p-Index From 2021 - 2026
4.937
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa TEUB
Wijono, n/a
Unknown Affiliation

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL DENGAN EARLY STREAMER EMISSION (ESE) UNTUK GEDUNG E FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Fatihah, Muhammad Nakhlah Faqih; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung E Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya merupakan bangunan sebelas lantai dengan tinggi 48,5 m yang berlokasi di Malang, Jawa Timur — wilayah dengan aktivitas petir tinggi yang mencapai 150 hari guruh per tahun berdasarkan data tahun 2025 dari Stasiun Geofisika Karangploso. Penelitian ini menyajikan perancangan sistem proteksi petir eksternal berbasis teknologi Early Streamer Emission (ESE) menggunakan tipe KURN R-150, yang dievaluasi berdasarkan standar PUIPP, SNI 03-7015-2004, NFC 17-102, IEC 62305, dan PUIL 2011. Hasil perhitungan indeks risiko PUIPP menunjukkan nilai R = 17 (bahaya sangat besar), sedangkan analisis SNI 03-7015-2004 menghasilkan kerapatan sambaran petir ke tanah Ng = 20,99 sambaran/km²/tahun, frekuensi sambaran tahunan Nd = 1,92 sambaran/tahun, serta efisiensi proteksi yang dibutuhkan E ≥ 94,79%, yang termasuk ke dalam Tingkat Proteksi II. Terminal ESE KURN R150 yang dipasang pada ketinggian 51,5 m menggunakan tiang pipa galvanis setinggi 3 m menghasilkan radius proteksi Rp = 219,10 m dengan cakupan area proteksi sebesar 150.740,61 m², jauh melebihi luas tapak bangunan sebesar 1.606 m². Verifikasi menggunakan metode rolling sphere IEC 62305-3 (R = 30 m) menghasilkan striking distance hB = 25,62 m, sudut proteksi α = 44,2°, yang menunjukkan bahwa area bangunan telah terlindungi secara memadai. Konduktor penyalur menggunakan kabel BC tembaga 50 mm² dalam dua jalur simetris dengan pelindung pipa PVC 40 mm serta penjepit setiap 20 cm. Hasil pengukuran resistansi grounding di lapangan menunjukkan nilai 18,2 Ω dan 20,0 Ω; setelah dilakukan redesain menggunakan 7 batang grounding paralel (L = 1 m, Ø12 mm, jarak antar batang 2 m), nilai resistansi menurun menjadi 2,6 Ω dan 2,85 Ω sehingga memenuhi persyaratan PUIL 2011 yaitu ≤ 5 Ω. Estimasi total biaya proyek sebesar Rp. 25.684.394. Kata Kunci—Early Streamer Emission, ESE KURN-R150, proteksi petir eksternal, sistem pentanahan, SNI 03-7015-2004, NFC 17-102. 
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ANTIOKSIDAN TERTIARY BUTYLHYDROQUINONE (TBHQ) TERHADAP KEKUATAN DIELEKTRIK MINYAK KEDELAI UNTUK APLIKASI ISOLASI LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN Al Banna, Harits Ammar; Wijono, n/a; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak mineral masih banyak digunakan sebagai media isolasi cair pada transformator, namun memiliki kelemahan karena berasal dari sumber daya tidak terbarukan dan kurang ramah lingkungan. Minyak kedelai menjadi salah satu alternatif minyak isolasi nabati yang berpotensi digunakan karena bersifat terbarukan dan biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi antioksidan Tertiary Butylhydroquinone (TBHQ) terhadap karakteristik minyak kedelai sebagai isolasi cair. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, viskositas, tegangan tembus, permitivitas relatif, dan konduktivitas dengan variasi TBHQ sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TBHQ mampu menurunkan kadar air dari 2999,4 ppm menjadi 879,9 ppm pada konsentrasi 4%. Nilai viskositas dinamis minyak kedelai tanpa TBHQ dan dengan TBHQ 4% menunjukkan nilai yang sama, yaitu 0,3 dPa·s atau setara dengan 32,6 cSt. Pada pengujian tegangan tembus, minyak kedelai murni memiliki nilai rata-rata sebesar 43,306 kV/2,5 mm, kemudian meningkat hingga mencapai nilai tertinggi sebesar 54,522 kV/2,5 mm pada penambahan TBHQ 2%, tetapi cenderung menurun pada konsentrasi yang lebih tinggi. Penambahan TBHQ juga meningkatkan permitivitas relatif dari 7,735 menjadi 12,952 serta menurunkan konduktivitas dari 25,353 × 10⁻⁹ S/m menjadi 16,587 × 10⁻⁹ S/m. Dengan demikian, minyak kedelai beraditif TBHQ berpotensi digunakan sebagai alternatif minyak isolasi ramah lingkungan dengan konsentrasi aditif yang perlu dioptimalkan. Kata kunci: Minyak Kedelai, TBHQ, Tegangan Tembus, Sifat dielektrik, Isolasi Cair.
