serta memproduksi protein pangan alternatif. Proses fermentasi yang lebih efisien dapat dicapai dengan memodifikasi mikroorganisme agar memiliki kemampuan metabolisme yang lebih optimal, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai penelitian pada Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum yang meningkatkan produksi bioetanol dan asam laktat. Namun, meskipun banyak manfaatnya, penerapan teknologi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti risiko lingkungan akibat kontaminasi silang, potensi toksisitas atau reaksi alergi pada konsumen, dan biaya tinggi dalam produksi skala besar. Selain itu, perbedaan regulasi antarnegara juga memperlambat penerimaan produk berbasis rekayasa genetik di pasar global. Meskipun demikian, prospek masa depan bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik sangat cerah, dengan peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi pemborosan makanan, dan meningkatkan keberlanjutan. Dengan kemajuan teknologi seperti CRISPR-Cas9, optimasi jalur metabolisme mikroorganisme dapat dilakukan lebih presisi, menjadikan inovasi ini sebagai solusi strategis dalam pengembangan pangan fungsional dan berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, diperlukan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan murah serta regulasi internasional yang lebih komprehensif untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan teknologi ini. Dengan pendekatan yang tepat, bioteknologi pangan dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan sistem pangan global yang lebih aman, bergizi, dan ramah lingkungan di masa depan.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LASOLO Davik Davik; Baihaqi Baihaqi; La Baco Sudia; Kahirun Kahirun; Muhammad Rahmad Ramadhan
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14558

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari unsur fisik, biologi, dan sosial yang saling berinteraksi dalam siklus hidrologi. Tutupan lahan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi DAS dengan mempengaruhi infiltrasi air, limpasan permukaan, serta risiko erosi dan sedimentasi. Perubahan tutupan lahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat yang efektif dalam memantau dan mengevaluasi perubahan penutupan lahan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penutupan lahan di DAS Lasolo menggunakan pendekatan SIG dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) pada citra Landsat tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat klasifikasi utama tutupan lahan, yaitu hutan (572,81 ha), pertanian lahan kering (103,46 ha), pemukiman (84,70 ha), dan lahan terbuka (3,06 ha). Analisis akurasi menggunakan uji Kappa menunjukkan tingkat keandalan klasifikasi yang tinggi dengan nilai 87,38%, yang mengindikasikan tingkat kesesuaian yang sangat baik antara hasil klasifikasi dan kondisi lapangan. Selain itu, hasil analisis Persentase Penutupan Vegetasi (PPV) menunjukkan nilai 88,5%, yang dikategorikan sangat baik yang mencerminkan bahwa DAS Lasolo masih memiliki tingkat vegetasi yang tinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa meskipun tutupan lahan yang sangat baik dalam wilayah DAS, faktanya daerah pemukiman bagian hilir selalu mengalami banjir. Oleh karena itu masih perlu dilakukan kajian variabel lainya di DAS Lasolo.
Analisis Tren Konsumsi Ikan di Kalangan Generasi Z dan Milenial sebagai Dasar Pengembangan Program Edukasi Pangan Sehat Venny Agustin; Willy Wijayanti; Ilham Wahyu Pamungkas; Abraham Horisanto; Andi Dahlan; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14925

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein utama yang memiliki kontribusi besar sebagai sumber pangan bagi masyarakat indonesia. Hal ini dikarenakan harga yang murah serta memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Meskipun ikan memliki banyak manfaat akan tetapi berbanding terbalik dengan minat konsumsi ikan oleh masyarakat terutama Generasi Z dan Milenial yang masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat minat konsumsi ikan pada kedua generasi tersebut sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi pangan sehat yang tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner terhadap 104 responden dari Generasi Z dan Milenial. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 78,8 % responden dari Generasi Z dan Milenial menyukai ikan dengan frekuensi konsumsi aktual masih rendah, yaitu sebesar 52,9% responden yang mengkonsumsi ikan 1–2 kali per minggu. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menyukai ikan didominasi Generasi Z dengan mayoritas oleh perempuan yang berstatus sebagai pekerja. Faktor penghambat utama konsumsi ikan meliputi aroma amis, kepraktisan pengolahan, dan keterbatasan informasi gizi. Di sisi lain, mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap nilai gizi ikan dan menunjukkan minat tinggi terhadap produk olahan ikan. Media sosial seperti Instagram dan TikTok memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi makanan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, strategi edukasi yang interaktif, berbasis visual, dan sesuai dengan gaya hidup digital dinilai efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan minat konsumsi ikan.
Review Artikel : Mikroba, Tanaman dan Teknologi sebagai Integrasi Bioteknologi Mikrobial dalam Pertanian Modern Sri Wahyuni Basoka; Eko Aprianto Johan; Nurchalisah Rustan M; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.15137

