Articles
Skrining Dan Pemeriksaan Kesehatan Pada Masyarakat Dengan Masalah Diabetes Mellitus Di Desa Kramat Gajah Deli Serdang
Saragih, Masri;
Rosetty Sipayung;
Jek Amidos Pardede
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus termasuk salah satu penyakit kronik yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah) maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Penderita. Diabetes Mellitus kini menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat dan kian hari semakin mengkawatirkan. Oleh karena itu skrining dan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan oleh pasien yang mengalami Diabetes Mellitus. Tujuan dari Program Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam penanganan Diabetes Mellitus dengan skrining dan pemeriksaan kesehatan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi lalu diikuti dengan tes glukosa darah kapiler untuk mendeteksi pasien prediabetes dan diabetes. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah 27 responden mengalami kadar gula darah ≥ 200 mg/dL. Peranan petugas kesehatan sangat penting untuk memperbaiki sikap dan tindakan masyarakat dalam penanganan dan pencegahan komplikasi Diabetes mellitus.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan Melalui Penerapan Manajemen Konflik
Bevy Gulo, Adventy Riang;
Masri Saragih;
Henny Syapitri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rumah sakit ialah suatu instansi untuk setiap orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan. Namun tidak dapat dipungkiri didalam dunia pekerjaan pastinya sebagian besar perawat antar perawat maupun perawat antar tim kolaboratif lainnya di pelayanan rumah sakit mengalami konflik atau hal – hal yang tidak diinginkan terjadi. Oleh sebab itu konflik harus ditangani dan dikelola dengan sebaik – baiknya untuk perkembangan suatu organisasi atau individu untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas. Pelayanan keperawatan menjadi sangat penting terlebih lagi pelayanan keperawatan sering dijadikan tolok ukur sebuah citra rumah sakit dimata masyarakat, sehingga menuntut adanya profesionalisme perawat pelaksana maupun perawat pengelola dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan melalui penerapan manajemen konflik di Rumah Sakit Umum Advent Medan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi penerapan manajemen konflik. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pembukaan meliputi penyampaian salam, perkenalan diri, menjelaskan topik sosialisasi, menjelaskan tujuan, kontrak waktu, dilanjutkan penyampaian materi, evaluasi dan terminasi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 30 orang peserta. Antusias peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi dibuktikan selama acara berlangsung, para perawat terlihat sangat antusias. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 76,7% peserta telah mampu memahami dan menjelaskan tentang penerapan manajemen konflik secara mandiri dan 80% peserta sudah menerapkan manajemen konflik.
Pelatihan Manajemen Bangsal Pada Perawat Di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam
Saragih, Masri;
Eva Kartika Hasibuan;
Adventy Riang Bevy Gulo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ruang Perawatan merupakan inti dari suatu tempat dimana pasien dirawat dengan seluruh upaya pengobatan yang diberikan Rumah Sakit. Sistem pengelolaan bangsal keperawatan di suatu rumah sakit akan berdampak terhadap kualitas pelayanan dan kinerja yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari Program Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan implementasi perawat dalam pengelolaan manajemen bangsal secara professional. Analisis situasi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi untuk mengetahui pemasalahan yang dihadapi perawat. Dalam mengembangkan solusi alternative sebagai pemecahan masalah maka perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan implementasi manajemen bangsal dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan simulasi. Setelah diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi manajeman bangsal melalui ceramah, diskusi dan simulasi, selanjutnya semua peserta mengikuti postest. Nilai pretest paling rendah 56 dan yang paling tinggi 72 sementara Nilai postest paling rendah 75 dan yang paling tinggi 93. Dari hasil pretest dan postest terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang materi yang diajarkan.
