Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Pendapatan Dan Kondisi Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Manullang, Tri Putra Halomoan; Tampubolon, Yanto Raya
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10583

Abstract

Penggunaan faktor produksi yang tidak optimal pada usahatani padi sawah dapat berdampak pada produktivitas usahatani dan bagi pendapatan petani serta kondisi sosial-ekonomi petani itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kondisi sosial-ekonomi petani padi sawah di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang ditetapkan secara purposive sampling (sengaja). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani dari usahatani padi sawah di Kecamatan Meranti sebesar Rp14.107.142,85/musim tanam. Rata-rata pengeluaran petani untuk biaya pendidikan yang menggambarkan kondisi sosial keluarga petani adalah Rp2.105.000/musim tanam sementara biaya kesehatan sebesar Rp472.500/musim tanam, rata-rata pengeluaran petani padi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menggambarkan kondisi ekonomi petani adalah Rp6.434.300/musim panen sementara pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan non-pangan adalah Rp4.159.000/musim panen. Petani harus mengoptimalkan penggunaan faktor produksi agar produksi dan pendapatannya semakin meningkat.  kata kunci : padi sawah, pendapatan petani, sosial, ekonomi  
Analisis Pendapatan Dan Kondisi Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Manullang, Tri Putra Halomoan; Tampubolon, Yanto Raya
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10583

Abstract

Penggunaan faktor produksi yang tidak optimal pada usahatani padi sawah dapat berdampak pada produktivitas usahatani dan bagi pendapatan petani serta kondisi sosial-ekonomi petani itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kondisi sosial-ekonomi petani padi sawah di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang ditetapkan secara purposive sampling (sengaja). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani dari usahatani padi sawah di Kecamatan Meranti sebesar Rp14.107.142,85/musim tanam. Rata-rata pengeluaran petani untuk biaya pendidikan yang menggambarkan kondisi sosial keluarga petani adalah Rp2.105.000/musim tanam sementara biaya kesehatan sebesar Rp472.500/musim tanam, rata-rata pengeluaran petani padi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menggambarkan kondisi ekonomi petani adalah Rp6.434.300/musim panen sementara pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan non-pangan adalah Rp4.159.000/musim panen. Petani harus mengoptimalkan penggunaan faktor produksi agar produksi dan pendapatannya semakin meningkat.  kata kunci : padi sawah, pendapatan petani, sosial, ekonomi  
Kondisi Sosial Ekonomi Petani Padi Sawah dan Nelayan Tradisional di Kawasan Pesisir Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Pakpahan, Dahlia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v5i2.3538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi nelayan tradisional dan petani padi sawah di kawasan pesisir Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pantai Cermin yang ditentukan secara purposive, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) kondisi ekonomi nelayan tradisional lebih baik dibandingkan dengan petani padi sawah berdasarkan; indikator rata-rata pendapatan nelayan  yaitu Rp22.847.349,- per tahun lebih besar dari rata-rata pendapatan petani padi sawah Rp17.906.812,- per tahun, b) proporsi pengeluaran  konsumsi pangan  nelayan sebesar  51,31% lebih kecil dibandingkan dengan petani 64.36%, c) kondisi sosial nelayan tradisional tidak berbeda jauh dengan  kondisi sosial petani padi sawah berdasarkan indikator; rata-rata pendidikan anak, d) proporsi pengeluaran untuk kesehatan keluarga nelayan  0,93%  dari pendapatan per tahun, lebih kecil dibandingkan dengan petani 1.09%, dan pengeluaran keluarga nelayan untuk pendidikan  13,52% lebih kecil dari proporsi pengeluaran petani padi sawah sebesar 7,37%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar;               a) pemerintah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan peningkatan penghasilan petani dan nelayan, b)  pemerintah memberikan bantuan (beasiswa) kepada anak-anak petani dan nelayan melanjutkan pendidikan ke jenjang  yang lebih tinggi, c) pemerintah memberikan bantuan permodalan bagi petani dan nelayan agar kondisi sosial ekonominya lebih baik.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK TANAMAN DI PEKARANGAN Tabah T.Panjaitan, Susana; R. Siahaan, Ferlist; Leonardo Nainggolan, Hotden; Lumbanraja, Parlindungan; Tindaon, Ferisman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.530-539

Abstract

Kegiatan penyuluhan atau pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2021, di Gereja HKBP Nommensen, Resort Pulu Brayan, Kecamatan Medan Timur Kota Medan. Kegiatan pengabdian ini diikuti 20 orang ibu-ibu dari komunitas parompuan (komunitas wanita Gereja) HKBP Pulu Brayan sebagai partisipan. Kegiatan pengabdian  dilakukan dengan metode; pemberdayaan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi dan diakhiri dengan pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan penyuluhan dapat disimpulkan terjadi peningkatan pemahaman komunitas parompuan (komunitas wanita Gereja) HKBP Pulu Brayan Resort Pulu Brayan, Kota Medan sebagai partisipan terkait dengan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga setelah mengikuti ceramah (penyuluhan). 
PENINGKATAN WAWASAN PETANI TENTANG PERAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI KELAPA SAWIT RAKYAT Nainggolan, Hotden Leonardo; Tampubolon, Jongkers; Ginting, Albina; M. H. Siahaan, Toga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.473-483

