Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam pembuatan artikel ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 240 mahasiswa Pendidikan Jasmani yang mengambil mata kuliah literasi digital, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–4 yang terdiri atas 15 butir pertanyaan dan mencakup empat aspek literasi digital, yaitu kultural, kognitif, kritis, dan bertanggung jawab. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor persentase pada setiap indikator, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa berada pada tingkat yang bervariasi. Aspek bertanggung jawab menunjukkan capaian paling baik, yang mencerminkan kesadaran mahasiswa terhadap etika akademik dan pentingnya kejujuran ilmiah. Sementara itu, aspek kultural, kognitif, dan kritis masih menunjukkan kelemahan, terutama dalam memilih sumber yang kredibel, menganalisis informasi, serta menyusun argumen ilmiah secara logis. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih memerlukan penguatan literasi digital secara komprehensif agar lebih siap dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran literasi digital di perguruan tinggi. Abstract This study aimed to analyze the digital literacy skills of Physical Education students in writing scientific articles. The research employed a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 240 Physical Education students enrolled in a digital literacy course, and the sampling technique used was total sampling. The research instrument was a Likert scale questionnaire (1–4) consisting of 15 items covering four dimensions of digital literacy: cultural, cognitive, critical, and responsible dimensions. Data were analyzed by calculating the percentage scores for each indicator and then classifying them into specific categories. The findings revealed that students’ digital literacy skills varied across dimensions. The responsible dimension showed the strongest performance, indicating students’ awareness of academic ethics and the importance of scientific honesty. Meanwhile, the cultural, cognitive, and critical dimensions still showed weaknesses, particularly in selecting credible sources, analyzing information, and constructing logical scientific arguments. These findings indicate that students still need comprehensive reinforcement in digital literacy to be better prepared for producing high-quality scientific articles. This study provides important implications for the development of digital literacy learning in higher education.