Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Postnatal Breast Care Berpengaruh Pada Pengeluaran Kolostrum Ermasari, Anissa
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8720

Abstract

Background : The failure of exclusive breastfeeding is one of the effects of not releasing colostrum immediately after the mother gives birth. The World Health Organization (WHO) reports that the rate of exclusive breastfeeding in the world is only approximately 38%, while in Indonesia the coverage is only 52.5%. One of the factors that can affect the secretion time of colostrum is breast care. Postnatal Breast Care can influence the pituitary to produce the hormones prolactin and oxytocin which can increase colostrum production.Purpose : To determine the effect of postnatal breast care on colostrum secretion in post partumMethods : Using the Quasy Experiment research design with the one shot case study or posttest only design approach. The sampling technique in this study was non-probability sampling, and 30 respondents were obtained. Data analysis in this study was carried out using univariate and bivariate methods using the Spearman rank correlation test.Results : The results of this study indicate that the frequency of postpartum postnatal breast care to release colostrum is the most commonly done once, as many as 21 respondents (70%), the proportion of time realising colostrum after being given postnatal breast care intervention is ≤ 24 hours, namely 29 respondents (96.67%). The results of the Spearman rank correlation test obtained a p value (0.007) < a (0.05) and an r value of 0.480Conclusion : The conclusion of this study Postnatal Breast Care has an effect on colostrum secretion in postpartumSuggestion aimed at health services and health workers, especially midwives who provide care for postpartum mothers Keywords : Postnatal Breast Care, Colostrum, Exclusive Breastfeeding ABSTRAK Latar Belakang : Gagalnya ASI Eksklusif adalah salah satu dampak dari tidak segera keluarnya kolostrum setelah ibu melahirkan. World Health Organization (WHO) melaporkan tingkat pemberian ASI eksklusif di dunia kurang lebih hanya 38%, sedangkan di Indonesia cakupannya hanya 52,5%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pengeluaran kolostrum adalah breast care. Postnatal Breast Care  dapat mempengaruhi hipofise untuk memproduksi hormone prolaktin dan oksitosin yang dapat meningkatkan produksi dan pengeluaran kolostrum.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Postnatal Breast care terhadap pengeluaran kolostrum pada ibu post partum.Metode : Menggunakan rancangan penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan The one shot case study atau posttest only design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini nonprobability sampling, dan didapatkan 30 responden. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat yang Menggunakan uji korelasi spearman rank.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan frekuensi Postnatal breast care postpartum sampai mengeluarkan kolostrum yang paling banyak dilakukan adalah 1 kali sebannyak 21 responden (70%), proporsi waktu pengeluaran kolostrum setelah diberikan intervensi Postnatal breast care adalah ≤ 24 Jam yaitu sebanyak 29 responden (96,67%). Hasil uji korelasi spearman rank didaptkan nilai p value (0,007) < a (0,05) dan nilai r sebesar 0,480.Kesimpulan : Simpulan penelitian ini Postnatal Breast Care berpengaruh pada pengeluaran kolostrum pada ibu postpartum.Saran : Ditujukan kepada pelayanan Kesehatan dan tenaga kesehatan khususnya bidan yang memberikan asuhan terhadap ibu postpartum Kata Kunci : Postnatal Breast Care, Kolostrum, ASI Eksklusif
The Effect Of Moringa Leaf Compresses On Breastfeeding Dam Pain In Post Partum Mothers Minarsih, Revi; Ermasari, Anissa; Rachmawati, Fijri; Yuviska, Ika Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.12509

