Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Anxiety of pregnant women with HIV/AIDS during the covid 19 pandemic Indriastuti, Nur Azizah; Melda, Melda; Oktafia, Riski
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.193 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1425

Abstract

HIV/AIDS are global health problems that cause a high mortality rate in the world. The high incidence of HIV/AIDS will have an impact on the general population such as pregnant women, because pregnant women are at high risk of transmitting various diseases to their babies. Anxiety during pregnancy will also make pregnant women with HIV/AIDS experience mental health burdens, especially in the current condition, Covid 19 pandemic. The general purpose of this study was to determine the anxiety of pregnant women with HIV/AIDS during the Covid 19 pandemic. This research uses qualitative research methods with descriptive research types. In this study, the researcher used purposive sampling. The sample selected in this study were pregnant women with HIV/AIDS, families and peer support. Researchers used depth interviews to collect data. The results study, researchers found 4 themes, namely the experience of pregnant women while suffering from HIV/AIDS, the perception of pregnant women with HIV/AIDS during the covid 19 pandemic, the influence of HIV/AIDS on pregnancy and social support for pregnant women with HIV/AIDS. The conclusion of this study is pregnant women with HIV/AIDS who have a fear of being exposed to the covid 19 virus because they are a risky group. Abstrak: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan tingginya angka kematian di dunia. Tingginya angka kejadian HIV/AIDS akan berdampak pada masyarakat umum seperti ibu hamil, karena ibu hamil berisiko tinggi menularkan berbagai penyakit kepada bayinya. Kecemasan saat hamil juga akan membuat ibu hamil dengan HIV/AIDS mengalami beban kesehatan mental, apalagi dalam kondisi pandemi Covid 19 saat ini. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan ibu hamil dengan HIV/AIDS selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan purposive sampling. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan HIV/AIDS, keluarga dan dukungan sebaya. Peneliti menggunakan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian, peneliti menemukan 4 tema yaitu pengalaman ibu hamil saat menderita HIV/AIDS, persepsi ibu hamil dengan HIV/AIDS selama pandemi covid 19, pengaruh HIV/AIDS terhadap kehamilan dan dukungan sosial ibu hamil. wanita dengan HIV/AIDS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil dengan HIV/AIDS yang memiliki ketakutan terkena virus covid 19 karena merupakan kelompok yang berisiko. 
Psychosocial Condition and Parenting Self-Efficacy Among Postpartum Mothers Oktafia, Riski; Rahmayanti, Rini; Maghpira, Dea Ainun; Indriastuti, Nur Azizah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.917 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1435

Abstract

The postpartum period is a transitional period of changing roles for parents. Postpartum mothers need to have confidence in their ability to care for and nurture babies. Psychosocial conditions are one of the causes of problems in achieving her new role as a mother and babysitting. The study's focus was to determine the relationship of psychosocial conditions with parenting self-efficacy among postpartum mothers. This study is a correlational quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling using purposive sampling of 107 respondents in postpartum mothers. The instrument used to measure psychosocial conditions uses the postnatal risk questionnaire (PNRQ) instrument and the parenting self-efficacy using the self-efficacy parenting scale (PSES) instrument. The statistical test in this study is spearman rank. The results showed that postpartum mothers had psychosocial conditions at risk of 36 (33.6%) and were not at risk by 71 (66.4%). Postpartum mothers had high self-efficacy parenting 98 (91.6%) and low 9 (8.4%). The results of the statistical test showed p-value= 0.000 and correlation coefficient= 0.426. There is a significant association of psychosocial conditions with self-efficacy parenting in postpartum mothers. Nurses need to identify the psychosocial condition of postpartum mothers and improve parenting self-efficacy towards the care of mothers and their babies. Abstrak: Periode pascapersalinan merupakan masa transisi perubahan peran menjadi orang tua. Ibu pasca persalinan perlu memiliki keyakinan terhadap kemampuan dalam merawat dan mengasuh bayi. Kondisi psikososial merupakan salah satu penyebab masalah dalam mencapai peran barunya sebagai seorang ibu dan pengasuhan bayi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan kondisi psikososial dengan parenting self-efficacy pada ibu pascapersalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 107 responden pada ibu pascapersalinan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kondisi psikososial menggunakan instrumen postnatal risk questionnaire (PNRQ) dan parenting self-efficacy menggunakan instrumen self efficacy parenting scale (PSES). Uji statistik dalam penelitian ini adalah spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ibu pascapersalinan memiliki kondisi psikososial beresiko sebesar 36 (33,6%) dan tidak berisiko sebesar 71 (66,4%). Ibu pascapersalinan memiliki parenting self-efficacy yang tinggi 98 (91,6%) dan rendah 9 (8,4%). Hasil uji statistik menunjukkan p-value= 0,000 dan koefisien korelasi= 0,426. Terdapat hubungan yang signifikan terhadap kondisi psikososial dengan parenting self-efficacy pada ibu pascapersalinan. Perawat perlu mengidentifikasi kondisi psikososial ibu pascapersalinan dan meningkatkan parenting self-efficacy terhadap perawatan ibu dan bayinya.
Newborn Weight and Second-Hand Smoking in Utero Exposure: A Case in A Low-Middle Income Country Sugiyo, Dianita; Supriyatiningsih, Supriyatiningsih; Sutantri, Sutantri; Sutrisno, Resti Yulianti; Indriastuti, Nur Azizah; Aditjondro, Enrico; Yuswatiningsih, Endang; Helmi, M; Wandasari, Noven Tri; Tanjung, Afriansyah; Afghani, Soewardiman Al; Satria, Faudyan Eka; Hapsari, Saphira Hanan; Samsudin, Mohammad Agus; Rachmawati, Riska Putri
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 18 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2023.18.3.6600

