Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Asupan Lemak dan Status Gizi dengan Kejadian Acne Vulgaris Remaja Firdaus, Melinda Rahmasari; Apriyanti, Fitri; Lasepa, Wanda
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.158

Abstract

Acne vulgaris adalah masalah kulit yang terjadi pada remaja dan dapat mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Karena jerawat remaja sering merasa rendah diri dan membuat dirinya takut untuk muncul di depan umum serta menarik diri dari interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan lemak dan status gizi dengan kejadian acne vulgaris pada populasi remaja di SMAN 5 Pekanbaru. Desain penelitian ini cross-sectional dan menggunakan stratified random sampling untuk mendapat 100 responden. Asupan lemak diukur menggunakan Food Recall 2x24jam, Status gizi diukur berdasarkan Z-score (IMT/U). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Sebanyak 54 siswa (54%) memiliki asupan lemak lebih, 80 siswa (80%) memiliki status gizi tidak lebih, dan 69 siswa (69%) mengalami acne vulgaris. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan kejadian acne vulgaris (p-value < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang antara status gizi dengan kejadian acne vulgaris (p-value > 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran asupan lemak dan status gizi dalam patogenesis acne vulgaris pada remaja. Implikasi dari penelitian ini dapat mendukung upaya pencegahan dan intervensi yang lebih efektif terhadap kondisi ini, serta memberikan dasar bagi penelitian lanjutan dalam bidang nutrisi dan dermatologi.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan Kejadian Wasting pada Baduta Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako Imansari, Dian; Rizqi , Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.159

Abstract

Wasting pada baduta jika tidak mendapatkan penanganan secara serius dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak, baik pertumbuhan maupun perkembangan di masa selanjutnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting pada baduta usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako tahun 2024. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan jumlah sampel 75 orang ibu balita dan balita usia 6-24 bulan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, ceklis pemberian MP-ASI, pengukuran berat badan dan panjang badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisa univariat diperoleh ibu dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 39(52%), pemberian MP-ASI kurang tepat sebanyak 47(62.7%) dan  balita mengalami wasting  40(53.3%). Hasil uji chi-square ditemukan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian wasting (p value = 0.001), ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting (p value = 0.000). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting pada balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako Tahun 2024. Diharapkan kepada ibu balita untuk tetap memantau pertumbuhan balita setiap bulan, MP-ASI sesuai   dengan pedoman untuk mencegah kejadian wasting.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTS MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Lasepa, Wanda; Hendarini, Any Tri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i1.12509

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal sehingga berkurangnya kadar kualitas dan kuantitas sel darah merah. Perempuan merupakan golongan yang rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Desain studi penelitian ini yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Variabel independennya yaitu asupan zat gizi (zat besi dan vitamin C). Penelitian ini dilakukan pada 136 responden di bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri di MTS Muhammadiyah Penyasawan sebesar 41.18% yang terdiri dari anemia tingkat ringan (19.12%) dan anemia tingkat sedang (22.06%). Remaja putri harus meningkatkan asupan zat gizi untuk mencegah terjadinya anemia.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISA MAKANAN PASIEN JANTUNG DI RUANG RAWATINAP PENYAKIT DALAM RSUD KECAMATAN MANDAU Dahri, Isfarita; Hendarini, Any Tri; Rizqi, Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15187

Abstract

Penyelenggara gizi makanan di Rumah Sakit bertugas untuk menyediakan makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan gizi pasien. Kebutuhan gizi pasien tidak akan terpenuhi jika masih banyak terdapat sisa makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan pasien jantung di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Kecamatan Mandau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Waktu penelitian adalah 28 Juli- 3 Agustus 2022 dengan jumlah sampel 25 pasien Jantung di RSUD Mandau yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan observassi dan kuesioner. Analisis hubungan antar variabel dependen dengan variabel independen menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tampilan makanan dengan sisa makanan (p-value 0,567 dan POR 2,25); ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan (p-value 0,028 dan POR 10,00); serta tidak ada hubungan antara makanan dari luar Rumah Sakit dengan sisa makana (p-value 1 dan POR 1,2). Kesimpulan ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan pasien, namun tidak ada hubungan antara tampilan dan makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makan pasien. Diharapkan dalam penyelenggaraan makan pasien untuk dapat meningkatkan tampilan dan rasa makanan agar pasien dapat menghabiskan makannannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN GIZI KURANG PADA REMAJA DI MTS-MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Jannah, Miftahul; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.16232