Abstract

This community service activity was carried out in Sumbul Village, Subdistrict of STM Hilir, District of Deli Serdang, in November 2020. This activity was attended by 20 smallholder oil palm farmers as participants. This service activity uses the method; participatory empowerment through counseling, discussion and ending with evaluation. Based on the counseling activities, it is concluded; a) there is an increase in the insight of farmers related to the application of technology in the development of smallholder oil palm farming through their participation in farmer groups from 30% to 80%, b) there is an increase in the insight of farmers from 35% of participants to 75% who understand that with involvement in farmer groups it will be easy to access farming technology, c) there is an increase in the insight of farmers from 15% of participants to 90% who understand that by being involved in farmer groups will help them in implementing smallholder oil palm farming technology, d) there is an increase in the insight of farmers from 25% of participants to 80 % who understand that the application of farming technology will encourage the development of smallholder oil palm farming better.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PETANI DALAM PENGELOLAAN USAHATANI SAWIT RAKYAT BERKELANJUTAN DI DESA SUMBUL KECAMATAN STM HILIR, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Leonardo Nainggolan, Hotden; Ginting, Albina; Tabah Trina, Susana; Rio Siahaan, Ferlist
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1865-1878

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam mengelola usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan, yang dilaksanakan bulan Nopember 2020 di Desa Sumbul Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan pengabdian diikuti 25 petani kelapa sawit rakyat sebagai partisipan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif melalui penyuluhan yang meliputi, ceramah, diskusi dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan disimpulkan; terjadi peningkatan petani yang paham bahwa faktor ekologi-biofisik konservasi merupakan indikator penting dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penanaman penutup lahan dapat memperbaiki tingkat kesuburan lahan; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa tumpang sari merupakan tindakan konservasi; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penggunaan pupuk anorganik terus-menerus akan merusak struktur lahan usahatani; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa penggunaan pupuk organik pada lahannya merupakan  tindakan konservasi; terjadi peningkatan jumlah petani yang paham bahwa keikutsertaan dalam kelompok tani atau koperasi berperan dalam pengembangan dan pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan. Berdasarkan kesimpulan disarankan; agar pemerintah melakukan penyuluhan secara rutin kepada petani kelapa sawit rakyat; agar pemerintah melakukan pelatihan kepada petani kelapa sawit rakyat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pertanian dan membantu petani kelapa sawit rakyat  dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung usahatani secara berkelanjutan.
PEMAHAMAN PETANI TENTANG ASPEK KONSERVASI DAN ASPEK SOSIAL-EKONOMI DALAM PENGEMBANGAN KELAPA SAWIT RAKYAT BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SINEMBAH TANJUNG MUDA (STM) HILIR KABUPATEN DELI SERDANG Hotden Leonardo Nainggolan; Albina Ginting; Susana Tabah Trina; Yanto Raya Tampubolon; Ferlist Rio Siahaan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.953-963

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuian petani tentang aspek konservasi dan sosial-ekonomi dalam pengembangan atau pembudidayaan usahatani sawit rakyat berkelanjutan. Pengabdian ini diadakan pada Nopember 2020  di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, yang berlokasi di Desa Sumbul. Kegiatan pengabdian diikuti 20 petani partisipan. Metode yang adalah penyuluhan melalui; ceramah, focus group discussion (FGD) dilanjutkan proses evaluasi. Sesuai dengan kegiatan yang dilakukan diambil kesimpulan; a) Petani partisipan yang memahami konsep perkebunan berkelanjutan meningkat dan yang paham bahwa pengelolaan atau budidaya kelapa sawit berkelanjutan berdampak bagi peningkatan pendapatan petani juga meningkat; b) terjadi peningakan petani partisipan yang memahami aspek konservasi lingkungan penting  dalam pengembangan sawit rakyat  berkelanjutan; c) Terdapat peningkatan  petani partisipan yang paham bahwa penggunaan pupuk kimiawi berbahaya bagi kondisi usahatani dan lingkungan; d) Terjadi peningkatan partisipan yang memahami bahwa kondisi sosial dan ekonomi merupakan merupakan indikator penting pengembangan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan.
Analisis Sistem Agribisnis Padi Sawah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang Albina Ginting; Hotden Leonardo Nainggolan; Yanto Raya Tampubolon; Jongkers Tampubolon; Bersona Sitompul
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 10, No 1 (2026): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v10i1.28639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem agribisnis padi sawah dalam mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Sampel penelitian terdiri atas 30 kepala keluarga petani padi sawah di Desa Pasar Melintang dan Desa Pagar Jati. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui analisis pendapatan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem hulu agribisnis padi sawah berada pada kondisi baik hingga sangat baik, terutama pada aspek mekanisasi pertanian yang mendukung ketepatan waktu dan efisiensi produksi. Subsistem on-farm, yang mencakup irigasi dan teknik budidaya, menunjukkan kinerja cukup baik hingga sangat baik; penerapan budidaya modern telah optimal, namun pengelolaan dan pemeliharaan irigasi masih memerlukan penguatan kelembagaan dan manajemen. Kinerja ekonomi usahatani padi sawah tergolong menguntungkan dengan pendapatan yang layak, meskipun biaya tenaga kerja dan panen masih mendominasi struktur biaya. Subsistem hilir mendukung pemasaran hasil panen secara efisien, namun kelemahan dalam pengolahan dan penanganan pascapanen berpotensi menurunkan mutu dan nilai tambah produk. Subsistem pendukung kelembagaan berperan positif, tetapi masih perlu peningkatan akses pembiayaan dan kualitas layanan. Diperlukan perbaikan distribusi sarana produksi, penguatan mekanisasi dan irigasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan teknologi pascapanen, serta penguatan infrastruktur hilir dan akses pasar guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani.
Analisis Pemberdayaan Petani Integrasi Kopi-Ternak Kambing dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo: Analysis Of Farmer Empowerment Through Coffee and Goat Farming Integration and Influencing Factors In Simpang Empat District, Karo Regency Hotden Leonardo Nainggolan; Tongam Sihol Nababan; Yanto Raya Tampubolon; Wina Selvia Srimavolo Girsang
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22 No 2 (2026): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v22i2.15388