Rancang Bangun dan Pengujian Arcing Horn Untuk Isolator Tumpu 24 kV Adira, Andreka Haykal Putra; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator tumpu polimer 24 kV pada jaringan distribusi saluran udara di Indonesia rentan mengalami kerusakan akibat tegangan lebih surja petir. Penelitian ini merancang, mensimulasikan, dan menguji arcing horn pada isolator tersebut secara terintegrasi. Perancangan dilakukan berdasarkan nilai kuat medan tembus udara 30 kV/cm melalui persamaan d = U/30, menghasilkan tiga variasi jarak sela (1,0; 1,3; dan 1,7 cm) yang divalidasi terhadap Basic Insulation Level (BIL) 125 kV sesuai IEC 60071-1. Simulasi distribusi medan listrik menggunakan ANSYS Electronics Desktop Maxwell Electrostatic dilakukan pada 36 konfigurasi (4 variasi gap × 9 variasi jarak isolator ke ujung elektroda), menunjukkan faktor peningkatan medan (k) berkisar 1,024 hingga 2,076 dan nilai E-maks di permukaan sirip isolator selalu jauh di bawah 30 kV/cm (tertinggi 8,82 kV/cm). Pengujian tegangan impuls standar 1,2/50 µs sesuai IEC 60060-1 dilakukan dengan 60 tembakan pada 12 konfigurasi, menghasilkan 100% flashover pada celah arcing horn dengan selisih tegangan tembus terhadap prediksi teoritis sebesar 0,40–15,20% (rata-rata 7,07%). Validasi menunjukkan kesesuaian prediksi lokasi flashover antara simulasi dan pengujian sebesar 100%. Dua kriteria perancangan berbasis simulasi diusulkan: rasio E-maks celah terhadap E-maks sirip harus lebih dari 1, dan E-maks di permukaan sirip harus di bawah 30 kV/cm. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa pendekatan terintegrasi antara perhitungan analitis, simulasi numerik, dan validasi eksperimental merupakan metodologi yang valid untuk perancangan arcing horn pada isolator tumpu polimer 24 kV.  Kata Kunci—Arcing horn, isolator tumpu polimer 24 kV, tegangan impuls 1,2/50 µs, distribusi medan listrik, ANSYS Electronics Desktop, koordinasi isolasi, IEC 60071-1. 
