Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perbandingan Perencanaan Gedung Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah Studi Kasus: Gedung Grand UMI Tower Batara, Ismail; Umar, Ahmad Firdaus; Ashad, Hanafi; Utina, Toni; Mappiasse, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/t4kfs646

Abstract

Saat ini jenis sistem struktur yang biasa digunakan pada bangunan bertingkat di wilayah Indonesia yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana besarnya pengaruh gaya gempa dan perbandingan jumlah luasan tulangan pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) pada Gedung Grand UMI Tower di wilayah dengan tingkat kegempaan sedang (kategori desain seismic C). Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis struktur Gedung dengan memanfaatkan software bantu yaitu Etabs v16.2.1. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh gaya geser dasar gempa yang bekerja pada struktur bangunan pada model I (SRPMK) lebih kecil dibandingkan dengan bangunan model II (SRPMM) yaitu selisih 28,83% pada gempa arah x-x dan 28,77% pada gempa arah y-y. Dari hasil desain penulangan pada model I (SRPMK) jumlah luas tulangan longitudinal elemen balok dan kolom sebesar 121673 mm2 dan 183577 mm2 sedangkan pada model II (SRPMM) sebesar 118916 mm2 dan 183577 mm2. Untuk luas tulangan geser balok dan kolom model I (SRPMK) sebesar 70393 mm2/m dan 172160 mm2/m sedangkan pada model II (SRPMM) sebesar 63436 mm2/m dan 56872 mm2/m
Tinjauan Perencanaan Dinding Geser dengan Metode Strut and Tie Model Pada Gedung Grand Tower UMI Suhardin; Ansya, Fahmi Adi; Ashad, Hanafi; Utina, Toni; Fadhil, Arsyad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/6xfetd81

Abstract

Pada gedung bertingkat seperti hotel, perkantoran, dan pertokoan membutuhkan penghitungan yang teliti dalam proses perancangannya. Hasil dari penghitungan perancangan diusahakan seoptimal dan seefisien mungkin. Hal ini mengingat suatu struktur bangunan gedung berhubungan dengan manusia secara langsung. Pengaruh gempa terhadap struktur bangunan adalah hal yang sangat penting untuk dianalisis. Mengingat wilayah Indonesia adalah merupakan jalur gempa, maka perlu dilakukan suatu perencanaan stuktur yang tahan gempa. Hal ini untuk mengurangi kerusakan struktur akibat gempa yang bekerja pada pusat massa struktur. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem penahan gempa yang bisa mengurangi kehancuran akibat gempa tersebut, salah satunya adalah dinding geser. Selain menggunakan metode konvensional, dinding geser juga dapat direncanakan dengan memakai metode Strut and Tie. Perancangan dinding geser dengan metode Strut and Tie dimodelkan dengan persamaan truss analogi yang menganggap semua pengaruh beban berupa Momen (M), Lintang (V) dan Normal (N) bekerja secara serentak dan dianalisis secara bersamaan. Dari hasil analisis diperoleh Volume tulangan perencanaan lama sebesar 21825.272 kg sedangkan volume tulangan tinjauan perencanaan adalah 10544.201 kg. Hal ini menunjukkan bahwa volume tulangan tinjauan perencanaan lebih efisien dibandingkan dengan perencanaan lama.
Analisa Numerik Perilaku Sambungan Balok-Kolom Menggunakan Pelat Pada Balok Adiwijaya, A.M. Afdhal; Dzalzabila, Dytha; Ashad, Hanafi; Utina, Toni; Syarif BP, Muh.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/xajwr335

