Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATER DENGAN GIZI KURANG PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 4 – 6 TAHUN DI RAUDHATUL ATHFAL ALMA KOTA PEKANBARU Fiezra Subecca, Peggy; Apriyanti, Fitri; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.24650

Abstract

Perilaku picky eater merupakan masalah makan yang sering terjadi pada anak usia sekolah, umumnya anak sering memilih-milih makanan, serta menolak untuk mengonsumsi atau mencoba makanan baru yang belum familiar.  Masalah yang ditimbulkan dari perilaku picky eater ini adalah rendahnya nilai gizi makanan yang dimakan sehingga mengakibatkan status gizi anak menjadi rendah dan masuk dalam kategori gizi kurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perilaku picky eater dengan gizi kurang pada anak pra sekolah di R.A Alma Kota Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 27-28 Juli 2023 dengan jumlah sampel 70 orang ibu dan anak pra sekolah usia 4-6 tahun menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan alat ukur timbangan dan mikrotois. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat diperoleh dari 70 responden sebanyak 46 responden (65,7%) mengalami picky eater. Sebanyak 50 responden (71,4%) tidak mengalami gizi kurang. Hasil uji chi square menunjukkan p value sebesar 1,000 sehingga p value >0,05. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku picky eater dengan gizi kurang pada anak pra sekolah usia 4-6 tahun di R.A ALMA Kota Pekanbaru. Kepada ibu dari anak pra sekolah agar lebih memahami perilaku makan anak yang mengalami picky eater dalam memberikan asupan makanan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN KEJADIAN GIZI LEBIH DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA TANDUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU Indriani, Ega; Yusnira, Yusnira; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i3.32546

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi nilai normal. Pengetahuan gizi yang baik dan pengontrolan berat badan agar tidak terjadi gizi lebih merupakan beberapa usaha yang dilakukan agar terhindar dari DM. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan kejadian gizi lebih dengan kejadian DM tipe II. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh pasien usia 36-65 tahun yang pernah berobat di Puskesmas Tandun pada tahun 2023 yaitu sebanyak 141 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang. Teknik sampling yang digunakan random sampling dengan analisis uji chi-square. terdapat 30 responden (55,6%) mengalami diabetes, 22 responden (40,7%) memiliki pengetahuan gizi cukup, dan 31 responden (57,4%) mengalami gizi lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi (p value 0,003<0,05), dan kejadian gizi lebih (p value 0,003<0,05) dengan kejadian DM tipe II 2023 (p value 0,003<0,05). Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan kejadian gizi lebih dengan kejadian DM tipe 2. Diharapkan agar responden dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi, menjaga pola makan dan makanan yang dikonsumsi agar tidak mengalami gizi lebih sehingga dapat mencegah DM
Pelatihan Design Produk di PT Mond Nature Lestari Priyatno, Arif Mudi; Sudirman, Wahyu Febri Ramadhan; Lasepa, Wanda; Afrinis, Nur; Rizqi, Eka Roshifita; Tanjung, Lailatul Syifa; Rusnedy, Hidayati; Hidayat, Hidayat
Journal of Digital Community Services Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v1i2.17

Abstract

Pelatihan desain produk di PT Mond Nature Lestari bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tim desain dalam penggunaan perangkat lunak modern seperti Canva dan Figma. Pelatihan ini mendukung visi perusahaan untuk menyediakan produk organik berkualitas tinggi dengan desain yang menarik, fungsional, dan berkelanjutan. Pendekatan yang sistematis mencakup analisis kebutuhan, penyusunan kurikulum, dan pelatihan tatap muka serta daring. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan tim desain, terutama dalam penggunaan perangkat lunak desain. Tim mampu menghasilkan desain yang lebih estetis dan profesional, meningkatkan daya tarik visual produk serta materi pemasaran perusahaan. Pelatihan Figma meningkatkan efisiensi dan koordinasi dalam membuat prototipe desain UI/UX secara real-time, mengurangi kesalahan dan mempercepat waktu pengerjaan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung inovasi dan keberlanjutan bisnis PT Mond Nature Lestari di pasar produk organik yang kompetitif. Dengan hasil-hasil yang telah dicapai, dapat disimpulkan bahwa pelatihan desain produk ini sangat efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi PT Mond Nature Lestari di pasar, tetapi juga mendukung visi dan misi perusahaan untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Hubungan Asupan Zat Gizi Dan body Image Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis ( KEK) Pada Remaja Puteri Di SMAN 1 Bangkinang Chania, Rani; Harahap, Dewi Anggriani; Lasepa, Wanda
Evidence Midwifery Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v3i4.35866