Tipe Kepribadian Berhubungan dengan Perilaku Caring Perawat
Jek Amidos Pardede;
Masri Saragih;
Marthalena Simamora
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.195 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v3i2.1207
The purpose of this study was to determine the relationship between personality types and nurses' caring behavior at the Porsea Regional Hospital. The research design used is correlation analytic with the cross-sectional approach. This study's results are introverted personality types with good caring majority behavior, 62.2%, and extrovert personality types with good caring majority behavior 94.3%. Statistical test results showed a significant relationship between personality types and nurses caring action at the Porsea Regional Hospital (p = 0.010; p <0.05). In conclusion, the majority of nurse personality types have an extroverted personality, and the majority of nurse caring behavior has good caring practice. There is a relationship between personality type and caring nurse behavior. Keywords: Nurse, Caring Behavior, Personality Type
Optimalisasi Pengetahuan Kader Lansia Dalam Penanganan Gawat Darurat Pada Lansia Di Puskesmas Helvetia
Saragih, Masri;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Siska Evi Martina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia memunculkan berbagai tantangan, terutama dalam penanganan kasus gawat darurat yang sering terjadi pada kelompok usia ini. Kader lansia memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama dan mendukung layanan kesehatan di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan kader lansia di Puskesmas Helvetia mengenai penanganan gawat darurat pada lansia. Metode yang digunakan adalah intervensi pendidikan berupa pelatihan intensif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus gawat darurat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40%. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan penilaian awal, resusitasi, dan tindakan pertolongan pertama yang sesuai. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi kader lansia dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelayanan kesehatan lansia di komunitas.
Optimalisasi Peran Kepala Ruangan Melalui Edukasi Dalam Peningkatan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Advent Medan
Hasibuan, Eva Kartika;
Masri Saragih;
Adventy Riang Bevy Gulo;
Titus Bestari Telaumbanua;
Susi Oktaviani Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran dan fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan adalah pembenahan dalam manajemen keperawatan dengan harapan adanya faktor kelola yang optimal sehingga mampu menjadi wahana peningkatan keefektifan pembagian pelayanan keperawatan sekaligus lebih menjamin kepuasan pasien terhadap kinerja pelayanan keperawatan. Kepala ruangan harus mempunyai kemampuan manajemen agar dapat mencapai keberhasilan dalam mengelola pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan yang diberikan perawat pelaksana secara terintegrasi. Perawat merupakan salah satu kelompok sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit yang memiliki jumlah paling banyak yaitu mencapai 60%-70%. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa kinerja perawat kategori cukup, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi terkait kinerja perawat didapatkan hasil 60% melalui angket yang diberikan tim pengabdian, hal ini lah yang menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan edukasi (penyampaian materi) terkait peran kepala ruangan dalam peningkatan kinerja perawat. Tujuan pengabdian ini yaitu melalui edukasi peran kepala ruangan terdapat peningkatan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode edukasi (penyampaian materi) serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan edukasi menunjukkan 90% terjadi peningkatan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Hal ini terbukti dari asuhan keperawatan dan kelengkapan dokumentasi keperawatan yang telah dilaksanakan. Kinerja perawat mengalami peningkatan melalui edukasi terkait peran kepala ruangan dalam pemberian asuhan keperawatan.
Edukasi Diet Anak Dengan Luekimia
Marthalena Simamora;
Nandang DD Khairari;
Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Malnutrisi pada penderita kanker dapat menurunkan angka toleransi kemoterapi serta dapat meningkatkan potensi terjadinya komplikasi. Pengobatan untuk penderita leukemia juga dapat dilakukan dengan cara menjalani hidup sehat melalui makanan yang dikonsumsi serta menghindari zat beradiasi atau karsinogenik. Pola hidup sehat serta pola makan dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta bergizi secara teratur merupakan bagian penting dalam pengobatan penyakit leukemia. Tujuan dari kegiatan poengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orangtua tentang pemberian diet dan cara pengolahannya pada anak dengan leukimia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh orangtua anak dengan diagnosa leukimia sebanyak 15 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orangtua tentang diet pada anak dengan leukimia.
