Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Senyawa Volatil yang dihasilkan Bakteri Endofit Asal Padi terhadap Rhizoctonia Oryzae dan Cercospora Oryzae Fitri Widiantini; Endah Yulia; Agung Kurniawan
Agrikultura Vol 31, No 1 (2020): April, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.247 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i1.27323

Abstract

Penggunaan fungisida dalam mengendalikan penyakit pada tanaman telah banyak dilaporkan menimbulkan dampak negatif terutama terhadap lingkungan. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengendalian lain yang lebih ramah lingkungan. Bakteri endofit telah banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol pada berbagai penyakit tanaman karena  dikenal sebagai sumber penghasil senyawa-senyawa yang bersifat antifungal. Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki koleksi beberapa bakteri endofit hasil isolasi asal tanaman padi yang masih dalam tahap pengujian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi antijamur dari senyawa volatil yang dihasilkan oleh bakteri endofit dalam menekan pertumbuhan jamur Rhizoctonia oryzae penyebab penyakit bercak pelepah daun dan jamur Cercospora oryzae penyebab penyakit bercak daun secara in vitro. Percobaan dilakukan dengan metode dual culture dengan menggabungkan dua cawan dimana isolat bakteri endofit dan jamur patogen ditumbuhkan secara terpisah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit Os1 dan Os2 memiliki kemampuan terbaik dalam menghambat patogen R. oryzae dengan persentase penghambatan pertumbuhan  masing-masing sebesar 68,7% dan 65,4%. Sedangkan isolat bakteri endofit Os3 adalah isolat bakteri endofit yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menghambat perkembangan patogen C. oryzae dengan persentase penghambatan sebesar 87,1%. Pengamatan mikroskopis memperlihatkan bahwa senyawa volatil yang dikeluarkan oleh isolat-isolat bakteri endofit tersebut dapat menyebabkan terjadinya malformasi pada miselia jamur R. oryzae dan C. oryzae.
Keefektifan Oligochitosan dalam Menekan Pertumbuhan Jamur Patogen Rigidoporus lignosus [(Klotzsch) Imazeki] Penyebab Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Cengkeh secara in Vitro Fitri Widiantini; Andang Purnama; Endah Yulia; Dwindry Formanda
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.736 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8477

