Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Irawaty, Enny; Novendy; Hanun, Astrid Kayla; Gabriella, Regina
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31977

Abstract

Intestinal parasitic infections are a widespread global health issue and a leading cause of illness worldwide. School-aged children, particularly, are more vulnerable to contracting worm infections, emphasizing the need to prevent the harmful effects of these parasites. A survey of fecal examinations among elementary school children in Indonesia revealed a 25% prevalence of worm infections. The unequal distribution of health education in Indonesian society has led to a lack of awareness and understanding among the public, especially elementary school children, regarding healthy living practices to prevent these infections. To address this issue, a community service team has initiated a program to enhance knowledge about worms and promote healthy living behaviors through direct counseling. The success of this initiative is gauged by assessing the increase in post-test scores compared to pre-test scores. A total of 88 students from grades 4 and 5 participated in this program, achieving an average pre-test score of 94.70 points and an average post-test score of 97.35 points, indicating a 2.8% improvement in knowledge. While the post-test scores showed only a modest increase, the initiative aims to encourage the continued practice of healthy living behaviors among participants to prevent future illnesses. The team remains hopeful that participants will integrate these habits into their daily lives, reducing the risk of infections in the future. ABSTRAK Infeksi parasit usus merupakan penyakit endemis global dan merupakan penyebab utama angka kesakitan di seluruh dunia. Anak-anak, terutama anak usia sekolah, lebih berisiko tertular penyakit infeksi cacing, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencegah dampak cacingan tersebut. Hasil survei pemeriksaan feses pada anak sekolah dasar di Indonesia, ditemukan prevalensi kecacingan sebesar 25%. Pemerataan tingkat pendidikan kesehatan yang terjadi di masyarakat Indonesia masih belum merata, menyebabkan kurangnya wawasan dan kesadaran masyarakat khususnya anak sekolah dasar untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Edukasi terkait kecacingan jarang dilakukan di mitra. Maka tim pengabdian masyarakat bermaksud melakukan program peningkatan pengetahuan kecacingan dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara langsung. Keberhasilan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai dengan adanya peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 88 orang siswa-siswi yang berasal dari kelas 4 dan 5. Rerata nilai pretes dari kegiatan ini adalah 94,70 poin, dan rerata nilai postes adalah 97,35 poin. Hal ini menunjukkan adalah peningkatan pengetahuan sebesar 2,8%. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan tidak menunjukkan adanya pengetahuan yang signifikan karena hanya sebesar 2,8% Nilai tinggi yang diperoleh peserta baik pada pretes dan postes mungkin dapat menunjukkan pengetahuan peserta sudah baik mengenai perilaku hidup bersih dalam mencegah penyakit cacingan. Meskipun dengan nilai tinggi yang diperoleh peserta kegiatan bakti kesehatan, tim tetap berharap peserta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak akan timbul penyakit di kemudian hari.
EDUKASI DAN PRAKTIK CUCI TANGAN SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK USIA DINI Tirtasari, Silviana; Novendy; Tania Yumna Dzahabiyyah; Kintan Permata Hidayat
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34934

