Claim Missing Document
Check
Articles

EKONOMI SYARIAH SEBAGAI MODEL PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM PERKEMBANGAN PEMIKIRAN SISTEM EKONOMI: PERSPEKTIF HISTORIS TANTANGAN KONTEMPORER Evi Fortuna Sukiran Putri; Fauzatul Laily Nisa
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN (JIEM)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v2i6.1597

Abstract

Abstract. This article explains the history of Islamic economic thought from the classical era to the resurgence era. The classical era of Islamic economics began during the reign of the Prophet Muhammad SAW as the beginning of the development of Islamic economics which was continued by the reign of Khulafa’ urrasyidin and continued to develop until the contemporary era. Sharia eco nomics is based on Islamic Aqidah which is based on the legal sources of the Koran and hadith. Sharia economics focuses on the benefit and fair distribution of assets, as well as safeguarding the wealth of Muslims. There are various policies taken from each era to maintain justice and prosperity of society in the sharia economic system. Not a few Muslim scholars have mobilized their thoughts to continue to perfect Islamic economics from time to time. Keywords: Sharia Economics; History; Contemporary. Abstrak. Artikel ini menjelaskan mengenai Sejarah pemikiran ekonomi islam dari era klasik hingga era resurgensi. Era klasik ekonomi islam dimulai dari masa pemerintahan Rasulullah Muhammad SAW sebagai awal berkembangnya ekonomi islam yang dilanjutkan oleh masa pemerintahan khulafa’urrasyidin dan terus berkembang hingga masa kontemporer. Ekonomi syariah berbasis pada Aqidah islamiah yang didasarkan oleh sumber hukum Al-Qur’an dan hadist. Ekonomi syariah berfokus pada kemaslahatan dan keadilan distribusi harta, serta menjaga kekayaan umat muslim. Terdapat berbagai kebijakan yang diambil dari masing-masing era guna menjaga keadilan dan mensejahterakan Masyarakat dalam system ekonomi syariah. Tidak sedikit cendekiawan muslim yang mengerahkan pemikiran-pemikirannya untuk terus menyempurnakan ilmu ekonomi islam dari masa kemasa. Kata kunci: Ekonomi Syariah; Sejarah; Kontemporer.
Transformasi Keuangan Digital dalam Perspektif Ekonomi Syariah : Peluang, Tantangan, dan Dampak Terhadap Inklusi Keuangan Ceasario, Adrian Fadel; Fauzatul Laily Nisa
Al Rikaz: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3 No 1 (2024): Al Rikaz: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/rikaz.v3i2.9596

Abstract

This study discusses digital transformation, encompassing opportunities, challenges, and its impact on Sharia-based financial inclusion in Indonesia. With the advancement of digital technology, Islamic financial services have the potential to reach a broader population and enhance efficiency and transparency. Digital transformation enables communities in remote areas to easily access Islamic banking and financial services through digital platforms such as e-wallets, mobile banking, and Islamic fintech applications. This study employs a descriptive approach, utilizing data from references, previous research literature, books, reports, and other sources. The study concludes that to enhance Islamic financial inclusion, collaboration among the government, financial institutions, and technology developers is essential to create an ecosystem that supports the growth of Islamic fintech. Additionally, increasing financial literacy through structured educational programs is crucial. Digital transformation has proven to be one of the best methods for expanding Islamic financial inclusion, bringing greater economic and social benefits to the Indonesian society.
Implementasi Blue Economy pada Sektor Pariwisata Pesisir atau Bahari di Pantai Dalegan - Gresik Andrea, Garsione Agni; Fauzatul Laily Nisa; Rosdiana Pakpahan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10300

