Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pengeringan Kabinet dan Kulkas display untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Olahan Gatot di Sumberpucung, Kabupaten Malang Indonesia Adrian Hartanto Darma Sanputra; Apriana Rahmawati; Evi Fitriana; Ervina Dwi Aprilia; Ghina Mufidatus Salma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gatot, a fermented-cassava food, is the culinary icon of Gatot Tourism Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency. Cafe Koka, the pioneering gatot business in the area, faces two problems that hold back its growth. Its drying process still relies on sunlight, so production stops during the rainy season and the failure rate reaches 30–40%, while product presentation lacks adequate display facilities, lowering its appeal and selling value. This community-service program installed a 5 kg-per-batch cabinet dryer and two display refrigerators, accompanied by dried-gatot packaging development and staff training. The work followed a Plan-Do-Check-Act cycle combined with participatory mentoring over eight months, evaluating production and marketing indicators. After the program, drying time dropped from 2–4 days to about 4–5 hours, the product failure rate fell to 8–10%, and drying uniformity rose to about 90%. On the marketing side, impulse purchases increased by more than 40%, customer satisfaction with product display reached 4.5 of 5 (n=50), and monthly revenue grew about 175% owing to the new packaged-gatot line. Combining production and marketing technology strengthened the self-reliance of this local-food micro-enterprise.
Penguatan Pertanian Padi Berkelanjutan Melalui Sekolah Lapang dan Pelatihan Pembuatan Kompos serta Biopestisida di Desa Mendalanwangi, Kabupaten Malang, Jawa Timur Putra, Rivandi Pranandita; Wiwoho, Bagus Setiabudi; Astuti, Ike Sari; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Rahma, Melati Julia; Wibowo, Novika Adi; Deffinika, Ifan; Herwanto, Mochammad Tri; Fitriana, Evi; Fauzan, Adhia Azhar; Azzahra, Shafira Putri; Mukarromah, Fithrotul; Firdaus, Mukhammad Gusti Kharisudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v6i1.5565

Abstract

Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang merupakan wilayah agraris yang masih menghadapi permasalahan berupa tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai sumber bahan organik bagi lahan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas kesuburan tanah dan menghambat penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah organik menjadi kompos serta memproduksi biopestisida berbahan alami sebagai alternatif pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juli 2026 di Desa Mendalanwangi dengan melibatkan 10 orang petani yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa Mendalanwangi sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan kompos serta biopestisida menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan praktik, memahami teknik dasar pembuatan kompos dan biopestisida, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas petani dalam mengolah sumber daya lokal menjadi input pertanian yang bernilai guna serta mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk memperluas adopsi teknologi dan memastikan penerapannya secara konsisten pada tingkat kelompok tani.