Abstract

Pertanian modern menghadapi tantangan serius seperti penurunan kesuburan tanah, ketergantungan pada bahan kimia sintetis, dan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas dan ketahanan pangan. Dalam upaya mencari solusi berkelanjutan, bioteknologi mikrobial muncul sebagai pendekatan potensial melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat dalam sistem pertanian. Mikroba seperti bakteri penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan fungi mikoriza berperan dalam meningkatkan efisiensi pemupukan, pertumbuhan tanaman, dan kesuburan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kimia dan mikroba tertentu dapat mengurangi kebutuhan input sintetis tanpa menurunkan hasil panen. Selain itu, mikroorganisme seperti Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) berkontribusi pada ketersediaan hara dan kesehatan tanaman. Kemajuan bioteknologi juga mempermudah proses inokulasi serta identifikasi mikroorganisme unggul yang efektif sebagai pupuk hayati. Dengan pendekatan ini, pertanian berpotensi bergerak menuju sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Analisis dan Perancangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Metode Klasifikasi – Decision Tree Efri Yulistika; Muhammad Rahmad Ramadhan; Desta Ria Erika; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15414

Abstract

Klasifikasi kualitas hasil pengolahan limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses pemantauan pengolahan limbah cair tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen dan pemodelan sistem guna membantu pengambilan keputusan akhir dari limbah cair tahu yang telah diolah dengan pendekatan Model Base System Engineering (MBSE) serta mengembangkan desain sistem klasifikasi untuk standar kualitas akhir limbah industri tahu menggunakan algoritma Decision Tree–ID3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah cair yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu pre-treatment, proses anaerobik, proses aerobik, dan proses kontrol (biotope pond). Pada proses kontrol di kolam biotop akan dipasang sensor untuk mengukur atribut BOD, COD, TSS, dan pH. Data sensor ini akan digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan standar kualitas limbah industri, guna menentukan apakah hasil pengolahan limbah sudah "layak" untuk dibuang ke lingkungan atau "tidak layak" sehingga perlu diproses ulang di kolam anaerobik. Berdasarkan pemodelan dengan metode klasifikasi Decision Tree-ID3, atribut yang paling berpengaruh adalah COD dengan nilai (<301), diikuti oleh BOD dengan nilai (<150), kemudian decision pH dengan nilai (≥5,5), dan TSS dengan nilai (<100). Nilai variabel penting masing-masing adalah atribut COD sebesar 27,11, atribut BOD sebesar 19,17, atribut pH sebesar 16,12, dan atribut TSS sebesar 9,32. Hasil perhitungan dalam penelitian ini menunjukkan nilai akurasi sebesar 90%, presisi 87%, sensitivitas/recall 100%, dan spesifisitas 67%, dengan predikat klasifikasi yang sangat baik.
Eksplorasi Potensi Cascara (Cascara) terhadap Kesehatan: Kajian Pustaka Willy Wijayanti; Dian Rosalina; Andi Dahlan; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15679

Abstract

Cascara, kulit ceri kopi kering, telah menarik minat sebagai makanan fungsional potensial karena konsentrasi senyawa bioaktifnya yang kaya dan manfaat kesehatan yang terkait. Cascara mengandung kadar asam klorogenat, flavonoid, kafein, dan berbagai senyawa fenolik yang signifikan, yang telah dikaitkan dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan pengatur metabolisme. Selain itu, cascara mengandung serat larut yang meningkatkan kesehatan usus dengan meningkatkan pencernaan dan bertindak sebagai prebiotik, yang mendorong mikrobioma usus yang seimbang. Penelitian-penelitian mengenai pemanfaatan cascara, khususnya dalam pembuatan minuman seperti kombucha cascara, menyoroti keserbagunaannya sebagai bahan makanan fungsional. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan hayati senyawa-senyawa bermanfaatnya, tetapi juga menciptakan profil rasa yang unik, menarik bagi konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, aspek keberlanjutan dalam memanfaatkan cascara, produk sampingan dari pengolahan kopi, berkontribusi pada pengurangan limbah dalam industri kopi sekaligus memberikan nilai gizi. Meningkatnya minat pada produk alami dan peningkat kesehatan membuka jalan baru bagi cascara, menekankan potensi perannya dalam strategi kesehatan preventif. Dengan demikian, cascara merupakan tambahan yang berharga bagi praktik diet, menawarkan manfaat lingkungan dan sifat-sifat yang signifikan untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, cascara muncul sebagai kandidat yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penelitian klinis dan nutrisi, yang memerlukan minat lebih besar untuk aplikasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,
Peningkatan Pemahaman UMKM Melalui Sertifikasi Halal Produk Perikanan di Kabupaten Muara Enim Willy Wijayanti; Ali Mas'ud Dwi Cahyo; Eka Rizki Meiwinda; Andi Dahlan; Periansya Periansya; Baihaqi Baihaqi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.862

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk perikanan mengenai pentingnya sertifikasi halal, prosedur pengajuannya, serta manfaatnya dalam meningkatkan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, melalui metode sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan edukasi menggunakan media presentasi serta leaflet. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi halal pada pelaku UMKM yang sebelumnya menganggap produk perikanan secara otomatis halal. Peserta memahami bahwa kehalalan produk dipengaruhi oleh bahan tambahan, proses produksi, sanitasi, penyimpanan, dan dokumentasi pendukung. Selain itu, kegiatan berhasil mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi UMKM dalam pengajuan sertifikasi halal, seperti keterbatasan dokumen legal usaha, pencatatan bahan baku, serta pemanfaatan sistem digital SIHALAL. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapan UMKM menuju sertifikasi halal.