Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Rationality Analysis of Antibiotics for Community-Acquired Pneumonia in Adult Inpatients at X Hospital Sukoharjo Rahardjoputro, Rolando; Amrullah, Adhi W.; Rizky, Wahyu; Ernawati, Ernawati; Wahyudi, Andrey; Widyaningrum, Nova R.
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v10i1.53198

Abstract

Community-acquired pneumonia in adult patients contributes to high morbidity and mortality rates. The rationality of antibiotics for community-acquired pneumonia pharmacotherapy can determine the result of patient clinical outcomes. The aim of this study was to determine antibiotics rationality for community-acquired pneumonia in adult inpatients at X Hospital Sukoharjo and relationship between antibiotics rationality and its clinical outcomes.This study was analytical cohort design with retrospective data in the form of patient medical records for the period 2022. Sampling method was carried out using total sampling with inclusion criteria being patients aged ≥ 18 years, male or female, diagnosed with community-acquired pneumonia and receiving antibiotic therapy. The total samples was 102 who met the inclusion criteria which 52% was female gender and predominantly aged ≥ 65. The rationality analysis using Gyssens method showed that 29.51% of antibiotics were given rationally with the highest number of irrationalities due to another more effective antibiotics (category IVA) at 54.90%. There was no significant relationship between antibiotic rationality and its clinical outcomes.
Gambaran Penggunaan Pengikat Fosfat pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Sholihah, Inayatush; Santoso, Joko; Rahardjoputro, Rolando
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.062 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.2473

Abstract

Pasien hemodialisis membutuhkan terapi dengan pengikat fosfat untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan tingginya kadar fosfat dalam darah. Pengikat fosfat terdiri dari agen berbasis kalsium dan agen bebas kalsium. Penelitian sebelumnya melaporkan adanya efek samping hiperkalemia pada penggunaan pengikat fosfat berbasis kalsium dalam jangka panjang dan efek samping pada sistem gastrointestinal pada penggunaan  sevelamer dan lanthanum karbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan pengikat fosfat pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan analisis kesesuaian dosis berdasarkan formularium. Pengambilan data dilakukan secara prospektif. Subjek penelitian adalah pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di sebuah rumah sakit akademik di kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Dari 79 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 49 pasien (62,03%) menggunakan kalsium karbonat, 20 pasien (25,32%) menggunakan sevelamer, 8 pasien (10,13%) menggunakan kalsium asetat, dan 2 pasien (2,53%) menggunakan lanthanum karbonat. Terdapat 3 pasien yang menerima dosis kurang dari standar dosis sevelamer yang direkomendasikan. Sebanyak 1 pasien dengan kadar fosfat 8,30 mg/dl menerima dosis 3x800 mg, sedangkan dosis standar yang direkomendasikan adalah 1200-1600 mg 3x sehari. Sebanyak 2 pasien dengan kadar fosfat 9,50 dan 9,30 mg/dl menerima dosis 3x800 mg, sedangkan dosis standar yang direkomendasikan adalah 1600 mg 3x sehari.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode Gyssens Pasien Demam Tifoid Rawat Inap di RSUD Dr. Soedono Madiun Tahun 2019-2020 Sawitri, Satwika Budi; Fatihah, Nadia Iha; Istiqomah, Annis; Rahardjoputro, Rolando
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.9642

Abstract

Typhoid fever is an acute infection of the digestive tract caused by Salmonella typhi bacteria. The main therapy for typhoid fever is the administration of antibiotics. The high incidence of typhoid fever in Indonesia has led to increased antibiotic use and triggered antibiotic resistance. Antibiotic resistance will cause various problems such as incurability of the disease, suprainfection, increased risk of side effects, mortality, morbidity and health costs. This study aims to determine the pattern of antibiotic use and evaluate the rationality of antibiotic use in typhoid fever patients at RSUD Dr. Soedono Madiun qualitatively using the Gyssens method. This study uses a qualitative descriptive method by collecting patient medical records retrospectively with a purposive sampling method. The obtained medical records will be analyzed qualitatively using Gyssens criteria. The results of the qualitative analysis show that from 57 medical records there are 14 types of antibiotics used with thiamphenicol as the most common antibiotic (22%). The results of the qualitative analysis are antibiotic prescriptions for typhoid fever at Dr. Soedono Madiun Regional General Hospital. Soedono Madiun is in accordance with 72% accuracy, namely category IV A as many as 9 (15%), category IV B as many as 2 (4%), category IV D as many as 5 (9%), category III B as many as 9 (15%), category II A as many as 1 (2%), category II B as many as 4 (7%), category I as many as 1 (2%) and category 0 as many as 26 (46%).
Penyuluhan Antibiotik Bijak di Kelompok Dasa Wisma, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta Rahardjoputro, Rolando; Amrullah, Adhi Wardhana; Ernawati, Ernawati; Sholihah, Inayatush
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.4523

