Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Hukum dalam Kasus Pemerkosaan Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No: Lp/03/1/2022/Ntt/ Reskrim Manggarai Timur Samara, Finsensius; Fattu, Macho; Bere, Elisabeth Candra; Purdita, Benediktus Reza; Henuk, Marsya Ananda Olivia; Wacu, Jiando Andu
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 1 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i1.10866

Abstract

This study examines the crime of rape as reflected in the Berita Acara Pemeriksaan (BAP) in a rape case that occurred in East Manggarai Regency. This case demonstrates intentional sexual violence, accompanied by threats and physical violence, resulting in profound physical suffering and psychological trauma for the victim. Using a normative juridical approach, examining the victim's testimony and applicable criminal law provisions, this study examines the elements of rape as stipulated in Article 285 of Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). The results indicate that the perpetrator's actions met the elements of coercion, violence, and intercourse without the victim's consent. Furthermore, this case illustrates the weakness of initial protection for victims when amicable resolution fails to provide justice and instead opens up opportunities for recurrence. Therefore, this study emphasizes the importance of firm law enforcement, recovery-oriented victim protection, and the role of law enforcement officials in guaranteeing the rights of victims of sexual violence.
Analisis Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No: SP-SIDIK/1431/IX/2023/Reskrim tentang Pembunuhan Berdasarkan Keterangan Ahli Pidum (Pidana Umum) Samara, Finsensius; Saputra, Carolus Hami; Benggu, Christianto Anis; Butarbutar, Raja Rinaldo Sahala; Le, Maria Ratu Mistika Caril Mogi; Mauta, Pretty Angel Bayang; Nggiring, Eufransio Jefferey
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 1 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i1.10868

Abstract

The crime of murder, as stipulated in Article 338 of the Criminal Code, requires a thorough understanding of the law, particularly regarding the fulfillment of the elements of the crime and the criminal responsibility of the perpetrators. This study aims to analyze the opinions of criminal law experts in the investigation of an alleged murder case involving more than one perpetrator, as stated in the expert's Investigation Report (BAP) at the Kupang City Police. The method used is a normative juridical approach, examining statutory provisions, criminal law doctrine, and expert testimony as evidence in the law enforcement process. The results of the study indicate that the application of Article 338 of the Criminal Code must be based on proof of an act that intentionally took the life of another person, whether committed individually or collectively, as stipulated in Article 55 of the Criminal Code. Expert opinion plays a crucial role in helping investigators and law enforcement officers understand the legal construction of a criminal incident objectively and proportionally. Thus, the presence of expert testimony not only strengthens the evidentiary process but also ensures that the application of criminal law is carried out fairly, carefully, and in accordance with the principle of legal certainty.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Pembunuhan Berencana: Studi Kasus Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dari Laporan Polisi NO. POL LP/15/X/2016/POLDA NTT/RES ST/SEK LEWA/Sub Sektor Nggoa Samara, Finsensius; Wardani, M Dhini Putri; Klau, Fransiskus Xaverius Seran; Bela, Anggrony Rambu Rauna; Widodo, Danendra Ricardo Ivander; Kitu, Maria Anjelica Deswita; Soi, Marselina Rahmita
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 1 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i1.10971

Abstract

This study analyzes a case of premeditated murder that occurred in Makaminggit Village, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara, based on report no. lp/15/x/2016/polda NTT, dated July 20, 2012. This case involves a man named YULIUS MUTU ROMU alias LIUS as the suspect, FREDERIKA KAITA ATA ENDI alias EDA as the reporter, KATUHI LALANG alias BAPAK EDA and KONDA NGGUNA alias ATU KONDA as the victims. The case was accompanied by a legal representative appointed by the police named UMBU TONGA, SH. This study uses a normative legal research method with a case approach and descriptive analysis of the examination records (BAP) as the primary data source. Our research findings on this case indicate that: (1) this case is eligible to proceed to trial based on the official report, the defendant's statement which is transparent and honest, along with the evidence; (2) all elements of Article 340 of the Criminal Code have been fulfilled.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Perjudian Bola Guling (Studi Kasus Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Saksi Dari Laporan Polisi No. Pol.: Lp/A/K/02/X/2025/Sat Reskrim/Polres Belu) Samara, Finsensius; Nahak, Hilarianti G.S; Ballo, Suzanthyka M.C; Taneo, Serafina J.; Asten, Maria P.F; Matsushita, Kasumi; Maya, Alexandro G.E.M
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5316

