Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Efektivitas Digital Flipbook dalam Meningkatkan Literasi Preeklamsia pada Ibu Hamil Novalia Rahmadhian Faurerra; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2033

Abstract

Preeklamsia menyumbang 24% kematian ibu di Indonesia. Rendahnya literasi kesehatan menyebabkan ibu hamil sering mengabaikan tanda bahaya preeklamsia,  karena gejalanya dianggap sebagai keluhan umum kehamilan normal. Inovasi media digital seperti flipbook diperlukan untuk mengatasi hambatan aksesibilitas informasi atau pengetahuan. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis pengaruh edukasi preeklamsia menggunakan media flipbook digital terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah seluruh ibu hamil di Padukuhan Kalipakis yang berumlah 4 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samping. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan preeklamsia yang telah teruji validitas (r hasil = 0,406 - 0,946) dan reliabilitas= 0,797. Intervensi yang diberikan berupa edukasi melalui media flipbook digital. Data dikumpulkan secara langsung dan dianalisis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan skor pengetahuan yang signifikan pada seluruh responden. Rata-rata nilai meningkat dari 60,0% (kategori cukup) menjadi 90,0% (kategori baik) dengan kenaikan rata-rata 30,0%. Karakteristik responden pada usia produktif serta sifat media flipbook yang visual dan interaktif mendukung efektivitas penyerapan informasi. Edukasi melalui media flipbook digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai preeklamsia.
Pengaruh Literasi Kesehatan Digital Terhadap Intensitas Pemindaian QR Code Buku Kia Pada Ibu Hamil: Literature Review Aida Isnainiyah; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60709

Abstract

Angka kematian maternal dan neonatal masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan instrumen krusial dalam pemantauan kesehatan, namun pemanfaatannya belum optimal. Digitalisasi melalui QR Code berpotensi meningkatkan efektivitas pemantauan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat literasi kesehatan digital ibu hamil dan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi kesehatan digital terhadap intensitas pemindaian QR Code Buku KIA pada ibu hamil berdasarkan tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data nasional dan internasional dengan rentang waktu 2022-2026. Hasil pencarian mengidentifikasi 22 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan utama menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital adalah determinan perilaku yang kuat; ibu dengan literasi digital yang tinggi lebih proaktif dan intensif menggunakan teknologi kesehatan. Kendala utama dalam adopsi Buku KIA digital meliputi rendahnya keterampilan digital, beban informasi berlebih, dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, literasi kesehatan digital berkorelasi positif dengan kesiapan persalinan dan kemandirian deteksi dini. Peningkatan edukasi literasi digital secara kontekstual dibutuhkan untuk mengoptimalkan intervensi kesehatan berbasis QR Code.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Kehamilan: Literature Review Aida Isnainiyah; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26862

Abstract

ABSTRACT The Maternal and Child Health (MCH) Handbook is an educational and health recording tool that plays a vital role in improving pregnant women's knowledge. However, its suboptimal utilization in the community potentially affects their understanding of antenatal care. This study aimed to explain the relationship between the utilization of the MCH Handbook and pregnant women's knowledge of antenatal care. This study employed a literature review method by selecting articles from various sources using the PICO technique. The inclusion criteria were full-text articles published within the last 5 years (2022–2026), written in Indonesian or English, and discussing the utilization of the MCH Handbook and pregnant women's knowledge of antenatal care. Based on the article analysis, it was concluded that there is a relationship between the utilization of the MCH Handbook and pregnant women's knowledge of antenatal care. Pregnant women who optimally utilize the MCH Handbook tend to have better knowledge related to antenatal care and complication prevention. It is recommended that health workers improve education and assistance regarding the handbook's utilization. Keywords: Utilization of The Maternal and Child Health (MCH) Handbook, Pregnant Women's Knowledge of Antenatal Care.  ABSTRAK Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media edukasi dan pencatatan kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Namun, pemanfaatan Buku KIA di masyarakat yang belum sepenuhnya optimal berpotensi memengaruhi tingkat pemahaman ibu hamil mengenai perawatan kehamilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan menyeleksi artikel dari berbagai sumber menggunakan teknik PICO. Kriteria inklusi meliputi artikel terpublikasi maksimal 5 tahun terakhir (2022–2026), full text, menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas topik terkait. Berdasarkan hasil analisis artikel, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan. Ibu hamil yang memanfaatkan Buku KIA secara optimal cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait perawatan kehamilan dan pencegahan komplikasi. Tenaga kesehatan diharapkan dapat terus meningkatkan edukasi dan pendampingan pemanfaatan buku ini. Kata Kunci: Pemanfaatan Buku KIA, Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Kehamilan.
Pengalaman Ibu Hamil dengan HIV yang Mengalami Stigma Sosial: Literature Review Retno Pramudita; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26751