Abstract

ABSTRACTThe effectiveness of Oligochitosan in Suppressing the Growth of Fungal PathogenRigidoporus lignosus [(Klotzsch) Imazeki] the Causal Agent of White Root Rot Disease of Clovesin VitroWhite root rot disease caused by fungi Rigidoporus lignosus (Klotzch) Imazeki is an important disease of cloves that can cause the death of clove plants. Negative effect on the use of intensive fungicides leads to the search of an alternative method which is more environmentally friendly. Oligochitosan is a natural compound that has antifungal activity and can be used as natural pesticide. This study aimed to determine the concentration of oligochitosan that was able to effectively inhibit R. lignosus mycelial growth and to determine the effect of oligochitosan to R. lignosus mycelial growth. The study used a Completely Randomized Design with 5 oligochitosan concentration treatments (2 g/l, 4 g/l, 6 g/l, 8 g/l and 10 g/l) and control (no treatment). Oligochitosan was diluted with water and mixed with PDA to meet the required concentration. Same concentration was also used to dip wooden toothpick for 1 min and incubated on PDA containing R. lignosus. The result showed that 6 g/l oligochitosan concentration was able to inhibit the mycelial growth of R. lignosus up to 71.6%. Highets inhibition of 100% was demonstrated by oligochitosan at concentration of 8 g/l and 10 g/l. The thinning of mycelial growth on the toothpick and microscopic observation demonstrated that the mycelial of R. lignosus were became lysis.Keywords: Antifungal, Food poisonous, Mycelial growth, LysisAbstrakPenyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus (Klotzch) Imazeki merupakan penyakit penting yang menyerang tanaman cengkeh dan bahkan dapat mengakibatkan kematian tanaman. Pengaruh negatif dari penggunaan fungisida mendorong dilakukan pencarian alternatif pengendalian baru yang lebih ramah lingkungan. Oligochitosan merupakan senyawa alami yang mempunyai aktivitas anti jamur dan dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi oligochitosan yang dapat secara efektif menghambat pertumbuhan jamur R. lignosus dan mengetahui pengaruh oligochitosan terhadap miselia jamur R. lignosus. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan terdiri dari 5 konsentrasi oligochitosan (2 g/l, 4 g/l, 6 g/l, 8 g/l dan 10 g/l) dan kontrol (tanpa oligochitosan). Oligochitosan dilarutan dalam air dan dicampur dengan PDA sehingga diperoleh konsentrasi yang diuji. Konsentrasi yang sama juga digunakan untuk merendam tusuk gigi selama 1 menit dan diinkubasikan dalam cawan petri yang sebelumnya sudah ditumbuhi oleh R. lignosus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oligochitosan pada konsentrasi 6 g/l menghambat pertumbuhan jamur R. lignosus sebesar 71,6%. Sementara penghambatan tertinggi sebesar 100% diperoleh pada perlakuan oligochitosan dengan konsentrasi8 g/l dan 10 g/l. Penipisan koloni jamur R. lignosus pada tusuk gigi dan pengamatan di bawahmikroskop menunjukkan bahwa oligochitosan menyebabkan lisis pada miselia jamur R. lignosus.Kata kunci: Anti jamur, Umpan beracun, Pertumbuhan koloni, Lisis
Pengaruh Induksi Resistensi oleh Khamir Candida tropicalis terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Terinfeksi Colletotrichum acutatum Sri Hartati; Linda Tarina; Endah Yulia; Luciana Djaya
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.314 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22699

Abstract

ABSTRACTEffect of induced resistance by Candida tropicalis on the growth of chili plants infected by Colletotrichum acutatumColletotrichum acutatum is a major pathogen of chili that causes a big yield loss. Candida tropicalis has been reported as a biocontrol agent antagonistic to C. acutatum. The research was objected tofind out the effect of induced resistance by C. tropicalis on the growth of chili plants infected by C. acutatum. The application of the yeast was carried out by seed dipping and seedling spraying methods. As treatments, C. acutatum, the pathogen was inoculated at different time, i.e. A = inoculation at 3 days after the induction (dai) by C. tropicalis, B = inoculation at 7 dai, C = inoculation at 10 dai, D = positive control on inoculation at 3 dai, E = positive control on inoculation at 7 dai, F = positive control on inoculation at 10 dai, G = negative control with no induction nor inoculation. The results showed that the induction by C. tropicalis was able to increase the plant height, leaf number, and dry weight. The highest increase of plant height of 30.72% was caused by induction of C. tropicalis inoculated at 7 dai. Induction of C. tropicalis inoculated at 3 dai increased the leaf number by 49.47%, and the plant dry weight by 50%. C. tropicalis has a potency to be developed as plant growth inducer.Keywords: Antagonist, Inoculation, Fungi, YeastABSTRAKJamur Colletotrichum acutatum merupakan patogen penyebab kehilangan hasil panen yang cukup besar pada tanaman cabai. Salah satu mikrob antagonis jamur ini yang telah dilaporkan adalah khamir Candida tropicalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi resistensioleh C. tropicalis terhadap pertumbuhan tanaman cabai terinfeksi C. acutatum. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan teknik perendaman benih dan penyiraman bibit tanaman cabaimenggunakan suspensi C. tropicalis dengan waktu inokulasi patogen C. acutatum yang berbeda. Perlakuan tersebut adalah A = Inokulasi C. acutatum 3 hari setelah perlakuan induksi C. tropicalis (hsp), B = Inokulasi C. acutatum 7 hsp, C = Inokulasi C. acutatum 10 hsp, D = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 3 hsp, E = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 7 hsp, F = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 10 hsp, G = Kontrol (-) tanpa induksi dan inokulasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan induksi resistensi oleh khamir C. tropicalis mampu meningkatkan tinggi, jumlah daun, dan bobot kering tanaman cabai. Kemampuan meningkatkan tinggi tanamancabai tertinggi terjadi pada perlakuan C. tropicalis dengan waktu inokulasi 7 hsp yaitu sebesar 30,72%. Perlakuan khamir C. tropicalis dengan inokulasi patogen 3 hsp mampu meningkatkan jumlah daun tanaman cabai sebesar 49,47%. Perlakuan C. tropicalis dengan waktu inokulasi 3 hsp mampu meningkatkan bobot kering tanaman sebesar 50%. Khamir C. tropicalis berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens pemacu pertumbuhan tanaman.Kata Kunci: Antagonis, Inokulasi, Jamur, Patogen
Uji Keefektifan Antijamur Ekstrak Air Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga [L] Willd.) sebagai Perlakuan Pratanam untuk Mengendalikan Colletotrichum spp. pada Kedelai (Glycine max L.) Endah Yulia; Tarkus Suganda; Fitri Widiantini; Rangga Irawan Prasetyo
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.35 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8468

