p-Index From 2021 - 2026
5.678
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Religious Dialectics in Urban Society in Tolerance Villages of Bandung City: Analysis of Emil Durkheim's Religious Functionalism Hidayatulloh, Taufik; Saumantri, Theguh
Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Vol. 1 No. 1 (2024): Al-madinah: Journal of Islamic Civilization
Publisher : Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70901/c7wmv865

Abstract

Religion plays a significant role in the social life of humans. Its function is not limited to the individual's spiritual aspects but also encompasses broader social dimensions, including the formation of communal identity, social solidarity, and societal stability. This study aims to explore the dialectics of religion in the urban community of Tolerance Village in Bandung through the perspective of Emil Durkheim's functionalism of religion. The research employs a qualitative approach with a descriptive-critical method. The results indicate that religious practices in Tolerance Village serve not only as a personal expression of an individual's relationship with God but also as a means to build communal identity and strengthen social solidarity. Functionalism of religion, within the context of religious dialectics, fosters harmony and religious teachings interpreted contextually can create inclusive and tolerant religious practices, in accordance with local culture and the needs of urban society. This study's findings are expected to serve as a reference for further research in specific religious phenomena and religious studies in general.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Perpustakaan Masjid Literasi Di Masjid Al-Mahad Dukupuntang Saumantri, Theguh
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jeetfb69

Abstract

Pemberdayaan merupakan sebuah gerakan dan proses berkelanjutan untuk membangkitkan potensi, memperkuat partisipasi, membangun peradaban dan kemandirian masyarakat. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat hadir dari peran masjid yang menjadi penggerak untuk kemasalahan umat di sekitarnya seperti halnya keberadaan perpustakaan masjid literasi yang berada di masjid al-mahad dukupuntang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri dengan program yang sudah dibuat oleh pengurus perpustakaan. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. Pelaksanaan PkM ini diikuti oleh siswa-siswa sekolah. Hasil dari kegiatan PkM menjelaskan bahwa kehadiran perpustakaan masjid literasi sangat berperan aktif dalam permberdayaan masyarakat hal ini ditunjukan dengan fasilitas dan yang diberikan seperti sentra buku, kegiatan bimbingan belajar, kegiatan pelatihan komputer dan kegiatan mengaji.
Kerusakan Modal Sosial Pers Indonesia Akibat RUU Penyiaran: Analis Teori Bordieu Athaya Mustafa, Raihan; Saumantri, Theguh
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.972

Abstract

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengendalian kebebasan penyiaran dan pers yang selalu dipengaruhi oleh kekuatan politik dan sosial. Revisi Rancangan Undang-Undang Penyiaran (RUU Penyiaran) yang sedang berlangsung telah menjadi sumber kekhawatiran besar, khususnya di kalangan pers dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak RUU Penyiaran terhadap modal sosial pers Indonesia dengan menggunakan kerangka teori modal sosial Pierre Bourdieu. Bourdieu mendefinisikan modal sosial sebagai jaringan interaksi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Dalam konteks pers, modal sosial penting untuk membangun kredibilitas dan keindependenan jurnalistik. RUU Penyiaran menimbulkan kekhawatiran karena beberapa pasalnya berpotensi mengurangi independensi pers dan membatasi jurnalisme investigatif. Dengan konsep kekerasan simbolik Bourdieu, RUU ini dapat dilihat sebagai cara negara mengontrol media dan membatasi kebebasan pers, yang mengancam jaringan dan kepercayaan sebagai komponen modal sosial. Pembatasan ini berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap media dan merusak hubungan jurnalis dengan narasumbernya. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kebijakan yang mendukung kebebasan pers dan memperkuat modal sosial dalam industri penyiaran di Indonesia.
Integrating Living Values Education into Indonesian Islamic Schools: An Innovation in Character Building Hidayatulloh, Taufik; Saumantri, Theguh; Ramdani, Zulmi
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v22i1.1743

Abstract

As a country with a majority Muslim population, Indonesia has strong foundations in religious teachings guiding daily life. However, social changes, technological advances, and globalization present challenges in ensuring character education remains relevant and adaptive. Islamic education in Indonesia is central to shaping individual character based on religious and ethical teachings. This study examines the potential of the Living Values Education (LVE) approach as an innovative mainstream in developing Islamic education in Indonesia. This research is a literature study, involving an in-depth analysis of relevant literature. The study shows that LVE provides a holistic approach covering ethical, moral, social, and emotional aspects. In the context of Islamic education, LVE can strengthen the understanding of religious teachings and associate them with universal virtues. The relevance of LVE lies in educators building learning dynamics based on positive character values. Thus, LVE becomes an innovative alternative in Islamic education, encouraging the creation of intelligent, moral, and creative generations for the nation's future.  
Mengelola Keragaman: Peran PCNU Indramayu dalam Pemenuhan Hak Sipil Masyarakat Dayak Losarang, Indramayu, Jawa Barat Bisri; Kirom , Syahrul; Adam Permana , Muhamad; Saumantri, Theguh
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1104

