Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Prinsip Sustainability (Keberlanjutan) untuk Memperkuat Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Pedah, Febryano Handayani; Putra A, I Nengah; Deksino, George Royke; Simanjuntak, Junita Dewi Sari; Fikri, Muhammad Khalil; Wentuk, Gito Firman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5125

Abstract

Penelitian ini menggali hubungan antara keberlanjutan dan kemandirian dalam industri pertahanan nasional, dengan fokus pada pemahaman implementasi prinsip keberlanjutan yang dapat memperkuat sektor industri pertahanan. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, penelitian ini menyoroti sejumlah tantangan yang sedang dihadapi, seperti biaya yang cenderung tinggi dan minimnya dukungan kebijakan, sementara pada saat yang sama juga menyoroti manfaat yang dapat diraih, termasuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri dan meningkatkan nilai sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan prinsip keberlanjutan di sektor pertahanan tidak hanya dapat meningkatkan kinerja dan kreativitas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi secara keseluruhan serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, juga menciptakan nilai sosial yang lebih besar. Penelitian ini menyarankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menciptakan kebijakan yang mendukung penerapan keberlanjutan. Ini akan membantu industri pertahanan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di masa depan yang memungkinkan negara untuk merespons ancaman dengan lebih cepat dan efektif, mengingat mereka tidak perlu menunggu pengiriman dari luar negeri.
Implementasi Prinsip Sustainability (Keberlanjutan) untuk Memperkuat Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Pedah, Febryano Handayani; Putra A, I Nengah; Deksino, George Royke; Simanjuntak, Junita Dewi Sari; Fikri, Muhammad Khalil; Wentuk, Gito Firman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5125

Abstract

Penelitian ini menggali hubungan antara keberlanjutan dan kemandirian dalam industri pertahanan nasional, dengan fokus pada pemahaman implementasi prinsip keberlanjutan yang dapat memperkuat sektor industri pertahanan. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, penelitian ini menyoroti sejumlah tantangan yang sedang dihadapi, seperti biaya yang cenderung tinggi dan minimnya dukungan kebijakan, sementara pada saat yang sama juga menyoroti manfaat yang dapat diraih, termasuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri dan meningkatkan nilai sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan prinsip keberlanjutan di sektor pertahanan tidak hanya dapat meningkatkan kinerja dan kreativitas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi secara keseluruhan serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, juga menciptakan nilai sosial yang lebih besar. Penelitian ini menyarankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menciptakan kebijakan yang mendukung penerapan keberlanjutan. Ini akan membantu industri pertahanan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di masa depan yang memungkinkan negara untuk merespons ancaman dengan lebih cepat dan efektif, mengingat mereka tidak perlu menunggu pengiriman dari luar negeri.
Implementasi Pilar Teknologi Industri 4.0 Pada Sistem Pertahanan Guna Menjaga Kedaulatan Nasional Khairi, Agus Juniawan; Apriyanto, I Nengah Putra; Deksino, George Royke
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.622-627

Abstract

Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana digitalisasi dan konektivitas menjadi ciri utamanya. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 275 juta jiwa, penggunaan teknologi informasi dan kumunikasi sudah tidak terelakkan. Pada Januari 2023, sebanyak 212,9 juta penduduk Indonesia telah menggunakan koneksi internet dengan pemakaian rata-rata perharinya selama 7 jam 42 menit. Teknologi digitalisasi dan konektivitas adalah sesuatu yang saling berakait. Teknologi ini, dapat memberikan nilai tambah dari aspek ekonomi, sosial dan bernegara, tetapi memiliki dampak negatif jika tidak diperrgunakan dengan bijaksana. Penerapan Industri 4.0 didukung dengan 9 pilar teknologi yang meliputi: Internet of Things (IoT); Big Data; Argumented Reality dan Virtual Reality; Cyber Security; Artifical Intelegence; Addictive Technology; Simulation; System Integeration; danCloud Computing. Untuk itu dilakukan studi literatur optimalisasi revolusi industri 4.0 dalam persepsi ilmu pertahanan dari aspek pilar teknologinya. Dengan kebijakan program implementasi percepatan industri 4.0 akan mendorong pilar teknologi industri 4.0 untuk pengembangan sistem pertahanan negara yang akan berdampak pada penambahan nilai ekonomi, kemandirian industri pertahanan yang berdaya sain global, mewujudkan kesejahteraan sosial, kemajuan budaya, hingga memunculkan dampak deterrence effect guna menjaga kedaulatan nasional.
Studi Efektivitas Karakteristik Serat Alami Kenaf (Hibiscus Cannabinus) sebagai Pengganti Serat Sintesis Kevlar untuk Bahan Komposit Anti Peluru: Jurnal Review Yuniarti Nur Azizah; Jupriyanto; I. B Putra Jandhana; George Royke Deksino
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i1.2030

