Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN INSULIN DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Abu Rachman; Hairun Niza; Nur Ihsan Kamilah; Adi Saputra; Dini Afriliza
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1578

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan insulin harus dilakukan secara teratur, namun masih banyak pasien yang tidak patuh. Kepatuhan pengobatan menggunakan insulin masih rendah, sehingga berpengaruh pada tekanan darah dan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, kepatuhan dalam penggunaan insulin sangat penting untuk diteliti. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pemberian insulin dengan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat pada pasien DMT2 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasi rekam medis menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu pasien yang didiagnosis DMT2 dan menggunakan insulin serta rekam medis lengkap, kriteria eksklusinya yaitu rekam medis pasien yang dirujuk atau meninggal dunia. Menilai kepatuhan dengan metode MRA (Medication Refill Adherence).Sampel diambil pada bulan Januari 2025 sebanyak 78 rekam medis di rumah sakit X Palembang.  Hasil: Data diolah menggunakan chi-square menunjukan pemberian insulin memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan menggunakan insulin yaitu pengguna insulin lebih tidak patuh dibanding non insulin nilai-p <0,05 yaitu 0,003. Saran: Tenaga kesehatan perlu secara konsisten melaksanakan edukasi standar penggunaan insulin dan melakukan evaluasi kepatuhan pasien secara berkala, terutama pada pasien yang menggunakan insulin jangka panjang. Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, Kepatuhan, MRA, Insulin 
Evaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di klinik x kota Palembang Hairun Niza; Abu Rachman; Dini Afriliza; Satra Yunola; Helni Anggraini
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v7i1.519

Abstract

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi, hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah >140/>90 mmHg. Hipertensi terapi secara farmakologi membutuhkan pengobatan tunggal atau kombinasi jika terdapat komplikasi maka juga membutuhkan beberapa macam obat untuk terapinya. Risiko interaksi obat meningkat jika pasien mengonsumsi lebih dari dua jenis obat sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi terjadinya interaksi obat di Klinik X Kota Palembang. Metode penelitian secara retrospektif dengan tehnik pengumpalan purposive sampling dengan alat bantu resep dan rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan karateristik responden usia >56 tahun dengan jenis kelamin laki-laki terbanyak, terdapat interaksi obat antihipertensi yaitu sebanyak 37 potensi terjadinya interaksi obat terutama penggunaan amlodipine dengan obat obat lain. Kesimpulan terdapatnya interaksi obat pada pasien rawat jalan di Klinik X Kota Palembang. Interaksi minor sebesar 2.7%, moderat 94.65 dan mayor 2.7%.