Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RESPON PEMBERIAN FITOHORMON EKSTRAK LIDAH BUAYA DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) Wulanjari, Distiana; Hasanah, Hepniatul; Setiyono, Setiyono; Rosyady, Muhammad Ghufron
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.10577

Abstract

Perbanyakan stek vanili masih memiliki beberapa hambatan seperti akar yang sulit tumbuh dan waktu tumbuh tunas yang lama. Penambahan fitohormon ekstrak lidah buaya dan nitrogen diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan akar dan tunas lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi konsentrasi ekstrak lidah buaya dan dosis pupuk nitrogen yang tepat untuk merangsang  pertumbuhan stek batang tanaman vanili. Percobaan dilakukan secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari  2 faktor  dengan 3 ulangan. Faktor I konsentrasi fitohormon ekstrak lidah buaya yang terdiri atas 4 taraf yaitu E0: 0 ml/L air ( Kontrol), E1: 250 ml/L air, E2: 500 ml/L air dan E3: 750 ml/L air dan faktor II dosis pupuk nitrogen yang terdiri atas 4 taraf yaitu N0: 0 gram (Kontrol), N1: 7,5 gram/polybag, N2: 15 gram/polybag, N3: 22,5 gram/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan konsentrasi fitohormon lidah buaya 750 ml/L air dan dosis pupuk nitrogen 0 gram (E3N0) memberikan pengaruh sangat nyata pada jumlah akar, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman.
Upgrading pasca panen dan pembibitan kopi menggunakan bed dryer dome di desa Kalibarumanis kabupaten Banyuwangi Saputra, Tri Wahyu; Rosyady, Muhammad Ghufron; Farisi, Oria Alit; Muhlison, Wildan; Khotijah, Khotijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22124

Abstract

AbstrakDesa Kalibarumanis merupakan daerah penghasil kopi yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Permasalahan yang terkait kopi di desa tersebut yaitu metode pengeringan kopi yang masih konvensional dan metode pembibitan kopi yang belum sesuai Good Agricultural Practices (GAP). Adapun tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini antara lain mengimplementasikan teknologi pengeringan yang tepat berupa Bed Dryer Dome untuk biji kopi dan mengembangkan bibit kopi yang menghasilkan tanaman kopi dengan produktivitas tinggi dan unggul. Metode pelaksanaan program dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dimulai pada bulan Juli sampai September 2022. Luaran program berupa pembangunan Bed Dryer Dome yang dapat digunakan oleh mitra untuk mengeringkan biji kopi setelah panen tanpa harus terhalang kondisi lingkungan. Luaran kedua yaitu telah tercapainya transfer knowledge dalam pembibitan kopi dengan bibit dari klon yang unggul dan metode teknik sambung-stek untuk peningkatan produktivitas tanaman dan kualitas buah kopi. Pelaksanaan program ini menjadi sebuah pijakan awal dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui komoditas kopi. Selanjutnya, tim pelaksana berkomunikasi dengan mitra petani kopi yang mempunyai peran utama dalam melanjutkan hasil program ini di masa mendatang saat panen kopi pada tahun-tahun berikutnya. Kata kunci: desa kalibarumanis; kopi; bed dryer dome; bibit unggul; kualitas. Abstract Kalibarumanis Village is a coffee producing area located in Banyuwangi Regency, East Java Province. Problems related to coffee in the village are conventional coffee drying methods and coffee seeding methods that are not in accordance with Good Agricultural Practices (GAP). The objectives of this Community Service Program include implementing appropriate drying technology in the form of a dome Bed Dryer Dome for coffee beans and developing coffee seeds that produce coffee plants with high productivity and superior quality. The program implementation method is carried out in several stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from July to September 2022. The output of the program is the construction of a Bed Dryer Dome which can be used by partners to dry coffee beans after harvest without having to be hindered by environmental conditions. The second output was the achievement of transfer of knowledge in coffee nurseries using seeds from superior clones and the grafting-cutting technique method to increase plant productivity and coffee cherries quality. The implementation of this program is an initial foothold in improving the community's economy through coffee commodities. Furthermore, the implementation team communicates with coffee farmer partners who have a major role in continuing the results of this program in the future during the coffee harvest in the following years. Keywords: kalibarumanis village; coffee; bed dryer dome; quality seeds; quality
INTENSIFIKASI BUDIDAYA SELADA HIDROPONIK SKALA MIKRO MELALUI PENERAPAN SISTEM PEREMAJAAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN Wulanjari, Distiana; Rosyady, Muhammad Ghufron; Farisi, Oria Alit; Irsyadi, Muhammad Burhanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33744

