Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Kadar Gula Darah Sewaktu dan Asam Urat pada Penderita Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik Rahmat, Adela Ainiyyah Calista; Rachman, Mochammad Erwin; Juliana, Anastasi; Yanti, Andi Kartini Eka; Amran, Muhammad Yunus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15134

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan global di dunia karena merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Stroke adalah penyakit atau ganguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf yang diakibatkan oleh gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Stroke secara global menduduki peringkat ketiga angka kematian setelah penyakit jantung koroner (13%) dan kanker (12%) di negara maju. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai gambaran kadar gula darah sewaktu dan asam urat pada penderita stroke hemoragik dan stroke iskemik. Dari hasil didapatkan bahwa adanya hubungan antara peningkatan kadar gula darah dan asam urat pada penderita stroke hemoragik dan stroke iskemik, tingginya kadar gula darah dalam tubuh secara patologis berperan dalam peningkatan konsentrasi glikoprotein, yang merupakan faktor risiko dari penyakit cerebrovaskuler sedangkan hubungan hiperurisemia dengan hipertensi, akan menyebabkan gangguan mikrovaskuler dengan hasil berupa iskemi jaringan yang akan meningkatkan sintesis asam urat melalui degradasi ATP menjadi adenin dan xantin.
Karakteristik Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2021 Hapsari, Prema; Yanti, Andi Kartini Eka
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.93

Abstract

Latar Belakang: Diagnosis penyakit ginjal kronis (PGK) ditegakkan berdasarkan adanya kerusakan struktur ginjal dan penurunan fungsi ginjal secara ireversibel, yang berlangsung lebih dari 3 bulan. PGK masih menjadi permasalahan kesehatan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Tujuan: mengetahui karakteristik pasien dengan penyakit ginjal kronis di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2021. Metode: penelitian ini menggunakan metode Descriptive Retrospective Study berdasarkan data rekam medik RS Ibnu Sina Makassar 2019-2021. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis PGK. Hasil: ditemukan sebanyak 50 pasien PGK di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2019-2021. Berdasarkan distribusi sosiodemografi, usia terbanyak yaitu 55-64 tahun (30,0%), persentase pasien wanita (68,0%) lebih besar dibanding pria (32,0%), dan (40,0%) pasien merupakan IRT. Hipertensi etiologi paling banyak ditemukan, yaitu sebesar (36,0%) dan (58,0%) pasien mengalami komplikasi anemia. Sebanyak (90,0%) pasien mengalami peningkatan kreatinin dan (84,0%) mengalami peningkatan ureum. Pada pemeriksaan tanda vital, (42,0%) pasien tergolong hipertensi grade II. Pada pemeriksaan darah rutin, (86,0%) pasien mengalami penurunan Hb, (58,0%) mengalami peningkatan neutrofil, (60,0%) mengalami penurunan limfosit. Pada pemeriksaan radiologi, (24,0%) menunjukkan kardiomegali pada hasil CXR, serta (78,0%) pasien tidak menjalani hemodialisis. Kesimpulan: karakteristik pasien PGK dapat diidentifikasi dari berbagai faktor dan penting untuk diketahui untuk mencegah komplikasi lebih lanjut
Hubungan Faktor Risiko pada Pasangan Suami dengan Kejadian Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Saputri, Deya Dwi Indah; Hamsah, M.; Yanti, Andi Kartini Eka; Harahap, Muhammad Wirawan; Iskandar, Gina Isni Djanuaresty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22702

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia, characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation, continues to be a major global health challenge contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality. The present study explored the relationship between paternal risk factors and the incidence of preeclampsia at RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. A quantitative cross-sectional method was applied with 30 participants, comprising 15 pregnant women diagnosed with preeclampsia and 15 without. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed with the chi-square test. Findings indicated that most husbands were aged 20–35 years, had completed high school, and waited less than one year for conception. Among the eight risk factors investigated, only husbands’ knowledge of preeclampsia showed a significant association with its incidence (p=0.014), whereas other factors such as diabetes history, smoking exposure, primipaternity, and paternal genetic background did not. These findings underscore the need for enhanced paternal health education as a preventive strategy against preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Paternal Risk Factors, Health Education, Husband’s Knowledge.  ABSTRAK Preeklamsia, yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan, terus menjadi tantangan kesehatan global utama yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko paternal dan insiden preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Metode potong lintang kuantitatif diterapkan dengan 30 partisipan, terdiri dari 15 ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia dan 15 ibu hamil tanpa preeklamsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar suami berusia 20–35 tahun, telah menyelesaikan sekolah menengah atas, dan menunggu kurang dari satu tahun untuk konsepsi. Di antara delapan faktor risiko yang diteliti, hanya pengetahuan suami tentang preeklamsia yang menunjukkan hubungan signifikan dengan insidennya (p=0,014), sedangkan faktor-faktor lain seperti riwayat diabetes, paparan merokok, primipaternitas, dan latar belakang genetik paternal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan edukasi kesehatan paternal sebagai strategi pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: Preeklampsia, Faktor Risiko Paternal, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Suami.