Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Eksplorasi Hakikat Fastabiqul Khairat Dalam Moderasi Beragama (Analisis Pesan QS. Al-Baqarah Ayat 148) : Penelitian Hasan Asy’ari; Komarudin Sassi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan hakikat konsep fastabiqul khairat dalam konteks moderasi beragama berdasarkan analisis terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 148. Ayat ini menekankan pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai prinsip dasar dalam interaksi umat beragama, baik dalam lingkup internal umat Islam maupun dalam konteks pluralisme keagamaan. Dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik dan analisis isi, penelitian ini mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut, seperti toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa fastabiqul khairat bukan hanya anjuran untuk berbuat baik secara individual, tetapi juga merupakan landasan etis dan spiritual bagi terciptanya harmoni sosial dalam kehidupan beragama yang majemuk. Konsep ini sejalan dengan prinsip moderasi beragama yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan semangat koeksistensi damai. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai fastabiqul khairat diinternalisasi dalam pendidikan keagamaan dan wacana publik untuk memperkuat komitmen terhadap kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Curriculum Of Love: Efforts To Revitalise Humanism In Islamic Education Eva Sunarya; Komarudin Sassi
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i1.4323

Abstract

This study analyses the concept of a love-based curriculum as an effort to revive the humanistic side of students within the framework of Islamic education, as well as its potential implications for the learning management system in religious educational institutions in Indonesia. This study uses a systematic literature review methodology, analysing relevant literature published mainly since 2020. Data collection involved a comprehensive examination of official policy documents from the Indonesian Ministry of Religious Affairs, academic journals, and scientific publications through databases including Google Scholar, ERIC, JSTOR, and DOAJ. The analysis used thematic categorisation to identify key conceptual elements. This study identifies three fundamental dimensions of love-based curriculum: its philosophical foundation in the Islamic concept of rahmatan lil 'alamin, its pedagogical emphasis on emotional intelligence development, and its practical implementation challenges. This study contributes to educational theory by proposing a conceptual framework that bridges Islamic educational principles with contemporary humanistic pedagogy. These findings suggest practical applications for curriculum development in religious educational institutions facing the challenges of modernisation. This study presents the first comprehensive conceptual analysis of love-based curriculum initiatives in the context of Indonesian Islamic education, offering insights that transcend religious boundaries towards broader considerations of educational reform.
Analisis Perbandingan Anggaran Pendidikan di Negara Nigeria dan Kongo Yuliati; Komarudin Sassi
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 23 No. 3 (2024): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v23i3.5823

Abstract

Education is one of the main pillars of social and economic development, especially in developing countries. Generally, education not only serves as a means of knowledge transfer but also plays a crucial role in shaping individual character and skills. In developing countries, education can be a tool to address various challenges such as poverty, social injustice, and economic inequality. In the context of analyzing education budgets in Nigeria and Congo, the most suitable research design is mixed methods research. This approach combines quantitative and qualitative methods, allowing researchers to gain a deeper and more comprehensive understanding of the phenomena under study. A comparison of education budgets in Nigeria and Congo shows significant differences in the allocation and management of educational resources. Nigeria, with a larger budget allocation, has the potential to improve the quality of education, while Congo faces more fundamental difficulties with relatively low budget allocation. The factors influencing education budgets in both countries are highly variable.
Pendidikan Islam dan Penyiaran Nilai-Nilai Agama: Studi Neomodernisasi di Yaman Dan Maroko Lisa Anggraini; Komarudin Sassi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6496

Abstract

Penelitian ini membahas tren pendidikan Islam dalam penyiaran nilai-nilai agama dalam konteks neomodernisasi di Yaman dan Maroko. Pendekatan neomodernisasi menekankan adaptasi nilai-nilai Islam tradisional dengan tuntutan modernitas tanpa menghilangkan esensi keislaman. Di Yaman dan Maroko, pendidikan Islam berperan penting dalam mempertahankan identitas budaya dan agama, meski keduanya menghadapi tantangan dari globalisasi dan sekularisasi. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis berbagai sumber kepustakaan serta jurnal nasional dan internasional terakreditasi, terutama yang terpublikasi dalam rentang waktu 2010 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi integrasi kurikulum agama dan pengetahuan modern dapat membekali generasi muda di negara Yaman dan Maroko dengan pemahaman agama yang relevan dan aplikatif dalam berbagai aktifitas kehidupan. Sehingga pendekatan neomodernisasi berpotensi meningkatkan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan mampu menciptakan harmoni antara nilai-nilai Islam seiring perkembangan zaman.
Studi Komparatif Sistem Pendidikan Dasar di Finlandia dan Indonesia: Penguatan Learning Community Putri Deby Ramona; Komarudin Sassi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7004