Abstract

Smoking exposure among pregnant women is correlated with the risk of low birth weight. The policy factors are believed to contribute to the rate or prevalence of smoking activities. This study aims to simultaneously portray the incidence of low-birth-weight newborns correlated with smoking exposure. The samples were 160 respondents, with 57 and 103 respondents in Hospital A and G respectively. A mixed-method analysis was utilized by combining a retrospective approach to identify the key findings and be equipped with a narrative analysis of the socio-demographic - law enforcement process. The Spearman correlation analysis was used for investigating correlation among variables. Spearman correlation test smoking exposure per day in minutes (rho= -0.595, p<0.001) and the number of smokers (rho= -0.621, p<0.001) for Hospital A, and smoking exposure per day in minutes (rho= -0.681, p<0.001) and the number of smokers (rho= -0.613, p<0.001) for Hospital G. It implied a strong correlation of inverse relationship among those variables. Smoke-free law enforcement is a key point to address, aiming at vulnerable group protection, including pregnant mothers and babies. The local government should consider the effects affected by smoking behavior in the community.
Pengaruh Pijat Oketani dalam Mengatasi Masalah Puting Inverted pada Ibu Menyusui Najuba, Syabina Aghna; Indriastuti, Nur Azizah; Herningsih, Herningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6260

Abstract

Puting terbenam adalah kondisi anatomis payudara yang dapat menghambat proses menyusui, terutama pada tahap awal kehidupan bayi ketika pelekatan sangat penting. Pijat Oketani adalah teknik yang dilakukan pada jaringan payudara untuk memperlancar aliran ASI dan memperbaiki bentuk puting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pijat Oketani terhadap perbaikan proses menyusui pada ibu yang memiliki puting terbenam. Studi dilakukan pada lima ibu di ruang nifas di rumah sakit umum daerah Kabupaten Temanggung, dengan intervensi pijat selama lima hari berturut-turut, masing-masing 10–15 menit per sesi. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima ibu mengalami peningkatan kualitas perlekatan bayi, kenyamanan saat menyusui, dan berkurangnya nyeri pada payudara, serta perubahan bentuk puting yang lebih menonjol. Satu ibu tidak menunjukkan perubahan karena ketidakteraturan dalam pelaksanaan terapi. Pijat Oketani dapat menjadi alternatif efektif untuk mengatasi masalah menyusui pada ibu dengan puting terbenam.
Pengaruh Pijat Endorphin dan Pijat Oksitosin untuk Mengurangi Nyeri Persalinan dan Mempercepat Proses Persalinan Tuti, Khoirunnisa Widyas; Indriastuti, Nur Azizah; Herningsih, Herningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6471