Abstract

Masalah resistensi antibiotik masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan masyarakat dimana perlunya dilakukan upaya preventif sejak dini pada tingkat masyarakat. Berdasarkan survei sebelumnya bahwa masyarakat Mertoudan, Kelurahan Mojosongo tempat pengabdian ini dilakukan masih rendah kesadarannya terhadap penyalahgunaan dan penyimpanan obat yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap antibiotik, manfaat dan resikonya, serta cara menggunakan antibiotik yang bijaksana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat dengan cara presentasi dan diskusi melalui media leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan pada sebelum dan setelah kegiatan dengan memberikan pertanyaan kepada sampel. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Dasa Wisma Mertoudan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta dengan jumlah peserta penyuluhan yang hadir adalah masyarakat desa dengan jumlah 20 peserta. Tindak lanjut kegiatan yang telah dilakukan yaitu pengumpulan dokumentasi kegiatan dan membuat laporan kegiatan pengabdian masyarakat. Secara umum pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait penggunaan antibiotik yang bijak berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting) Gita, Anggi Putri Aria; Wardani, Dyah Ayu Kusuma; Rahardjoputro, Rolando; Candraningtyas, Nabila; Dzahwa, Zaafira; Putri, Antika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22345

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesungan mengalami stunting. Penggunaan aplikasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman para kader mengenai stunting. Aplikasi 'Gosting' dirancang dengan tampilan yang sederhana, dengan menu utama yang menyediakan informasi tentang stunting serta fitur kalkulator status gizi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting dengan menggunakan aplikasi Gosting, melalui peningkatan pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para kader kesehatan posyandu di Desa Plesungan. Pelatihan diberikan kepada 14 orang kader posyandu. Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui perbandingan hasil pretest dan posttest. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penerapan aplikasi Gosting dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis mengindikasikan peningkatan pengetahuan kader mengenai stunting yang signifikan secara statistik setelah penggunaan aplikasi Gosting, dengan nilai p < 0,001. Rata-rata tingkat pengetahuan yang diperoleh responden sebelum pelaksanaan intervensi (pre-test) sebesar 7,3 meningkat menjadi 9,3 pada post-test, dari total skor maksimum sebesar 10 poin. Implementasi aplikasi Gosting sebagai upaya mengoptimalkan peran kader posyandu dalam deteksi dini stunting memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Kata Kunci: Peran Kader, Stunting, Aplikasi  ABSTRACT Gondangrejo District is a top priority village priority with a stunting reduction locus in 2021, with a prevalence of 23.59% or 67 toddlers in Plesungan Village experiencing stunting. The use of the application has proven effective in increasing the cadres' understanding of stunting. The 'Gosting' application is designed with a simple interface, with a main menu that provides information about stunting and a nutritional status calculator feature. The aim of this community service activity is to optimize the ability of Posyandu cadres in conducting early detection of stunting using the Gosting application, by increasing the knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The target of this community service activity is the integrated health post (posyandu) health cadres in Plesungan Village. Training was provided to 14 Posyandu cadres. The success of the activity was evaluated by comparing pre-test and post-test results Analysis of differences in knowledge levels before and after implementing the Gosting application was carried out using a paired t-test. The analysis showed a statistically significant increase in cadres' knowledge regarding stunting after using the Gosting application, with a p-value of <0.001. Average level of knowledge obtained by respondents before implementing the intervention (pre-test) of 7.3 increased to 9.3 in the post-test, out of a maximum total score of 10 points. The implementation of the Gosting application as an effort to optimize the role of Posyandu cadres in early detection of stunting has made a significant contribution to increasing the level of knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. Keywords: Role of Cadres, Stunting, Application
Potensi Interaksi Antibiotik pada Kasus Infeksi Pneumonia di Bangsal Rawat Inap RSUD Dr.Moewar di Surakarta Fransiska, Fransiska Wahyu Bintari Putri; Rahardjoputro, Rolando; Prawistya Sari, Agnes
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.400

