Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Role of Tajo Dance in The Bohien Dohik Ritual on Dayak Hibun in Parindu Dewi, Della Aprilya; Tindarika, Regaria; Aditya, Mega Cantik Putri
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.102082

Abstract

This study examines the central role of the Tajo Dance in the Bohien Dohik healing ritual performed by the Dayak Hibun community in Parindu District, Sanggau Regency, West Kalimantan. The Tajo Dance is understood as a spiritual medium that connects humans, ancestors, and Penompo (God), and serves as an essential element in restoring balance between the physical world and the spiritual realm. This study aims to describe the role of the Tajo Dance in the Bohien Dohik healing ritual. The research method used is descriptive qualitative with an ethnocoreological and anthropological approach through observation, interviews, and documentation. The results show that the Tajo Dance, which is performed only at the highest levels of the ritual (levels 5, 6, and 7), functions as a medium to persuade the Minu (spirit) to return to the patient’s body, while also acting as a means of negotiation and reconciliation with spiritual entities. Through forty-four sequences of ancestral games, this dance presents symbolic elements of movement, costume, and ritual structure that reflect the spiritual journey of the Bohien. Overall, the Tajo Dance is not merely a form of artistic expression, but a core component that affirms cultural identity, strengthens social solidarity, and sustains the traditional healing system of the Dayak Hibun community. This study provides an important contribution to understanding local wisdom and the urgency of preserving ritual arts rooted in customary traditions.
PELATIHAN KETERAMPILAN PENCIPTAAN TARI KREASI UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Satrianingsih, Aline rizky; Tindarika, Regaria; Aditya, Mega cantik Putri; Ismunandar; Oktariani, Dwi; Fretisari, Imma; Djau, Nurmila Sari; Ghozali, Imam; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Sagala, Mastri Dihita; Grandena, Egi Putri; Muniir, Asfar; Silaban, Chiristianly Yerry; Olendo, Yudhistira Oscar
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelatihan penciptaan tari ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan kreatif peserta didik SMA di Kota Pontianak dalam mencipta karya tari kreasi yang berakar pada budaya lokal. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif berbasis praktik kreatif, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan dan koordinasi dengan sekolah mitra, pelatihan dan eksplorasi gerak, penggarapan karya secara kolaboratif, serta pementasan dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 30 siswa dan 2 guru serta mahasiswa sebagai pendamping proses penciptaan para peserta didik dari SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan eksplorasi gerak siswa, dari kondisi awal sekitar 30% menjadi 85% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, seluruh peserta menunjukkan peningkatan keberanian tampil yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam pementasan akhir, serta 90% peserta menyatakan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber inspirasi penciptaan tari. Luaran kegiatan berupa lima karya tari kreasi tematik, modul pelatihan singkat, dan dokumentasi audiovisual dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran seni tari. Program ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah serta berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran seni berbasis budaya lokal di tingkat sekolah menengah.
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN RUMAH PRODUKSI SILOTUANG BERBASIS VIRTUAL STUDIO TECHNOLOGY DI BENGKAYANG Putra, Zakarias Aria Widyatama; Aditya, Mega Cantik Putri; Romadoni, Muhammad; Finsen, Finsen; Trisnawati, Trisnawati; Dewantara, Jagad Aditya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35192

Abstract

Abstrak: Sanggar Gawia Sowa’ merupakan sanggar yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisional khususnya Silotuang. Permasalahan pihak mitra adalah pada aspek manajemen yakni belum memahami tata kelola rumah produksi Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dan aspek sosial kemasyarakatan yakni belum memahami manajemen kelompok seni yang mandiri, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihak tim menawarkan solusi dengan materi rumah produksi alat musik tradisoinal Silotuang berbasis Virtual Studio Technology. Tujuannya adalah melakukan pemberdayaan langsung kepada pihak sanggar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat rumah produksi Silotuang secara mandiri, efektif, dan berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Peserta dari anggota sanggar adalah 10 orang dengan evaluasi berupa pengisian post dan pre test, pembuatan iringan musik dan pembuatan Silotuang. Hasilnya adalah 10 peserta sanggar mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara langsung yakni memahami pembuatan rumah produski Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dibuktikan dengan peningkatan nilai keterpahaman dari 80 ke 90, 5 iringan musik Silotuang, dan 3 alat musik Silotuang.Abstract: Sanggar Gawia Sowa' is an art studio engaged in traditional performing arts, particularly Silotuang. The partner's problems lie in the areas of management, namely a lack of understanding of Silotuang production house management based on Virtual Studio Technology, and social aspects, namely a lack of understanding of independent, effective, and efficient arts group management. Therefore, the team offers a solution in the form of a Silotuang traditional musical instrument production house based on Virtual Studio Technology. The aim is to directly empower the studio in improving their knowledge and skills to create a Silotuang production house independently, effectively, and based on technology. The methods used are socialization, training, and technology application. There were 10 participants from the studio, and the evaluation consisted of pre- and post-tests, the creation of musical accompaniments, and the creation of Silotuang instruments. The results showed that the 10 studio participants experienced a direct increase in knowledge and skills, namely an understanding of how to create a Silotuang production house based on Virtual Studio Technology, as evidenced by an increase in comprehension scores from 80 to 90, 5 Silotuang musical accompaniments, and 3 Silotuang musical instruments.