Abstract

Abstract The Dayak Losarang community in Indramayu faces discrimination and social exclusion due to their distinct religious and cultural views. PCNU Indramayu, through the Institute for Human Resource Empowerment Studies (Lakpesdam-NU), seeks to overcome these barriers by providing support in civil administration and economic empowerment. This study aims to examine the role of PCNU Indramayu in promoting the fulfillment of civil rights and obligations of the Dayak Losarang community through administrative and economic interventions and to understand the impact of these efforts on social inclusion and cultural identity recognition. This research employs qualitative methods with a field study or case study approach. Data collection is conducted through interviews and literature studies related to issues of social exclusion. The findings indicate that PCNU's intervention through Lakpesdam-NU successfully enhanced the Dayak Losarang community's access to civil documents such as ID cards (KTP), family cards (KK), and birth certificates, which were previously difficult to obtain. Additionally, the entrepreneurship training provided has improved the skills and economic motivation of Dayak Losarang women, contributing to the increased economic well-being of their families. Social inclusion efforts are also evident from the reduction of stigma and discrimination against this community and the increased recognition and appreciation of their cultural identity. Keywords: PCNU Indramayu, Social Inclusion, Dayak Losarang. Abstrak Komunitas Dayak Losarang di Indramayu merupakan kelompok yang menghadapi diskriminasi dan eksklusi sosial akibat pandangan keagamaan dan budaya yang berbeda. PCNU Indramayu, melalui Lembaga Kajian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam-NU), berupaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan menyediakan dukungan dalam administrasi kependudukan dan pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PCNU Indramayu dalam mendorong pemenuhan hak dan kewajiban sipil masyarakat Dayak Losarang melalui intervensi administratif dan ekonomi, serta memahami dampak dari upaya tersebut terhadap inklusi sosial dan pengakuan identitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan atau studi kasus. Pegumpulkan data dilakukan dengan wawancara serta studi pustaka yang terkait dalam isu eksklusi social. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi PCNU melalui Lakpesdam-NU berhasil meningkatkan akses masyarakat Dayak Losarang terhadap dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan akta kelahiran, yang sebelumnya sulit didapatkan. Selain itu, pelatihan wirausaha yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan dan motivasi ekonomi perempuan Dayak Losarang, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Upaya inklusi sosial juga terlihat dari pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap komunitas ini, serta peningkatan pengakuan dan penghargaan terhadap identitas budaya mereka. Kata Kunci : PCNU Indramayu, Inklusi Sosial, Dayak Losarang.
THEOLOGY OF PEACE BASED ON RELIGIOUS HARMONY IN ASGHAR ALI ENGINEER’S PERSPECTIVE Hidayatulloh, Taufik; Saumantri, Theguh
ILMU USHULUDDIN Vol 10, No 1, July 2023
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v10i1.32289

Abstract

This article will explore Asghar Ali Engineer’s ideas on the significance of religious harmony and examine how this concept is manifested through his formulated theology of peace. The research method used in this study is literature review with a philosophical approach using hermeneutic and text analysis techniques through verstehen. The results of this study explain that the theology of peace sees religion as a source of values and spirit that encourage humans to live together in peace and harmony. Asghar Ali Engineer suggests that Muslims prioritize the principles of peace, such as the understanding of Islam, the meaning of jihād, movement, and the application of justice. In addition, according to Asghar Ali’s perspective, Muslims must cultivate values that can realize religious harmony and peace, such as anti-violence, justice, truth, tolerance, love, and compassion.
Moderasi Beragama Perspektif Pengalaman Keagamaan Joachim Wach Saumantri, Theguh
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 4 No. 2 (2023): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v4i2.991

Abstract

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang memiliki kecenderungan untuk mencari makna dalam kehidupan. Dalam realitas yang beragam, kecenderungan ini muncul sebagai respons terhadap kompleksitas dunia. Dalam konteks ini, moderasi beragama muncul sebagai kerangka yang relevan untuk mengarahkan pengalaman keagamaan di tengah beragamnya pandangan dan keyakinan. penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam tentang pandangan Joachim Wach dalam memahami moderasi beragama melalui analisis konsep pengalaman keagamaannya. Penelitian ini merupakan sebuah studi pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis yang bertujuan untuk mendalami konsep atau teori dari seorang tokoh dalam hal ini pemikiran Joachim Wach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam perspektif pengalaman keagamaan Joachim Wach menunjukkan bahwa sikap yang seimbang, terbuka, dan toleran terhadap praktik dan keyakinan agama adalah fondasi yang kuat untuk menjaga perdamaian, mempromosikan toleransi, dan membentuk masyarakat yang inklusif. Dalam Ekspresi Pengalaman Keagamaan, sikap moderat memainkan peran yang penting dalam membentuk hubungan yang seimbang antara dimensi spiritual dan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad Sanusi Hidayatulloh, Taufik; Hajam, Hajam; Saumantri, Theguh; Abdillah, Abdillah
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v8i1.8490