Abstract

ABSTRACTAntifungal Effect of Aqueous Extract of Galangal (Alpinia galanga [L] Willd.) Rhizomeas Seed Treatment to Control Colletotrichum spp. of Soybean (Glycine max L.)Colletotrichum is one of the most important seed-borne pathogens of soybean which is usuallycontrolled with synthetic fungicide seed treatment. However, it is believed that the use ofsynthetic fungicide can cause a variety of negative impacts to the environment and humanhealth. Galangal rhizome extract has been widely reported to have antifungal and antibacterialproperties. The aim of the study was to investigate the effectiveness of galangal rhizomeaqueous extract as antifungal for pre-planting seed treatment to control Colletotrichum spp. insoybean. Laboratory and glasshouse experiments were carried out at the Department of PlantPests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used was anexperimental method to test the effectiveness of galangal rhizome aqueous extract against theemergence and spore germination suppression of Colletotrichum spp., and to test the seedviability and plant growth of soybean. Galangal rhizome extract with concentrations of 10%,30%, 50%, 70%, 90% and 100% as well as a metalaxyl fungicide (0.5 g/l) were applied as aseed treatment. The results showed galangal rhizome aqueous extract at concentration of100% reduced the presence of Colletotrichum spp. in seeds up to 100% after the treatment andsuppressed the spore germination by 76.20% as well as increased the seed viability and thegrowth of soybean plants.Keywords: Alpinia galanga, aqueous extract, seed treatment, soybean, Colletotrichum spp.ABSTRAKUmumnya pengendalian penyakit tular benih pada kedelai dilakukan melalui perlakuan benihdengan menggunakan fungisida sintetik yang diakui dapat menimbulkan berbagai dampak negatifpada lingkungan maupun kesehatan manusia. Penggunaan ekstrak air rimpang lengkuas untukperlakuan benih dapat diterapkan sebagai alternatif pengendalian penyakit tular benih padakedelai. Lengkuas telah banyak dilaporkan memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Penelitian inidilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak air rimpang lengkuas sebagaiantijamur untuk perlakuan benih dalam mengendalikan penyakit tular benih pada kedelai.Percobaan dilaksanakan di Laboraturium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama danPenyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian keefektifan air persaan rimpang lengkuasterhadap kemunculan, penekanan perkecambahan konidia, uji pertumbuhan benih, dan viabilitasbenih jamur Colletotrichum spp. pada kedelai. Ekstrak air rimpang lengkuas dengan konsentrasi10%; 30%; 50%; 70%; 90%; dan 100% serta fungsida berbahan aktif metalaksil (0,5 g/l)diaplikasikan sebagai perlakuan benih kedelai. Hasil percobaan menunjukkan ekstrak air rimpanglengkuas konsentrasi 100% dapat menekan sampai 100% kemunculan Colletotrichum spp. setelah perlakuan benih, menekan perkecambahan konidia sebesar 76,20% serta meningkatkanpertumbuhan dan viabilitas benih kedelai.Kata kunci: engkuas, ekstrak air, perlakuan benih, kedelai, Colletotrichum spp.
Perlakuan Benih Ekstrak Anredera cordifolia Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa Benih Cabai Terinfeksi Colletotrichum Acutatum Endah Yulia; Hadi Syahir Muhadam; Fitri Widiantini; Wawan Kurniawan
Agrikultura Vol 30, No 2 (2019): Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.237 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i2.24022

