Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Chronic Energy Deficiency and Its Associated Factors among Pregnant Women Living in Rural Areas, Indonesia: A Community Based Study Anggriani Harahap, Dewi; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda; Apriyanti, Fitri
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i1.1982

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) in Indonesia is highly prevalent among pregnant women, becoming a public health problem that requires immediate action due to the adverse effects on the growth and development of the fetus as well as the health of the mother. This study aims to assess factors associated with CED among pregnant women in a particular rural area, in Siak Regency, which has a high prevalence of CED. A cross-sectional study was employed involving 122 pregnant women in the first and second trimesters from December 2024 to January 2025. Probability proportional to size (PPS) was used to select the subjects in 10 villages. Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) was measured to determine CED incidence with less than 23.5 cm as a cut-off point. A structured questionnaire was used to collect socio-demographic, food security, and food taboo data. The HFIAS questionnaire was used to collect food security data. This study has found that the prevalence of CED among pregnant women is 35.2%. In bivariate analysis, economic status, dietary diversity, parity, dietary pattern, food security, and food taboo have a significant association with CED. After adjusted by several variables using binary logistic, parity (AOR: 25.47; 95% CI:2.6- 78.23), food security (AOR: 6.19; 95% CI: 2.05- 18.73) and food taboo (AOR: 6.44; 95%CI: 2.0- 20.648) are exhibited to be determinant factors of CED with p-value less than0.05. The percentage of CED among pregnant women is higher compared to the national prevalence, which leads to urgent actions. Interventions targeting the causes of CED, such as parity, food security, and food taboo, are essential to reduce the incidence of CED. The results of this study are expected to guide policymakers in creating innovative interventions to reduce CED among pregnant women.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Wasting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Kelurahan Laksamana Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Kota Tahun 2023 Oktavia, Santi; Apriyanti , Fitri; Lasepa, Wanda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi yang terjadi pada anak balita adalah wasting. Wasting atau gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang ditandai dengan indikator status gizi BB/TB < - 2 SD. Penyebab terjadinya wasting diakibatkan oleh asupan riwayat infeksi, lingkungan, kelengkapan imunisasi dan pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Laksamana wilayah kerja Puskesmas Dumai Kota. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 s/d 30 April 2023. Populasi dan sampel pada penelitian ini berjumlah 924 balita usia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yaitu 125 responden. Alat pengumpulan data berupa kuisioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat 30 responden dengan kejadian wasting, 82 responden tidak memiliki riwayat ISPA, 86 responden kelengkapan imunisasi lengkap, 69 responden dengan lingkungan sehat dan 66 responden dengan pendapatan yang rendah. Hasil uji statistik didapat p value = 0,134 artinya tidak ada hubungan antara riwayat ISPA dengan kejadian wasting, p value = 0,950 artinya tidak ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan kejadian wasting, p value = 0,980 artinya tidak ada hubungan antara lingkungan dengan kejadian wasting dan p value = 0,006 artinya ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian wasting. Diharapkan agar Puskesmas Dumai Kota terus mengupayakan pencegahan kejadian wasting dengan memberikan penyuluhan serta konseling bagi ibu balita tentang gizi dan kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Dan Tingkat Pendapatan Dengan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mpasi) Pada Ibu Baduta Di Kelurahan Purnama Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Bangun, Rosani; Apriyanti, Fitri; Lasepa, Wanda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan suatu tahapan pemenuhan zat gizi yang harus dipenuhi oleh anak. Praktik pemberian MPASI yang tidak dilakukan dengan baik, maka berakibat terhadap openurunan status gizi anak. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi praktik pemberian MPASI adalah pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dalam akses pemenuhana  bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan pendapatan dengan pemberian MPASI ibu baduta di Kelurahan Purnama wilayah kerja Puskesmas Purnama. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 - 30 April 2023. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu baduta yang tercatat dalam sasaran baduta pada ePPGBM di wilayah kerja Puskesmas Purnama periode Januari s.d Maret 2023 berjumlah 435 ibu baduta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling  yaitu sebanyak 62 responden. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuisioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Responden dengan pengetahuan baik 26 responden (41,9%), praktik MPASI tepat 23 responden (37,1%), dan tingkat pendapatan yang cukup 14 responden 23,6%). Hasil uji statistik didapat p value= 0,018 artinya ada hubungan pengetahuan dengan pemberian MPASI dan p value= 0,903 artinya tidak ada hubungan pendapatan dengan pemberian MPASI. Diharapkan bagi Puskesmas Purnama agar terus meningkatkan layanan edukasi gizi bagi ibu baduta dalam praktik pemberian MPASI.
Pelatihan Desain Kemasan Produk yang Menarik Pada PT Mond Nature Lestari Sudirman, Wahyu Febri Ramadhan; Priyatno, Arif Mudi; Lasepa, Wanda; Afrinis, Nur; Rizqi, Eka Roshifita
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Global Sustainability Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jcse.v1i1.23

