Claim Missing Document
Check
Articles

STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI ODHA DI KOTA MEDAN Simanjuntak, Galvani Volta; Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Pardede, Jek Amidos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) merupakan salah satu hambatan utama dalam pengendalian dan pengobatan HIV/AIDS. Adanya stigma dan diskriminasi membuat ODHA enggan melakukan pengobatan dan kelompok beresiko tinggi enggan untuk melakukan pemeriksaan dini. Ketakutan yang irasional akan penularan HIV dan persepsi masyarakat bahwa orang yang terinfeksi HIV memiliki perilaku yang tidak baik adalah alasan utama masyarakat menstigma dan mendiskriminasi ODHA. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan: 1) Pemberian informasi yang benar tentang HIV/AIDS, dan 2) Testimoni ODHA. Tujuan dan target dari kegiatan ini adalah: 1) Masyarakat memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV, 2) Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA berkurang atau hilang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah metode penyuluhan dan interaktif. Hasil dari kegiatan ini, masyarakat tidak takut saat berinteraksi dengan ODHA seperti ngobrol dan bersalaman. Masyarakat juga berkomitmen untuk tidak lagi menstigma dan mendiskriminasikan ODHA.
Hubungan Kecerdasan Intelektual, Emosional Dan Spiritual Dengan Kualitas Kehidupan Kerja Perawat Di RSU Sari Mutiara Di Lubuk Pakam 2022 Bevy Gulo, Adventy Riang; Hasibuan, Eva Kartika; Saragih, Masri
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan pada perawat merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta menguasai dan mengolah lingkungan yang telah diamati secara efektif. Kecerdasan merupakan penyesuaian diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru dalam memberikan pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dengan kualitas kehidupan kerja perawat.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di dalam Sari Mutiara Lubuk Pakam berjumlah 40 perawat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden yang diperoleh dengan mengunakan total sampling. Hasil penelitian dari data yang di isi responden kecerdasan intelektual kategori cukup sebanyak 32 responden (80%) dan kategori kecerdasan intelektual baik sebanyak 8 (20%). Hasil kecerdasan emosional dengan kategori baik 22 responden (55%) dan kategori kecerdasan emosional kategori cukup sebanyak 18 responden (45%).Hasil kecerdasan spiritual dengan kategori baik 22 responden (55%) dan kategori kecerdasan spiritual kategori cukup sebanyak 18 responden (45%). Untuk hasil kualitas kehidupan kerja perawat dengan kategori baik 15 responden (37,5%) dan kualitas kehidupan kerja perawat kategori cukup sebanyak 25 responden (62,5%). Selanjutnya peneliti melihat hubungan variabel kecerdasan dengan dengan kualitas kehidupan kerja perawat mengunakan uji Chi square. Hasil dari hubungan kecerdasan intelektual terhadap kualitas hidup diperoleh nilai p=0,036. hubungan kecerdasan emosional terhadap kualitas hidup diperoleh nilai p=0,022. hubungan kecerdasan spiritual terhadap kualitas hidup diperoleh nilai p=0,022. Berdasarkan data dan pembahasan dapat di simpulkan terdapat hubungan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dengan kualitas kehidupan kerja perawat di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam 2022 dilihat dari nilai p<0,05.
INTEGRATING DAN OBLIGING SEBAGAI GAYA MANAJEMEN KONFLIK DALAM MENGURANGI STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA Adventy Riang Bevy Gulo; Erwin Silitonga; Masri Saragih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.848

