Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Relationship Between Mothers’ Characteristics and Mothers’ Level of Knowledge About Children’s Diet in Overweight Children With A Risk of Diabetes Mellitus in An Elementary School in Tangerang Tehuajo, Aunike Paquita; Leviana, Rachel Aprilia; Damayanti, Yoela; Arkianti, Maria Maxmila Yoche; Fangidae, Erniyati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 11 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2023.011.02.01

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by high blood sugar levels that could occur in school-age children. One of the risk factors of DM is being overweight, which is influenced by an unbalanced diet. Good knowledge of mothers in providing good nutritional intake to overweight children can reduce the risk of DM in children. This study aims to identify the relationship between mothers’ characteristics (age, occupation, education level, exposure to information from mass media, and family history of DM) and mothers’ level of knowledge about the diet of overweight children with the risk of DM in children aged 6-12 years in an elementary school in Tangerang. This study used a descriptive quantitative method with univariate and bivariate analysis. A purposive sampling of 31 mothers with overweight children was involved. The research instrument was a questionnaire measuring the mothers' level of knowledge about the diet of overweight children with a risk of DM. The results showed that only education level revealed a relationship with mothers’ level of knowledge (p-value <0.05), while other characteristics indicated no relationship (p-value > 0.05). Increasing mothers ‘knowledge about healthy diets for children can be obtained from formal education, but non-formal education also plays an important role. Schools can reach out to health units to provide health education about the diet of school-age children and provide a clean and healthy canteen. Further research should identify other factors influencing the mother's knowledge level.
Compliance With Safety and Self-Isolation Among Nursing Students Living in Dormitories During Pandemic Lase, Margaret; Bate’e, Nisra; Waruwu, John; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 11 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2023.011.02.02

Abstract

Compliance is an attitude or behaviour as an effort to carry out requests or orders from others. Self-isolation also applies to students living in Western Indonesian Private University dormitories. It is intended for people with symptoms of COVID-19, such as coughing, shortness of breath, fever, sore throat, runny nose, other respiratory diseases, and a history of contact with suspected patients. Research This study aims to identify a description of nursing students' compliance in independent isolation in a dormitory at a private university in Western Indonesia. This study uses a retrospective type of research that takes data from March to September 2021 using quantitative research methods and a descriptive approach with sampling using the Purposive Sampling technique. The population in this study were final-year students with a sample size of 88 respondents. The measuring instrument in this study is a questionnaire with 11 questions. This questionnaire was tested for validity and reliability by 30 respondents who were final-year students. Researchers used univariate data analysis to describe student compliance in self-isolation. The results show that the level of compliance of the respondents was 59.1%, and non-compliance was 40.9%. In conclusion, most of the students were obedient in carrying out self-isolation. However, implementing health protocols should be maintained as preventive action for COVID-19.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN & PENYULUHAN : PENGENDALIAN HIPERTENSI DAN MANAJEMEN STRESS WATANIA, LANI NATALIA; Fangidae, Erniyati; Fransiska, Juwita; Hasibuan, Shinta; Sitorus, Fiolenty; Tahulending, Peggy
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1941

Abstract

Abstract The increasing rate of hypertension in the elderly is on an increasing trend. This is due to an increase in the number of elderly population. Hypertension has a dangerous impact on the elderly. Hypertension can also be controlled. The importance of controlling hypertension by maintaining a healthy lifestyle. The purpose of this community services was to increase the understanding of the people of Kadu Tangerang Village in controlling hypertension and how to manage stress. Method that can be implemented at this time were to provide education on how to control hypertension. The respondent of this community service were community in RW 003 Kadu Village, Curug, Tangerang, with 61 elderly people. The methods of activities carried out to achieve the objectives of the community service are health checks and health education. The results of the activity indicate an increase in the community knowledge about hypertension control and stress management. Community service activities in the form of health education are expected to be one of the strategies in controlling hypertension so as to avoid complications and improve the quality of life of the elderly and their families. Keywords: Hypertension, Elderly, Stress Management, Healthy Life-style
WEBINAR “CEGAH KECANDUAN DENGAN BIJAK BERINTERNET” Diannita, Catharina Guinda; Ayu Florensa, Maria Veronika; Paula, Veronica; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati; Susilawati Barus, Novita; Sakti, Erivita; Hapsari, Kristina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1967