Abstract

Keberadaan patogen pada benih telah menimbulkan kerugian yang tinggi. Perlakuan benih sudah umum dilakukan untuk menjamin benih bebas hama maupun patogen serta untuk menyediakan pengendalian penyakit selama masa perkecambahan maupun pada awal pertumbuhan tanaman. Penyakit antraknosa pada tanaman cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. dapat mengakibatkan kehilangan hasil panen mencapai 100%. Infeksi patogen penyebab penyakit antraknosa pada benih dapat mengakibatkan penyakit hawar bibit atau pre emergence atau post emergence damping-off. Penggunaan bahan alami untuk perlakuan benih diharapkan dapat menjadi upaya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dalam menekan kejadian penyakit hawar bibit yang disebabkan oleh jamur Colletotrcihum acutatum terbawa benih cabai. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan terdiri atas tujuh perlakuan yaitu empat perlakuan benih dengan ekstrak binahong konsentrasi 0,25%, 0,50%, 1%, dan 2%, serta dua perlakuan kontrol positif dan negatif, dan perlakuan pembanding fungisida propineb 0,30% yang masing-masing diulang empat kali. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan benih cabai dengan ekstrak metanol daun binahong mampu menekan kejadian penyakit hawar bibit pada benih terinfeksi C. acutatum dengan penekanan penyakit tertinggi sebesar 81,65% yang diperoleh pada perlakuan konsentrasi 2%. Namun demikian, perlakuan benih cabai dengan ekstrak metanol daun binahong memengaruhi viabilitas benih cabai dengan panjang kecambah benih cabai yang lebih pendek daripada pada perlakuan kontrol.Kata Kunci: Binahong, Pestisida nabati, Perlakuan benih
Metode inokulasi buatan untuk menguji infeksi Peronosclerospora maydis penyebab penyakit bulai tanaman jagung Satriyo Restu Adhi; Fitri Widiantini; Endah Yulia
Jurnal Agro Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4409