Abstract

Pada saat ini pembangunan struktur dan infrastruktur menuntut suatu tanggung jawab yang besar, mutu bahan yang baik, dan sistem kerja yang menjamin terlaksananya suatu pembangunan yang baik. Selain itu, juga menuntut suatu pembangunan yang cukup ekonomis, serta dapat dilakukan dengan efisien juga cepat. Saat ini teknologi beton pracetak tampil sebagai menjadisebuah solusi untuk memperoleh tingkat efisiensi, sehingga perlu merancang system sambungan yang di kombinasikan antara penggunaan beton konvensional dengan beton pracetak yang kuat dengan pembuktian nilai daktilitas dan retak. Sambungan balok-kolom merupakan bagian kritis dan memiliki kapasitas dalam menerima beban. penelitian ini pengujian dilakukan pada sambungan interior balok-kolom pracetak. Dalam penelitian bertujuan demi mengetahui tingkat daktilitas dan retak yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukan Daktilitas perpindahan yang terjadi pada penampang menggunakan pelat baja sebesar 11,9998 mm, Sedangkan daktilitas perpindahan yang terjadi pada penampang tanpa menggunakan pelat baja yaitu, sebesar 9,9996 mm. Momen retak yang terjadi pada penampang tanpa pelat baja sebesar Mcr = 115468036,84 N.mm, sedangkan pada penampang yang menggunakan pelat baja diperoleh momen retak yang lebih besar yaitu Mcr = 430225673,46 N.mm
Implementasi Building Information Modeling (BIM) Dalam Detail Engineering Design (DED): Studi Kasus: Proyek Pembangunan Wisma Saddang, Kota Makassar Nugraha, Hakiki; Supardi, Sudarman; Utina, Toni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2025): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/vy0byz09

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perencanaan proyek pembangunan Wisma Saddang, yang didesain menggunakan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) dimana sebelumnya telah dirancang menggunakan metode konvensional terhadap shop drawing proyek pembangunan Wisma Saddang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) serta perbedaan antara metode Building Information Modeling (BIM) dan metode konvensional terhadap perencanaan kolom dan balok (Gambar Detail dan Volume Struktur). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan kuantitatif. Metode literatur digunakan dengan cara mengidentifikasi dan mengolah data terkait dengan penelitian ini dengan menggunakan standar peraturan yang dibutuhkan, sedangkan metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang mengumpulkan data dalam bentuk angka atau menerapkan pengukuran kualitatif yang dapat diubah menjadi data angka. Hasil yang diperoleh yaitu perbedaan pada nilai-nilai parameter yang berdampak pada perbedaan kebutuhan volume beton sebesar 3,18% dan kebutuhan volume tulangan sebesar 6,35% dan perbedaan dari aspek design, kolaborasi, dan visualisasi. Metode BIM lebih efisien dibanding metode konvensional.
Tinjauan Perencanaan Bangunan Tahan Gempa pada Gedung Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat Pratiwi, Irma Jenia; Nurjannah, Safia; Ashad, Hanafi; Utina, Toni; BP, Muhammad Syarif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/f6kxgy20

Abstract

Pada Januari Tahun 2021 gempa bumi terjadi di Majene Sulawesi Barat dengan kekuatan 5,9 dan 6,2 Skala Richter. Guncangan kuat yang terjadi menyebabkan kerusakan parah pada struktur gedung. Karena suatu peraturan terbaru muncul dan diberlakukan, maka hal tersebut mengakibatkan perlunya dilakukan peninjauan ulang bangunan-bangunan yang sudah berdiri untuk dikaji menggunakan peraturan terbaru. Tujuan dalam penelitian ini yaitu membandingkan struktur bangunan 4 lantai beton bertulang existing dengan analisis baru menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus. Dalam perencanaan ini semua perhitungan didasarkan pada peraturan baru, seperti peraturan pembebanan pada SNI 1727-2018. beban gempa SNI 03-1726–2019 dan tata cara perhitungan struktur beton pada SNI 03–2748–2019. Dalam penelitian ini juga digunakan bantuan program ETABS v18 untuk mempermudah proses analisis gaya gempa dan gaya dalam elemen yang bekerja pada struktur. Berdasarkan hasil analisis terdapat perbedaan dimensi komponen struktur primer dan tulangan yang digunakan pada hasil analisis dengan keadaan existing seperti meningkatnya jumlah tulangan pada balok induk sebesar 33,61% untuk tulangan longitudinal tumpuan atas yang disebabkan karena pada analisis baru ini beban-beban yang bekerja lebih besar dibandingkan existing baik dari segi beban hidup, beban mati gedung itu sendiri maupun beban gempa yang telah dihitung.