Abstract

Media sosial dan internet of things (IoT) saat ini merupakan komponen yang lekat dengan kebutuhan sehari-hari. Teknologi terus mengalami perkembangan, sehingga teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang, karena memberikan begitu banyak kemudahan dan keuntungan. Digitalisasi global memberikan peluang yang lebih baik untuk pendidikan, komunikasi, perbankan, bisnis, industri, kesehatan dan interaksi socsal. Dibalik keuntungan yang diberikan internet, internet dapat menyebabkan kecanduan apabila tidak digunakan dengan bijak. Penurunan kualitas tidur, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, kecemasan, perundungan baik secara langsung maupun secara online/ cyberbullying, merupakan beberapa contoh dampak dari kecanduan internet. Pendampingan dan arahan tentang penggunaan internet dengan bijak perlu diberikan, agar manfaat lebih banyak didapatkan oleh pengguna dibandingkan dampak negatifnya. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melakukan pencegahan kecanduan dengan bijak berinternet. Kegiatan dilakukan secara daring, agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Peserta kegiatan berasal dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan New York. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan rerata nilai pretest dan post test pada kedua sesi. Evaluasi pada sesi 1 mengenai “Gadget, I’m in love” mengalami rerata peningkatan sebesar 2,13 poin, dan pada sesi 2 mengenai “Etika berinternet” mengalami rerata peningkatan sebesar 4,89 poin. Kegiatan edukasi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan, agar makin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai masalah kecanduan internet dan pentingnya membangun relasi sosial yang sehat di platform digital.
The Spiritual Caregiving Scale (SCGS) – Translation and Adaptation dalam Bahasa Indonesia Fangidae, Erniyati; Watania, Lani Natalia; Togatorop, Lina Berliana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5584

Abstract

Asuhan spiritual yang optimal membutuhkan perawat yang memiliki persepsi yang baik mengenai asuhan spiritual. Meningkatkan kesadaran spiritual dibutuhkan pendidikan spiritual sehingga mahasiswa keperawatan memiliki pandangan yang lebih luas terkait spiritualitas dan asuhan spiritual. Instrumen yang valid dan reliabel versi bahasa Indonesia dibutuhkan untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan mengenai spiritualitas dan asuhan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan translasi dan adaptasi instrumen Spiritual Care-Giving Scale (SCGS) kedalam Bahasa Indonesia. Proses translasi dilakukan sesuai dengan World Health Organization (WHO) guideline yang dimulai dari tahap forward translation, backward translation, panel expert, pretesting dan cognitive interview. Selanjutnya, penilaian I-CVI, S-CVI/Ave, dan uji validitas dan reliabilitas dilakukan. Beberapa pertanyaan pada tahap panel expert dan tahap pretesting dan cognitive interview perlu dimodifikasi. Skor I-CVI untuk 39 pertanyaan adalah 1,00, satu pertanyaan adalah 0,8 dan nilai S-CVI/Ave adalah 0,99 yang berarti kuesioner SCGS memiliki excellent content validity. Uji validitas menunjukan nilai r hitung antara 0,413-0,774 (> r tabel 0,361) dan Cronbach’s alpha 0,892 > 0,6 yang berarti kuesioner ini valid dan reliabel. 40 item pernyataan kuesioner SCGS versi Bahasa Indonesia yang telah di translasi dan di adaptasi dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan di Indonesia terkait spiritualitas dan asuhan spiritual.
Parental Experiences in Caring for Children with Thalassemia Major in Tangerang: A Phenomenological Study Fangidae, Erniyati; Lestari, Dwi Puji; Hutagalung, Grace Yenni A; Sigarlaki, Melisa Constantine
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.9760

Abstract

Introduction: Thalassemia major can lead to significant physical, psychological, and social challenges that reduce a child’s quality of life and increase the burden on the family. Parents play a crucial role in the care of children with thalassemia major, however, they often face significant challenges. This study aimed to explore the lived experiences of parents whose children have been diagnosed with thalassemia major at a private hospital in Tangerang. Methods: This research employed a descriptive phenomenological qualitative design conducted between October and November 2024. Participants were selected through purposive sampling and included 10 parents of children with thalassemia major receiving care at a private hospital in Tangerang. Data were collected through in-depth interviews guided by seven open-ended questions. All interviews were audio-recorded and transcribed verbatim.Chi Data analysis was conducted using Colaizzi’s 1978 method. Results: The analysis revealed four major themes: 1). Psychological upheaval, 2). Burdens of caring, 3). Affirmative attitudes, and 4). Psychosocial support for the child. Conclusion: This study highlights the significant experiences of parents caring for children with thalassemia major. Recommendation: Understanding parents' experiences can help nurses and healthcare providers offer more comprehensive support and develop holistic interventions that assist parents in adapting more effectively and improving their overall quality of life.
Workshop Perawatan Paliatif Sitanggang, Yenni Ferawati; Fangidae, Erniyati; Juniarta, Juniarta; Sibuea, Renova
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1ab33423