Abstract

Directly or indirectly, the policy of the independent learning curriculum concept adopted in the education system in Indonesia is more or less rooted in the policy that applies in Finland. Because the education system in Finland gives teachers and lecturers the freedom to innovate, be independent, active, creative and innovative in learning activities. Through comparative descriptive analysis, this research seeks to compare the basic education systems in Indonesia and Finland. The data source is primary data obtained through observations of early grade children aged 7-8 years. Meanwhile, secondary data uses literature reviews and video analysis of the implementation of education system activities from the two countries. Then the data was analyzed using descriptive analysis methods. The research results showed that the Finnish government provides very high support for the provision of various physical and non-physical infrastructure such as; school facilities, teacher qualifications, equal and equitable education for all citizens as well as strengthening learning communities. On the other hand, Indonesia also continues to improve in meeting the various needs for educational facilities evenly in various remote rural areas in order to realize the dream of a Golden Indonesia in 2045.
Desain Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Immersive Learning Di Era Society 5.0 M.Qusyairi Abror; Komarudin Sassi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2797

Abstract

Penelitian ini mengkaji desain arah baru pengembangan pendidikan Islam berbasis immersive learning di era Society 5.0. Tujuan utama penelitian berupaya menemukan model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Islam dengan kemajuan teknologi digital agar lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi alpha. Metode yang digunakan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur terkait pendidikan Islam, immersive learning, dan generasi alpha era Society 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa immersive learning berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman interaktif, kontekstual, dan bernuansa spiritual. Selain itu, peran guru mengalami pergeseran yaitu tidak hanya sekadar transformasi ilmu tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, penguasaan IT sekaligus uswah bagi peserta didik. Kendala utama terletak pada infrastruktur, kompetensi digital guru, serta kesenjangan akses antar lembaga pendidikan. Dengan perencanaan strategis, dukungan kebijakan, dan pengembangan kapasitas pendidik, pendidikan Islam berbasis immersive learning dapat menjadi model inovatif sekaligus progresif di era Society 5.0.
Konsep Kebenaran Persepektif Ulul Albab Nazila, Hikmatun; Suci Ramadhona; Muhammad Thariq Arsyad; Komarudin Sassi
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.28794

Abstract

Konsep kebenaran dalam perspektif Ulul Albab menjadi penting untuk dikaji di tengah arus globalisasi informasi yang seringkali menimbulkan kebingungan antara kebenaran dan kebatilan. Ulul Albab dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai sosok berilmu yang mampu memadukan daya pikir rasional dengan kepekaan hati dalam memahami tanda-tanda kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebenaran dalam surah Ar-ra'd ayat 19 melalui pendekatan historis dan metode tafsir tahlili. Kajian dimulai dari penelusuran asbabun nuzul ayat, lalu dilanjutkan dengan penafsiran oleh para mufasir klasik dan kontemporer, serta dianalisis relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kebenaran tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga ditangkap melalui kesadaran intelektual dan spiritual. Ulul Albab merupakan representasi manusia ideal yang mampu mengintegrasikan Wahyu dan akal untuk mencapai kebenaran yang sejati. Dalam konteks kontemporer, nilai-nilai Ulul Albab relevan untuk membentuk karakter berpikir kritis, adil, dan berorientasi pada nilai-nilai transendental. Penelitian ini menegaskan bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat dicapai melalui
Konsep Fitrah Manusia Dan Implikasinya Dalam Dunia Pendidikan Ninda Hamidy, Birru; Komarudin Sassi
INNOVASI : JURNAL INOVASI PENDIDIKAN Vol. 11 No. 2 (2025): AGUSTUS (JURNAL INOVASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Reserach Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/innovasi62

