Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga sebagai Pilar Pencegahan Penyakit di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Sulistiyorini, Desy; Diponegoro, Amanda Putri Dwi Rahmanti; Cahya, Intan Dwi; Al-Hamdy, Mizan Hafidh; Putri, Nazwa Shakila Alisa; Permana, Rafif Dhia; Basoriyah, Taqiyatul; Rahmadini, Tiara
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.565

Abstract

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan setiap anggota keluarga untuk memahami, bersedia, dan mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sekaligus berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan masyarakat. Melalui penerapan PHBS, diharapkan tercipta keluarga yang sehat dan mandiri dalam menjaga kebersihan serta mencegah penyakit. Gerakan PHBS sendiri merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk membentuk perilaku sehat di tengah masyarakat. Upaya ini juga merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat diharapkan menjadi sadar, mau, dan mampu mengambil peran aktif dalam peningkatan status kesehatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait PHBS. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan warga di wilayah sasaran, yaitu Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta, yang terdiri dari remaja dan ibu rumah tangga. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa mayoritas peserta telah memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik mengenai PHBS, meskipun masih ditemukan sebagian kecil dengan sikap yang kurang mendukung. Peningkatan pengetahuan dan terbentuknya sikap positif terbukti berkontribusi terhadap kesadaran masyarakat untuk menerapkan PHBS secara konsisten. Oleh karena itu, kegiatan edukatif semacam ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk kebiasaan hidup sehat yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup individu dan lingkungan sekitarnya.
Penyuluhan Pemanfaatan Plastik, Pemilahan Sampah, dan Pengelolaan Sampah pada Ibu Rumah Tangga Sulistiyorini, Desy
Cahaya Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v1i2.118

Abstract

Inappropriate use of plastic can cause health problems, including the risk of cancer and tissue damage in the human body. Another problem related to plastic is that global plastic waste production has increased dramatically over the past few decades, giving rise to severe environmental and health challenges. This outreach activity aims to increase public awareness about the safe and correct use of plastic and management of household waste that does not endanger health and has no impact on the environment. The community service activity was attended by around 37 housewives in Cisasah Masjid village, Purwasari Village. Dramaga District, Bogor Regency. Participants were given education regarding types of plastic and their safe use for food and household waste management. Participants were also given a questionnaire regarding knowledge and attitudes regarding plastic waste management. The results show that the majority of participants have good knowledge and attitudes regarding plastic waste management
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) SMP Plus Y di Lenteng Agung, Jakarta Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.100

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Hasil ini menunjukkan bahwa kesehatan biopsikososial berperan penting dalam pembentukan harga diri remaja. Ketika kondisi biopsikososial mendukung, remaja memiliki peluang 12 kali lebih besar untuk memiliki harga diri yang baik. Sementara itu, lingkungan fisik tidak secara langsung memengaruhi harga diri; namun, remaja dengan harga diri yang baik cenderung memandang lingkungan sebagai tantangan yang dapat mendorong terbentuknya strategi koping yang adaptif. Kesimpulannya, perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
Tingkat Kesesuaian Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pemeliharaan Gedung Menggunakan Gondola Br Sitepu, Lisa Dwianggraini; Sulistiyorini, Desy
Health Safety Environment Vol 3 No 1 (2024): Health Safety Environment Journal (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: High-rise building maintenance faces significant accident risks, particularly in gondola operations. Workers at Central Executive Board (DPP) of Party X perform routine building maintenance. Interview results indicate weather and wind conditions as primary work impediments that workers consistently face. This study evaluates Occupational Health and Safety (OHS) implementation at DPP Party X Building in East Jakarta and its importance for height workers Methods: The research employs qualitative methods through observation, in-depth interviews, and documentation. Researchers apply checklist forms to measure compliance percentages based on Minister of Manpower Regulations (Permenaker) Number 9/2016 and Number 8/2020. Four gondola operators at DPP Party X Building Jakarta participated as informants. Result: OHS standard compliance in height work reaches 95%. Compliance includes planning, work procedures, and Personal Protective Equipment (PPE) usage. Interview results show improved safety supervision and PPE usage consistency. Lifting equipment compliance reaches 83%. While PPE usage and equipment maintenance meet standards, equipment testing still requires certified technical personnel involvement. Conclusions: OHS implementation for working at height workers at DPP Party X Building meets field standards. However, equipment maintenance aspects and certified technical inspections need enhancement to ensure operational equipment safety. Management needs to strengthen cooperation with certified third parties and improve Human capacity through certification programs. Regular OHS evaluations are necessary to ensure effectiveness and continuous improvement Keywords: Implementation of K3; Height; Construction
Pengelolaan Linen di UPTD Puskesmas Pancoran Mas Depok Abidin, Jenal; Sulistiyorini, Desy; Supriyatna, Rahmat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12401