Abstract

Latar Belakang  Di Indonesia angka kejadian bendungan ASI terbanyak terjadi pada ibu-ibu bekerja sebanyak 24,8% dari ibu menyusui (Departemen Kesehatan RI, 2022). Di Provinsi Lampung, dari data Survei Demografi Tahun 2022 di dapatkan ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 23.870 orang dari 91.398 orang ibu nifas (Survei Demografi Lampung 2022).Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kompres daun kelor terhadap nyeri bendungan asi pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Wanna Melinting Lampung Timur Tahun 2023.Metode  jenis penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian metode pre Eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan masalah bendungan pada bayudara sebanyak 64 ibu  di Desa Tanjung Aji Kec. Melinting Lampung Timur Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dari bulan Feberuari hingga Juli tahun 2023, dan dilakukan terhadap 35 ibu postpartum, dengan diberikan kompres daun kelor untuk membantu menurunkan intensitas nyeri pada bendungan asi. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji statistika wicoxon. Hasil Rata-rata skala nyeri terhadap bendungan asi sebelum kompres daun kelor pada ibu post partum di Desa Tanjung Aji Kec. Melinting Lampung Timur Tahun 2023 sebesar 7.23 dan nilai standar deviatioan 0.598. Rata-rata skala nyeri terhadap bendungan asi sesudah kompres daun kelor sebesar 3.94 dan nilai standar deviatioan 0.873.Kesimpulan hasil nilai P value 0,000 yang bermakna Ha diterima dan Ho ditolah yang artinya terdapat pengaruh kompres daun kelor terhadap nyeri bendungan asi pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Wanna Melinting Lampung Timur Tahun 2023. Saran respoden mampu menerapkan terapi berupa kompres dengan daun kelor dalam membantu dalam menurunkan nyeri pada payudara  pada payudara sehingga dapat meningkatkan kualitas menyusui pada bayi, dan bagi PKM mampu memberikan edukasi mengenai penatalaksanaan nyeri bendungan asi dengan kompres daun kelor. Kata kunci : bendungan asi, daun kelor, nyeri ABSTRACT Background In Indonesia, the highest incidence of ASI dams occurs in working mothers, as much as 24.8% of breastfeeding mothers (RI Ministry of Health, 2022). In Lampung Province, from the 2022 Demographic Survey data, 23,870 of 91,398 postpartum mothers experienced breast milk retention (Lampung Demographic Survey 2022). The aim of this study was to determine the effect of Moringa leaf compresses on breast milk dam pain in post partum mothers in the Work Area of the Wanna Melinting Health Center, East Lampung, in 2023.In this study the authors used a type of quantitative research. In this study, the research design used the pre-experimental method with the one group pretest-posttest design approach. The population in this study were postpartum mothers with dam problems in their newborns as many as 64 mothers in Tanjung Aji Village, Kec. Melinting East Lampung in 2023. This research was conducted from February to July 2023, and was carried out on 35 postpartum mothers, by being given Moringa leaf compresses to help reduce the intensity of pain in breast milk. Data analysis used univariate and bivariate tests with the Wicoxon statistical test.The average pain scale for breast milk before compressing Moringa leaves in post partum mothers in Tanjung Aji Village, Kec. Melinting East Lampung in 2023 is 7.23 and the standard deviation value is 0.598. The average pain scale for breast milk after compressing Moringa leaves was 3.94 and the standard deviation value was 0.873. The conclusion of the results is a P value of 0.000 which means that Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is an effect of Moringa leaf compresses on breast milk dam pain in post partum mothers in the Work Area of the Wanna Melinting Health Center, East Lampung in 2023. By conducting this research, it is hoped that respondents will be able to apply therapy in the form of compresses with Moringa leaves in helping to reduce breast pain in the breast so that it can improve the quality of breastfeeding in infants, and for PKM it is able to provide education regarding the management of breast milk dam pain by compressing Moringa leaves. Keywords: breast milk dam, Moringa leaves, pain 
Influence Of Date Fruit Consumption On Breast Milk Production In Breastfeeding Mothers Ramadhani, Andesta; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.15478