Abstract

Nyeri persalinan merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi ibu saat melahirkan, yang dapat memengaruhi kelancaran proses persalinan. Pijat endorfin dan oksitosin merupakan teknik yang dapat mendukung proses persalinan. Pijat endorfin membantu meredakan nyeri secara alami, sementara pijat oksitosin memperkuat kontraksi rahim dan mempererat hubungan emosional ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin dan pijat oksitosin sebagai intervensi non-farmakologis dalam mengurangi nyeri dan mempercepat proses persalinan sehingga memberikan efek relaksasi, mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kenyamanan emosional ibu. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada lima ibu bersalin di RSUD Kabupaten Temanggung. Intervensi dilakukan berupa pijat endorphin dan pijat oksitosin selama 10–15 menit, sebanyak tiga kali selama proses persalinan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perubahan nyeri, pembukaan serviks, dan tingkat kenyamanan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi ini mampu menurunkan skala nyeri dari 7 menjadi 5, meningkatkan rasa nyaman, serta mempercepat pembukaan serviks dari 0-3 menjadi 4-10. Terapi ini juga membantu mengurangi ketegangan emosional dan meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses persalinan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi pijat endorphin dan oksitosin efektif dalam membantu ibu mengelola nyeri persalinan serta mempercepat proses kelahiran secara aman dan alami.
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Manajemen Pemilahan Sampah Rumah Tangga: Increasing Clean and Healthy Living Behavior through Household Waste Sorting Management Syahruramdhani, Syahruramdhani; Indriastuti, Nur Azizah; Mubarrok, Zennul; Ramadhani, Vita Listya Putri; Authoria, Indira Nailul; Efhiliana, Yuanita; Izzati, Ikfi Mualifa
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.8874

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a program carried out to achieve good health. One way is to carry out good waste management. Currently, Yogyakarta Province is facing a problem of piling up waste. A lot of waste is generated at home and if it is not managed properly it will cause many problems. Housewives in general do not know how to sort waste and the negative impacts if waste is mixed. This community service program aims to increase public knowledge and awareness, especially among housewives, in carrying out PHBS through sorting household waste. The activity consisted of counseling about PHBS and waste sorting management practices given to 25 housewives in the Teras Baca Jita Kita Learning Community, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. The results of this counseling show an increase in participants' understanding of PHBS at home and sorting waste from the post-test results with an average score of 96.4. In addition, participants became increasingly aware of the importance of PHBS and were able to carry out samapha sorting management. It is very important to carry out outreach activities about waste in a sustainable manner and can be followed up with waste processing activities into useful items.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Buku KIA Pada Ibu Hamil Mar’atun Shalihah; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20644

Abstract

ABSTRACTMaternal and child health books play an important role in education and early detection of health problems among pregnant women and children. However, its utilization is still low due to lack of family support. MCH book utilization is highly dependent on family support, especially the active role of husbands. This support can be realized through assistance during pregnancy checks, helping to understand the contents of the MCH book, and applying health information in everyday life. Emotional support from husbands also plays a major role in maintaining the psychological well-being of pregnant women. Husband involvement from the beginning of pregnancy can increase the mother's motivation to maintain her health, and encourage timely seeking of medical assistance. Therefore, husband's readiness and knowledge are crucial factors in creating a healthy and safe pregnancy. This study aims to determine the relationship of family support to the utilization of the MCH book. This study used a non-experimental quantitative approach with a cross sectional design. The sample consisted of 74 pregnant women who performed ANC at the Kasihan 1 Bantul Health Center, Yogyakarta, selected through random sampling technique. Data were collected using family support questionnaires and MCH book utilization. The results showed that the majority of respondents were 20-35 years old (90.5%), had a high school education (52.7%), did not work (70.3%), and were multigravida (70.3%), and as many as 38 (51.4%) respondents were in the third trimester of pregnancy, and (50.0%), respondents had a low level of family support but still utilized the MCH book, namely 41 (55.4%). The chi-square test showed a significant relationship between family support and MCH book utilization.Keywords: Family Support, MCH BookABSTRAKBuku kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berperan penting dalam edukasi dan deteksi dini masalah kesehatan ibu hamil dan anak. Namun, pemanfaatannya masih rendah akibat kurangnya dukungan keluarga. Pemanfaatan buku KIA sangat bergantung pada dukungan keluarga, khususnya peran aktif suami. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan selama pemeriksaan kehamilan, membantu memahami isi buku KIA, serta menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan emosional dari suami juga berperan besar dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu hamil. Keterlibatan suami sejak awal kehamilan mampu meningkatkan motivasi ibu untuk menjaga kesehatannya, serta mendorong pencarian bantuan medis secara tepat waktu. Oleh karena itu, kesiapan dan pengetahuan suami menjadi faktor krusial dalam menciptakan kehamilan yang sehat dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan buku KIA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 74 ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Kasihan 1 Bantul Yogyakarta, dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan pemanfaatan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun (90,5%), berpendidikan terakhir SMA (52,7%), tidak bekerja (70,3%), dan berstatus multigravida (70,3%), dan sebanyak 38 (51,4%) responden berada pada trimester ketiga kehamilan, dan (50,0%), responden memiliki tingkat dukungan keluarga yang rendah namun tetap memanfaatkan buku KIA, yaitu sebanyak 41(55,4%). Berdasarkan Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan pemanfaatan buku KIA.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Buku KIA 
Improving mothers’ knowledge through educational videos in supporting adolescent girls during menarche Nur Azizah Indriastuti; Nifta Aulia Ramadhanti; Riski Oktafia; Yuni Purwati; Siti Roshaidai Mohd Arifin
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 22 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.4706