Abstract

Nutritional problems are prone to occur in the adolescent age group. Adolescents are an age group where specific nutritional problems occur, especially Anemia and Chronic Energy Deficiency (CED). Nutrient intake such as energy, protein and Body Image intake can affect the occurrence of chronic energy deficiency in adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between nutrient intake and Body Image with the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) in female adolescents at SMAN 1 Bangkinang. This type of research is quantitative using a cross-sectional study approach research design. The research tools are questionnaires and LILA. The study was conducted on June 10 - June 22, 2024 with a sample of 52 female students obtained by stratified random sampling. The results of the univariate analysis showed that out of 52 female students, 29 female students (55.8%) had insufficient energy intake, 32 female students (61.5%) had insufficient protein intake, 33 female students (63.5%) were dissatisfied with their body shape and 29 female students (55.8%) had CED status. The results of the bivariate analysis showed a relationship between energy intake (? = 0.000), protein (? = 0.008) and body image (? = 0.003). The conclusion is that there is a relationship between nutrient intake and body image with KEK. It is expected that female students consume food intake containing nutrients to prevent an increase in KEK and minimize the occurrence of KEK in adolescence.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTS MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Lasepa, Wanda; Hendarini, Any Tri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i1.12509

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal sehingga berkurangnya kadar kualitas dan kuantitas sel darah merah. Perempuan merupakan golongan yang rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Desain studi penelitian ini yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Variabel independennya yaitu asupan zat gizi (zat besi dan vitamin C). Penelitian ini dilakukan pada 136 responden di bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri di MTS Muhammadiyah Penyasawan sebesar 41.18% yang terdiri dari anemia tingkat ringan (19.12%) dan anemia tingkat sedang (22.06%). Remaja putri harus meningkatkan asupan zat gizi untuk mencegah terjadinya anemia.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISA MAKANAN PASIEN JANTUNG DI RUANG RAWATINAP PENYAKIT DALAM RSUD KECAMATAN MANDAU Dahri, Isfarita; Hendarini, Any Tri; Rizqi, Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15187

Abstract

Penyelenggara gizi makanan di Rumah Sakit bertugas untuk menyediakan makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan gizi pasien. Kebutuhan gizi pasien tidak akan terpenuhi jika masih banyak terdapat sisa makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan pasien jantung di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Kecamatan Mandau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Waktu penelitian adalah 28 Juli- 3 Agustus 2022 dengan jumlah sampel 25 pasien Jantung di RSUD Mandau yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan observassi dan kuesioner. Analisis hubungan antar variabel dependen dengan variabel independen menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tampilan makanan dengan sisa makanan (p-value 0,567 dan POR 2,25); ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan (p-value 0,028 dan POR 10,00); serta tidak ada hubungan antara makanan dari luar Rumah Sakit dengan sisa makana (p-value 1 dan POR 1,2). Kesimpulan ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan pasien, namun tidak ada hubungan antara tampilan dan makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makan pasien. Diharapkan dalam penyelenggaraan makan pasien untuk dapat meningkatkan tampilan dan rasa makanan agar pasien dapat menghabiskan makannannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN GIZI KURANG PADA REMAJA DI MTS-MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Jannah, Miftahul; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.16232