Abstract

Latar Belakang : Menyusui bukan sekadar pengalaman menjalin ikatan antara ibu dan anak; itu juga merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun banyak ibu yang mengalami kendala dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif karena produksi ASI yang tidak mencukupi. Nutrisi ibu hamil memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini, dan salah satu solusi yang sering diabaikan adalah konsumsi kurma. Kurma, yang secara ilmiah dikenal sebagai Phoenix dactylifera, telah terkenal karena manfaat nutrisinya selama berabad-abad. Kaya akan galaktagog, protein, dan kalori, kurma telah menunjukkan potensi menjanjikan dalam meningkatkan produksi ASI. Artikel ini mendalami penelitian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023.Tujuan penelitian : Diktetahui pengaruh konsumsi buah kurma terhadap produksi ASI ibu menyusui.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan menggunakan metodologi two-group test-post test. Populasi penelitian adalah ibu nifas di wilayah Puskesmas Kotabumi II, dengan jumlah sampel yang dikumpulkan pada bulan Agustus 2023 sebanyak 30 orang. Melalui purposive sampling, 15 orang ibu dimasukkan ke dalam kelompok intervensi, sedangkan 15 orang lagi menjadi kelompok kontrol.Hasil Penelitian :Analisis statistik, menggunakan uji Mann-Whitney, menunjukkan nilai p signifikan sebesar 0,028<0,05. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023. Temuan ini menggarisbawahi potensi kurma sebagai solusi alami untuk meningkatkan tingkat keberhasilan menyusui.Kesimpulan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusuiSaran :Dengan dosis anjuran 100 gram atau kurang lebih 8 buah kurma setiap hari selama 7 hari, ibu bisa memanfaatkan manfaat alternatif non farmakologi ini. Kata Kunci: ASI, ASI, Buah Kurma, Ibu ABSTRACT  Background: Breastfeeding is not just a bonding experience between a mother and her child; it's also a vital source of nutrition for the infant. However, many mothers face challenges in maintaining exclusive breastfeeding due to insufficient breast milk production. Maternal nutrition plays a crucial role in addressing this issue, and one often-overlooked remedy is the consumption of dates. Dates, scientifically known as Phoenix dactylifera, have been celebrated for their nutritional benefits for centuries. Rich in galactagogue, protein, and calories, dates have shown promising potential in boosting breast milk production. This article delves into a study conducted in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. Purpose : The aim of this research is to determine the effect of dates on breast milk productionMethod: Exploring the influence of date fruit consumption on breastfeeding mothers' milk production. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental design, utilizing a two-group test-post test methodology. Postpartum mothers in the Kotabumi II Community Health Center area constituted the study population, with a total of 30 samples collected in August 2023. Through purposive sampling, 15 mothers were assigned to the intervention group, while another 15 formed the control group.Result : Statistical analysis, employing the Mann-Whitney test, revealed a significant p-value of 0.028<0.05. This outcome suggests a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothers in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. These findings underscore the potential of dates as a natural solution to enhance breastfeeding success rates.Concluison a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothersSuggestion dosage of 100 grams or approximately 8 pieces of dates daily for a duration of 7 days, mothers can harness the benefits of this non-pharmacological alternative. Keywords: Breastfeeding, Breast Milk, Date Fruit, Mother,
Edukasi dan Implementasi Kompres Hangat Sebagai Intervensi Nonfarmakologi Dismenore Pada Mahasiswa Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Ermasari, Anissa; Evrianasari, Nita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23438

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer merupakan nyeri haid yang umum dialami wanita usia remaja dan dewasa muda tanpa kelainan anatomis pada organ reproduksi. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, termasuk pada mahasiswa kebidanan. Meskipun memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, sebagian mahasiswa masih bergantung pada penggunaan analgesik untuk mengatasi nyeri haid. Salah satu intervensi penanganan yang efektif, aman, dan mudah dilakukan adalah kompres hangat, yang bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot uterus. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dalam melakukan kompres hangat sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap dismenore primer. Hasil kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Universitas Malahayati dengan melibatkan 40 mahasiswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dismenore primer dan pelatihan praktik kompres hangat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan (berdasarkan hasil pre-test dan post-test). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik kompres hangat dengan benar. Umpan balik kualitatif mengindikasikan bahwa kegiatan dianggap bermanfaat, aplikatif, dan relevan dengan bidang kebidanan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi dan implementasi kompres hangat ini efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa kebidanan dalam penanganan dismenore primer secara nonfarmakologis. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa sebagai agen edukator kesehatan reproduksi yang mampu menerapkan intervensi sederhana dan aman dalam praktik kebidanan. Kata Kunci: Dismenore primer, kompres hangat, intervensi nonfarmakologis
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH) Ariningtias, Rahayu; Yantina, Yuli; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11674