Abstract

Pneumonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru, dapat menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) disalah satuatau kedua paru-paru, yang mengakibatkan alveoli dipenuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderita sulit bernafas.Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dosis yang tidak benar dapat menyebabkanresistensi pada antibiotik. Penggunaan kombinasi pada antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkaninteraksi yang tidak diinginkan dan menyebabkan terjadinya efek samping pada obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi antibiotik yang terjadi pada kasus pneumonia dan jenis interaksinya pada penggunaan antibiotik pasien rawat inap di RSUD Dr.Moewardi Surakarta periode Januari-Desember tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, dengan menggunakan teknik total sampling dimana mengambil semua populasi yang akan dijadikan sampel pada penelitian, yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan data rekam medis pasien pneumonia rawat inap. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa potensi interaksi antibiotik terjadi pada 111 pasien pneumonia, dari 766 potensi interaksi antibiotik yang terjadi, 17,31% merupakan kategori mayor, 79,49% kategori interaksi moderat, dan 3,20% kategori interaksi minor.
Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Obat Peroral Pasien Dewasa Rawat Inap Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komorbiditas Hipertensi Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Yesi, Yesi Susianti; Prawistya Sari, Agnes; Rahardjoputro, Rolando
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.401

Abstract

Diabetes mellitus termasuk dalam penyakit kronis (menahun) yang diderita pasien selama hidupnya penyakit ini berdampak pada sumber manusia dan melonjaknya biaya kesehatan. Hipertensi termasuk dalam penyakit silent killer karena hampir tidak memiliki gejala awal apabila terdapat gejala sering dianggap sebagai gangguan biasa, dapat mengakibatkan efek yang fatal yaitu kematian. Penyebab diabetes mellitus tipe 2 disertai hipertensi yaitu retensi natrium ginjal yang menyebabkan ekspansi volume, peningkatan resistensi vaskular yang disebabkan karena kurangnya vasodilatasi yang diperantarai nitric oxide dan peningkatan stimulasi simpatetik karena hiperinsulinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada peresepan obat peroral pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan pendekatan depskritif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penelitian diambil dari rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunjukkan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan dibandingkan laki-laki, perempuan sebanyak 61 (61%) sedangkan laki- laki sebanyak 39 (39%). Berdasarkan hasil dari 100 catatan rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022 terdapat 64% pasien memiliki kriteria mayor sebanyak 0%, moderate sebanyak 64%, minor sebanyak 0% potensi interaksi obat diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi.
EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EMPIRIS UNTUK PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DEWASA DI RS X SURAKARTA Rahardjoputro, Rolando; Ernawati, Ernawati; Widyaningrum, Nova Rahma
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2311

Abstract

Pneumonia komunitas masih menjadi salah satu penyakit infeksi dengan prevalensi tertinggi yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang signifikan. Pneumonia komunitas memerlukan penanganan yang tepat agar didapatkan luaran klinis yang baik. Berbagai antibiotik empiris baik yang monoterapi maupun kombinasi untuk lini pertama banyak diresepkan oleh dokter kepada pasiennya di rumah sakit. Antibiotik empiris yang tepat akan menghasilkan efektivitas terapi yang baik sehingga evaluasi efektivitas perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibiotik empiris untuk pasien pneumonia komunitas dewasa di RS X Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Pasien dewasa yang rawat inap yang mendapatkan antibiotik untuk pneumonia komunitasnya diinklusikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas antibiotik monoterapi levofloksasin mempunyai efektivitas tertinggi diantara antibiotik monoterapi seftriakson dan monoterapi azitromisin dimana ketiga antibiotik tersebut adalah antibiotik empiris lini pertama yang paling sering diresepkan oleh dokter.
SOSIALISASI KELAS RAWAT INAP STANDAR JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RSUD KARTINI KARANGANYAR Rizky, Wahyu; Sely Aprianda Syah Putri; Prasetyo, Budi; Rahardjoputro, Rolando; Oktavia, Fania; Putri, Tika Kusuma; Ayu, Ajeng Karisma; Pinto, Sufina; Pinto, Adelina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34214

Abstract

Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) merupakan kelas pelayanan rawat inap rumah sakit dalam program JKN yang ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan melakukan standarisasi minimal kelas rawat inap JKN melalui 12 kriteria. yang harus dipenuhi oleh rumah sakit, menuju satu kelas, mengutamakan keselamatan pasien dan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), dan dimungkinkan untuk naik kelas bagi peserta selain PBI dengan biaya sendiri, pemberi kerja atau asuransi kesehatan tambahan. Setelah melakukan sosialisasi Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia kepada Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta dan Mahasiswa Universidade Oriental Timor Lorosa'e, mahasiswa dapat mengetahui perbedaan Kelas Rawat Inap Asuransi Kesehatan Standar di Indonesia dan Timor Leste. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan media Zoom Webinar dengan sasaran mahasiswa semester Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta dan mahasiswa Universidade Oriental Timor Lorosa'e (Unital) Timor Leste. kegiatan dilakukan pada bulan Mei 2024 dengan menggunakan menggunakan metode tanya jawab dan diskusi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan ilmu. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa pemberian pengetahuan tentang Kelas Rawat Inap Standar dapat tersampaikan dengan baik kepada mahasiswa.