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Gizi kurang dapat terjadi pada setiap remaja dikarenakan kebiasaan makan yang kurang baik, jumlah asupan zat gizi yang kurang baik dan pengetahuan gizi seimbang yang rendah merupakan faktor penyebab dari masalah gizi kurang. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022, populasi pada penelitian ini sebanyak 148 siswa dan sampel sebanyak 119 siswa menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner pengetahuan gizi seimbang, karakteristik siswa, form food recall 2x24 jam, indeks standar antropometri yang digunakan yaitu IMT/U. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh 61 siswa (51,3%) memiiki pengetahuan gizi seimbang kurang, 64 siswa (53,8%) memiliki asupan energi kurang, 73 siswa (61,3%) memiliki asupan protein kurang, 65 siswa (54,6%) memiliki asupan lemak kurang, 75 siswa (63%) memiliki asupan karbohidrat cukup. Ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang (p-value=0,000), asupan energi (p-value=0,036), asupan protein (p-value=0,000), dan asupan karbohidrat (p-value=0,024) dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Tidak ada hubungan antara asupan lemak (p-value=0,422) dengan gizi kurang. Perlu adanya penyuluhan gizi seimbang, meningkatkan asupan makanan sumber energi, protein, lemak dan karbohidrat yang tinggi serta bervariasi agar kondisi gizi kurang tidak semakin memburuk.
ASUPAN ENERGI DAN KUALITAS DIET DENGAN KEJADIAN THINNESS PADA SISWA SMAN 1 KAMPAR Amirah, Amirah Azzahra; Rizqi, Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.18145

Abstract

Gizi kurang (thinness) dapat tejadi ketika asupan energi melalui makanan lebih kecil dari pada energi yang dikeluarkan (keseimbangan energi negatif). Selain dari kuantitas diet, gizi kurang (thinness) dapat diamati dari segi kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan energi dan kualitas diet dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar tahun 2023. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampar yang berjumlah 697 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan stratified random sampling dengan total 84 orang. Independen variabel pada penelitian ini adalah asupan energi dan kualitas diet, sedangkan dependen variable adalah kejadian gizi kurang (thinness). Pengumpulan data asupan energi dan kualitas diet menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan dikonversi ke dalam form DQI-I. Pengumpulan data status gizi menggunakan timbangan dan microtoise. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisa univariat diperoleh 58 responden (69,0%) memiliki asupan energi tidak baik, 80 responden (95,2%) memiliki kualitas diet rendah dan 46 responden (54,8%) mengalami gizi kurang (thinness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi (p value = 0,000) dan kualitas diet (p value = 0,038) dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan kualitas diet dengan kejadian gizi kurang (thinness) pada siswa SMAN 1 Kampar tahun 2023.  
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI DI DESA PULAU GADANG KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR Annisa, Rahmi; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.19172

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera. Edukasi tentang pemberian MP-ASI yang baik kepada ibu menyusui dengan meninjau dari pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI sangat penting dilakukan. Pemberian MP-ASI yang sesuai dan bernilai zat gizi yang baik untuk kecupukan balita sehingga dengan demikian dapat mencegah stunting dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan pemberian MP-ASI di desa Pulau Gadang Kec XIII Koto Kampar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan variabel independent di ukur dalam waktu yang bersamaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Artinya semua populasi dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket. Penelitian ini menggunakan analisa Bivariat.  Hasil penelitian menemukan 6 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 15 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 9 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang baik tentang MP-ASI dini. Maka rata-rata ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang cukup tentang MP-ASI dini. Penelitian menemukan 20 orang dari 30 orang ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memberikan MP-ASI Dini kepada bayinya. Artinya 66,70% bayi di Desa Pulau Gadang sudah diberikan MP-ASI Dini.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan pada Pasien Bedah di Ruang XX Wihelsha, Regina; Rizqi, Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.273