Abstract

Perkembangan sistem perekonomian yang berkelanjutan sangat pesat, mulai dari ekonomi hijau/green economy, ekonomi biru/blue economy, serta ekonomi sirkular. Implementasi pada konsep blue economy belum diidentifikasi secara rinci sehingga dibutuhkan analisa mengenai hal tersebut. Sesuai dengan sektor utama blue economy, maka penelitian ini akan terfokus pada point kelima yaitu pariwisata pesisir. Tujuan dari fokus penelitian point kelima tersebut untuk mengembangkan model pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada pemanfaatan ekosistem laut dan pesisir secara optimal, melalui pelestarian warisan alam bahari serta kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Tujuan tersebut sebagai dasar untuk analisis pariwisata pesisir atau bahari di Pantai Delegan dengan menggunakan indikator dari kriteria daya tarik wisata berdasarkan aktivitas wisatawan yang diklasifikasikan sesuai dengan zona kawasan ekowisata bahari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bantuan observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kriteria daya tarik wisata berdasarkan aktivitas wisatawan belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga implementasi ekonomi biru pada sektor pariwisata pesisir belum maksimal. Karena hal tersebut, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait dengan pemanfaatan area pantai dan bahari. Beberapa saran rekomendasi untuk pengembangan Pantai Dalegan yaitu Pada sisi pengelola, disarankan untuk mengembangkan dan menginovasikan atraksi dan aktivitas wisata hingga zona bawah laut jika secara kelayakan dapat dilaksanakan. Sedangkan untuk para peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan reset lebih dalam terkait dengan pemanfaatan potensi wisata bahari di Pantai Dalegan sesuai dengan zona kawasan ekowisata bahari. Kegiatan penelitian tersebut untuk menilai kelayakan dan keunikan bentang laut sebagai aktivitas yang dapat dilakukan sesuai dengan parameter setiap aktivitasnya.
Analisis Kontribusi Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi pada Kabupaten Sampang dengan Belanja Daerah Sebagai Variabel Intervening Siti Rohizah; Kiky Asmara; Fauzatul Laily Nisa
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 9 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i9.8811

Abstract

Economic development in a region is one of the starting points in the implementation of development with the hope that the region can find out the potential that exists in order to utilize it to fulfill the needs in the region. Sampang Regency still has problems and challenges in regional financial management. Balance funds are still the main source of regional income with an increasing value. This study aims to analyze the effect of Regional Original Revenue and Balancing Funds on Economic Growth with Regional Expenditure as an intermediary variable that is considered to be able to connect between variables. With the quantitative analysis method and path analysis technique, the results show that Local Revenue has a negative and insignificant effect on Economic Growth, while the Balance Fund variable has a positive and significant effect on Economic Growth. Furthermore, the Regional Expenditure variable cannot mediate the relationship between Local Revenue and Economic Growth because it still produces a negative value, on the other hand, Regional Expenditure is able to become an effective intervening variable in the relationship between balancing funds and economic growth.
ANALISIS UPAH MINIMUM, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN PROBOLINGGO Pingkan Syabila Tri Indiati; Kiky Asmara; Fauzatul Laily Nisa
Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 6 No 2 (2025): Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpe.v6i2.3247

Abstract

This study aims to analyze the influence of minimum wage, open unemployment rate, and the number of poor people on the Human Development Index (HDI) in Probolinggo Regency during the period 2013–2023. A quantitative approach was employed, using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS version 27 software. The partial test results show that the minimum wage variable has a positive and significant effect on HDI, indicating that an increase in the minimum wage contributes to improving the quality of life. Meanwhile, the open unemployment rate has a negative but insignificant effect on HDI, suggesting that a lower unemployment rate does not necessarily reflect improved societal welfare. On the other hand, the number of poor people has a negative and significant effect on HDI, meaning that higher poverty levels are associated with lower human development quality. The regression model used in this study has an adjusted R² value of 97.3%, indicating that the three independent variables collectively explain 97.3% of the variation in HDI in Probolinggo Regency. These findings highlight that increasing the minimum wage and reducing poverty are key strategies in enhancing human development. Therefore, local government policies should focus on improving household income, eradicating poverty, and enhancing access to and quality of education and healthcare services.
Fundamental Factors Of Stock Price Assessment In Blue Chip Stock Investment Decisions Fauzatul Laily Nisa; Cholid Fadil
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 2 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v2i5.1901