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Gizi kurang dapat terjadi pada setiap remaja dikarenakan kebiasaan makan yang kurang baik, jumlah asupan zat gizi yang kurang baik dan pengetahuan gizi seimbang yang rendah merupakan faktor penyebab dari masalah gizi kurang. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022, populasi pada penelitian ini sebanyak 148 siswa dan sampel sebanyak 119 siswa menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner pengetahuan gizi seimbang, karakteristik siswa, form food recall 2x24 jam, indeks standar antropometri yang digunakan yaitu IMT/U. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh 61 siswa (51,3%) memiiki pengetahuan gizi seimbang kurang, 64 siswa (53,8%) memiliki asupan energi kurang, 73 siswa (61,3%) memiliki asupan protein kurang, 65 siswa (54,6%) memiliki asupan lemak kurang, 75 siswa (63%) memiliki asupan karbohidrat cukup. Ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang (p-value=0,000), asupan energi (p-value=0,036), asupan protein (p-value=0,000), dan asupan karbohidrat (p-value=0,024) dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Tidak ada hubungan antara asupan lemak (p-value=0,422) dengan gizi kurang. Perlu adanya penyuluhan gizi seimbang, meningkatkan asupan makanan sumber energi, protein, lemak dan karbohidrat yang tinggi serta bervariasi agar kondisi gizi kurang tidak semakin memburuk.
ASUPAN ENERGI DAN KUALITAS DIET DENGAN KEJADIAN THINNESS PADA SISWA SMAN 1 KAMPAR Amirah, Amirah Azzahra; Rizqi, Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.18145

Abstract

Gizi kurang (thinness) dapat tejadi ketika asupan energi melalui makanan lebih kecil dari pada energi yang dikeluarkan (keseimbangan energi negatif). Selain dari kuantitas diet, gizi kurang (thinness) dapat diamati dari segi kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan energi dan kualitas diet dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar tahun 2023. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampar yang berjumlah 697 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan stratified random sampling dengan total 84 orang. Independen variabel pada penelitian ini adalah asupan energi dan kualitas diet, sedangkan dependen variable adalah kejadian gizi kurang (thinness). Pengumpulan data asupan energi dan kualitas diet menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan dikonversi ke dalam form DQI-I. Pengumpulan data status gizi menggunakan timbangan dan microtoise. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisa univariat diperoleh 58 responden (69,0%) memiliki asupan energi tidak baik, 80 responden (95,2%) memiliki kualitas diet rendah dan 46 responden (54,8%) mengalami gizi kurang (thinness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi (p value = 0,000) dan kualitas diet (p value = 0,038) dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan kualitas diet dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar tahun 2023.  
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI DI DESA PULAU GADANG KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR Annisa, Rahmi; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.19172

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera. Edukasi tentang pemberian MP-ASI yang baik kepada ibu menyusui dengan meninjau dari pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI sangat penting dilakukan. Pemberian MP-ASI yang sesuai dan bernilai zat gizi yang baik untuk kecupukan balita sehingga dengan demikian dapat mencegah stunting dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan pemberian MP-ASI di desa Pulau Gadang Kec XIII Koto Kampar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan variabel independent di ukur dalam waktu yang bersamaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Artinya semua populasi dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket. Penelitian ini menggunakan analisa Bivariat.  Hasil penelitian menemukan 6 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 15 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 9 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang baik tentang MP-ASI dini. Maka rata-rata ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang cukup tentang MP-ASI dini. Penelitian menemukan 20 orang dari 30 orang ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memberikan MP-ASI Dini kepada bayinya. Artinya 66,70% bayi di Desa Pulau Gadang sudah diberikan MP-ASI Dini.
PKM Aksi Penguatan Gizi Seimbang (PGS) Sebagai Upaya Peningkatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan Pada Remaja Di Sman 1 Bangkinang Lasepa, Wanda; Tri Hendarini, Any; Ananda Desti, Putri
Journal of Social and Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v1i2.60

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood marked by physical, psychological and psychosocial changes. According to the World Health Organization (WHO) the age group for adolescents is 12-24 years old. Fulfillment of nutritional needs during adolescence can maximize the work of the reproductive organs which will continue on to the products of conception. The Balanced Nutrition Guidelines aim to provide guidelines for daily food consumption and healthy behavior based on the principles of consuming a variety of foods, clean living habits, physical activity, and regular monitoring of body weight in order to maintain normal body weight. Diet is the most important behavior that can affect nutritional status. This is because the quantity and quality of food and drink consumed will affect nutritional intake so that it will affect the health of individuals and society. In order to keep the body healthy and avoid various chronic diseases or non-communicable diseases related to nutrition, people's diet needs to be improved towards balanced nutrition consumption. Good nutritional status can improve individual and community health.