Abstract

Gambling is one of the most frequently encountered crimes in society, both through print and electronic media, and in everyday activities. There are numerous motives behind gambling crimes. Gambling crimes are usually motivated by the perpetrator's daily life circumstances, such as economic circumstances or a low income that makes it impossible to cover daily living expenses, as well as a low level of education. One fact that cannot be ignored is that, in some cases, gambling crimes are often "rigged" with other forms of crime, namely by becoming an "enterprise" or illegal livelihood. The goal is clear: to ensure that the gambling activity proceeds according to the perpetrator's plan, by profiting from the bets. The greater the profit, the greater the perpetrator's opportunity to make the activity a livelihood. This analysis examines a case of ball rolling gambling, regulated under Article 303 of the Indonesian Criminal Code, based on the Witness Examination Report from Police Report No.: LP/A/K/02/X/2025/SAT RESKRIM/Polres Belu.
Analisis Yuridis Penerapan Pasal 363 KUHP terhadap Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor dengan Pemberatan (Studi Kasus di Sumba Barat) Samara, Finsensius; Fahik, Louis Reinald; Besin, Agustinus Fizer; Elizabeth, Caecilyan; Gella, Marvell Visco Alexandro; Praeng, Carlos Ardyansah; Nahak, Nickova Imanuel
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1659

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan Pasal 363 KUHP terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan di Sumba Barat. Melalui metode yuridis normatif dan empiris, termasuk penelaahan Berita Acara Pemeriksaan, studi ini mengonfirmasi terpenuhinya seluruh unsur delik. Unsur tersebut meliputi pengambilan barang secara melawan hukum serta faktor pemberat seperti dilakukan bersama-sama pada dini hari. Didukung bukti saksi dan fisik, disimpulkan bahwa penerapan pasal ini secara hukum sudah tepat, meskipun masih terdapat kendala teknis terkait sarana penyidikan dan minimnya pengawasan lingkungan.
Analisis Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No: SP.SIDIK/10/III/RESKRIM Tentang Penganiayaan Berdasarkan Keterangan Saksi (Tersangka) Samara, Finsensius; Jorgi, Alexander; Anastasia Sarahmuti Manafe; Lingcon, Filipus Virgineri; Seran, Kristina; Taklal, Simson Roberto; Yerianto, Yosafat; Sali, Denil Michael
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1674

Abstract

Pengaiayaan merupakan tindak pidana umum yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga, termasuk kasus Antonius Melki terhadap istrinya Lutgardis Onya Lun berdasarkan BAP No: SP. Sidik/10/lll/2023/Reskrim. Penelitian ini menganalisis unsur-unsur delik penganiayaan sesuai pasal 351 Ayat (1) KUHP, validitas BAP sebagai bukti, serta implikasi hukumnya. Pendekatan yuridis normative digunakan dengan sumber data primer dari BAP dan data sekunder dari peraturan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukan bahwa unsur subyektif ( kesengajaan ) dan obyektif (tamparan pipi dua kali serta pukulan punggung dua kali ) terpenuhi, mengkualifikasikan perbuan sebagai penganiayaan ringan dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. BAP terbukti sah sebagai bukti permulaan meski perlu didukung visum, dengan keterlibatan saksi Ani Sukmawati memperkuat kronologi kejadian pada 23 Februari 2023 di Ranameti kelurahan Rongga Koe. Implikasi hukum mencakup potensi restorative justice dalam konteks KDRT serta rekomendasi perbaikan penyusunan BAP untuk menjamin kepastian hukum. Penelitian ini berkontribusi pada penegakan keadilan pidana rumah tangga Indonesia.
Analisis Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Terkait Tindak Pidana Pengeroyokan pada Kasus Klemensius Mesu di Dusun Buton, Desa Pemana, Kecamatan Alok Samara, Finsensius; Ghazang, Lusianus; Timu, Ludvianty Ine Bara; Desa, Patricia Laura; Kia, Francisko Anggara Ola; Pinatih, Ngurah Putu Adhi Wiraguna
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1688

