Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cerdas Kelola Uang Digital: Pelatihan Praktis Literasi Finansial dan Pembuatan Portofolio Investasi Awal Melalui Aplikasi Bibit Sandi Pradana; Iis Maisaroh; Selvi Ratna Sari; Mahmud Sahroni; Rian Sigit Gesang Permana; Muhamad Afani Adam; Ari Fatihatul Hidayah; Ifan Awanda
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya tingkat literasi finansial masyarakat serta maraknya kasus investasi ilegal di era uang digital menuntut adanya intervensi edukasi yang praktis dan relevan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengukur dan secara signifikan meningkatkan pemahaman literasi finansial peserta serta membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam membuat portofolio investasi awal melalui platform reksa dana legal, Bibit. Pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan praktis (training and coaching) dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan skor rata-rata total peserta meningkat 49.8% (dari 58.2 menjadi 87.2) dengan p<0.001. Tingkat penguasaan keterampilan juga tinggi, di mana 83.3% peserta berhasil melakukan simulasi pembuatan portofolio investasi awal sesuai dengan profil risiko mereka. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukasi yang adaptif dan berbasis praktik langsung dengan aplikasi Robo-Advisor yang legal efektif dalam mengatasi rendahnya literasi finansial, mendorong inklusi keuangan yang aman, dan mempermudah akses investasi bagi masyarakat pemula.
Analysis of Student Needs in the Development of TPACK-Based English Syllabus and Learning Plans Juni Hartiwi; Desti Nurdianti; Adhi Nurhartanto; Astirini Swarastuti; Rian Sigit Gesang Permana; Sandi Pradana
LinguaScopes: International Journal of Language Education Vol. 3 No. 1 (2026): LinguaScopes: International Journal of Language Education
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/ls.v3i1.285

Abstract

The use of digital tools in English as a foreign language (EFL) classrooms is growing rapidly, but systematic evidence of what students really need from technology-based learning is still limited. As a result, curriculum developers often choose digital resources based on availability, rather than the results of the diagnosis. This study analyzes the need to prepare a syllabus and lesson plan based on the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework. Using an exploratory sequential mixed-methods design, data were collected through a Likert scale questionnaire of 214 EFL high school students, a focus group discussion with 18 student representatives, a semi-structured interview with nine English teachers, and a document analysis of twelve syllabus and forty-five lesson plans. Quantitative data are analyzed with descriptive statistics (mean, frequency, percentage); Qualitative data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model in the form of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. Results showed prominent difficulties in listening and speaking skills (M = 4.21 and 4.05 on a difficulty scale of 1-5), strong preference for interactive video and mobile-based learning (61% combined), as well as large gaps between teachers' current TPACK practices and student expectations, especially in the integrated TPACK dimension (teachers M = 2.2 versus student expectations M = 4.7). These findings are synthesized into a curriculum blueprint that positions technology as a pedagogical mediator, not a substitute for content. This study contributes a replicable empirical procedure for translating needs analysis data into a TPACK-based curriculum document, while offering methodological templates and substantive design principles for EFL syllabus developers.
Curriculum as Political Hostage: A Genealogy of 'Ganti Menteri Ganti Kurikulum' as Systemic Trauma in Indonesian Education Rian Sigit Gesang Permana; Mahmud Sahroni; Basirun Basirun; Ari Fatihatul Hidayah
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the persistent phenomenon of Ganti Menteri, Ganti Kurikulum (Change Minister, Change Curriculum) in Indonesian education, analyzing it not merely as administrative inconsistency but as a structural pathology where curriculum policy functions as a tool for political legitimacy. Utilizing a qualitative library research method underpinned by Michel Foucault’s genealogical analysis and institutional trauma theory, this research traces the trajectory of curriculum reforms from the Old Order (1947) to the current Kurikulum Merdeka. The findings reveal that curriculum changes are frequently driven by legitimacy through negation a political logic where new ministers validate their authority by pathologizing predecessor policies and sustained by a proyek economy that incentivizes frequent material procurement. This cycle of discontinuity inflicts systemic trauma on the educational ecosystem, manifested as chronic teacher reform fatigue, the erasure of institutional memory, and administrative paralysis. The study concludes that unless curriculum development is decoupled from the five-year political cycle through a legally binding Grand Design and an independent oversight commission, Indonesian education will remain trapped in a state of perpetual, superficial reinvention.
Pelatihan Praktis Penyusunan Harga Pokok dan Penetapan Harga Jual yang Kompetitif bagi Pelaku UMKM Makanan di Desa Sinarsari Hendra Novian; Mahmud Sahroni; Muhammad Afani Adam; Rian Sigit Gesang Permana; Ari Fatihatul Hidayah
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaku UMKM makanan di perdesaan, khususnya di Desa sinarsari kecamatan kalirejo kabupaten lampung tengah, menghadapi persoalan krusial dalam pengelolaan keuangan usaha: mayoritas tidak memiliki sistem penghitungan harga pokok produksi (HPP) yang terstruktur dan menetapkan harga jual semata berdasarkan intuisi atau mengikuti harga kompetitor tanpa dasar kalkulasi yang memadai. Praktik ini berisiko menggerus margin keuntungan secara sistematis, terutama ketika biaya produksi berfluktuasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi keuangan dan kompetensi praktis peserta dalam menyusun HPP serta menetapkan harga jual yang kompetitif dan berbasis data. Workshop dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang mengutamakan identifikasi dan mobilisasi aset lokal komunitas sebagai fondasi pemberdayaan. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 47 pelaku UMKM sektor makanan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan: rata-rata skor pre-test sebesar 38,6% meningkat menjadi 85,8% pada post-test, merepresentasikan kenaikan 47,2 poin. Seluruh peserta mampu menyelesaikan simulasi penghitungan HPP secara mandiri menggunakan template digital yang disediakan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa intervensi pelatihan berbasis praktik dan pendekatan partisipatif efektif dalam mentransfer kompetensi manajerial kepada pelaku UMKM perdesaan. Artikel ini berkontribusi pada literatur pengabdian masyarakat dengan menawarkan model workshop yang terstruktur, terukur, dan dapat direplikasi pada konteks serupa.