Abstract

Health education on personal hygiene, particularly handwashing, is essential to be introduced from an early age, including at the kindergarten level. According to a 2019 report by UNICEF and WHO, nearly half of the schools worldwide still lack access to basic handwashing facilities with soap and water. Furthermore, the 2023 Indonesian Health Survey revealed that the proportion of proper handwashing behaviour among individuals aged ≥10 years remains relatively low, at only 51.1%. Initial observations from partner institutions showed that there was no specific program in place to teach the importance of routine handwashing with proper technique. Although handwashing facilities were available, their usage was not yet optimal. In response to this issue, the Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara health service team, conducted a health outreach activity focused on handwashing education and practice for children. The aim of this program was to build healthy habits from an early age, which in the long run can help prevent the spread of diseases and improve overall health quality. The activities included watching an animated video, singing, and playing a game to stick handwashing steps in order. A total of 44 children participated in the event. The children were highly enthusiastic while watching the video, singing, demonstrating the handwashing steps, and engaging in the game. The activity was carried out effectively and joyfully. By integrating animated videos, songs, and games, the children showed improved understanding and skills in maintaining hand hygiene, which is expected to support their overall health and well-being. ABSTRAK Pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri, terutama cuci tangan, sangat penting diajarkan sejak usia dini, termasuk di Taman Kanak-Kanak. Laporan UNICEF dan WHO tahun 2019 mendapatkan bahwa hampir setengah sekolah di dunia masih kurang penyediaan fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun. Selain itu hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mendapatkan proporsi perilaku benar dalam cuci tangan pada penduduk usia ≥ 10 tahun masih tergolong rendah, yaitu hanya sebesar 51,1%. Hasil observasi awal dari mitra, ditemukan bahwa belum terdapat program khusus yang mengajarkan pentingnya cuci tangan secara rutin dengan teknik yang benar. Meskipun terdapat fasilitas cuci tangan, namun penggunaannya masih belum optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim bakti kesehatan FK Untar melakukan kegiatan bakti kesehatan berupa edukasi dan praktik cuci tangan kepada anak-anak. Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini, yang berdampak jangka panjang dalam mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan. Kegiatan dalam bakti kesehatan ini meliputi menonton video animasi, menyanyikan lagu cuci tangan serta permainan menempel langkah cuci tangan. Total sebanyak 44 orang anak mengikuti kegiatan ini. Anak-anak sangat antusias menonton video, ikut bernyanyi dan memperagakan langkah cuci tangan serta mengikuti permainan dengan baik. Kegiatan yang dilaksanakan telah berjalan dengan efektif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan media video animasi, bernyanyi, serta bermain, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan dalam menjaga kebersihan tangan. Sehingga diharapkan anak-anak selalu sehat dan terhindar dari penyakit.
MEMBANGUN GENERASI SEHAT MELALUI EDUKASI KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK USIA DINI Irawaty, Enny; Susy Olivia Lontoh; Novendy; Valensya Jeslin Tang Tiku; Amara
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35116

Abstract

Personal hygiene is a crucial aspect in shaping healthy behaviours in children, especially those in early childhood education such as kindergarten. Poor hygiene habits can increase the risk of diseases related to personal hygiene and health behaviours, such as diarrhea, respiratory infections, dengue fever, and parasitic worm infections. The partner (school) reported that in recent months, a significant number of students had been absent from school due to illness. Based on this information and discussions with the school, the health service team from the Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara (FK Untar), designed an activity to enhance children’s understanding of the importance of personal hygiene through fun and interactive methods. This activity went beyond simple health education; children were actively involved in a question-and-answer session about hygiene and were rewarded with prizes for their participation. A total of 73 children took part in the event. This educational and participatory approach not only generated enthusiasm among the children but also proved effective in strengthening their understanding of personal hygiene. Teacher evaluations indicated that the activity not only improved the children’s knowledge and skills in maintaining hygiene but also had a positive impact on the school environment by fostering healthy and clean habits among the students. Overall, this personal hygiene education activity has proven to be beneficial for both the children’s development and the creation of a healthier, cleaner school environment. ABSTRAK Kebersihan diri merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku sehat pada anak-anak, khususnya di usia Taman Kanak-Kanak (TK). Kebiasaan kebersihan diri yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit yang terkait dengan perilaku kesehatan dan kebersihan diri, seperti diare, infeksi saluran, demam berdarah, dan penyakit cacingan. Mitra menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir banyak sekali siswa-siswi tidak hadir ke sekolah karena sakit. Berdasarkan informasi dan hasil diskusi dengan mitra, maka tim bakti kesehatan FK Untar merancang kegiatan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri melalui metode yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan ini tidak hanya berupa edukasi, namun anak-anak terlibat dalam sesi tanya jawab mengenai kebersihan diri serta mendapatkan hadiah bagi yang berani mejawab. Total sebanyak 73 orang anak mengikuti kegiatan ini. Pendekatan edukatif-partisipatif ini tidak hanya membuat anak-anak antusias dalam menjawab pertanyaan yang diajukan, tetapi juga efektif dalam memperkuat pemahaman mereka tentang kebersihan diri. Hasil evaluasi dari guru menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak dalam menjaga kebersihan diri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah, dengan terbentuknya kebiasaan hidup bersih di kalangan anak-anak. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi kebersihan diri ini terbukti bermanfaat baik bagi perkembangan anak maupun bagi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bersih