Abstract

Secara global, penyakit kronis atau yang biasa disebut non-communicable diseases mengalami peningkatan. Paling tidak setiap tahunnya menyebabkan kematian. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit-penyakit kronis ini memerlukan perawatan komprehensif yaitu perawatan paliatif. Akan tetapi, masih banyak layanan fasilitas kesehatan yang tidak memiliki pelayanan paliati fdan bahkan masih banyak perawat yang bahkan belum mengetahui tentang perawatan paliatif. Hal ini menjadi kebutuhan yang sangat penting dan perlu diatasi. Salah satu RS di Bekasi memiliki angka kunjungan pasien dengan penyakit-penyakit kronis. Sedangkan penyakit kronis sebagaimana disebutkan oleh WHO memerlukan perawatan yang komprehensif atau perawatan paliatif. Masih banyak perawat di RS tersebut belum mengetahui dan memahami perawatan paliatif. Sehingga, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para perawat, workshop ini dibuat dan dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Metode pengabdian ini diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, pendampingan, demonstrasi dan role play. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa ada nya pelaksanaan workshop diikuti secara antusias oleh peserta, terkhusus saat diskusi kelompok melalui studi kasus, peserta dibagi dalam kelompok dan diberikan pendampingan. 90% peserta menyatakan bahwa mereka berani dan percaya diri untuk mengaplikasikan penyampaian berita buruk kepada pasien di masa mendatang. Saran kepada seluruh perawat adalah untuk terus meningkatkan pengetahuan nya untuk perawatan paliatif lanjutan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat meningkat.  
Efektivitas Mirror Therapy terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke: Kajian Literatur Tamba, Daud Halomoan; Iswoyo, Grace Vika; Koanak, Yohana Diana; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.029 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10477

Abstract

ABSTRACT Stroke or Cerebrovascular disease is a disease caused by impaired brain function related to rupture or blockage of blood vessels that supply blood to the brain. Every year there are 13.7 million new cases of stroke and around 5.5 million deaths due to stroke. In Indonesia, it is estimated that around 2,129,326 people > 15 years have a stroke. Clinical manifestations that are often experienced by stroke patients are hemiparesis and hemiplegia so medical rehabilitation is needed. Mirror therapy is one of the non-pharmacological therapies that uses mirrors as a therapeutic medium. This literature review aims to describe the effectiveness of mirror therapy in increasing muscle strength in stroke patients. The method used was Thematic analysis: a simplified approach, with article searches using three databases namely Google Scholar, Medline, and JSTOR. Quality analysis of research methods has been carried out using PRISMA Flow Diagram and JBI Critical Appraisal Checklist.  The keywords used in the article search were "Effectiveness" AND "mirror therapy" AND "stroke patients" AND "Randomized Controlled Trial" and "Effectiveness" AND "mirror therapy" AND "stroke patients" AND "Randomized Controlled Trial". Four themes were obtained from the results of the analysis, namely, mirror therapy is effective for increasing muscle strength in stroke patients, the relationship between the characteristics of stroke patients and mirror therapy in increasing muscle strength, mirror therapy procedures in increasing muscle strength in stroke patients, the effectiveness of the combination of mirror therapy with conventional stroke rehabilitation therapy in increasing muscle strength. Mirror therapy as one of the non-pharmacological therapies that can be used in helping functional recovery of upper and lower extremity motor control in stroke patients. Keywords: Stroke, Muscle strength, and Mirror Therapy   ABSTRAK Stroke atau Cerebrovaskular disease merupakan penyakit yang disebabkan akibat gangguan fungsi otak yang berkaitan dengan pecah atau tersumbatnya pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Setiap tahunnya tercatat 13,7 juta kasus baru stroke dan sekitar 5,5 juta kematian akibat penyakit stroke. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 2.129.326 penduduk > 15 tahun mengidap stroke. Manifestasi klinis yang sering di alami oleh pasien stroke ialah hemiparesis dan hemiplegia sehingga diperlukan suatu rehabilitasi medis. Mirror therapy merupakan salah satu terapi non-farmakologi yang menggunakan cermin sebagai media terapi.Tujuan kajian literatur ini adalah menganalisa efektivitas mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode yang digunakan adalah Thematic analisis: a simplified approach, dengan pencarian artikel menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, Medline, dan JSTOR. Analisis kualitas metode penelitian telah dilakukan menggunakan Flow Diagram PRISMA dan JBI Critical Appraisal Checklist.  Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah “Effectiveness” AND “mirror therapy” AND “stroke patients” AND “Randomized Controlled Trial” dan “Efektivitas” AND “terapi cermin” AND “pasien stroke” AND “Randomized Controlled Trial. Empat tema didapatkan dari dari hasil analisa yaitu; Mirror therapy efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke, hubungan karakteristik pasien stroke dengan Mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otot, prosedur Mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otor pada pasien stroke, efektifitas kombinasi Mirror therapy dengan terapi rehabilitasi stroke konvensional dalam meningkatkan kekuatan otot. Mirror therapy sebagai salah satu terapi non- farmakologi yang dapat digunakan dalam membantu pemulihan fungsional kontrol motorik ekstremitas atas dan bawah pada pasien stroke. Kata kunci: Stroke, Kekuatan Otot dan Mirror Therapy
EDUKASI PENYAKIT KRONIK DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI MASYARAKAT DESA FATUKNUTU KABUPATEN KUPANG Olang, Janwar; Saputra, Bima Adi; Fangidae, Erniyati; Pangkey, Ballsy C. A.; Paula, Veronica
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2599