Abstract

Product packaging design training for PT Mond Nature Lestari using Canva aims to improve the design skills of the internal team in creating attractive and professional packaging for moringa leaf-based products, such as moringa floss, moringa chocolate, moringa tea, and moringa coffee. Through this training, participants were introduced to the Canva interface and various design elements, and learned to apply good graphic design principles in packaging creation. The results of the training showed that the updated packaging design not only improved the visual appeal of the product but also supported the company's goals in promoting sustainability and innovation. With the use of Canva, the team was able to create designs quickly and efficiently, saving time and costs, and increasing efforts in responding to market needs. This training also made a significant contribution to increasing the company's competitiveness in the market, strengthening brand identity, and meeting consumer expectations for high-quality products.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan Desriani, Fithri; syahda, syukrianti; lasepa, wanda
Evidence Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v3i1.21345

Abstract

Stunting is slow growth, namely the height of toddlers is not in accordance with age caused by various factors, including lack of knowledge of mothers and toddlers not exclusively breastfeeding. The prevalence of stunting in Indonesia is 21.6%, in Riau 17.0% and in Pekanbaru City 16.8% in 2022. The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal knowledge and history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting. Type of quantitative research with case control design. Population: 28 mothers under five are stunted and 28 mothers under five are not stunted. The study will be conducted from May 30 to June 16, 2023. Collection of maternal knowledge data and exclusive breastfeeding history using questionnaires, nutritional status data anthropometric measurements of height. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi square. The results of the univariate analysis of 28 stunting toddlers, 15 respondents (53.6%) had good knowledge, of 28 non-stunting toddlers, 19 respondents (67.9%) had good knowledge. The results of the univariate analysis of the history of exclusive breastfeeding in 28 stunted toddlers, 23 toddlers (82.1%) were not exclusively breastfed, of 28 toddlers who were not stunted, 18 toddlers (64.3%) who were not exclusively breastfed. Chi square results showed no relationship between maternal knowledge (p-value = 0.274) and history of exclusive breastfeeding (p-value = 0.217) with the incidence of stunting. Conclusion There is no significant relationship between maternal knowledge and history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the working area of the Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Mothers are expected to actively participate in posyandu activities, to find out the growth of children.
Pendampingan Pengembangan Website Official PT Mond Nature Lestari untuk Penyebaran Informasi Produk Priyatno, Arif Mudi; Sudirman, Wahyu Febri Ramadhan; Lasepa, Wanda; Afrinis, Nur; Rizqi, Eka Roshifita; Tanjung, Lailatul Syifa; Rusnedy, Hidayati
Journal of Digital Community Services Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v1i1.2