Abstract

Artikel ini menganalisis tindak pidana kekerasan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP, berdasarkan perkara Klemensius Mesu dan rekan-rekannya yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang korban bernama Arif di Dusun Buton, Desa Pemana, pada 17 Juli 2025. Analisis difokuskan pada kronologi kejadian, pemenuhan unsur-unsur delik, bentuk pertanggungjawaban pidana, serta konstruksi hukum yang tepat diterapkan dalam kasus ini. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif yang didukung analisis dokumen, terutama Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur Pasal 170 ayat (1) KUHP terpenuhi secara tegas. Pasal alternatif berupa Pasal 351 ayat (1) jo. Pasal 55 KUHP sebenarnya dapat diterapkan, namun tidak diperlukan karena unsur kebersamaan dalam melakukan kekerasan telah terbukti kuat. Dengan demikian, tersangka tetap bertanggung jawab penuh secara pidana karena adanya kesengajaan dan tidak ditemukannya alasan pembenar maupun pemaaf.
Analisis Yuridis Berita Acara Pemeriksaan dalam Kasus Tindak Pidana Penggelapan Bawang Merah Berdasarkan Pasal 372 (KUHP) Samara, Finsensius; Longa, Angelita Fransina Natalia; Fahik, Fridolinus Richard; Ndolu, Magdalena Monika Miranda; Radja, Richard Andrian; Dacosta, Jesis Mireva Celeste Moa
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1689

Abstract

Penggelapan merupakan tindak pidana umum yang sering terjadi dalam konteks bisnis,termaksud kasus Demsi Ronald Dully alias Demsy terhadap Anung Satya Martani berdasarkan BAP Tambahan dan laporan polisi nomor : LP/B/331/IX/2023/SPKT Polda NTT. Penelitian ini menganlisis unsur-unsur delik penggelapan sesuai pasal 372 KUHP,validitas BAP sebagai bukti,serta penegakan hukumnya.pendekatan yuridis normatif digunakan dengan sumber data primer dari data BAP dan data sekunder dari peraturan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukan bahwa unsur subjektif (niat jahat)dan objektif (penguasaan barang milik orang lain secara melawan hukum)terpenuhi,namun terdapat tumpeng tindih dengan pembelaan perdata,mengkualifikasikan perbuatan sebagai penggelapan dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.BAP terbukti sah sebagai bukti permulaan meski perlu didukung bukti tambahan,dengan keterlibatan saksi dan surat gugatan memperkuat kronologi kejadian antara 26 mei 2023 hingga 12 juli 2023 di kupang.implikasi hokum Smencakup potensi penyelesaian memalui jalur perdata serta rekomendasi perbaikan penyusunan BAP untuk menjamin kepastian hokum.penelitian ini memberikan kontribusi pada hukuman tindak pidana dalam melindungi bisnis di Indonesia.
Analsis Berita Acara Pemereksaan (BAP) dalam Kasus Tindak Pidana Penipuan Pasal 378 KUHP Samara, Finsensius; Namput, Kanisius Richardo; Mbagha, Ermilinda Tiberta; Espheransa, Maria Magdalena; Sinlae, Dulos; Kanny, Samson F. Lay; Edo, Dionisius W.K.H.
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1672