Abstract

This research explores the fundamental factors that influence the assessment of blue-chip stock prices and their impact on investment decisions. These factors include net profit, revenue growth, debt ratio, and liquidity. The research method involves analyzing historical financial data of blue-chip companies and surveys of capital market investors. The research results show that net profit and revenue growth have a significant influence on the assessment of blue-chip stock prices. Debt and liquidity ratios have also been shown to have an important impact in shaping investor perceptions. Furthermore, these findings provide a better understanding of how investors use these fundamental factors as a basis for making their investment decisions. The implications of this research contribute to our understanding of the factors that investors should pay attention to when assessing blue-chip stocks. Capital markets practitioners can use this information to design more informed and timely investment strategies. Meanwhile, capital market regulators may consider these findings to increase market transparency and sustainability. Thus, this research not only contributes to the financial literature by exploring the relationship between fundamental factors and stock price valuation, but also provides valuable practical insights for capital market players.
Program Pembiayaan Mitraguna Berkah Bank Syariah Indonesia Kcp Mulyosari Terhadap Guru Inpassing MI dan MTs Fauzatul Laily Nisa; Rehan Isnan Purwandika; Utami, Anisa Fitria
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 6 No. 11 (2024): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v6i11.3914

Abstract

Teacher Inpassing is the process of equalizing positions, ranks, and classes for teachers who are not civil servants (PNS) to have positions, ranks, and classes comparable to civil servant teachers. Non-civil servant teachers who are eligible to apply for inpassing are teachers who already have an Educator Certificate. Inpassing teachers have a disadvantage, namely that the salary they get is not every month, especially private MI and MTS teachers, this makes their economy disrupted. Bank Syariah Indonesia provides a solution with the existence of a special blessing mitraguna financing for inpasing teachers with financing that can be done every 3 (three) or 4 (four) months. The purpose of this study is to determine the role of mitraguna blessing financing in improving the economy of inpassing teachers. This research uses Qualitative method with descriptive approach. Based on the results of the research, Mitraguna Blessing financing has considerable potential to build the economy of inpassing teachers.
Peranan serta Kontribusi Prinsip Maghrib dalam Perbankan Syariah Djauharotun Nafisah; Fauzatul Laily Nisa
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 1 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v1i5.1370

Abstract

Prinsip-prinsip perbankan menjadi landasan yang dijadikan gagasan utama  yang berhubungan dengan  segala transaksi dalam perbankan muamalah dan syariah. Prinsip dasar perbankan syariah diantaranya maisir, gharar, haram, riba dan batil. Prinsip tersebut bagi perbankan syariah sangat lah penting dimana menjadi dasar pokok terkait tujuan dari muamalah dan transaksi yang ada di perbankan syariah. Dalam kegiatan perekonomian adanya perjanjian merupakan suatu hal yang penting dikarenakan agar menghindari kerugian antara satu sama lain. Banyak ajaran Islam mengenai ekonomi yang menerangkan bahwa Islam sangat menjaga persoalan ekonomi. Pada hakikatnya terdapat ayat Al-Qur'an yang menyangkut persoalan ekonomi. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan telah digunakan dalam penulisan jurnal ini. Informasi dikumpulkan melalui sumber sekunder bukan sumber primer, seperti buku, dokumen, atau karya peneliti sebelumnya. Perbankan adalah institusi penting dalam perekonomian karena merupakan perantara pihak kekurangan dana dengan pihak kelebihan dana. Perbankan syariah sendiri adalah perbankan yang didasari atas ajaran Islam yaitu Al-Quran dan Hadist. Dalam pelaksanaannya, perbankan syariah menggunakan bagi hasil bukan dengan bunga karena bunga dilarang oleh syariat Islam dikarenakan mengandung kemudharatan. Perbankan syariah memiliki peran penting dalam meningkatkan kehidupan masyarakat.
Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) Untuk Peningkatan Kapasitas Bisnis Pada UMKM Binaan Bank BSI KCP Surabaya Manukan Afandi, Amelia Octaviana; Renny Oktafia; Fauzatul Laily Nisa
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.706

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim pelaksana dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Surabaya Manukan, yang bertujuan untuk meningkatkan legalitas dan kapasitas usaha pelaku UMKM melalui pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada penguatan potensi lokal dan partisipasi aktif komunitas. Sebanyak 10 UMKM binaan berhasil memperoleh NIB dan diarahkan untuk mengakses pembiayaan syariah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital, manajemen usaha, dan keterhubungan dengan lembaga keuangan formal. Program ini juga berhasil membangun kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem keuangan syariah. Rekomendasi pengembangan mencakup penguatan literasi digital, penyiapan pendamping khusus, replikasi program ke wilayah lain, serta monitoring berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa pendampingan terstruktur dan kolaboratif dapat menciptakan dampak berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi lokal berbasis syariah.