Abstract

Keberadaan penyakit bulai akibat Peronosclerospora maydis pada tanaman jagung mampu menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%. Pengendalian penyakit bulai dengan menggunakan varietas tahan dinilai cukup efektif. Di dalam pengembangan varietas tahan, seleksi ketahanan calon varietas baru harus dilakukan dan hal ini akan melibatkan inokulasi buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode inokulasi buatan Peronosclerospora maydis yang efektif pada tanaman jagung pada skala rumah kaca. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman dan rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Oktober hingga Desember 2018. Bahan tanaman yang diinokulasikan berupa kecambah dan bibit tanaman jagung. Metode inokulasi buatan yang diujikan terdiri atas: (1) Sisip daun terinfeksi bulai pada kecambah (SD), (2) Semprot suspensi konidia pada kecambah (SI), (3) Sisip daun bergejala bulai + semprot suspensi konidia pada kecambah (SS), (4) Rendam kecambah pada suspensi konidia (RS), (5) Semprot suspensi konidia pada bibit (SB), dan dua perlakuan tanpa inokulasi (kontrol). Dari hasil percobaan metode sisip daun (SD) menyebabkan 83,3% tanaman jagung terinfeksi bulai dan dinilai sebagai metode inokulasi buatan yang efisien.Kata kunci: bulai, jagung, inokulasi buatan, Peronosclerospora maydis. ABSTRACTDowny mildew disease caused by Peronosclerospora maydis in maize plants can cause yield loss up to 100%. Disease management of downy mildew by using resistant varieties is considered quite effective. One of the steps to develop resistant varieties is resistance testing of the new variety candidates that involve artificial inoculation. The purpose of this study was to obtain an effective artificial inoculation method of Peronosclerospora maydis  in maize plants in greenhouse. The research was conducted at the Laboratory of Biotechnology of Plant Protection and Glasshouse Department of Plant Pests and Diseases, Agriculture Faculty, Universitas Padjadjaran from October to December 2018. The plant materials used for inoculation were sprout and seedling of maize plant. The artificial inoculation methods tested were (1) infected leaf insertion among the sprouts (SD), (2) conidia suspension spraying on the sprouts (SI), (3) infected leaf insertion + conidia suspension spraying on the sprouts (SS), (4) sprout soaking in conidia suspension (RS), (5) conidia suspension spraying on the seedling (SB), and two treatments without inoculation (controls). The result showed that the insertion of infected leaves among the sprouts (SD) treatment resulted in 83.3% of infected maize plants by the downy mildew and was considered as the most efficient inoculation method. 
The Effectiveness of Several Plant Extracts to Induce Rice Plant Resistance against Bacterial Leaf Blight - (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) Fitri Widiantini; Avissa Ayuningdiyas; Endah Yulia; Tarkus Suganda
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.34912

Abstract

Resistant plants are one of the disease control techniques that considered to be effective. Resistant plants can be produced in various ways including the application of plant extracts. The aim of this study was to examine the ability of several plant extracts to increase the resistance of rice plants to bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). A total of 13 plants were extracted and applied in two methods, which were seed treatment and seedling treatment which sprayed on two-week old rice seedlings. Xoo bacteria were inoculated on rice plants two weeks after planting. The observations on the intensity of BLB disease infection showed that water hyacinth extract (Eichhornia crassippes), spiny amaranth (Amaranthus spinosus) and jasmine leaves (Jasminum grandiflorum) can suppress the development of BLB disease in both application methods. The application of plant extracts as inducing agents needs to be repeated to maintain the activated plant defense mechanism.
Antifungal Potency of Secondary Metabolites Produced by Endophytic Bacteria against Pathogenic Fungi Pyricularia oryzae Cav. Fitri Widiantini; Mia Rahmah Qadryani; Fuji Hartati; Endah Yulia
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.48392

Abstract

Blast disease caused by Pyricularia oryzae Cav. is one of the most important diseases on rice. One of the alternative controlling methods in P. oryzae is biological control through the utilization of secondary metabolites produced by endophytic bacteria. The study aimed to determine the antifungal potency of secondary metabolites produced by rice endophytic bacteria against P. oryzae. The experiment was conducted using 9 endophytic bacteria isolated rice (Os1, Os2, Os3, Os4, Os5, Os6, Os7, Os8, and Os10). Each isolates were grown in ISP2 liquid media and the secondary metabolites compounds were extracted using two different solvents; methanol and ethyl acetate : methanol (4:1) (v/v). The effect of secondary metabolites was tested using agar well diffusion method. The results demonstrated that the secondary metabolites extracted by both solvents have antifungal effect on the growth of P. oryzae. The highest growth inhibition was shown by secondary metabolites extracted by ethyl acetate : methanol (4:1) from Os1 (42%) and Os3 (39%). Antifungal activity of the secondary metabolites was indicated by the formation of clear zone. HPLC (High Performance Liquid Chromatography) analysis showed the differences of peaks and retention time between secondary metabolites produced by Os1 and Os3 which has antifungal activity and secondary metabolites produced by Os10 that did not show the antifungal activity.