ANALISIS PENGARUH SKEW TERHADAP PERFORMANSI PADA SURFACE MOUNTED PERMANENT MAGNET SYNCHRONOUS MOTOR Naufal, Taqiyyuddin Fikri; Wijono, n/a; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM), khususnya jenis Surface Mounted Permanent Magnet Synchronous Motor (SMPMSM), banyak digunakan pada aplikasi kendaraan listrik dan industri karena memiliki densitas daya yang tinggi serta efisiensi yang baik. Namun, motor jenis ini masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti cogging torque, torque ripple, dan distorsi back electromotive force, yang dapat menyebabkan getaran, kebisingan, serta penurunan kualitas performa motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik skewing pada rotor SMPMSM guna mengetahui sejauh mana teknik tersebut mampu mengurangi kendala-kendala teknis yang terjadi, dengan mempertimbangkan pengorbanan terhadap torsi rata-rata dan daya keluaran motor sebagai konsekuensi dari penerapan skewing. Kata Kunci — Surface Mounted Permanent Magnet Synchronous Motor (SMPMSM), Skewing, Cogging Torque, Torque Ripple
ANALISIS EFISIENSI, POWER DENSITY, DAN COST DENSITY SMPMSM DENGAN VARIASI GEOMETRI ROTOR DAN MAGNET MENGGUNAKAN ANSYS MAXWELL Pramudya, Bisma Andika; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi geometri rotor dan magnet terhadap performa motor Surface-Mounted Permanent Magnet Synchronous Motor (SMPMSM) 15 kW, 8-kutub, 3000 RPM menggunakan perangkat lunak RMxprt dan Ansys Maxwell berbasis metode elemen hingga (Finite Element Analysis/FEA). Dua puluh lima variasi model simulasi dibentuk dari kombinasi lima nilai celah udara (0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 mm) dan lima nilai ketebalan magnet NdFeB (5,0; 6,5; 8,0; 9,5; dan 11,0 mm), dengan seluruh parameter stator dijaga konstan untuk mengisolasi pengaruh kedua variabel geometri rotor tersebut. Parameter performa yang dianalisis meliputi efisiensi, power density, dan cost density — termasuk analisis sensitivitas terhadap tiga skenario harga material NdFeB (minimum, rata-rata, dan maksimum) — serta torsi dan air gap flux density sebagai parameter validasi teoritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi menurun secara monoton seiring penambahan ketebalan magnet dan meningkat secara monoton seiring pembesaran celah udara. Power density cenderung menurun non-monoton terhadap perubahan jarak airgap dan ketebalan magnet. Cost density cenderung meningkat non-monoton seiring dengan meningkatnya ketebalan magnet, akan tetapi cenderung menurun non-monoton terhadap perubahan jarak airgap. Analisis Pareto mengidentifikasi dua konfigurasi optimal: celah udara 0,5 mm/magnet 5,0 mm sebagai desain paling seimbang (cost density terendah 27,948 USD/kW, efisiensi 87,47%, power density 249,3 W/kg), dan celah udara 0,5 mm/magnet 8,0 mm sebagai alternatif untuk aplikasi yang menuntut kerapatan daya maksimum (power density 281,3 W/kg, cost density 32,48 USD/kW). Tidak ditemukan konfigurasi tunggal yang unggul mutlak pada ketiga kriteria secara simultan, sehingga rekomendasi desain bersifat berbasis prioritas aplikasi. Kata Kunci — Surface Mounted Permanent Magnet Synchronous Motor (SMPMSM), Ketebalan Magnet, Air Gap, Power Density, Cost Density 
Analisis Pengaruh Urutan Concentric Vertical Soil Layering terhadap Resistansi Pentanahan pada Elektroda Batang melalui Pendekatan Teoritis dan Eksperimental Kusumo, Faris Aldi; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan yang andal ditandai dengan nilai resistansi pentanahan yang rendah, namun pada tanah berkerikil dengan resistivitas tinggi nilai tersebut sulit dicapai. Penelitian ini menganalisis pengaruh urutan lapisan material (concentric vertical soil layering) terhadap resistansi pentanahan elektroda batang melalui pendekatan teoritis dan eksperimental. Lima material treatment, yaitu bentonit, biochar, zeolit, garam, dan fly ash, disusun secara radial mengelilingi elektroda batang tembaga (panjang 1 m, diameter 12 mm) dalam dua variasi urutan. Variasi 1 menempatkan material beresistivitas terendah paling dekat dengan elektroda, sedangkan Variasi 2 sebaliknya. Resistansi dihitung secara teoritis menggunakan model lapisan konsentris dan diukur di lapangan dengan metode tiga titik. Hasil menunjukkan bahwa urutan lapisan berpengaruh signifikan terhadap resistansi pentanahan. Secara teoritis, Variasi 1 menghasilkan 8,29 Ω (turun 96,91% dari kondisi tanah murni) dan Variasi 2 sebesar 11,51 Ω (turun 95,71%). Hasil pengujian lapangan menunjukkan penurunan dari 256,4 Ω menjadi 92,9 Ω (turun 63,77%) untuk Variasi 1 dan 147,1 Ω (turun 42,63%) untuk Variasi 2. Kedua pendekatan menunjukkan kecenderungan yang konsisten bahwa penempatan material beresistivitas rendah terdekat dengan elektroda lebih efektif menurunkan resistansi pentanahan. Kata Kunci — pentanahan, resistansi pentanahan, concentric soil layering, elektroda batang, soil treatment.