Abstract

Poor linen management in health care facilities can result in nosocomial infections. This study aims to analyze linen processing at the Pancoran Mas Health Center based on hospital environmental health standards. This study used a qualitative approach, involving the person in charge of environmental health, and laundry workers, and cleaners. Data collected through interviews. The results of the analysis show that linen management is in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 07 of 2019. At the linen collection stage, 2 requirements were met and 2 requirements were not met because they had not been labeled as infectious; at the receipt stage, 2 requirements were met; at the washing stage, 2 requirements were met and 1 requirement was not met because scales were not available; at the drying stage, 1 requirement was met; at the ironing stage, 1 requirement was not met; at the storage stage, 1 requirement was met; at the distribution stage, 1 requirement was met; at the transportation stage, 3 requirements were met and 2 requirements were not met.Keywords: linen; management; community health centersABSTRAK Pengelolaan linen yang kurang baik di fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengakibatkan infeksi nosokomial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengolahan linen di Puskesmas Pancoran Mas berdasarkan standar kesehatan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan penanggung jawab kesehatan lingkungan, dan petugas laundry, dan petugas kebersihan. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan linen telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2019. Pada tahap pengambilan linen, 2 persyaratan terpenuhi dan 2 persyaratan tidak terpenuhi karena belum diberi label infeksius; pada tahap penerimaan, 2 persyaratan terpenuhi;  pada tahap pencucian, 2 persyaratan terpenuhi dan 1 persyaratan tidak terpenuhi karena tidak tersedia timbangan; pada tahap pengeringan, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap penyeterikaan, 1 persyaratan tidak terpenuhi; pada tahap penyimpanan, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap distribusi, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap pengangkutan, 3 persyaratan terpenuhi dan 2 persyaratan tidak terpenuhi.Kata kunci: linen; pengelolaan; pusat kesehatan masyarakat
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.17

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
EDUKASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DENGAN POLA SAH MENGGUNAKAN MODEL BIOPSIKOSIAL Sulistiyorini, Desy; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 2 (2025): Periode Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i2.6772

Abstract

Many school children still have limited knowledge about the safety of snack foods, causing them to choose snacks based on taste without considering the ingredients. To facilitate nutrition education for school children, instructional media in the form of PowerPoint slides were used. The snakes and ladders game method is highly suitable for school-aged students because it is interactive and enjoyable. The aim of this community service activity was to provide education on PJAS (school snacks) safety using the SAH approach (Fresh, Safe, and Hygienic) with the Biopsychosocial model. The method applied was lectures supported by PowerPoint slides. Based on the results of questionnaires regarding students' knowledge about PJAS safety, pre-test and post-test scores were obtained. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis showed an increase in students' knowledge about snack food safety after the intervention. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test resulted in p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students' knowledge and attitudes between pre-test and post-test. Thus, PJAS food safety education using the Biopsychosocial model approach was proven effective in improving students' knowledge and attitudes regarding snack food safety.
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga pada Warga Sekitar Lokasi Bank Sampah Emo-G Kabupaten Bogor Sulistiyorini, Desy; Demiyati, Cici
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.2173

Abstract

Garbage is now one of the biggest problems in Indonesia. Indonesia produces 64 million tons of garbage annually, most of which is household waste. If not properly managed, waste can block waterways, resulting in environmental pollution and health impacts. The method of community service activities is educational management of household garbage around the location of Emo-G Waste Bank Bogor district. The event was attended by 20 participants who were present and given a questionnaire at the beginning and end. The analysis results showed an increase in the average knowledge score of respondents related to garbage management, with an average pre-test score of 8,17 and a post-test average of 8,25. For the variable attitude towards garbage management, there was also an increase in the average score, where the pre-test score was 8,33, and the post-sitting score was 8,67. An increase was observed for the waste management behavior variable, with an average pre-test score of 7,42 and an average post-test score of 8,08. Based on the results of the internal evaluation, the team's service to the community is rated as running fairly well. Recommendations to citizens are expected to participate more actively in household garbage disposal activities and to deposit in the trash bank to reduce the waste burden that the TPA has to manage and also bring economic benefits for citizens as the saved trash can be converted into monetary value.
Analysis of risk factors associated with subjective fatigue symptoms among coal mining vehicle operators Modjo, Robiana; Sulistiyorini, Desy; Rizkianto, Eko; Susilowati, Indri Hapsari; Triwibowo, Didik
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i4.26601