Abstract

Abstrak Penyakit kronik berkembang secara bertahap, berlangsung lama, dan sering kali tidak menunjukkan gejala awal, sehingga terkadang masyarakat tidak menyadari akan hal tersebut. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg, namun seringkali tidak menimbulkan gejala dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus, serta pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan serta pre-dan post test. Hasil menunjukkan peserta didominasi usia 51-60 tahun (21.49%) dengan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Nilai rata-rata pre-test adalah 32,87% dengan nilai terendah 20 dan tertinggi 70 sedangkan rata-rata post-test meningkat menjadi 78,16% dengan nilai terendah 60 dan tertinggi 100. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 43,80% kategori normal dan 28,10% pre-hipertensi, kadar gula darah menunjukkan 91,74% dalam batas normal (70–200 mg/dL), kadar asam urat, 63,64% berada dalam batas normal (1,5–7 mg/dL) dan pemeriksaan kadar kolesterol kolesterol 69,42% dalam batas normal (<200 mg/dL). Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pola hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit kronik dan komplikasinya. Kata kunci: Edukasi, Penyakit Kronik, Pemeriksaan Kesehatan
MEMBANGUN GENERASI TANGGAP DARURAT: EDUKASI DAN PELATIHAN FIRST AID PEMUDA DAN REMAJA GEREJA BETHESDA TO'OH AMABI OEFETO NTT Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Olang, Janwar; Paula, Veronica; Fangidae, Erniyati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2657

Abstract

Pertolongan pertama (First Aid) merupakan upaya awal yang dilakukan sebelum dibawa ke Rumah Sakit ketika seseorang mengalami masalah kesehatan seperti kecelakaan, pingsan, digigit serangga, patah tulang, pendarahan, kejang ataupun kondisi yang mengganggu kesehatan seseorang. Kecelakaan maupun gangguan kesehatan dapat terjadi di mana saja dan tidak dapat diprediksi secara pasti, dapat terjadi di rumah maupun lingkungan lainnya termasuk gereja. Pemuda dan remaja di gereja bisa saja menghadapi cedera, patah tulang, pingsan, serta situasi yang akan menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, langkah-langkah pertolongan pertama secara benar sangat penting. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada memberikan edukasi dan pelatihan tentang pertolongan pertama di gereja untuk meningkatkan keselamatan jemaat. Metode: Kegiatan PkM menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, dan diskusi. Penyuluhan dan pelatihan dipaparkan oleh tim PkM Fakultas Keperawatan UPH. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dan remaja Gereja Bethesda To'oh Amabi Oefeto NTT yang berjumlah 30 orang, dan kegiatan dievaluasi menggunakan pre dan post-test. Hasil: Kegiatan PkM terlaksana dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan dengan hasil pre/post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dan pelatihan dengan nilai rata-rata pre-test 42.91 dan post-test 53.95. Kegiatan yang dilakukan dirasakan berdampak bagi remaja dan pemuda dan diharapkan dilakukan secara berkelanjutan.