Abstract

Large amounts of food waste over a long period of time cause nutritional deficiencies that slow down healing. The purpose of this study was to determine the factors associated with food waste in surgical patients in the Xs Room of X Hospital. This type of research is quantitative research with cross-sectional design using purposive sampling technique as many as 136 samples. Data were collected using a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate analysis (Chi Square test). Of the 136 respondents, as many as 73 respondents (53.7%) had a lot of food left, as many as 78 respondents (57.4%) the taste of food was not appropriate, as many as 76 respondents (55.9%) the appearance of food was not attractive and as many as 79 respondents (58.1%) often ate food from outside the hospital. Based on the results of statistical tests there is no relationship between Food Taste (p value = 0.062), there is a relationship in Food Appearance (p value = 0.001) and Food from Outside the Hospital (p value = 0.013) with Leftover Food for Surgical Patients. The study concluded that there was no relationship between food flavour and food waste, and there was a relationship between food appearance and consuming food from outside the hospital with food waste. This study is expected as additional knowledge for patients and families to increase awareness of the importance of food provided by the hospital.
PKM Aksi Penguatan Gizi Seimbang (PGS) Sebagai Upaya Peningkatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan Pada Remaja Di Sman 1 Bangkinang Lasepa, Wanda; Tri Hendarini, Any; Ananda Desti, Putri
Journal of Social and Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v1i2.60

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood marked by physical, psychological and psychosocial changes. According to the World Health Organization (WHO) the age group for adolescents is 12-24 years old. Fulfillment of nutritional needs during adolescence can maximize the work of the reproductive organs which will continue on to the products of conception. The Balanced Nutrition Guidelines aim to provide guidelines for daily food consumption and healthy behavior based on the principles of consuming a variety of foods, clean living habits, physical activity, and regular monitoring of body weight in order to maintain normal body weight. Diet is the most important behavior that can affect nutritional status. This is because the quantity and quality of food and drink consumed will affect nutritional intake so that it will affect the health of individuals and society. In order to keep the body healthy and avoid various chronic diseases or non-communicable diseases related to nutrition, people's diet needs to be improved towards balanced nutrition consumption. Good nutritional status can improve individual and community health.
Chronic Energy Deficiency and Its Associated Factors among Pregnant Women Living in Rural Areas, Indonesia: A Community Based Study Anggriani Harahap, Dewi; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda; Apriyanti, Fitri
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i1.1982

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) in Indonesia is highly prevalent among pregnant women, becoming a public health problem that requires immediate action due to the adverse effects on the growth and development of the fetus as well as the health of the mother. This study aims to assess factors associated with CED among pregnant women in a particular rural area, in Siak Regency, which has a high prevalence of CED. A cross-sectional study was employed involving 122 pregnant women in the first and second trimesters from December 2024 to January 2025. Probability proportional to size (PPS) was used to select the subjects in 10 villages. Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) was measured to determine CED incidence with less than 23.5 cm as a cut-off point. A structured questionnaire was used to collect socio-demographic, food security, and food taboo data. The HFIAS questionnaire was used to collect food security data. This study has found that the prevalence of CED among pregnant women is 35.2%. In bivariate analysis, economic status, dietary diversity, parity, dietary pattern, food security, and food taboo have a significant association with CED. After adjusted by several variables using binary logistic, parity (AOR: 25.47; 95% CI:2.6- 78.23), food security (AOR: 6.19; 95% CI: 2.05- 18.73) and food taboo (AOR: 6.44; 95%CI: 2.0- 20.648) are exhibited to be determinant factors of CED with p-value less than0.05. The percentage of CED among pregnant women is higher compared to the national prevalence, which leads to urgent actions. Interventions targeting the causes of CED, such as parity, food security, and food taboo, are essential to reduce the incidence of CED. The results of this study are expected to guide policymakers in creating innovative interventions to reduce CED among pregnant women.