Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN USAHA KRIPIK BAWANG BERBASIS EKONOMI KREATIF WARGA PANTI ASUHAN ABADI AISYIYAH KOTA PAREPARE Idrus, Irwan; Jumriani, Jumriani; Damis, Sariana; Ramli, Siti Nurhaliza; Sahlan, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2183

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk membekali warga panti asuhan dalam menumbuhkembangkan usaha mikro pelaku usaha kripik bawang berbasis ekonomi kreatif yang dilakoni oleh warga panti asuhan abadi Aisyiyya Kota Parepare. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya motivasi entrpreneurhip warga panti asuhan, kapabilitas sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan usaha serta minimnya skill dalam strategi pemasaran produk. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada warga panti asuhan abadi agar memiliki motivasi wirausaha yang tinggi, pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran produk. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha, serta strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini adalah warga panti asuhan abadi memiliki motivasi wirausaha dengan membentuk satu unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan panti asuhan, mengetahui cara pengeloaan keuangan usaha serta strategi pemasaran produk.  Abstract. This community empowerment aims to equip orphanage residents in developing micro-enterprises of creative economy-based onion chip entrepreneurs carried out by residents of the Aisyiyya Abadi orphanage in Parepare City. The problems partners face are the low entrepreneurial motivation of orphanage residents, human resource capabilities, lack of knowledge in business financial management, and minimal skills in product marketing strategies. The solution and method in this PKM activity is to provide several series of structured and systematic training to residents of the Abadi orphanage so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management and know the product marketing system strategy. The stages of implementing the activity began with socialization through a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training in business financial management, and product marketing strategies. The results of this activity are that residents of the Abadi orphanage have entrepreneurial motivation by forming a business unit that can be a source of income for the orphanage, knowing how to manage business finances and product marketing strategies.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN PELAKU USAHA SARUNG TENUN SUTERA LIPA SAQBE DI DESA LERO KABUPATEN PINRANG Idrus, Irwan; Arodhiskara, Yadi; Arman, Arman; Damis, Sariana; Alfiyah, Alfiyah; Khadavy, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1700

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan usaha mikro di Kawasan nelayan khususnya pelaku usaha Sarung Tenun Sutra yang dilakoni oleh ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung ekonomi keluarga nelayan. Permasalahan yang dihadapi  oleh mitra  adalah rendahnya motivasi dan kapabilitas sumber daya manusia pelaku usaha,  tampilan kemasan produk yang masih seadanya,  kurangnya pengetahuan dalam manajemen  keuangan usaha serta sistem pemasaran yang masih sederhana (konvensional) belum memanfaatan teknologi informasi/ media sosial secara optimal. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada ibu-ibu pelaku usaha Sarung Tenun sutra agar memiliki motivasi  wirausaha yang  yang tinggi,  pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran berbasis online. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha,   serta strategi pemasaran berbasis online. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaku usaha sarung tenun sutra lipa saqbe  memiliki peningkatan pengelolaan usaha, baik dari aspek motivasi wirausaha,  pengeloaan keuangan usaha serta telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sarung sutra.  Abstract. This community empowerment aims to develop micro businesses in fishing areas, especially the Silk Woven Sarong business carried out by housewives to support the economy of fishing families. The problems faced by partners are low motivation and capability of business actors' human resources, poor appearance of product packaging, lack of knowledge in business financial management, and a marketing system that is still simple (conventional) and does not utilize information technology/social media optimally. The solution and method for this activity is to provide several series of structured and systematic training to women in the Silk Woven Sarong business so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management, and know online-based marketing system strategies. The stages of implementing the activities begin with socialization in the form of a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training on business financial management, as well as online-based marketing strategies. The result of this activity is that lipa saqbe silk woven sarong business actors have improved business management, both in terms of entrepreneurial motivation and business financial management and have utilized social media to promote and market silk sarong products.
Peningkatan Kapasitas Usaha Melalui Digitalisasi dan Legalitas Usaha pada Usaha Rumah Panrita Kabupaten Barru: Enhancing Business Capacity through Digitalization and Business Legality in Rumah Panrita, Barru Regency Rahim, Abd; Syawal, Syawal; Damis, Sariana; Diana, Diana; Wisarna, Wisarna
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10483