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi serat kenaf dalam meningkatkan perlindungan balistik dengan mengeksplorasi peningkatan sifat mekanik serat serta sekaligus mengatasi masalah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor seperti serat Kevlar. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur, dengan fokus pada sumber-sumber yang kredibel seperti buku, jurnal ilmiah, dan sumber internet yang memiliki keterkaitan langsung dengan topik penelitian untuk dasar menganalisis sifat mekanik dan balistik dari serat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat kenaf menawarkan kekuatan mekanik dan balistik yang cukup menarik yang dilihat dari stabilitas termal yang menjanjikan, meskipun memiliki daya serap air yang lebih tinggi daripada Kevlar. Berbagai teknik peningkatan, termasuk perlakuan kimia dan hibridisasi dengan serat lain, dibahas untuk mengoptimalkan sifat mekanik dan balistik komposit berbasis kenaf. Ulasan ini menggarisbawahi potensi serat kenaf sebagai alternatif yang layak dalam aplikasi balistik, mendorong keberlanjutan dan efektivitas biaya serta dampak lingkungan dalam pengembangan bahan pertahanan.
Eksplorasi Penggunaan Bahan Material Komposit dari Serat Alam pada Drone: Jurnal Review Nadya Ophelia; I.B Putra Jandhana; Jupriyanto; George Royke Deksino
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i1.2033

Abstract

Teknologi drone dalam operasi militer biasanya menggunakan bahan logam atau plastik yang memiliki keterbatasan: logam kuat dan kaku tetapi berat dan mahal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakteristik dari serat alam sebagai material komposit pada drone dan menemukan potensi pemanfaatannya sebagai bahan material komposit untuk drone, karena serat alam mudah terurai dan banyak ditemukan, seperti serat pelepah pisang, sabut kelapa, tebu, buah lontar, dan serat rami. Serat-serat ini memiliki karakter mekanis menarik, seperti kekuatan tarik tinggi, kekakuan tinggi, dan kepadatan rendah, yang dapat membuat drone lebih ringan, kuat, dan tahan lama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Serat rami dianggap paling cocok sebagai dasar kombinasi untuk drone karena kekuatan tarik tinggi, ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diproses.
Analisis Kinerja Keuangan Pada Industri Pertahanan Setelah Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Purbaningrat, Bagaskara Wahyu; Deksino, George Royke; Sudiarso, Aries
Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 5 No 3 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/ekuitas.v5i3.4716

Abstract

Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2012 on Defense Industry, Article 51 paragraphs 1 and 2, states that the government can inject capital as an investment for the development and increase in production capacity of the Defense Industry owned by the state. One of the state-owned Defense Industry entities is PT PINDAD. State Capital Participation (PMN) is a government investment in State-Owned Enterprises (BUMN) or Limited Liability Companies (PT) with the aim of increasing business capacity and capital structure. Although ideally the financial performance of BUMN improves after receiving PMN, in reality, some BUMN still incur losses. This research is conducted to examine the impact of PMN on the Defense Industry, especially PT PINDAD. This quantitative study uses numerical data from 2014-2019 with horizontal analysis to compare the financial ratios of PT PINDAD during that period. The results showed an improvement in the company's financial condition after receiving PMN, this can be seen from the increase in graphs and trends after 2015 and a significant increase in 2017 because in 2017, PT PINDAD received cash in the amount of Rp. 1,009,025,941,823, but in 2015 there was a decrease in several ratios, due to the disbursement of PMN at the end of the year which requires an appropriate allocation policy.
Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Food Estate Sebagai Faktor Pendukung Penyediaan Logistik Wilayah Untuk Pertahanan Negara Salsabilla, Selfira; Deksino, George Royke; Tungga Dewi, Dyah Tribuwana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3021

Abstract

AbstrakSumber Daya Alam dan Buatan merupakan bagian dari Sumber Daya Nasional yang ditransformasikan menjadi logistik wilayah dan cadangan materiil strategis untuk disiapkan menjadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara yang secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama maupun Komponen Cadangan dalam menghadapi ancaman militer yang harus disiapkan secara dini dalam rangka Pembangunan Sistem Pertahanan Negara, khususnya pertahanan militer. Sungai dan sarana pengairan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung penyediaan logistik wilayah khususnya bidang pertanian berupa food estate untuk pemenuhan pangan. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana sumber data yang digunakan adalah jurnal, artikel, buku dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Pertanian, Food Estate, Logistik Wilayah AbstractNatural and Artificial Resources are part of National Resources which are transformed into regional logistics and strategic material reserves to be prepared as National Defense Supporting Components which can directly or indirectly be used to increase the strength and capabilities of Main Components and Reserve Components in the face of military threats that must be prepared early in the framework of the Development of the National Defense System, especially military defense. Rivers and irrigation facilities are one of the important elements in supporting the provision of regional logistics, especially in the agricultural sector in the form of food estates for food fulfillment. This paper is a qualitative research using a literature study approach where the data sources used are journals, articles, books and other relevant sources.Keywords: Agriculture, Food Estate, Regional Logistics
Memupuk Nasionalisme Dalam Industri Pertahanan Manan, Manan; Gunadi, Gathut Imam; Deksino, George Royke
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3025

