Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengetahuan dan Motivasi Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (Studi Kasus pada Remaja di Kelurahan Soromandi) Ayatullah, Ayatullah; Suat, Hatty; Pannyiwi, Rahmat; Andriani, Fitri; Putri, Safridha Kemala; Megasari, Anis Laela
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.912

Abstract

Kecenderungan remaja laki-laki untuk melakukan hal -hal yang dianggap menantang meningkat dibandingkan remaja perempuan. Kita semua menanggung risiko mengasuh anak seburuk itu. Tujuan : Mengetahui segala bahaya dan dampak dari penggunaan narkoba itu sendiri dan untuk berhenti mengkonsumsi narkoba karena adanya kebutuhan akan rasa aman dari ancaman dari luar. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus , Informan dalam penelitian ini adalah pihak - pihak yang terlibat dalam pelaksanaan analisis pengetahuan dan motivasi putra pemuda secara substansi. Hasil: Penelitian yang peneliti lakukan belum sesuai dengan taksonomi teori bahwa pengetahuan akan menunjang terbentuknya sikap positif, namun pengetahuan tetap tidak melahirkan sikap positif melainkan melahirkan penyimpangan, teori subjektivitas dalam memandang permasalahan sehingga telanjang itu hambatan untuk menjawab kenyataan yang begitu kaku dengan perubahan zaman yang begitu cepat . Taksonomi melahirkan teori pada waktu dan tempat dimana dia lahir, sedangkan teori terjadi karena dua hal yaitu waktu dan tempat sehingga sulit menjawan realitas kontemporer. Teori teori sosial jarang bertahan diatas diatas 50 tahun selalu bertahan atau berlaku dibawah 50 tahun karena proses perubahannya begitu cepat dan perlu infensi ( Temuan baru teori). Kesimpulan: Pengetahuan informan S dan Infoman D tentang dampak dan bahaya penganiayaan menunjukkan bahwa mereka mengetahui segala bahaya dan dampak dari penggunaan pergaulan bebas ini sendiri , Informan S dan informan D merupakan lulusan Sarjana 1 , walaupun tingkat fisioterapinya tinggi dan _ mempunyai pengetahuan yang memumpuni terhadap dampak dan bahaya penyalahgunaan , namun tidak menjadi jaminan untuk menghindari dan tidak menyalahgunakan narkoba , menyebabkan ketersediakan kehidupan pergaulan bebas di sekitar Pelapor begitu mudah didapat. Motivasi dalam penyalahgunaan zat infoman S dan informan _ D sedikit berbeda tetapi ke arah salah satu arahnya adalah dengan menyegarkan kembali pikiran dalam setiap permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari- hari.
Dominasi Struktur Birokrasi terhadap Inovasi Pelayanan Publik: Kajian Perspektif Teori Franpoort Suat, Hatty; Mahulauw, Syaifulrijal; Fretes, Judy de
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i2.905

Abstract

This study examines how the dominance of bureaucratic structures influences innovation in public service delivery within governmental institutions. Using the analytical framework of Franpoort’s Theory, which conceptualizes bureaucracy as a system of formal structures, hierarchy, procedures, and control mechanisms, this research investigates whether these elements hinder or enable innovation in public organizations. Employing a qualitative case study approach in selected Indonesian public service units, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that highly rigid bureaucratic structures tend to suppress flexibility, discourage individual initiatives, and slow down the adoption of new ideas. However, when bureaucratic dominance is balanced with supportive organizational culture and innovative leadership, bureaucracy can serve as a framework that stabilizes and sustains innovation. This study contributes to public administration theory by reinterpreting bureaucratic dominance through Franpoort’s perspective, emphasizing that bureaucracy and innovation are not necessarily contradictory but can be complementary under adaptive institutional arrangements. The results highlight the need for structural reform and leadership strategies that foster creativity, cross-functional collaboration, and responsive governance in public service delivery.
Transformation of Social Interaction Patterns of the Young Generation in the Digital Age: An Analysis of the Influence of Social Media on Social Life and Local Culture Suat, Hatty; Khairunnisa, Atikah; Rieuwpassa, Sarmalina; Lestari, Faradila Ishara
Socious Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Socious Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gbgyrh47

Abstract

Advances in digital technology, particularly social media, have brought about fundamental changes in the social interaction patterns of the younger generation. These changes not only include the way young people communicate and interact, but also have an impact on the dynamics of social life and the preservation of local culture. This study aims to analyze how social media affects the social interaction patterns of the younger generation and its implications for social life and local culture. A qualitative approach was used in this research, with literature study methods and in-depth interviews with the target group consisting of teenagers and youth in various social environments. The results show that social media facilitates wider connectivity and accelerates information exchange, enabling young people to build social relationships without geographical boundaries. However, on the other hand, high reliance on digital interactions leads to less face-to-face communication, which can reduce the depth of interpersonal relationships and weaken social ties within local communities. Exposure to global culture through social media has the potential to shift local cultural identity, both in communication patterns, lifestyles, and social values. This phenomenon can lead to changes in the mindset and behavior of the younger generation who are more likely to adopt foreign cultures than maintain their own cultural heritage. However, social media can also act as a tool to strengthen and promote local culture if utilized with the right strategy. A balanced approach is needed between the utilization of social media and the preservation of local culture, both through digital education and policies that support cultural integration in the digital world
Pendampingan Bantuan Hidup Dasar Bagi Nelayan Dan Masyarakat Pesisir Suat, Hatty; Haulussy, Rais Rahman; Rieuwoassa, Sarmalina; Khairunnisa, Atikah; Borut, Muhammad
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Coastal communities, especially fishermen, are at high risk of emergency conditions such as drowning, respiratory arrest, and cardiac arrest. Lack of knowledge and skills in providing first aid can worsen the victim's condition. This community service program aims to improve the knowledge and skills of fishermen and coastal communities in performing Basic Life Support (BLS). The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved coastal community members with a practice-based training approach. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation. The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 52.3 to 85.7. In addition, participants’ skills in performing Basic Life Support improved significantly after the training. In conclusion, Basic Life Support training is effective in improving the capacity of coastal communities in handling emergency situations. Keywords: Basic Life Support, fishermen, coastal community, emergency, community service ABSTRAK Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki risiko tinggi terhadap kejadian kegawatdaruratan seperti tenggelam, henti napas, dan henti jantung. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta masyarakat pesisir dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 52,3 menjadi 85,7. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar meningkat secara signifikan setelah pelatihan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendampingan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, nelayan, masyarakat pesisir, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat