Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Internalisasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Kurikulum Merdeka Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v16i2.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana internalisasi Profil Pelajar Pancasila dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila dan pendidikan karakter Kurikulum Merdeka. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah projek pengembangan karakter pelajar Indonesia agar para pelajar menjadi pelajar yang menghidupi nilai-nilai Pancasila. Program ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mempelajari isu-isu penting di sekitar. Permasalahan yang terjadi adalah ketika aktivitas projek lebih mengedepankan hasil dibandingkan proses sehingga P5 lebih pada pameran hasil tanpa proses. Metode penelitian literature review dengan cara membaca dan mengkaji berbagai referensi, baik buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) harus dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. P5 diterapkan dalam kurikulum merdeka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada pelajar Indonesia. Menjadi Pelajar Pancasila, itulah tujuan pelaksanaan P5 di dalam Kurikulum Merdeka. Implikasi dari penelitian ini yakni mengetahui bagaimana melaksanakan Pendidikan karakter dalam kurikulum Merdeka.
Penerapan Metode Proyek dalam Pembelajaran PAI Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 12 No. 2 (2019): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v12i2.1

Abstract

Pembelajaran sekarang yang difokuskan kepada implementasi Kurikulum 2013 akan berorientasi kepada pembelajaran berbasis masalah ( p r o ble m b a s e d le a r nin g ) , pembelajaran berbasis proyek (project based learning) , pembelajaran berbasis produk (product based learning) dan pembelajaran berbasiskan penyingkapan (discovery based learning ). Khusus dalam pembelajaran berbasiskan produk tentunya sebuah pembelajaran yang dihasilkan adalah sebuah hasil yang dapat dimanfaatkan, digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai produk yang tertampil di atas, dilaksanakan dalam pembelajaran yang melibatkan peran siswa dan instruktur. Untuk ke depannya akan diterapkan pembelajaran berbasis produk dengan melibatkan siswa secara total, sehingga skill yang dimiliki siswa benar-benar siap pakai. Dalam hal mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti tentunya akan diinginkan sebuah pembelajaran yang menghasilkan dan bermanfaat. Tentunya hal ini telah dicanangkan oleh Rasulullah saw. "al ilmu yanfau" (ilmu pengetahuan yang bermanfaat). Ada beberapa kajian tentang hasil produk yang jika dilaksanakan oleh seorang guru Agama Islam ketika dia telah melaksanakan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam sebuah kelasnya. Seiring diimplementasikannya kurikulum 2013 ini, diharapkan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di sekolah menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh peserta didiknya di kelas. Oleh karena itu tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk memaparkan PENERAPAN METODE PROYEK DALAM PEMBELAJARAN PAI.
Pendidikan Karakter dan Tantangan Implementasinya di Sekolah Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 11 No. 1 (2018): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v11i1.20

Abstract

Dewasa ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permsalahan itu berupa perilaku masyarakat belum sejalan dengan karakter bangsa yang dijiwai oleh falsafah pancasila, religius, humanis, nasionalis, demokratis, keadilan dan kesejahteraan rakyat. Jika permasalahan ini dibiatkan dapat menimbulkan ancaman pada eksistensi bangsa. Karena itu diperlukan pendidikan karakter yang berfungsi untuk : (1) mengembangkan potensi dasar berhati, berpikiran dan berperilaku baik, (2) memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik, (3) menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ada 18 nilai karakter yang perlu ditumbuhkembangkan di lingkungan sekolah. Untuk pengembangan pendidikan karakter di sekolah, kedelapan nilai karakter tersebut perlu diseleksi sesuai dengan visi sekolah menjadi nilai utama dan nilai pendukung dan diimplementasi berupa: sekolah belum dapat memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan visinya, pemahaman guru terhadap konsep pendidikan karakter yang belum menyeluruh, guru belum dapat memilih nilai-nilai karakter yang memadai untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada mata pelajaran yang diampunya, dan guru belum dapat menjadi tekadan atas nilai-nilai karakter yang dipilihnya.
Pembelajaran PAI Berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 12 No. 1 (2019): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v12i1.42

Abstract

Era persaingan global saat ini menuntut adanya suatu pembelajaran yangbermutu untuk memberikan fasilitas bagi anak didik dalam mengembangkan kecakapan, keterampilan dan kemampuan sebagai modal untuk menghadapi tantangan di kehidupan global. Kemampuan literasi merupakan salah satu kemampuan abad 21 yang harus dimiliki setiap anak didik dalam menghadapi era persaingan global. Dalam PISA 2012 literasi didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan dalam berbagai konteks. Literasi dibutuhkan anak didik dalam menyelesaikan kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat dikatakan mampu menyelesaikan suatu masalah apabila mampu menelaah suatu pemasalahan dan mampu menggunakan pengetahuannya ke dalam situasi baru. Kemampuan ini dikenaljuga sebagai HOTS (High Order Thinking Skills) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk memaparkan Pembelajaran PAI Berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). Kata kunci: Pembelajaran PAI, High Order Thinking Skills, HOTS
Problematika Pendidikan Islam di Era Globalisasi Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 10 No. 3 (2017): Volume 10 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v10i3.64

Abstract

Visi dan misi pendidikan islam adalah rahmatan lil "˜alamiin, yaitu menjadikan pendidikan Islam sebagai pencetus, penggerak, perubah, dan pembentukan manusia menjadi makhluk yang memberikan rahmat bagi seluruh alam beserta isnya. Adanya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional di tahun 2003 harus dilihat sebagai respon cerdas bangsa Indonesia dalam mewaspadai tantangan globalisasi yang dapat menghilangkan identitas bangsa, sehingga hanya menjadi bangsa pecundang dalam percaturan dunia. Langkahlangkah untuk menghadapi tantangan ini berupa keteladanan dari pihak-pihak yang menjadi panutan bagi peserta didik, pembiasaan pada hal-hal yang baik, pemberian nasihat secara kontinyu, pengawasan berupa tindakan evaluatif yang dilakukan secara edukatif, serta keseimbangan antara pemberian hukuman punishment) dan penghargaan (reward). Kata Kunci: Pendidikan Islam, karakter bangsa, globalisasi.
Urgensi Literasi Digital Bagi Guru, Siswa dan Orang Tua Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 2 (2021): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i2.97

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah salah satunya adalah percepatan penggunaan teknologi digital, khususnya di dunia pendidikan. Dimana masyarakat menjadi terbiasa menggunakan fasilitas digital untuk mentransformasi data dan informasi yang perlu diakses. Dalam menghadapi PJJ di masa pandemi ini, guru, siswa maupun orang tua perlu memiliki satu pemahaman literasi digital. Implementasi literasi digital harus semakin didorong terlebih di masa pandemi ini. Pendidikan berbasis digital menjadi transformasi yang tepat di tengah perpaduan situasi pandemi dan perkembangan teknologi informasi. Ruang kelas di sekolah bukan lagi menjadi fasilitas utama penunjang keberlangsungan pembelajaran. Sehingga guru dituntut memberikan materi secara virtual ataupun online kepada para peserta didik lewat kelas virtual ataupun fasilitas kelas digital. Literasi digital bertujuan untuk menanamkan kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan baru untuk memahami cara beraktivitas di ruang digital secara produktif, bijaksana, dan kreatif. Empat pilar literasi digital untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.
Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Daring Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.104

Abstract

Lembaga pendidikan menjadi tempat sentral untuk menciptakan generasi muda yang lebih baik dari sebelumnya melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan proses untuk menciptakan peserta didik menjadi manusia yang berkarakter baik secara utuh dalam dimensi akal, budi pekerti berpikir, sehat jasmani, dan berhati manusia. Pendidikan karakter mengukir akhlak siswa melalui proses mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan mengamalkan kebaikan. Proses tersebut melibatkan aspek kognitif, emosional, dan fisik, sehingga akhlak mulia dapat terwujud mengukir menjadi kebiasaan pikiran, hati, dan tangan. Pendidikan karakter diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, toleran, suka menolong, patriotik, dan dinamis, yang memiliki orientasi ilmu dan pengetahuan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Pembelajaran secara daring menuntut tenaga pendidik untuk mampu berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran seharusnya dirancang agar membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Dengan demikian semua yang dipelajari harus bermuatan pendidikan karakter. Seorang guru melaksanakan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar dengan cara: membuat siswa merumuskan pertanyaan secara aktif, menemukan sumber belajar, mengumpulkan informasi, bekerja dengan informasi, merekonstruksi fakta, dan menyajikan hasil rekonstruksi. Pembelajaran pendidikan karakter harus dilakukan oleh guru dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 15 No. 2 (2022): Volume 15 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v15i2.139

Abstract

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk imlementasi konsep Kurikulum Merdeka yang diterapkan untuk mendukung mutu pendidikan di Indonesia terkait dalam penanaman karakter. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi program profil pelajar Pancasila yang ada di kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka, Peneliti akan mencari dan mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh dari buku, majalah, jurnal dan hasil penelitian. Terdapat prinsip-prinsip utama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif. Pendekatan yang bisa dikembangkan dalam implementasi profil pelajar pancasila adalah dengan projek. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bisa dilakukan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler maupun budaya sekolah. Satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya terbuka, penuh rasa ingin tahu dan semangat kolaboratif dalam projek penguatan profil Pancasila. Kata kunci : Kurikulum merdeka, Implementasi Profil Pelajar Pancasila, Karakter
Pembelajaran Berdiferensiasi Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v16i1.152

Abstract

Konsep pembelajaran berdiferensiasi merupakan konsep yang bagus dan ideal, tapi menjadi tantangan guru untuk kreatif. Dengan pembelajaran itu, potensi peserta didik dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan tingkat pencapaiannya. Namun untuk mencapai pembelajaran yang sesuai dengan konsep itu, guru harus berjuang menjadi fasilitator andal, perlu perjuangan dan kerja keras guru. Tujuan penulisan ini adalah untuk menguraikan dan mengekplorasi implementasi Pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu upaya peningkatan keberhasilan pembelajaran kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dari berbagai referensi yang relevan dengan gejala yang diamati yaitu pada Pembelajaran berdiferensiasi. Keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi diusahakan oleh guru dengan: Pertama, guru harus mengetahui berbagai karakteristik peserta didik. Pengetahuan guru tentang kondisi keberagaman siswa menjadi dasar untuk merancang pembelajaran; Kedua, guru perlu menyusun asesmen diagnostik dan formatif pada awal pembelajaran. Asesmen diagnostik dilaksanakan untuk mengetahui keberagaman peserta didik. Adapun asesmen formatif pada awal pembelajaran untuk mengetahui tingkat pencapaian peserta didik; Ketiga, guru perlu menggunakan multimetode, multimedia, dan multisumber. Panerapan metode, media dan sumber belajar yang bervariasi dapat mangakomodasi berbagai tipe belajar poberta didik baik tipe visual, auditon maupun kinestetik. Keywords : pembelajaran berdiferensiasi, strategi pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran inklusi.
Pelatihan Pembuatan Ice Cream Talas untuk Meningkatkan Pemanfaatan Potensi Kekayaan Lokal di Desa Todanan Blora Nur'aini, Siti; Purnawanto, Ahmad Teguh; Sholikah, Dwi Nafiatun Nisaus; Puspitasari, Titik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i2.3791

Abstract

This community service aims to increase the utilization of the village's local wealth potential and empower PKK cadres in Todanan Village, Blora Regency. Taro is one of the superior agricultural products in Todanan village that has not been optimally utilized as a processed product with high economic value. With this training, PKK cadres are expected to have knowledge and practical skills in processing taro into healthy, attractive, and valuable ice cream. The research method used is descriptive qualitative method with a participatory approach, involving observation, interviews, and documentation during the training activities. The PKM results show that this training not only improves the skills of PKK cadres in processing local agricultural products, but also fosters entrepreneurial motivation and opens up opportunities for micro-business development based on village potential. It is hoped that this training can make a positive contribution to improving the family economy and preserving local food and growing the micro economy in Todanan village, Blora Regency.