Abstract

Abstrak Organisasi profesi yang berperan besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit adalah keperawatan yang juga berpotensi mengalami konflik. Konflik mengakibatkan kerugian diantaranya stres kerja pada perawat pelaksana. Manajemen konflik merupakan prioritas utama kepala ruangan untuk mengatasi hal tersebut. Untuk mengidentifikasi pengaruh gaya manajemen konflik integrating dan obliging dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska dimana teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Jumlah responden sebanyak 105 orang perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dianalisis secara bivariat dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian: 1) terdapat pengaruh gaya manajemen konflik integrating terhadap stres kerja perawat pelaksana (p = 0,001;PR=1,28 95%CI 1,174-1,402), dan 2) terdapat pengaruh gaya manajemen konflik obliging terhadap stress kerja perawat pelaksana (p=0,001;PR = 1,20 95%CI 1,124-1,295. Gaya manajemen konflik integrating dan obliging  kepala ruangan berpengaruh dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana. Kata Kunci: Integrating, Obliging, Stres Kerja Perawat Abstract Professional organizations that play a major role in the implementation of nursing care in hospitals are nursing that also has the potential to experience conflict. Conflicts result in losses including work stress on implementing nurses. Conflict management is the chief priority of the nurse manager to overcome this.To identify the influence of integrating and obliging conflict management styles in reducing the work stress of implementing nurses. This research is quantitative with cross sectional research design. The study population was implementing nurses at the Indonesian Hospital Imelda Worker and Martha Friska Hospital where the sampling technique was simple random sampling. The number of respondents was 105 implementing nurses. The instrument used was a questionnaire that was analyzed bivariately using a computer program.The results of the study were 1) there was an influence of integrating conflict management style on the work stress of implementing nurses (p=0.001; PR=1.28 95% CI 1.174-1,402), and 2) there was an influence of obliging conflict management style on nurses work stress executor (p=0.001; PR=1.20 95% CI 1.124-1.295). Integrating conflict management style and obliging head of the room influence in reducing the work stress of implementing nurses. Keywords: Integrating, Obliging, Nurse Stress
PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Saragih, Masri; Adventy R.Bevy Gulo; Eva Kartika Hasibuan; Yudia Indriani; Steve Sebayang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6755

Abstract

Latar belakang : Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjadi prioritas dalam sistem pelayanan kesehatan nasional maupun global. Dalam konteks rumah sakit, pemahaman tentang keselamatan pasien sangat diperlukan untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan pemahaman dan implementasi keselamatan pasien di kalangan perawat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perawat terhadap keselamatan pasien melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta evaluasi pra dan pasca kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang perawat. Hasil pre-test menunjukkan nilai pretest paling rendah 59 dan yang paling tinggi 75 sementara Nilai postest paling rendah 76 dan yang paling tinggi 93. Hasil: Dari hasil pretest dan postest terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang materi yang diajarkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif seperti sosialisasi dapat secara efektif meningkatkan komitmen dan kinerja perawat. Kesimpulan : Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan program berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit untuk memperkuat keselamatan pasien dan kinerja perawat.
ANALISIS KOMITMEN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS KERJA DAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Gulo, Adventy Riang Bevy; Hasibuan, Eva Kartika; Saragih, Masri; Loi, Trisnawaty
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6558

Abstract

Latar Belakang: Komitmen budaya organisasi merupakan keterikatan psikologis dan fisik karyawan untuk selalu ingin terlibat dan loyal serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dalam suatu organisasi. Tujuan: untuk menganalisis hubungan Komitmen Budaya Organisasi Dengan Kualitas Kerja Dan Kinerja Perawat Di RSUD Dr. Pirngdi Kota Medan. Metode: menggunakan survey analitik dengan rancangan penelitian cros sectional. Sampel penelitian yang diperoleh berdasarkan kriteria penentuan yakni berjumlah 100 sampel dengan Teknik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (teknik penetuan sample dengan pertimbangan tertentu). Hasil: membuktikan bahwa Mayoritas responden memiliki komitmen budaya organisasi yang sedang sebanyak 36 responden (36%), tinggi sebanyak 35 responden (35%), dan sangat tinggi sebanyak 29 responden (29%). Kemudian mayoritas responden kualitas kerja memiliki yang baik sebanyak 86 responden (86%), dan kualitas yang buruk sebanyak 14 responden (14%). Selanjutnya mayoritas responden kinerja yang baik memiliki sebanyak 90 responden (90%), dan kinerja yang buruk sebanyak 10 responden (10%). Kesimpulan: terdapat hubungan komitmen budaya organisasi dengan kualitas kerja di RSUD DR. Pirngadi kota Medan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Begitu pun terdapat hubungan komitmen budaya organisasi dengan kinerja perawat di RSUD DR. Pirngadi kota Medan dengan nilai signifikan sebesar 0,001< 0,05.