Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Karakteristik Katarak Senilis pada Penderita Diabetes Mellitus Chaeruni, Aulia; Amir, Suliati P.; Anoez , Azizah; Assagaf, Munjia; Maharani, Ratih Natasha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.17360

Abstract

Cataracts are the leading cause of blindness in Indonesia. Around 77.7% of blindness is caused by cataracts. While the prevalence of blindness due to cataracts in the population aged 50 years and over in Indonesia is 1.9%. The estimated incidence of cataracts in Indonesia is 0.1% per year or every year among 1,000 people there is a new cataract sufferer. This study aims to determine the characteristics of senile cataracts in patients with diabetes mellitus. The design of this study is a Literature Review or literature review, Based on the results of the review, the characteristics of senile cataracts in patients with diabetes mellitus are concluded that: most patients suffer from cataracts in someone who is elderly, namely from 51 years to 60 years, in women more than men, in the cataract stage many immature stages are found, the length of suffering from DM is also a risk factor for cataracts and blood sugar levels are also one of the risk factors for cataracts.
Hubungan Durasi dan Lama Kerja Penjahit dengan Kejadian Kelelahan Mata Rahman, Annisa; Amir, Suliati P.; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Maharani, Ratih Natasya; Aulia, Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.9999

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi kerja perhari dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit, serta untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit. Peneliti menggunakan metode analitik observasional dan desain cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 32 pekerja penjahit terdapat 18 pekerja penjahit yang lama kerjanya >8 jam sehari dengan 15 pekerja penjahit mengalami keluhan kelelahan mata dan 3 tidak ada mengalami keluhan kelelahan mata sedangkan 14 pekerja penjahit yang memiliki lama kerja ≤8 jam dengan 4 pekerja penjahit mengalami keluhan kelelahan mata dan 10 tidak mengalami keluhan kelelahan mata. Hasil analisis dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p value 0,002 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara durasi kerja dengan keluhan kelelahan mata. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 19 orang yang memiliki masa kerja > 5 jam dengan 16 orang yang memiliki kelelahan mata dan 3 orang yang tidak memiliki kelelahan mata sedangkan 13 orang yang memiliki masa kerja ≤5 jam dengan 3 orang yang memiliki kelelahan mata dan 10 orang yang tidak memiliki kelelahan mata. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara durasi kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = 0,002. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara masa kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = <0,001. Berdasarkan penelitian didapatkan 20 orang yang memiliki usia >40 tahun dengan 16 orang yang memiliki kelelahan mata (80,0%) dan 4 orang yang tidak memiliki kelelahan mata (20,0%) sedangkan 12 orang yang memiliki masa kerja <40 tahun dengan 3 orang yang memiliki kelelahan mata (25,0%) dan 9 orang yang tidak memiliki kelelahan mata (75,0%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara usia dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = 0,006.