Abstract

Menarche is a significant developmental milestone requiring physical and psychological preparation. Mothers play an essential role in supporting adolescent girls through adequate information, guidance, and emotional support. This study aimed to evaluate the effectiveness of educational videos in improving mothers’ knowledge regarding menarche support. A pre-experimental one-group pretest–posttest study was conducted among 50 mothers selected through total sampling. Participants received video-based education covering menarche, pubertal changes, menstrual hygiene, communication, and supportive strategies, followed by brief discussions. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an improvement in maternal knowledge, with the proportion of participants having good knowledge increasing from 56.0% to 96.0%. The median knowledge score increased from 14.5 to 16.0, with a significant difference between pre- and post-intervention scores (Z = 5.086, p < 0.001) and a large effect size (r = 0.872). Educational videos were effective in enhancing mothers’ knowledge and may serve as a practical strategy for strengthening maternal support during adolescent girls’ transition to menarche. Integration of video-based reproductive health education into school and community programs is recommended, with further research involving larger samples, control groups, and longer follow-up periods.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Dalam Melakukan Pemeriksaan HIV : Literature Review Retno Pramudita; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59364

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan karena berisiko menyebabkan penularan dari ibu ke anak (mother-to-child transmission/MTCT) selama kehamilan, persalinan, dan masa menyusui. Pemeriksaan HIV secara dini pada masa kehamilan merupakan strategi utama dalam pencegahan MTCT karena memungkinkan pemberian terapi antiretroviral secara tepat waktu. Namun, cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil masih belum optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, sosial, budaya, dan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan HIV. Penelitian ini menggunakan desain literature review melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed dan ScienceDirect. Seleksi artikel dilakukan menggunakan kerangka PICO serta kriteria inklusi dan eksklusi, dengan fokus pada artikel penelitian internasional full text yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, yaitu 2022–2026. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria dianalisis dan disintesis secara sistematis. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemeriksaan HIV pada ibu hamil dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan persepsi tentang HIV, pengalaman emosional terkait pemeriksaan, dukungan dan komunikasi tenaga kesehatan, keteraturan kunjungan antenatal care (ANC), pendekatan skrining HIV, stigma sosial, serta norma budaya. Peningkatan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil memerlukan edukasi kesehatan berkelanjutan, pelayanan yang empatik dan non-diskriminatif, dukungan psikososial, pendekatan yang sensitif budaya, serta integrasi skrining HIV secara rutin dalam layanan ANC.
Hubungan Stigma HIV Dengan Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil Dengan HIV: Literature Review Nur Syifa Madina; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59923

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Ibu hamil dengan HIV merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikologis akibat faktor biologis, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan stigma HIV dengan kesehatan mental pada ibu hamil yang hidup dengan HIV. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database PubMed, Scopus, dan Wiley Online Library. Sebanyak 7.490 artikel ditemukan, dan setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kesesuaian, diperoleh 12 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi, kecemasan, dan psychological distress merupakan masalah kesehatan mental yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil dengan HIV. Stigma HIV masih banyak dialami dalam berbagai bentuk, termasuk internalized stigma dan stigma yang berkaitan dengan peran sosial. Stigma berhubungan dengan kondisi kesehatan mental baik secara langsung maupun tidak langsung melalui faktor sosial seperti hubungan pasangan dan dukungan sosial. Selain itu, stigma juga mempengaruhi akses terhadap pelayanan kesehatan dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma HIV memiliki peran penting dalam mempengaruhi kesehatan mental pada ibu hamil dengan HIV. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menurunkan stigma serta meningkatkan dukungan psikososial guna memperbaiki kondisi kesehatan mental.