Abstract

The efficient distribution of product information plays a crucial role in the growth of inclusive and sustainable micro-enterprises. Within this framework, the community service activity is undertaken to enhance the accessibility of product information from PT Mond Nature Lestari. This is achieved by supporting the development of PT Mond Natural LESTARI's official website. PT Mond Nature Lestari is a small business established on August 18, 2020, with the NIB (Manduk Enterprise Number) 0220307891283. This endeavor centers on the manufacturing of teas, namely teas and flour, derived from natural and premium-grade components. This community service is implemented using a systematic support approach, encompassing requirements assessment, establishment of support teams, training, website building, content management training, and technical assistance. The escort team comprises IT specialists, web developers, and facilitators. The outcome of this community service endeavor is the development of an operational and adaptable official website for Mond Nature Lestari. The website provides convenient access to crucial information, including the items offered by PT Mond Nature Lestari. The support and training provided significantly enhanced the human resource capability at Mond Nature Lestari in autonomously managing and updating website material. The primary goal of enhancing the accessibility of Mond Nature Lestari's information products has been effectively accomplished through this community service. This community service activity has resulted in a favorable transformation in the way communication and micro-enterprise growth occur, moving towards a more sophisticated, interconnected, and inclusive approach.
Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Keripik Buah Nanas Lestari, Mela; Widawati, Widawati; Lasepa, Wanda
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.412

Abstract

Peningkatan produksi nanas harus disertai dengan penanganan pascapanen yang baik. Pengolahan nanas segar menjadi berbagai jenis produk olahan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan nanas dan memaksimalkan pengolahan pasca panen karena buah nanas mempunyai daya simpan yang relatif pendek yaitu antara satu sampai tujuh hari. Salah satu alternatif untuk memperpanjang daya simpan buah nanas adalah dengan mengeringkan buah nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap mutu keripik buah nanas. Penelitian dilakukan pada 25 Mei - 9 Juni 2023. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan suhu pengeringan yang berbeda yaitu P0 (tanpa pengeringan), P1 (suhu 500C), P2 (suhu 600C), dan P3 (suhu 700C) selama 16 jam menggunakan food dehydrator. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik One Way ANOVA. Berdasarkan uji organoleptik produk terbaik yang disukai panelis adala P2 (suhu 600C). Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nyata antara variabel rasa, aroma, dan tekstur terhadap mutu keripik buah nanas. Kandungan zat gizi pada keripik nanas terbaik tiap 100 gram adalah air 11,69 g, lemak 2,28 g, abu 2,87 g, dan pH 3,91. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya pengeringan agar memenuhi syarat mutu.  
Analisis Sensori dan Zat Gizi Stik Patin Kelor sebagai Camilan Sumber Zat Besi Pencegahan Anemia Remaja Lasepa, Wanda; Rizqi, Eka Roshifita; Rohmatillah, Laila Mardiana; Jati, Putri Zulia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/5x5kva93

Abstract

Permasalahan anemia pada remaja putri di Provinsi Riau masih mengkhawatirkan yang disebabkan oleh beberapa faktor, khususnya kurangnya asupan protein dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi tepung ikan patin dan daun kelor terhadap organoleptik dan kandungan gizi stik patin kelor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan. Formulasi tepung ikan patin dan daun kelor terdiri atas F0 (0g :5g), F1 (30g :5g), F2 (40g: 5g), dan F3 (50g: 5g). Uji organoleptik dilakukan pada 25 panelis konsumen yang berasal dari remaja putri. Data hasil uji organoleptik akan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal Wallis. Beberapa analisis zat gizi yang dilakukan, yaitu analisis proksimat, zat besi dan vitamin C. Penelitian menunjukkan bahwa F1 merupakan produk terpilih dengan rata- rata penerimaan sebesar 94%. Hasil analisis Kruskal Wallis pada uji hedonik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna pada rasa dan tekstur produk stik patin kelor (< 0,05). Dalam setiap 100 g stik patin kelor terpilih terdapat 16,69% karbohidrat, 12,45% protein, 3,52% lemak, 4,32 mg zat besi dan 6,85 mg vitamin C. Formula F1 lebih disukai oleh panelis dan dapat diklaim sebagai camilan sumber protein dan zat besi, sehingga stik patin kelor berpotensi sebagai camilan sumber zat besi untuk mengatasi anemia pada remaja.