Abstract

The tafsir (Qur’anic commentary) is one of the essential tools for explaining and deepening the understanding of the teachings of the Qur’an within the community. Besides serving as a religious instrument, tafsir often reflects cultural richness by integrating Islamic aspects with local cultural values. This study aims to explore how the cultural identity of the Sundanese people is reflected in the Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma’rifatil Qur’an, written by K.H. Ahmad Sanusi from Sukabumi. The research method used is descriptive-analytical with a qualitative approach. The findings of this study indicate that the cultural identity in the Tafsir Raudhatul Irfan is evident in several aspects of local wisdom, particularly in the field of language. The Sundanese language used in this tafsir is the daily language of the mufassir (commentator). Thus, the writing of this tafsir was primarily intended for the students in Islamic boarding schools and the Sundanese community who understand the language rather than for a broader audience. Furthermore, the cultural identity is also reflected in the writing system, where the mufassir utilizes the Pegon script to convey his tafsir. The Pegon script, which is a writing system that uses Arabic characters for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages, is employed in this tafsir as a means to preserve and maintain local literary traditions while still conveying Islamic teachings.
PENGARUH TRADISI ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG DJATI TERHADAP UMKM MASYARAKAT SEKITAR Hidayattulloh, Wahyu; Amrulloh, Riza; Hawa, Firda; Saumantri, Theguh
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v2i2.966

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji dampak tradisi ziarah makam Sunan Gunung Jati terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya. Data utama diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan juru kunci makam, serta observasi langsung, sedangkan data tambahan berasal dari penelitian terdahulu dan literatur terkait lainnya. Sunan Gunung Jati, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, memiliki makna spiritual, sejarah, dan budaya yang kuat bagi masyarakat Cirebon. Ziarah ke makamnya bukan hanya merupakan praktik keagamaan, tetapi juga cara untuk menghormati kontribusinya dalam pembangunan peradaban Islam. Tradisi ini juga berdampak positif terhadap ekonomi lokal, membantu meningkatkan pendapatan UMKM dan memperkuat identitas budaya setempat. Namun, perlu ada perlindungan terhadap lingkungan dan nilai-nilai budaya, serta kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM untuk memastikan manfaat jangka panjang dari tradisi ziarah makam Sunan Gunung Jati.
PERAN MASJID ISLAMIC CENTER AT-TAQWA DALAM MEMPERTAHANKAN HARMONISASI DINAMIKA KEAGAMAAN DI CIREBON Novianto, Fauzan Akbar; Fitria, Fildza Nardina; Najili, Muhammad Hakin; Saumantri, Theguh
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v10i1.10987

Abstract

Keharmonisan ditengah maraknya konflik keagamaan yang terjadi banyak disebabkan karena adanya perbedaan dari berbagai aspek, seperti aspek kepentingan politik, sosial, maupun budaya tiap masing kelompok keagamaan yang ada, memang diperlukan adanya. Sebab dari hal tersebut diperlukan adanya suatu usaha atau progres untuk merealisasikan kerukunan, keharmonisan antar kelompok yang ada. Selain sebagai tempat untuk beribadah, masjid dapat juga digunakan sebagai fasilitator berbagai penyatuan antar umat agama seperti pernikahan dan perdamaian. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwasannya dengan adanya masjid maka akan tercipta suatu perdamaian dan keharmonisan dengan memanfaatkan fasilitas tersebut. Dari beberapa program-program yang dijalankan dalam suatu Lembaga dakwah maupun Pendidikan contohnya Islamic Center At-Taqwa, banyak memberikan pengaruh signifikan bagi kelompok keagamaan. Dengan menggunakan metode observasi berupa wawancara dan studi pustaka, penulis akan menampikan program-program Masjid Islamic Center At-taqwa Cirebon sebagai model pengharmonisasian kelompok-kelompok yang ada di wilayah Indonesia khususnya Cirebon. Dengan dilakukannya penelitian ini menjadi harapan seluruh Masjid bisa mengembalikan esensi Masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, namun menjadi mediator bagi Masyarakat Luas terkhusus umat Islam.