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyandu sangat penting dan berfungsi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti penimbangan, vaksinasi, penyuluhan gizi dan lain-lain. Akibat adanya pandemi COVID-19, kegiatan posyandu balita sempat diberhentikan sementara, salah satunya posyandu balita di kampung Negeri Jaya kecamatan Negeri Besar.Tujuan: Diketahui Hubungan Frekuensi Kunjungan Balita ke Posyandu dengan Status Gizi Balita di Kampung Negeri Jaya.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  menggunakan rancangan Analitic dengan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan dari Februari sampai dengan Juli di Kampung Negeri Jaya. Penelitian ini menggunakan data skunder berupa laporan bulanan posyandu dengan jumlah sampel sebanyak 154 orang balita.Analisis data dengan cara analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 0,05.Hasil : Terdapat 68 Balita (44,2%) aktif posyandu dan 86 balita (55,8%) tidak aktif posyandu. Status gizi berdasarkan BB/U (gizi kurang s39 orang atau 25,3%, gizi baik 103 orang atau 66,9%, gizi lebih sebanyak 12 orang atau 7,8%). Status gizi TB/U (balita pendek 28 orang atau 18,2%, balita normal 126 orang atau 81,8%). Status gizi BB/TB (balita kurus 26 orang atau 16,9%, gizi normal 115 orang atau 74,7%, gemuk sebanyak 13 orang atau 8,4%).Kesimpulan : Ada hubungan frekuensi kunjungan balita ke posyandu dengan status gizi balita BB/U (p value = 0,03), TB/U (p value=0,04), BB/TB (p value=0,01). saran : meningkatkan kerjasama antara pemerintah kampung dan kader posyandu dengan bidan desa setempat untuk meningkatkan cakupan kunjungan balita keposyandu sehingga status gizi balita dapat terpantau dengan baik. Kata Kunci : Posyandu balita, kunjungan posyandu, status gizi balita ABSTRACT Backgrounds:Based on the results of basic health research (Riskesdas) in 2018 the prevalence of underweight toddlers in Way Kanan Regency was 19.57%. Toddlers’s visit to Posyandu is very important and beneficial to get health services such as weighing, vaccination, nutrition counseling and etc. As a result of the COVID-19 pandemic, Posyandu activities for toddlers were temporarily suspended, one of them was posyandu for toddlers in  Negeri Jaya village, Negeri Besar sub-district.Purpose: Gaining information about the relation between the frequency of visits by toddlers to Posyandu and the nutritional status of  toddlers in Negeri Jaya village.Methods:This research is a quantitative study using an analytical design with a cross-sectional approach held from February to July in Negeri Jaya village. This study used secondary data in the form of monthly posyandu reports with  total samples about 154 toddlers. Data analysis was carried out by means of univariate and bivariate analysis using the Chi Square test with a degree of confidence 0.05.Results:There were 68 toddlers (44.2%) who were active in posyandu and 86 toddlers (55.8%) who were not active in posyandu. Nutritional status based on BW/A (undernourished 39 people or 25.3%, well nutrition 103 people or 66.9%, over nutrition 12 children or 7.8%). Nutritional status BH/A (28 short toddlers or 18.2% and normal toddlers 126 children or 81.8%). BW/BH nutritional status (26 thin under-five years old children or 16.9%, normal 115 people or 74.7%, 13 over weight or 8.4%).Conclusion:There is a relationship between the frequency of visits by toddlers to posyandu and the nutritional  status of toddlers shown by BW/A (p value = 0.03), BH/A (p value=0.04), BW/BH (p value=0.01).Suggestion: increasing cooperation between the village government and posyandu cadres with local midwife to increase toddlers’s visit to posyandu so that their nutritional status can be properly monitored. Keywords : Posyandu for toddlers, posyandu visits, nutritional status for toddlers