Abstract

This study aims to analyze the level of empowerment of coffee–goat integrated farmers and the factors influencing it in Simpang Empat District, Karo Regency, Indonesia. The research site was purposively selected due to its status as a coffee production center where farmers commonly integrate coffee farming with goat husbandry. A census sampling method was applied to 33 farmers who are members of farmer groups assisted by the Starbucks Farmer Support Center (SFSC). Primary data were collected through structured questionnaires and interviews, while secondary data were obtained from relevant institutions. Data were analyzed using descriptive statistics with a Likert scale to measure the Farmer Empowerment Index (FEI), and multiple linear regression to identify determinants of empowerment. The results indicate that farmer empowerment is categorized as strong to very strong, with the highest scores in decision-making ability (82.12%) and partnership and networking capacity (81.81%). Partially, farmers’ interest, participation, and the role of extension agents have a positive and significant effect on empowerment, with the role of extension agents emerging as the most dominant variable. Local culture shows a positive but statistically insignificant effect. Simultaneously, the regression model demonstrates strong explanatory power (R² = 0.716), indicating that 71.6% of the variation in empowerment is explained by the variables included in the model. These findings confirm that empowerment in integrated farming systems requires a systemic approach that combines individual capacity and institutional support to achieve sustainable agricultural development.
Co-Authors Agnes Gracia L. Tobing Albina Ginting Anni Novanta Sinulingga Basa Rohana Saing Bersona Sitompul Butar-Butar, Kasih Marito Chandra Kristiyani Gulo F. Viktor Zebua Fa’amoi Daeli Fepi Efta Pioni Sidabalok Ferisman Tindaon Ferlist R. Siahaan Ferlist Rio Siahaan Gerald Siahaan Ginting, Albina Grevel Odes Silaban Hendry Sihombing Intan Mustika Bakkara Johndikson Aritonang Jongkers Tampubolon Jongkers Tampubolon Lawolo, Omirais M. H. Siahaan, Toga Mangampu Hasintongan Panjaitan Manullang, Tri Putra Halomoan Maria R. Sihotang Maria Rumondang Sihotang Masrial Zebua Ma’ruf Tasfin Memo Alta Putra Gea Nainggolan, Lamtiur Hotmaida Omirais Lawolo Pakpahan, Dahlia Panjaitan, Erikson Panjaitan, Susana Tabah Trina Parlindungan Lumbanraja Parlindungan Lumbanraja, Parlindungan R. Siahaan, Ferlist Rio Siahaan, Ferlist Ritha Tarigan Samuel Alfredo Sianturi Sarma Insani Bakkara Sihombing, Marlon Simanjuntak, Trinitatis Havandi Sitompul, Josua Benget Martua Situmorang, Echa Yohana Susana Tabah T.Panjaitan Susana Tabah Trina Susana Tabah Trina Susana Tabah Trina Tabah T.Panjaitan, Susana Tabah Trina, Susana Tampubolon, Marina Mariana Tampubolon, Yanto R Tampubolon, Yanto R. Tampubolon, Yanto Raya Tampubolon, Yanto Raya Tavi Supriana Tavi Supriana Theresya Egentina Toga M. H. Siahaan Tohom Pradinata Manalu Tongam Sihol Nababan Tongam Sihol Nababan Wendi Syahda Setia Waruwu Wina Selvia Srimavolo Girsang Yanto Raya Tampubolon Yanto Raya Tampubolon Yanto Raya Tampubolon Yosua Marasi Parningotan Siagian