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM ADVENT MEDAN
Hasibuan, Eva Kartika;
Saragih, Masri;
Gulo, Adventy Riang Bevy;
Afriyanti, Septia
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51544/keperawatan.v8i1.6248
Latar belakang: Pekerjaan seorang perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif merupakan pekerjaan yang mempunyai tingkat stres yang tinggi, karena dalam bekerja perawat berhubungan langsung dengan berbagai macam pasien dengan diagnosa penyakit dalam respon yang berbeda-beda. Berbagai situasi dan tuntutan kerja yang dialami dapat menjadi sumber potensial terjadinya stres, Kinerja perawat adalah melakukan pekerjaan sebaik mungkin sesuai dengan standar yang telah ada. Kinerja yang menurun salah satunya dapat disebabkan oleh stres yang dialami perawat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Advent Medan. Metode: Jenis penelitian ini Kuantitatif yang menggunakan design survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Advent Medan berjumlah 43 orang perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu jumlah perawat 43 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji chi- square. Hasil: menunjukkan bahwa stres kerja mayoritas rendah sebanyak 24 responden (100,0 %) dan kinerja perawat mayoritas baik sebanyak 20 responden (46,5 %). Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Advent Medan dengan p-value = 0,028 (≤0,05). Simpulan: Semakin rendah tingkat stress perawat, maka semain baik kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien
PENINGKATAN KOMITMEN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT
Bevy Gulo, Adventy Riang;
Eva K. Hasibuan;
Masri Saragih;
Yudia Indriani;
Steve Sebayang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51544/jam.v6i2.6157
Budaya organisasi merupakan sekumpulan nilai, norma, dan perilaku kerja yang diyakini bersama dan dijadikan pedoman dalam suatu institusi. Dalam konteks rumah sakit, budaya organisasi yang kuat sangat diperlukan untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan pemahaman dan implementasi budaya organisasi di kalangan perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen perawat terhadap budaya organisasi melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta evaluasi pra dan pasca kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang perawat. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 60% peserta memiliki tingkat pemahaman yang rendah terhadap budaya organisasi dan 86,67% belum menerapkannya dalam praktik kerja sehari-hari. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan signifikan; 76,67% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik dan 80% mulai menerapkan budaya organisasi secara aktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif seperti sosialisasi nilai-nilai organisasi dapat secara efektif meningkatkan komitmen dan kinerja perawat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan program berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit untuk memperkuat budaya organisasi dan mutu pelayanan keperawatan.
HUBUNGAN QUALITY OF NURSING WORK LIFE DENGAN PRODUKTIVITAS PERAWAT DI RSU BETHESDA GUNUNGSITOLI
Bevy Gulo, Adventy Riang;
Saragih, Masri;
Hasibuan, Eva Kartika;
Lombu, Santi Gitasari
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37104/ithj.v5i1.91
Nursing services are very important in hospitals and health institutions, so efforts are needed to improve health services and nursing services together to improve the quality of hospital services. One effort that needs to be done is to increase the Quality of Nursing Work Life (QNWL) in hospitals.Improving the quality of work life is carried out by means of a better way of working where employees and other members gain insight to improve the quality of work effectively so as to increase the productivity of nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of nursing work life and the productivity of nurses at Bethesda General Hospital Gunungsitoliin. The method in this research is descriptive correlation using cross sectional design. The population in this study were 43 nurses who worked at Bethesda General Hospital Gunungsitoli. The sample in this study were 43 nurses. Total sampling sampling technique. The tool used is a questionnaire sheet, the data were analyzed using the chi-square test. The results of the univariate analysis of the frequency distribution show that the majority of nurses with a high quality of nursing work life were 76.7%, and the frequency distribution of nurse productivity in the good category is 65.1%.So that the bivariate analysis show that there is a relationship between the quality of nursing work life and the productivity of nurses at Bethesda General Hospital Gunungsitoli (p value = 0.002). Suggestions from this study are expected to be input for nursing staff and hospitals to improve the quality of nursing work life in an effort to increase the productivity of nurses to improve the quality of health services that are better and quality and can be used as consideration for reference in further research. Abstrak Pelayanan keperawatan menjadi sangat penting di rumah sakit dan instansi kesehatan, sehingga perlu upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan pelayanan keperawatan secara bersama-sama untuk peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Salah satu upaya yang perlu dilakukan yaitu peningkatan quality of nursing work life (QNWL) di rumah sakit. Peningkatan kualitas kehidupan kerja dilakuakan dengan cara kerja yang lebih baik dimana karyawan serta anggota lainnya mendapatkan wawasan untuk meningkatkan kualitas kerja secara efektif sehingga meningkatkan produktivitas perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan quality of nursing work life dengan produktivitas perawat di RSU Bethesda Gunungsitoli. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yang bekerja di RSU Bethesda Gunungsitoli sebanyak 43 perawat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat. Teknik pengampilan sampel total sampling. Alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi bahwa mayoritas perawat dengan quality of nursing work life tinggi yaitu sebanyak 76,7 %, dan distribusi frekuensi produktivitas perawat dengan kategori baik sebanyak 65,1%. Sehingga analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara hubungan quality of nursing work life dengan produktivitas perawat di RSU Bethesda Gunungsitoli (p value = 0,002). Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan menjadi bahan masukan bagi tenaga keperawatan serta rumah sakit untuk meningkatkan quality of nursing work life dalam upaya meningkatkan produktivitas perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermutu serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk dijadikan referensi dalam penelitian selanjutnya.