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan komitmen dalam membangun kapabilitas dalam bidang pertahanan, Indonesia melakukan berbagai upaya dalam menetapkan sasaran pokok jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan UU no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tidak hanya itu saja, Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri pertahanan atau sering disebut dengan KKIP yang bertugas mewujudkan kemandirian Industri pertahanan yang menghubungkan kedua belah pihak yang mmbutuhkan yaitu Alpalhankam dan bagian pengembangan industri strategis dalam negeri. Nasionalisme dalam bidang Industri pertahanan mempunyai kemampuan memproduksi Alpalhankam yang tidak bergantung pada negara lain merupakan target pemerintah Indonesia dalam bidang industri pertahanan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan militer dengan melihat kapasitas industri pertahanan yang ada di Indonesia. Salah satu strategi lainnya adalah dengan membangun dan menanamkan nilai nasionalisme dalam industri pertahanan sehingga upaya tersebut dapat membangun industri pertahanan nasional yang tidak hanya mengembangkan Alpalhankam melalui pengadaan namun juga melalui pemberdayaan industri pertahanan dengan cara penanaman rasa nasionalisme dan bela negara.Kata Kunci: Nasionalisme, Industri Pertahanan, Alpalhankam AbstractIndonesia is currently trying to realize its commitment to building defense capabilities by setting long-term main goals to build the independence of the defense industry. In addition to issuing Law no. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, the government also established the Defense Industry Policy Committee (KKIP) which is tasked with realizing the independence of the defense industry by bridging the needs of Alpalhankam and the development of domestic strategic industries. The military embargo imposed by the United States from 1995 to 2005 has made the Indonesian government aware of the importance of the nationalism of strategic industries for the defense system. The nationalism of the defense industry or the ability to produce its defense and security equipment without relying on other countries is one of the targets of the Indonesian government in the defense sector. Nevertheless, there are still some challenges in meeting military needs with the capacity of the defense industry. One strategy in responding to these challenges is to build and instill the values of nationalism in the defense industry so that efforts to empower the national defense industry will not only develop defense equipment through procurement but also through empowering the defense industry by inculcating the values of nationalism in the people involved. in the whole process of activities in the defense industry to state revenue.Keywords: Nationalism, Defense industry, Alpalhankam.
STRATEGI PENEGAKAN KEBIJAKAN HILIRISASI NIKEL TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN DOMESTIK DAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN Al-Hakim G, Rakha; Jupriyanto, Jupriyanto; Royke Deksino, George; Aritonang, Sovian; Ramadhan, M. Taufiq
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3305-3311

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi kebijakan pemerintah Indonesia dalam program hilirisasi hasil tambang, khususnya nikel dalam pemenuhan kebutuhan dan kemandirian industri pertahanan. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode yuridis normative. Pendekatan masalah pada penelitian ini dilakukan secara teoritis dan formil melalui hukum positif yang berlaku di Indonesia termasuk kebijakan instansi yang berhubungan dengan hilirisasi. Data yang diperoleh untuk menunjang penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer melalui wawancara dengan Kodam Bukit Barisan dan data sekunder menggunakan sumber bacaan meliputi buku, peraturan perundang-undangan baik Undang-Undang, peraturan menteri, serta dasar hukum lain yang masih berlaku, jurnal atau karya tulis ilmiah dan media elektronik yang memiliki kredibilitas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kebijakan hilirisasi memiliki pengaruh positif terhadap kebutuhan dan inovasi dalam negeri dibidang industri pertahanan, hal ini dilihat dari mulai adanya pengembangan kendaraan listrik oleh Badan Usaha Milik Negara industri pertahanan yakni PT. Perindustrian TNI Angkatan Darat atau PT. PINDAD. Serta strategi yang dilakukan untuk menunjang kebijakan hilirisasi melalui perbantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga objek vital nasional dan pemenuhan kebutuhan pertambangan khususnya nikel dalam negeri.
KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMBANGUNAN KRI PERUSAK KAWAL RUDAL (PKR 10514) Nugraha, Dandy; Putra Apriyanto, I Nengah; Muhammad, Ade; Royke Deksino, George; Afpriyanto, Afpriyanto; Dimas Barazki, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3473-3481