Abstract

ABSTRACT Human Immunodefiency Virus (HIV) infection remains a global health problem that affects not Only physical health but also psychological and social wellbeing. Pregnant women living with HIV are considered a vulnerable group because they frequently experience social stigma in various forms, including discrimination, social exclusion, negative perceptions from society, and internalized stigma. These conditions may negatively affect mental health, quality of life, and access to healthcare services. This study aimed to review the experiences of pregnant women living with HIV who experience social stigma. This study used a literature review method by searching articles through PubMed, Scopus, and Science Direct databases. The articles included were primary research articles published in English between 2022-2026. A total of 1,098 articles were identified, and after the screening process based on inclusion criteria and relevance, 11 articles were included in the analysis. The results showed that pregnant women with HIV frequently experienced stigma in the form of discrimination, fear of disclosing their HIV status, limited social support, and negative treatment from the surrounding environment. Stigma also caused psychological impacts such as anxiety, stress, fear, emotional distress, and decreased self-confidence during pregnancy. In addition, stigma affected healthcare utilization, adherence to antiretroviral therapy, and participation in Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT) programs. Factors influencing stigma included low public knowledge regarding HIV, lack of family and social support, and persistent negative perceptions toward people living with HIV. In conclusion, social stigma remains a major challenge for pregnant women living with HIV and significantly affects their psychological wellbeing and utilization of healthcare services. Therefore, efforts to reduce stigma through public education, psychosocial support, and non-discriminatory healthcare services are needed to improve quality of life and treatment outcomes.  Keywords: Experience, Pregnant Women, Human Immunodeficiency Virus, Social Stigma.  ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Masih menjadi masalah Kesehatan global yang tidak Hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan Sosial. Ibu Hamil dengan HIV merupakan kelompok yang rentan Karena Sering mengalami stigma sosial dalam berbagai bentuk, seperti diskriminasi, pengucilan sosial, pandangan negatif masyarakat, serta stigma terinternalisasi dalam Diri individu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi Kesehatan mental, kualitas hidup, dan akses ibu terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman ibu hamil dengan HIV yang mengalami stigma sosial. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan pencarian artikel melalui database Pubmed, Scopus, dan Science Direct. Artikel yang digunakan merupakan artikel penelitian primer berbahasa Inggris yang diterbitkan pada tahun 2022-2026. Sebanyak 1.098 artikel ditemukan, dan setelah dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kesesuaian, diperoleh 11 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan HIV masih sering mengalami stigma berupa diskriminasi untuk membuka status HIV, keterbatasan dukungan sosial, serta perlakuan negatif dari lingkungan sekitar. Stigma juga menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, stress, ketakutan, tekanan emosional, dan penurunan rasa percaya diri selama masa kehamilan. Selain itu, stigma memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan, kepatuhan menjalani terapi antiretroviral, serta keterlibatan dalam program Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT). Faktor yang memengaruhi munculnya stigma meliputi rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV, kurangnya dukungan keluarga dan sosial, serta masih adanya persepsi negatif terhadap penderita HIV di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma sosial masih menjadi tentangan utama bagi ibu hamil dengan HIV dan berdampak pada kondisi psikologis serta pemanfaatan layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menurunkan stigma melalui peningkatan edukasi masyarakat, dukungan psikososial, dan pelayanan kesehatan yang tidak diskriminatif guna meningkatkan kualitas hidup dan keberhasilan pengobatan. Kata Kunci: Pengalaman, Ibu Hamil, Human Immnunodeficiency Virus, Stigma Sosial.
The Factors Influencing Fatigue of Postpartum Mothers Astuti, Yuni; Indriastuti, Nur Azizah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 5 No. 1 (2021): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v5i1.10134

Abstract

Background: Postpartum mothers are likely to experience physical and psychological changes. A new role as a parent provides new tasks for mothers in baby care. Most postpartum mothers experience fatigue after labor. Postpartum fatigue is affected by the baby and family. This study aims to identify factors associated with postpartum fatigue.Method: A cross-sectional study was designed. The sample in this research was 102 postpartum mothers who lived with her family in Bantul Yogyakarta. They were taken by using simple random sampling. The data were collected through the Postpartum Fatigue Scale (PFS), infant characteristic questionnaire (ICQ), and social support questionnaire. Factors associated with postpartum fatigue were analyzed using multiple logistic regressions.Results: Most of the respondents had a moderate level of fatigue (48%). Social support was found significant as the determinant factor of postpartum mother (AOR=4,38, 95% CI 1,709 – 11,256, p= 0,002).Conclusion: Respondents with a low social support level showed a significantly higher level of postpartum fatigue than respondents with good social support. It is essential to assist the family in helping mothers in infant care and postpartum care in the postpartum period. The factor associated with postpartum fatigue included infant temperament and family income.