Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

AKTIVITAS IMUNOMODULATOR REGIMEN ISOLAT MANGOSTIN, KURKUMINOID, PIPERIN, METIL SINAMAT DAN VITAMIN C DENGAN METODE CARBON CLEREANCE Fauzi, Novi Irwan; Sari, Nia Kurnia; Fathurrahman, Muhammad Hilmi; Firmansyah, Adang; Ferdiansyah, Rival; Ismayadi, Pupung; Herawati, Irma Erika
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 3 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/7sr0rm77

Abstract

The regimen of test materials consisting of mangostin isolate, curcuminoid, piperine, methyl cinnamate, and vitamin C is combined to help increase body immunity (immunostimulant). Immunostimulant activity testing was carried out using the carbon clearance method. 30 male Wistar rats were randomly divided into 5 groups, namely the normal control group, the comparison drug control, and dose groups I, II and III where the regimen of the test material was given at consecutive doses of 7.2; 72; 720 mg /kg respectively. The treatment was given for 6 days, then a carbon suspension dose of 0.5 mL / BW was given intravenously. Blood samples from the tail vein at 5, 10, and 15 minutes were measured for absorbance using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 650 nm. Phagocytosis constant and Phagocytosis Index (IF) were determined to assess immunostimulant activity. The phagocytosis constant in the regimentation of the test material showed a faster pattern in eliminating carbon compared to the normal control group and the reference drug. The regimentation of the test material also had an IF value > 1.5 which is a strong immunostimulant category.
Antioxidant and Antimicrobial Potential of Sappan Wood Extract against Porphyromonas gingivalis Sugiaman, Vinna Kurniawati; Jeffrey, Jeffrey; Widowati, Wahyu; Ferdiansyah, Rival; Novianto, Agung
Majalah Kedokteran Bandung Vol 56, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v56.3323

Abstract

Gingivitis inflammation triggered by microbial biofilms is one of the detrimental causes of periodontal diseases. When a periodontal disease occurs, tooth decay becomes inevitable, and can pose a serious threat to oral health, requiring appropriate treatment. Inflammation in periodontitis is mainly caused by oxidative stress; hence, antimicrobial and antioxidant-based therapies are suggested for periodontitis. Sappan wood is well-known for its brazilin compounds, which have the potential as herbal medicines and antibacterial agents to fight oral pathogens with minimal side effects. This study aimed to examine the antimicrobial and antioxidant activities of sappan wood extract (SE) as a candidate agent for preventing periodontal diseases. This study was conducted at Maranatha Christian University, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, and Aretha Medika Utama from January-April 2023. The sappan wood was extracted using ethanol 96% and the antimicrobial evaluation was done by calculating the total colony of P. gingivalis while the antioxidant activity was evaluated by ABTS, H2O2, and FRAP Assays. This study revealed that SE was significantly effective in reducing the total colony of P. gingivalis up to 0 CFU/mL. The highest antioxidant activity of SE was found in 100 µg/mL with IC50 19.06 µg/mL for ABTS, 90.99 µg/mL for H2O2, and 564 µM Fe (II) for FRAP. Thus, SE presents its strong antimicrobial and antioxidant activity potentials by in vitro evaluation that could be analyzed further for its utilization as a periodontal-preventing agent. This study also provides basic information for future implication of sappan wood extract as ingredients for dental care products.
OPTIMASI PROSES SULFATASI MENGGUNAKAN KALIUM SULFAT PADA SCALE UP ISOLASI KARAGENAN DARI Eucheuma Cottonii Ferdiansyah, Rival; Purwadha, Andira; Kartamiharja, Haruman; Abdassah, Marline; Zainuddin, Achmad; Chaerunnisa, Anis
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.227

Abstract

Scale up merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang menggunakan hasil-hasil yang diperoleh dari studi laboratorium untuk merancang prototipe dan proses pilot plant, serta menggunakan data tersebut untuk merancang dan membangun skala penuh. Pada penelitian ini telah dilakukan optimasi proses sulfatasi pada scale up isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii dengan tujuan untuk menghasilkan karagenan yang optimal dan sesuai standar yang dipersyaratkan. Proses isolasi karagenan dari rumput laut dilakukan dua tahap, yaitu tahap skala laboratorium dan tahap scale up. Proses sulfatasi menggunakan larutan K2SO4 dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 0,2 M; 0,4 M; dan 0,6 M. Optimasi proses sulfatasi dengan K₂SO₄ 0,4 M menghasilkan karagenan dengan kadar sulfat 17,70% (skala lab) dan 22,64% (scale up), serta gel strength 120,98 g/cm² (skala lab) dan 74,02 g/cm² (scale up). Karagenan yang dihasilkan pada scale up dan skala laboratorium terdapat perbedaan dari segi gel strength dan rendemen, tetapi untuk parameter evaluasi lainnya tidak terdapat perbedaan antara scale up dan skala laboratorium. 
Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Bahan Pembuatan Sabun Batang Organik Metode Cold Process untuk Meningkatkan Produktivitas Komunitas Pemuda Cimahi Mardiah, Irma; Putri, Yola Desnera; Ferdiansyah, Rival; Gustini, Sri; Legowo, Wahyu Priyo
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.324

Abstract

Kedai Cenghar Kopi Cimahi yang berjarak sekitar tiga belas kilometer dari kampus menghasilkan ampas kopi sebanyak 1000-1500 gram setiap harinya tanpa adanya proses daur ulang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan berupa solusi bagi mitra dalam menghadapi permasalahan. Salah satu solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah dengan meningkatkan nilai jual ampas kopi menjadi produk sabun scrub ampas kopi menggunakan metode Cold Process. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan tentang pengertian sabun, regulasi produksi sabun, pelatihan pembuatan sabun dengan memanfaatkan ampas kopi menjadi salah satu bahan pembuatan sabun, pelatihan desain kemasan dan teknik pemasaran. Kegiatan ini dihadiri oleh komunitas pemuda cimahi yang antusias dalam mengikuti kegiatan dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pemuda cimahi.
Studi Kompatibilitas Kurkumin terhadap Eksipien Basis Effervescent Ferdiansyah, Rival; Juliati, Siti Aisyah Mega; Cahyati, Yeyet; Winingsih, Wiwin; Rachmaniar, Revika
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42583

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa aktif yang memiliki berbagai manfaat farmakologis, namun keterbatasan kelarutannya dalam air menjadi pertimbangan dalam pengembangan sediaan, salah satunya dengan menggunakan basis effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi inkompatibilitas antara kurkumin dan beberapa eksipien effervescent, yaitu asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Metode penelitian meliputi uji homogenitas, organoleptik, mikroskopik, kadar air (LOD), kristalinitas, dan sifat termal. Campuran dibuat dengan perbandingan 1:1 menggunakan mixer selama 10 menit dengan kecepatan 60 rpm. Hasil menunjukkan adanya variasi dalam homogenitas, perubahan fisik, kadar air, dan karakteristik termal pada masing-masing campuran. Secara umum, campuran kurkumin dengan asam tartrat dan natrium bikarbonat menunjukkan kestabilan yang relatif baik dibandingkan dengan campuran yang mengandung asam sitrat, yang menunjukkan beberapa perubahan selama penyimpanan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa asam tartrat merupakan basis effervescent yang paling kompatibel untuk formulasi sediaan kurkumin, sedangkan asam sitrat menunjukkan potensi inkompatibilitas.