Abstract

Amidst the challenges of competitiveness and the demands of the digital era, MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) require strategic interventions to grow. This can involve engaging various parties to help enhance a business's capacity. Academics play a crucial role as a bridge to increase knowledge and facilitate these efforts through community service. This community engagement program aims to strengthen the capacity of the "Rumah Panrita" MSME, which operates in the coffee sector in Barru Regency. The method employed was participatory training covering four main pillars: (1) product diversification, (2) digital marketing strategy, (3) the importance of business legality, and (4) practical coffee brewing training. Impact evaluation was conducted using a mixed-methods approach. Quantitative analysis utilized a paired samples t-test on participants' pre-test and post-test results. The study revealed comprehensive success. Quantitatively, there was a statistically significant increase (p < 0.05) in participants' knowledge scores, with the average score rising from 13.13 to 13.87. This result was strongly supported by qualitative analysis through participatory observation, which indicated high levels of enthusiasm, active discussion, and initiative among participants. A shift in mindset and strong internal motivation to adopt new knowledge became tangible evidence of the MSME's readiness to transform. This activity concludes that the empowerment program was successful, evidenced by the convergence of significant statistical data and rich qualitative observations, which collectively demonstrate a positive impact and the readiness of "Rumah Panrita" UMKM for business transformation.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK USAHA DESA TALLUNG TONDOK DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN DODOL SALAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL Damis, Sariana; Syukri, Fitriyani; Nurhasanah, Nurhasanah; Fajri, Fajri; Riskayani, Riskayani; Nopi, Nopi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5615

Abstract

Desa Tallung Tondok memiliki potensi pertanian salak yang melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk buah segar. Untuk meningkatkan nilai tambah, diperlukan inovasi pengolahan salak menjadi produk olahan, salah satunya dodol salak. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory rural appraisal yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama agar proses pemberdayaan berjalan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan). Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan salak menjadi dodol salak mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dalam pengembangan potensi desa. Keberhasilan program ini turut dipengaruhi oleh penerapan nilai-nilai kearifan lokal yang memperkuat ikatan sosial, membangun solidaritas, serta menjadi fondasi moral dalam pengelolaan usaha bersama. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kapasitas kelompok usaha masyarakat, peningkatan nilai ekonomi produk lokal, dan pelestarian budaya lokal yang mendukung keberlanjutan usaha berbasis komunitas.
EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG MENJADI RANSUM FERMENTASI UNTUK PAKAN SAPI BALI DI WATANG BACUKIKI syukri, fitriyani; Damis, Sariana; Bin Ardiansyah, Muh Asalan; Harianto, Erni Lestari; Pratama, Andi Yoga; Nurhasana, Nurhasana
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5616

Abstract

Kampung Bacukiki di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas pertanian di wilayah tersebut. Namun, limbah pertanian yang dihasilkan dari kegiatan budidaya masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani setempat. Padahal, limbah pertanian dapat diolah kembali menjadi bahan organik untuk memperbaiki kandungan bahan organik tanah yang merupakan salah satu syarat utama kesuburan tanah. Potensi besar ini menjadi dasar dipilihnya Kampung Bacukiki sebagai mitra dalam kegiatan kemitraan mandiri pada Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare di bawah koordinasi LPPM UMPAR. Peternak sapi Bali di Kelurahan Watang Bacukiki menghadapi permasalahan keterbatasan pakan hijauan, khususnya saat musim kemarau. Di sisi lain, limbah pertanian berupa tongkol jagung cukup melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Tongkol jagung mengandung serat kasar yang dapat diolah menjadi pakan alternatif melalui proses fermentasi, sehingga lebih mudah dicerna dan meningkatkan nilai nutrisinya. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada peternak mengenai teknologi sederhana pengolahan tongkol jagung menjadi ransum fermentasi. Program penyuluhan ini dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPAR, sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.