Abstract

Coal mining vehicle operators have negative consequences with health effects such as fatigue. The aim of the study was to analyze the risk factors related to subjective fatigue among coal mining operators. Specifically, it seeks to examine the relationship between work shift, working period, sleep quantity, sleep quality, and personal characteristics, such as age, neck circumference, and body mass index. Data were collected from a coal mining site in South Kalimantan, Indonesia in 2022 with primary questionnaires. A total of 440 workers who worked in the mining and hauling area for at least one year were recruited in this study. This was a cross-sectional study. Quantitative data were obtained to describe the level of subjective fatigue and to analyze the risk factors associated with the work fatigue in coal mining vehicle operators. The fatigue was associated with obesity (OR:1.777, 95% CI:1.0067-2.960), overweight (OR:1.783, 95% CI:1.046-3.040), neck circumference (OR:1.513, 95% CI:1.0983-2.329), sleep quality (OR:4.597, 95% CI:2.762-7.650), and working period (OR:0.545, 95% CI:10.360-0.825) (p<0.05 for all). However, fatigue did not significantly affect from sleep quantity and work shift. Ensuring individual health is essential for preserving the opportunity to sleep and allowing the body to recover from fatigue.
Hubungan Pengetahuan, Masa Kerja dan Sikap terhadap Perilaku Pemilahan Limbah Medis Padat pada Perawat Yana Efendi; Desy Sulistiyorini; Rofi'atun Zakiah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, Volume 4 No.1 November 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jklm.v4i1.2043

Abstract

The issue of solid medical waste management in hospitals remains a serious challenge that can endanger environmental health and increase the risk of disease transmission. In several healthcare facilities, including Zahirah General Hospital, improper medical waste segregation practices are still found, such as the mixing of medical and non-medical waste. This condition indicates a weakness in healthcare workers' behavior towards safe and proper waste management. This study aims to examine the relationship between knowledge, years of service, and attitudes toward solid medical waste segregation behavior among nurses at Zahirah General Hospital. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design conducted from October to December 2024. Data were collected using questionnaires distributed to nurses at Zahirah General Hospital, then analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed no significant relationship between knowledge and segregation behavior (p = 0.412), nor between years of service and behavior (p = 0.200). However, there was a significant relationship between attitude and behavior (p = 0.030; OR = 2.681). These findings indicate that nurses' attitudes play a key role in the effectiveness of medical waste segregation. This study highlights the importance of ongoing education and training programs on medical waste management for all hospital staff to increase awareness, responsibility, and engagement in proper waste segregation practices. These efforts are essential to support a safe and healthy hospital environment.
Co-Authors Abdullah Syafei Al-Hamdy, Mizan Hafidh Aldi Ilhamsyah Alfarel, Muhammad Adny Annisa Syafitri Apriyani, Riyan Aranda, Rizky Azizah, Wafda Nur Baehaki, M Kiki Basoriyah, Taqiyatul Bintang Alya Binurika Mustopa Br Sitepu, Lisa Dwianggraini Cahya, Intan Dwi Cici Demiyati Damayanti, Siti Delli Yanti Devi Dwi Rahayu Dheva Nurlita Sari Nurlita Sari Didik Triwibowo Dina Ghassani Diponegoro, Amanda Putri Dwi Rahmanti Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari Ekaputri, Sesharia Yenita Ervina Dyah Azrinindita Fadhillah Fathan Fadhillah Fathan Fajar Septywantoro Fathan, Fadhillah Firas Azizah Herawati, Asri Herlingga Zahra Nurul Adzidzah Hikmah Apriyanti Ikrila Ikrila Ilhamsyah, Aldi Indri Hapsari Susilowati Intan Tita Faradilla Jenal Abidin, Jenal Juliyanti Karepesina Karepesina, Juliyanti Khoerunnisa, Viki Laleda, Miranti Blandin Lesnasari Dalimunthe M kiki Baehaki Melizha Handayani Meti Septriani Miranti Blandin Laleda Mochamad Robi Hidayat Mochammad Imron Awalludin Mony, Sara Muhamad Riki Pratama Muhammad Gian Purnama Mustopa, Bintang Alya Binurika Nadhira Rashifanti Maherdyta Nathasya Echa Indriani Nyimas Syifa Maulidia Permana, Rafif Dhia Primiery Annisa Kejora Purnama, Muhammad Gian Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu Putri Nur Annisa Putri, Nazwa Shakila Alisa Rahayu, Ade Ashar Rahma Awliahasanah Rahmadini, Tiara rika nurul azizah Rindu, Rindu Risma Nabilah Riyan Apriyani Rizkianto, Eko Rizky Aranda Robiana Modjo Rofi'atun Zakiah Salsabila Anura Zahrani Salsabillah, Sausan Santoso, Doni Sara Mony Sari, Agustina Sri Dewi Gulo Supriyatna, Rahmat Sutanto, Finka Reztya Syifa Pauziah Viki Khoerunnisa Wafda Nur Azizah Yana Efendi Zahrani, Salsabila Anura