Analisis Matematik Transformator dengan Tegangan Masukan Gelombang Nonsinusoidal Melibatkan Sifat Inti Nonlinier Zaki, Muhammad Zalfa; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meluasnya pemakaian pembangkit berbasis konverter daya menyebabkan transformator semakin sering dicatu tegangan nonsinusoidal yang kaya harmonik, sehingga inti dapat terdorong ke daerah saturasi. Penelitian ini mengevaluasi kemampuan dua metode perhitungan matematis transformator satu fasa inti nonlinier dalam merepresentasikan karakteristik dan kinerja transformator pada masukan sinusoidal dan gelombang kotak (square wave). Metode pertama (M1) menyelesaikan persamaan diferensial rangkaian lengkap (loop primer, loop sekunder, dan cabang magnetisasi) secara numerik, sedangkan metode kedua (M2) menggunakan pendekatan aproksimasi ?? ≈ ?? sehingga flux linkage dan tegangan induksi mutual dapat dihitung langsung dari tegangan masukan. Hubungan nonlinier antara flux linkage dan arus magnetisasi direpresentasikan melalui Lookup Table, dan tegangan kotak direpresentasikan dengan deret Fourier hingga harmonik ke-49. Kedua metode perhitungan dibandingkan terhadap simulasi Simulink sebagai acuan pada transformator 10 kVA, 220/110 V, 50 Hz. Hasil evaluasi tahap kedua menunjukkan bahwa pada masukan sinusoidal M1 identik dengan Simulink (error 0,00%) dan M2 tetap valid dengan error maksimum 0,70%. Pada masukan kotak, M1 valid pada seluruh parameter, sedangkan M2 valid untuk besaran terminal namun kurang valid pada arus tanpa beban (error RMS 17,00%). Pada evaluasi tahap kedua, penyimpangan nilai puncak pada masukan kotak terbukti merupakan fenomena Gibbs (overshoot 8,95%), bukan kesalahan model.  Distorsi arus magnetisasi akibat saturasi mencapai THD 60,91% pada evaluasi tahap pertama, dan efisiensi maksimum 98,59% tercapai pada beban 80% pada evaluasi tahap ketiga.Kata Kunci—Square wave, deret Fourier, fenomena Gibbs, inti nonlinier, saturasi, transformator. 
Analisis Hubungan Daya Keluaran dan Efisiensi Termal PLTG Berbasis Data Operasional: Studi Kasus Unit 2.3 PLTGU Grati Islamiyah , Mahbubatul; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 7 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan salah satu pembangkit yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik karena memiliki kemampuan start-up yang cepat dan fleksibilitas operasi yang tinggi. Kinerja PLTG dipengaruhi oleh daya keluaran dan efisiensi termal yang mencerminkan efektivitas konversi energi bahan bakar menjadi energi listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara daya keluaran dan efisiensi termal berdasarkan data operasional Unit 2.3 PLTGU Grati. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data operasional yang meliputi daya keluaran generator, laju aliran bahan bakar, dan Lower Heating Value (LHV). Data diolah melalui perhitungan heat input, efisiensi termal, dan heat rate, kemudian dianalisis menggunakan grafik scatter dan trendline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya keluaran pembangkit berfluktuasi pada rentang 50–105 MW mengikuti perubahan beban operasi, sedangkan efisiensi termal berada pada kisaran 24–34% dan cenderung meningkat seiring bertambahnya daya keluaran. Analisis hubungan kedua parameter menghasilkan koefisien determinasi (??) sebesar 0,9747 yang menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara daya keluaran dan efisiensi termal. Hubungan tersebut juga memiliki koefisien korelasi sebesar 0,9873 yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat. Selain itu, heat rate memiliki hubungan berbanding terbalik terhadap daya keluaran dan efisiensi termal, sehingga nilai heat rate yang lebih rendah menunjukkan pemanfaatan energi bahan bakar yang lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa operasional terbaik Unit 2.3 PLTGU Grati dicapai pada kisaran beban 90–105 MW dengan efisiensi termal yang lebih tinggi dan heat rate yang lebih rendah. Kata Kunci—PLTG, daya keluaran, efisiensi termal, heat rate, data operasional, PLTGU Grati.