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi korban dalam penyidikan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP, dengan menitikberatkan pada standar penetapan tersangka berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan dukungan analisis terhadap fakta dalam BAP saksi korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAP memiliki peran sentral dalam merekonstruksi peristiwa pidana, menguji terpenuhinya unsur penipuan, serta membentuk keyakinan penyidik. Optimalisasi kualitas BAP dan penerapan standar pembuktian yang cermat penting untuk menjamin penyidikan yang adil dan sesuai prinsip due process of law.
Co-Authors A R. Yazakur, Patrick A. Pau , Fransiskus A. Saba, Excel Adelbertha Hoar, Ayuni Ajang, Angelina Merici Putri Ndais Alfiayu Zigha Nanga, Antonia Alfira Nata , Maria Anastasia Sarahmuti Manafe Anastasia Wijono, Melani Angela Manafe, Stefany Berlin anugerah Putra Openg, Crameraldo Asten, Maria P.F Atulolon, Boneventura Sawu Ballo, Suzanthyka M.C Balo, Sheva Miha Bani, Ferdinandus Baon, Matheus Todo Beda Baon, Markus Bela, Anggrony Rambu Rauna Benggu, Christianto Anis Bere, Elisabeth Candra Besin, Agustinus Fizer Betekeneng, Kristina Bimolo, Kristinia Maria Yosefa Bole, Lowa Boleng, Yosephin Sugiyani Botoor, Antonia Sisilia Bona Bukifan, Francisco Tolentino Bukifan Butarbutar, Raja Rinaldo Sahala Carmelita, Carita Sophi Carmo, Jacinta Da Reissureicao do D.W. Rabawati Dacosta, Jesis Mireva Celeste Moa Darmawan, Julian Putra De Araujo, Rojalia Rica Desa, Patricia Laura Deze, Januarius Morizon Do Carmo, Jacinta Da Reissureicao Doa, Familia S. Edo, Dionisius W.K.H. Elizabeth, Caecilyan Erickdianto Sales, Christian Ernestha Uba Wohon Esparance Fallo, Maria Cornelia Espheransa, Maria Magdalena Fahiberek, Rafaelle Ciprianus Fahik, Fridolinus Richard Fahik, Louis Reinald Faot, Petrus Fattu, Macho Feka, Mikhael Fikram Tapoin , Fransisko G.W. Moa, Louisiano Gella, Marvell Visco Alexandro Ghazang, Lusianus Henuk, Marsya Ananda Olivia Huki Haba, Apriyanto J D Djono , Martinus J. Ulumando, Jainudin Jehani, Marlioni T. Jorgi, Alexander K. Soo, Yakobus Kanny, Samson F. Lay Kelen, Rosalia Martha Jawa Kelore, Regina Kia, Francisko Anggara Ola Kitu, Maria Anjelica Deswita Klara seke, Sonia Klau, Fransiskus Xaverius Seran Kurniawan Geong , Mario Pietro Ladoangin, Krispinus Junior Putra Langoday, Y. Antonio V Lapudooh, Hensuf Meykhel Lawalu, Damianus Gonzales Lay, Benediktus Peter Le, Maria Ratu Mistika Caril Mogi Lena, Ignasius Sprianus Lende, Yoab Leni Cermeta, Amelia Lewotan, Clemensia Nova Lingcon, Filipus Virgineri Lobo, Ferdinandus Ngau Longa, Angelita Fransina Natalia Luchiany Bau, Ivena O. Luna, Mario Paul Antonio Malairu, Madeleina Adira De Manu Bulu , Penta kirania Manurung, Yolanda Pricillia Marabi Djala, Imanuel Tristan Maran, Mary Grace Megumi Maria T.Geme Mario P. Milo, Derryl Yosef Matsushita, Kasumi Mauta, Pretty Angel Bayang Maya, Alexandro G.E.M Mbagha, Ermilinda Tiberta Mbale , Yohanes Meak, Doberto A. Moata, Shelomita F Muly, Melyn Christy R.K N. Supadi , Fransiska Nahak, Hilarianti G.S Nahak, Nickova Imanuel Namput, Kanisius Richardo Ndolu, Magdalena Monika Miranda Nggiring, Eufransio Jefferey Ngompat, Yohanes Leonradus Nikolas Tadji, Felisiano Ninu, Ursula Virginia Jessica Nurwijayanti Oelue, Jeremias Oetnana, Cristian Mario Ola Ama, Fransiskus Opat, Gresila Septuaginta Pantur, Elisabet Nanda Perdinandus Goa, Christian Pinandhita, Neyska Dealova Pinatih, Ngurah Putu Adhi Wiraguna Praeng, Carlos Ardyansah Pramana, Hanif Al Faiq Pule, Marnof Lebe Pulupina, Julisandri T.A Purdita, Benediktus Reza R. Y. Ego, Melkior Rade, Stefanus Don Radja, Richard Andrian Rambu Nuning, Kinanti Rana, Yeremias Reku, Albertino A. Noko Ressa, Merlindah Mooy Riwu, Rosyani Harseni Rizky, Tengku Sali, Denil Michael Santo, Maria Fransiska Owa da Saputra, Carolus Hami Saputra, Eka Cahyo Seran, Kristina Seran, Maria Wilfrida Raimunda Sina, Naurah Memeng Sinlae, Dulos Snak, Stefanus Sogara, Yohanes Umbu Soi, Marselina Rahmita Sumanti, Genoveva Supadi, Fransiska Nyoman Taklal, Simson Roberto Talele Mudapue, Petrus Tan, George Stiven Tanehe, Indri P.A. Taneo, Serafina J. Taolin, Laurenzo Ivander Tari, Renata N. Tasya Oeleu, Theofilla Temaluru, Thermuthis Teme, Gracya Olivia Theressa, Claudia Therik, Brian Gabriel Thio, Imellany Anjelina Thithania Katoda, Ignechya Timu, Ludvianty Ine Bara U. Limu, Kristian Umar, Sonya Prisilia Una, Ketrinia Marsela Tawa Ursula Idam Putri, Frederika Bernadeta Utama, Putu Ade Bhaga Vanessa Altea Talie , Margaretha Wacu, Jiando Andu Wage, Guido Tobhi Wardani, M Dhini Putri Widodo, Danendra Ricardo Ivander Winriyarti Silly , Amanda Yerianto, Yosafat Yohanes Leonardus Ngompat