Abstract

Kemandirian industri pertahanan berperan mendukung kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI dalam menjalankan tugas operasi. Kemampuan dan kesiapan memproduksi alutsista sebagai indikator kemandirian industri pertahanan ingin ditunjukan oleh PT PAL Indonesia (Persero) dengan membangun kekuatan alutsista TNI AL, yaitu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) berjenis Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 menggunakan basis desain Ship Integrated Geometrical Modularirty Approach (SIGMA). Namun terdapat gap antara target dengan kondisi aktual, PT PAL Indonesia (Persero) harus bekerjasama dengan galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda dalam membangun KRI berjenis PKR 10514 tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, bertujuan melakukan konstruksi fenomena atau gap kemudian menemukan dan mengembangkan teori-teori yang dibangun melalui data sekunder. Maka penelitian ini melakukan analisis kesisteman (system thinking) terhadap gap serta analisis strategi dengan metode SWOT untuk menentukan strategi sebagai solusi gap tersebut. Berdasarkan hasil analisis system thinking menunjukan kerjasama luar negeri dalam pembangunan KRI berjenis PKR 10514 dapat meningkatkan kesiapan PT PAL Indonesia (Persero) memproduksi alutsista TNI AL. Kemudian diversifikasi strategi dan melakukan lebih banyak strategi baru yang bersifat taktis dalam membangun KRI berjenis PKR 10514 menjadi strategi terbaik berdasarkan hasil analisis SWOT. Sehingga tercapai kemandirian industri pertahanan dengan kapabilitas SDM dalam penguasaan teknologi tinggi untuk mendukung kekuatan alutsista TNI AL.
Co-Authors Ade Muhammad Ade Muhammad Adhisty Riani, Ega Afpriyanto Afpriyanto Afpriyanto, Afpriyanto Agus Juniawan Khairi, Agus Juniawan Agus Sudarya Al-Hakim G, Rakha Andi Sugiarto Apriyanto, I Nengah Putra Aritonang, Sovian Ary Lestari Arya Dewa Nugroho Avira Durrotul Rasyida Dandy Nugraha Dimas Barazki, Muhammad Dyah Tribuwana Tungga Dewi Fachry Abda El Rahman Fakhruddin Fakhruddin Fikri, Muhammad Khalil Gathut Imam Gunadi Gultom, Rudi AG Gunadi, Gathut Imam Guntur Eko Saputro Hafidz Fauzan, Fadhil Hariyantana Aygy Yolanda Hazen Alrasyid Hendra Gunawan I Nengah Putra Apriyanto I. B Putra Jandhana I.B Putra Jandhana Ike Yessiwidowati Jayawarsa, A.A. Ketut Jhandhana, Putra Junita Dewi Sari Simanjuntak Jupriyanto Jupriyanto Jupriyanto Jupriyanto Kasim Kasim Kasim Kasim Kasim Kasim Khaerudin , Khaerudin Khaerudin . Khaerudin Khaerudin Kukuh Adi Nugroho Leni Tria Melati Luhut Simbolon Luhut Simbolon M. Taufiq Ramadhan M. Taufiq Ramadhan Mahardhani Wahyu A Mahatva Yudha, Eka Manan Manan Manan, Manan Mochammad Ferdion Firdaus Mohamad Ikhsan Nurulloh Mohamad Ikhsan Nurulloh Muhamad Asvial Muhamad Asvial Muhammad Dimas Barazki Muhammad Taufiq Ramadhan Muhtar Rifai Mulyani Mulyani Nadya Ophelia Nugraha, Dandy Nugroho, Vicky Adhityo Nurulloh, Mohamad Ikhsan Pedah, Febryano Handayani Purbaningrat, Bagaskara Wahyu Putra A, I Nengah Putra Apriyanto, I Nengah Putra, I Nengah Rakha Al-Hakim G Rakha Al-Hakim Gobel Ramadhan, M. Taufiq Rizki Nirwana, Novia Rudi AG Gultom Rudy AG Gultom Rudy AG Gultom Ruyat, Yayat Salsabilla, Selfira Sarjito, Aris Savira Kamarani Selfira Salsabilla Siahaan, Timbul Simanjuntak, Junita Dewi Sari Simbolon, Luhut Sovian Aritonang Sudiarso, Aries Surahman Surahman Timbul Siahaan Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Tungga Dewi, Dyah Tribuwana Vicky A Nugroho Wentuk, Gito Firman Wulan Nurfitriani Yayat Ruyat Yuniarti Nur Azizah