Abstract

Abstrak: Keterbatasan lahan menjadi salah satu penghambat terbesar petani dalam usaha budidaya selada hidroponik. Jumlah lubang tanam membatasi produktivitas tanaman. Intensifikasi lubang tanam pada usaha budidaya selada hidroponik dapat diupayakan dengan menerapkan sistem peremajaan. Pengabdian ini bertujuan membantu petani hidroponik menerapkan intensifikasi lahan agar meningkatkan produktivitasnya, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode demonstrasi dan dilanjutkan dengan pendampingan penerapan pada lokasi usaha mitra. Evaluasi dilakukan 3 bulan setelah pendampingan dengan cara observasi/menghitung langsung produksi selada dan pendapatan petani di setiap bulannya. Kegiatan ini melibatkan dua mitra yang merupakan petani muda dengan pengalaman kurang dari 5 tahun, yaitu Hidayah Farm Agro dan Satriya Agro di Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 73% peserta paham dalam menerapkan sistem peremajaan. 53% peserta juga memahami pentingnya penggunaan benih unggul. Penerapan sistem peremajaan dapat mengoptimalkan meja produksi hingga 50% dan meningkatkan produksi 48,25 – 50,14%. Rerata produktivitas selada hidroponik per bulan juga meningkat seiring dengan persentase peningkatan lubang tanam dan diikuti dengan peningkatan penghasilan petani.Abstract: Land limitations are one of the biggest obstacles for farmers in hydroponic lettuce cultivation. The number of planting holes limits crop productivity. Intensification of planting holes in hydroponic lettuce cultivation can be achieved by implementing a rejuvenation system. This community service program aims to help hydroponic farmers intensify their land use to increase productivity, thereby increasing farmers' income. The service activity was carried out using the demonstration method and followed by assistance in implementation at the partner's business location. The evaluation was conducted 3 months after the assistance by observing/calculating the lettuce production and farmers' income each month. This activity involved two partners who are young farmers with less than 5 years of experience, namely Hidayah Farm Agro and Satriya Agro in Tegalsari Village, Ambulu District, Jember Regency. A total of 15 people participated in this activity. The results of the activity showed that 73% of participants understood how to implement the rejuvenation system. 53% of participants also understood the importance of using superior seeds. The implementation of the renewal system can optimize production by up to 50% and increase production by 48.25–50.14%. The average monthly productivity of hydroponic lettuce also increased in line with the percentage increase in planting holes, followed by an increase in farmers' income.
Co-Authors Abyan, Anfirta Kauthar Alit Farisi, Oria Amam, Amam Ana Tasya Silvia Silvia Andana, Moch Zico Andana Anom Wijaya, Ketut Ardyansah, Muhammad Ikrom Arum, Ayu Puspita Assyarbini, Muhammad Akbar Assyarbini Basuki , Budiman, Subhan Arif Cahyani, Fariska Aulia Gita Chempian Everesta Susanto Susanto Dita Shofia Khoirunnisa Khoirunnisa Djoko Soejono Dwi Erwin Kusbianto Dyah Ayu Savitri Farisi, Oria Alit Felda Afrizal Putra Garina Novta Viani Viani Gatot Subroto Gena, Muhammad Sami Makarim Hak, Moh Alaika Nurul Hasanah, Hepniatul Hasbi Mubarak Suud Hasbi Mubarok Suud, Hasbi Mubarok Herliani, Canserlita Puteri Ibanah, Indah Ilhami, Mochamad Akhsin Ilhami, Tania Belvayu Ulfi Malaynis Ilhami Innaya, Lutfika Revi Intan Kartika Putri Putri Irsyadi, Muhammad Burhanuddin Izah, Ika Lailatul Kamilah, Arina Dian Ketut Anom Wijaya Khoirunnisa, Dita Shofia Khoirunnisa Khoirunnisa, Wilda Khotijah Khotijah Laily Mutmainnah Larassati, Larassati Maharani, Ariq Dewi Mauriza, Risya Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring Moch Zico Andana Andana Mubaroq, Amirul Khamdhan Mufida, Zida Ilmi Muhammad Akbar Assyarbini Assyarbini Muhammad Rafli Faishal Wardana Mukaromah, Awalia Malikhatul Nadia Nisa Tasania Tasania Nuraini, Alifia Siti Oria Alit Farisi Pramesti, Riska Ayu Putera, Dimas Fajar Putri, Intan Kartika Putri Ratnawati Ratnawati Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Ria, Vina Yunita Rizkika, Aghnia Rahma Rony, Zahara Tussoleha Satrio Wicaksono Setiyono Setiyono Setiyono, S Silvia, Ana Tasya Silvia Soetriono Soetriono Susanto, Chempian Everesta Susanto Suud, Hasbi Mubarak Suwardiyanto Suwardiyanto Tania Belvayu Ulfi Malaynis Ilhami Ilhami Tasania, Nadia Nisa Tasania Tri Wahyu Saputra Unerly, Ashon Alrossy Viani, Garina Novta Viani Wardana, Rafli Arya Wardana Wardhana, Ega Wildan Muhlison, Wildan Wulanjari, Distiana Yuli Hariyati Zahrosa, Dimas Bastara