Abstract

Human beings are created with an innate disposition (fitrah), a pure and upright potential instilled by Allah from the moment of creation. This study aims to explore the concept of human fitrah in the Qur’an through both analytical (tafsir tahlili) and thematic (tafsir maudhu’i) approaches, and to examine its implications for the design and direction of Islamic education in the contemporary era. Using a literature review method, this research analyzes relevant Qur'anic verses and draws upon classical and contemporary tafsir sources. The findings reveal that human fitrah is not merely a theological concept but serves as an ontological foundation for the development of a holistic educational system. The novelty of this study lies in its conceptual integration of Qur’anic exegesis into educational practice, particularly in designing curricula, pedagogical methods, and learning environments that preserve and nurture the child’s innate disposition from an early age. Through this approach, Islamic education can be oriented toward realizing the values of din al-Islam as al-Din al-Haqq, al-Din al-Qayyim, and al-Din al-Hanif, with amar ma’ruf nahi munkar as the core axis of character development.  
The MAKNA DAN DIMENSI KERUGIAN: ANALISIS TEMATIK PENAFSIRAN QS. AL-‘ASR : ANALISIS TEMATIK PENAFSIRAN QS. AL-‘ASR Lindayati, Eka; Komarudin Sassi; Masykur Arif
Jurnal Studi Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Annuqayah (UA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/jsqt.v4i2.737

Abstract

Sometimes, verses of the Quran don't have a real impact on life because they are only read briefly. Therefore, it is necessary to carefully explore the meaning of the verses and chapters within it, including Surah Al-Asr. Surah Al-Asr is one of the most meaningful chapters in the Quran, serving as a significant reminder of the human condition—being in a state of loss, except for those who embody four essential qualities: faith, righteous deeds, enjoining truth, and enjoining patience. This study is a thematic (maudhū’i) interpretation that aims to deeply explore the meaning of QS. Al-‘Asr and reflect on its relevance to the current moral and social crises affecting the Muslim community. The research employs a qualitative approach through thematic exegesis, coupled with a sociological reflection on moral decline such as corruption, individualism, ethical degradation, and the erosion of social concern. The findings reveal that QS. Al-‘Asr offers a comprehensive solution to the multidimensional crises of the ummah, emphasizing the importance of true faith, beneficial actions, and a culture of mutual admonition as the foundation for collective reform. By adopting the values of QS. Al-‘Asr as guiding life principles, Muslims can rise from a state of loss toward a more meaningful and dignified existence.
Dampak Implementasi Kurikulum Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Siswa Generasi Alpha di Korea Selatan dan Mesir Mustafa Kamal; Komarudin Sassi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5495

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak implementasi kurikulum integrasi teknologi dalam pembelajaran siswa generasi Alpha di Korea Selatan dan Mesir. Generasi Alpha, lahir setelah tahun 2010, merupakan generasi pertama yang sepenuhnya tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan metode analisis dokumen dan studi literatur komparatif untuk mengkaji perbedaan pendekatan, tantangan, dan hasil yang dicapai oleh kedua negara dalam upaya mereka mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pendidikan, khususnya untuk siswa generasi Alpha. Penelitian ini berfokus pada periode 2010-2024, menganalisis kebijakan nasional, inisiatif pemerintah, dan program-program khusus yang bertujuan meningkatkan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah untuk memenuhi kebutuhan unik generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korea Selatan telah berhasil mengimplementasikan serangkaian kebijakan komprehensif, termasuk SMART Education Initiative dan AI Education Initiative, yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi Alpha. Sebaliknya, Mesir, meskipun menunjukkan komitmen yang kuat melalui inisiatif seperti Egyptian Knowledge Bank dan Teachers First Professional Development Program, masih menghadapi tantangan signifikan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan generasi Alpha. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi untuk generasi Alpha tidak hanya bergantung pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pada kesiapan guru, desain kurikulum yang berpusat pada siswa, dan pendekatan pedagogis yang inovatif. Penelitian ini juga membahas implikasi temuan untuk pengembangan kebijakan pendidikan di negara berkembang, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam merancang kurikulum untuk generasi Alpha.