Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONDISI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA LEMOAMBO KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT fitra, ramad arya
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 2 (2024): Bioma : Juli - Desember 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lemoambo adalah salah satu desa yang memiliki daerah mangrove di kawasan pesisir di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat yang memiliki potensi besar dengan beragam sumber daya lautnya. Untuk dapat mempertahankan keberadaan dan kualitas hutan mangrove di wilayah Pesisir, khususnya di wilayah pesisir Desa Lemoambo, Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna maka diperlukan perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Kondisi Ekosistem Mangrove di Desa Lemoambo Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggra. Pada penelitian ini data kerapatan mangrove dilakukan dengan melakukan sampling pada tiap stasiun yang telah ditentukan dengan menggunakan metode transek garis dan petak contoh (Transect Line Plot).Selanjutnya, pengambilan data menggunakan plot pengamatan berukuran 10x10 m2 untuk data vegetasi mangrove yang masuk kategori pohon yaitu memiliki diameter batang pohon >4 cm atau keliling lingkar batang >16 cm dan tinggi >1 m. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tingkat kerapatan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Desa Lemoambo Wundulako berada pada kondisi rendah menuju padat, dimana dari total 4 titik pengamatan 3 diantaranya dengan kondisi padat, sisanya berada pada kondisi rendah. Kondisi kerapatan mangrove tertinggi ditemukan pada stasiun I yaitu 1.800 ind/ha dan kondisi kerapatan mangrove terendah ditemukan pada stasiun IV berjumlah 700 ind/ha. Jenis Rhizopora mucronate ditemukan mendominasi pada setiap stasiun.
Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Upaya Pelestarian Tanaman Jeruk Siompu Sudarman, La; Fatmala, Wilda; Sari, Murni; Fitra, Ramad Arya; Sarimuddin, Sarimuddin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4122

Abstract

Jeruk Siompu merupakan tanaman khas Pulau Siompu yang memiliki bau serta rasa manis yang khas dan tidak dimiliki oleh jeruk lainnya. Saat ini hanya tersisa satu desa yang membudidayakan tanaman ini yakni Desa Wandaiwula salah satu desa yang berada di Pulau Siompu. Hal ini terjadi karena perawatannya yang membutuhkan tenaga ekstra, kurangnya ketertarikan mayarakat serta faktor hama juga yang membuat tanaman ini mulai punah. Melihat kondisi yang terjadi saat ini, maka kegiatan ini berupa pendampingan kepada masyarakat khususnya penduduk Desa Wakinamboro Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan tentang peningkatan pengetahuan teknik budidaya serta penanaman jeruk Siompu sebagai upaya pelestarian tanaman jeruk dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan sasaran sebanyak 20 orang mitra penduduk Desa Wakinamboro. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pendampingan dengan beberapa langkah tersistematis berupa focus grup discussion, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang dicapai setelah edukasi kegiatan adalah peserta memiliki peningkatan pengetahuan terkait teknik budidaya jeruk Siompu dari hasil pengukuran tingkat pengetahuan pretest yakni sebesar 2% peserta paham dan setelah posttest sebesar 96% peserta menjadi paham. Sehingga terjadi kenaikan tingkat pemahaman sebesar 47%. Hasil lainnya dari program pengabdian ini adalah jumlah bibit jeruk yang telah ditanam sebanyak 60 pohon yang nantinya akan dirawat dengan baik oleh mitra sehingga mampu tumbuh dan berkembang dengan baik hingga berbuah.
Pemberdayaan Nelayan Melalui Inovasi Bubu dan Pengolahan Abon Ikan di Desa Watorumbe Fitra, Ramad Arya; Ilham, Surianto; Agusriyadin, Agusriyadin; Juhardin, Juhardin; Muhamad, Syahrul; Lelawatty, Poniasih
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7468

Abstract

Desa Watorumbe di Kabupaten Buton Tengah merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir pantai dengan hasil utama berasal dari tangkapan laut. Penduduk desa pada umumnya berprofesi sebagai nelayan. Rendahnya pengetahuan nelayan dalam meningkatkan pendapatan dari sumber mata pencaharian memberi tantangan bagi tim pengabdian untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang diperkenalkan berupa pengembangan bubu ikan modern, alat tangkap efisien dan ramah lingkungan dengan bahan tahan lama serta desain sesuai kondisi perairan lokal. Inovasi ini meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi kerusakan lingkungan, dan mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan pesisir. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kemampuan mitra melalui inovasi bubu dan pembuatan abon ikan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan inovasi bubu, abon ikan dan penyusunan laporan keuangan sederhana serta evaluasi kegiatan. Waktu pelaksanaan dari 21 Juni sampai 31 Juli 2025 dengan mitra sasaran berjumlah 15 orang yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Perikakan Balaki Jaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dari inovasi bubu menghasilkan 40 buah bubu dengan harga Rp365,000/bubu. Hasil tangkapan bubu berupa ikan yang sebelumnya dijual Rp15,000/Kg menjadi Rp45,000/Kg terjadi kenaikan sebesar Rp30,000 dengan persentase kenaikan sebesar 67%, . Hasil pengolahan abon ikan dijual Rp50,000/cup (1 cup 500 gram) yang juga meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 42,8%. Hasil pengukuran post tes setelah kegiatan menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat peningkatan pemahaman mitra dengan kategori mampu yang sebesar 68,23% dengan persentase kenaikan kemampuan sebesar 90,97%. Sehingga tingkat kemampuan mitra pengabdian dapat dikatakan tinggi setelah dilakukan kegiatan pemberdayaan Masyarakat